Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Songket, Branding Kota & Cita-cita Palembang Jadi Paris-nya Sumatera hingga Hits di Mata Dunia

Songket, Branding Kota & Cita-cita Palembang Jadi Paris-nya Sumatera hingga Hits di Mata Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
  • visibility 905
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di sebuah ruangan berpendingin udara yang mungkin cukup dingin untuk membekukan niat kalau tidak dibarengi semangat, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima audiensi dari seorang figur yang tidak asing dalam dunia pertunjukan dan branding Helmy Yahya, kemarin.

Bukan untuk syuting acara reality show atau bikin kuis “Siapa Mau Jadi Miliarder Versi Musi”, tapi untuk ngobrol serius, adu ide, dan merancang strategi jitu agar Palembang bisa naik kelas. Misi mereka mulia bikin city branding Palembang jadi selevel dengan kota-kota yang namanya udah nempel di benak orang dunia macam Paris, Kyoto, hingga Malaka.

Titik awalnya? yakni Songket..

Bukan tanpa alasan dipilihnya warisan budaya Palembang itu, karena songket adalah karya agung. Kain berkarakter yang dirajut bukan cuma dari benang emas, tapi juga dari filosofi, kesabaran, dan cita rasa. Ibarat perempuan yang nggak cuma cantik, tapi juga pintar masak, punya etika, dan tahu bedanya gala dinner sama makan di warteg. Mahal bukan karena harga, tapi karena martabat.

Sayangnya, selama ini songket sering diperlakukan seperti mantan yang cuma diingat pas kangen. Dipakai pas kondangan, lalu dilipat dan disimpan dalam lemari sampai bertahun-tahun. Padahal potensi songket itu seperti bumbu rendang makin lama makin sedap, asal tahu cara mengolah dan menyajikannya.

Maka tercetuslah ide bikin Festival Songket, bukan festival abal-abal yang isinya cuma lomba selfie dan pentas orgen tunggal. Ini festival yang rencananya akan dikemas luar biasa, penuh nilai budaya, glamor dengan cita rasa lokal, dan dibungkus promosi kelas dunia. Targetnya bukan cuma menggaet wisatawan lokal yang nyasar karena salah beli tiket kereta, tapi juga turis luar negeri yang biasanya belanja di Paris dan Milan.

“Kenapa songket? Karena mewah dan punya nilai sejarah,” kata Helmy Yahya, yang tampaknya mulai menghidupkan kembali idealisme kejayaan Sriwijaya yang tertidur seperti putri salju habis makan durian.

City branding, kalau boleh dibahasakan dengan gaya emak-emak, adalah cara bikin kota kita tampil menawan di depan umum. Bukan sekadar cantik luar, tapi juga punya isi. Ibarat perempuan yang bukan cuma jago make-up, tapi juga bisa diskusi soal ekonomi sambil ngulek sambal. Branding kota bukan cuma soal baliho besar dengan senyum wali kota, tapi soal bagaimana kota ini bikin orang betah, bangga, dan ingin balik lagi.

Mari tengok ke luar jendela dunia. Kyoto di Jepang bisa bikin wisatawan rela antre demi lihat upacara teh. Padahal itu cuma air panas dan daun. Bilbao di Spanyol, dulunya kota industri yang dilupakan, berubah jadi pusat seni modern cuma karena satu museum canggih. Chiang Mai di Thailand, dulunya kota biasa aja, sekarang jadi pusat wisata budaya dan meditasi. Kuncinya? Branding yang konsisten, strategi jangka panjang, dan tentu saja: pengemasan yang tidak asal-asalan.

Lalu kita lihat Palembang. Kota yang punya sejarah kerajaan laut terbesar di Asia Tenggara kerajaan Sriwijaya yang dulu bikin negara lain ngiri dan iri hati. Tapi hari ini, orang lebih tahu Palembang dari pempek dan jembatan Ampera. Padahal kalau digali, sejarah dan budaya Palembang itu dalamnya kayak isi dompet emak-emak habis Lebaran penuh dan berlapis.

Masalahnya, selama ini kita sering terlalu malu-malu mempromosikan diri. Seolah takut dibilang sombong kalau mengakui kehebatan sendiri. Padahal kota itu seperti perempuan  kalau terus-menerus rendah diri dan pakai baju yang sama tiap hari, ya susah dapat pasangan mapan. Harus percaya diri, berdandan, dan tahu nilai diri.

Festival Songket ini bisa jadi momentum penting. Tapi jangan sampai cuma jadi festival foto-foto, lalu bubar jalan. Harus ada kesinambungan. Harus ada investasi dalam pelatihan perajin, pembukaan pasar ekspor, kolaborasi dengan desainer dunia, hingga platform digital yang menayangkan songket sebagai fashion dan warisan.

Bayangkan kalau Paris Fashion Week suatu hari menampilkan koleksi “Songket Sriwijaya Couture” karya desainer Palembang. Atau rumah mode di Milan bikin koleksi eksklusif bernama “Sekanak Collection”. Turis dari Jerman dan Korea datang ke Palembang bukan cuma untuk makan pempek, tapi untuk belanja songket dan belajar menenun dari ibu-ibu Jakabaring. Wow, bukan?

Dan kepada pemerintah kota, jangan biarkan ide besar ini kandas hanya karena anggaran dialihkan ke hal-hal receh. Jangan biarkan festival berubah jadi event seremonial standar dengan potong pita dan sound system rusak. Kota ini layak dapat yang lebih megah. Kalau perlu, buat regulasi dan insentif agar usaha tenun songket makin berkembang dan anak muda tertarik berkecimpung di dalamnya.

Jangan sampai anak-anak muda Palembang lebih bangga jadi content creator prank daripada penerus penenun songket. Itu seperti lebih milih jadi badut ulang tahun daripada jadi penerus kerajaan.

Dan terakhir, kepada warga Palembang ayo kita ikut ambil bagian. Karena city branding bukan cuma kerja wali kota dan Helmy Yahya. Ini kerja kolektif. Ini semangat bersama. Mari bangga pakai songket. Mari ajak tamu luar kota bukan cuma makan pempek, tapi juga mampir ke galeri budaya.

Karena kalau Palembang ingin dikenal dunia, kita harus percaya diri. Harus tampil berani. Harus jadi seperti perempuan yang tahu kapan harus pakai kebaya, kapan harus pakai heels, dan kapan harus bilang “Ini aku, cantik, kuat, dan punya sejarah.”

Palembang bukan kota biasa. Ia perempuan cantik yang terlalu lama menyembunyikan kecantikannya di balik selendang sejarah. Sudah waktunya membuka tirai, berdiri di panggung dunia, dan berkata “Ini aku. Kota Sriwijaya. Kota Songket. Kota yang tak hanya mengenyangkan, tapi juga memikat.”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Pers di Era Informasi Digital, Siapa Menjaga Kebenaran Saat Semua Orang Bicara?

    Peran Pers di Era Informasi Digital, Siapa Menjaga Kebenaran Saat Semua Orang Bicara?

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Yang cepat belum tentu tepat, yang ramai belum tentu layak HARI  ini, kita hidup di era informasi digital yang bergerak sangat cepat. Arus informasi datang tanpa henti, namun tidak semuanya melalui proses verifikasi informasi yang memadai. Di tengah banjir informasi digital ini, masyarakat dihadapkan pada dua pilihan percaya dengan cepat, atau menunggu dengan sadar. Masalahnya, […]

  • He.he, Disindir di Medsos, Pemkot Baru Bergerak Salurkan Bantuan Untuk Pasien Covid-19

    He.he, Disindir di Medsos, Pemkot Baru Bergerak Salurkan Bantuan Untuk Pasien Covid-19

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.709
    • 0Komentar

    SALAH satu Warga Kota Pagaralam melalui akun Facebook– nya mengeluh dengan adanya pasien Covid-19 yang dianjurkan untuk isolasi mandiri namun tidak diberi bantuan dari Satuan Tugas (Satgas) Perceparan Penanganan Covid-19. Dalam postinganya pemilik akun ini menyampaikan bahwa ada suami istri dilingkungan tempat tinggalnya yang dianjurkan pihak Pemkot untuk isolasi mandiri selama 14 hari karena dinyatakan […]

  • Jurus BNNP Jabar Lawan Narkoba, Ngawih Sunda Jadi Senjata Andalan

    Jurus BNNP Jabar Lawan Narkoba, Ngawih Sunda Jadi Senjata Andalan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Melawan narkoba tidak selalu harus dilakukan dengan kampanye yang serius dan formal. Di Jawa Barat, pesan itu justru coba disampaikan lewat suara anak muda yang melantunkan tembang Sunda. Pendekatan inilah yang dikembangkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat melalui Lomba Pasanggiri Agung Ngawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa”. Seni tradisional dijadikan pintu masuk untuk […]

  • Cegah Karhutla, Peran Aktif Semua Pihak Sangat Dibutuhkan

    Cegah Karhutla, Peran Aktif Semua Pihak Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menegaskan, kesuksesan Sumsel dalam pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 harus menjadi acuan dan standarisasi untuk penanganan karhutla tahun 2021. Hal itu disampaikannya pada rapat koordinasi untuk mendukung kelancaran program pemerintah dalam rangka penanganan karhutla di Sumsel tahun 2021 yang digelar di Gedung Promoter […]

  • Sukses Uji Coba, Maskapai TransNusa Akan Mengudara Kembali

    Sukses Uji Coba, Maskapai TransNusa Akan Mengudara Kembali

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.507
    • 0Komentar

    MASKAPAI TransNusa sukses melakukan proving flight dengan rute Bandara Sokearno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menggunakan pesawat Airbus A320 Neo PK-TLA dengan nomor penerbangan 8B 532. Uji coba tersebut merupakan bagian dari persiapan beroperasinya kembali penerbangan TransNusa. Penerbangan proving flight tersebut sukses mendarat di landas pacu (runway) 11 YIA belum lama ini setelah menjalani […]

  • Dongkrak Minat Baca Pelajar Sumsel dengan Gowes Literasi 2019

    Dongkrak Minat Baca Pelajar Sumsel dengan Gowes Literasi 2019

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    “Jadi ini adalah acara Gowes Literasi yang dalam untuk menyemarakkan hari Aksara Internasional tujuan acaranya adalah meningkatkan minat literasi pelajar SMA di Sumatera Selatan dan Meningkatkan kreatiftas pelajar dalam karya tulisan”

expand_less
WordPress Archive NaturePress – Ecology & Environment WordPress Theme Nautica – Responsive WooCommerce WordPress Theme Navian – Multi-Purpose Responsive WordPress Theme Naxly – Data Science & Analytics WordPress Theme Nayaka – Nail Salon & Beauty Care Elementor Template Kit Nazareth | Church & Religion WordPress Theme Ncmaz – News Magazine Full Site Editing WordPress Block Theme Nearby Places WordPress Plugin Nedril – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Needle – Tattoo Studio Elementor Template Kit