Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Barak Bukan Penjara, Tapi Bengkel Masa Depan, Saatnya ‘Remaja Rusak’ Di Servis Ulang

Barak Bukan Penjara, Tapi Bengkel Masa Depan, Saatnya ‘Remaja Rusak’ Di Servis Ulang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 968
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di kota yang siangnya panas, malamnya juga panas apalagi kalau sudah masuk musim tawuran, Palembang sedang menyiapkan jurus pamungkas yang tak biasa, bukan lagi razia motor. Namun Pemerintah Kota Palembang tengah mematangkan program yang tidak biasa, rencana retret ala militer bagi remaja yang hobi tawuran dan keluyuran sambil bawa senjata tajam macam pendekar dadakan. Serius, ini bukan adegan sinetron. Ini kenyataan.

Gagasan ini ibarat menjadikan barak militer sebagai bengkel karakter buat anak-anak muda yang sudah mulai ‘mrebet’ ke arah kriminal. Wali Kota Ratu Dewa, dengan wajah prihatin dan nada suara yang serius tapi penuh harap, bilang bahwa para remaja ini bukan musuh negara. Mereka adalah mesin generasi yang butuh diservis, disetel ulang, dan dikalibrasi dengan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan rasa malu kalau ketahuan main parang di jalanan.

Alih-alih cuma menegur dengan megafon atau bikin video edukatif di TikTok, Pemkot ingin menyentuh masalah dari akarnya dengan pendekatan yang lebih keras tapi penuh kasih membina anak-anak itu di barak militer bukan untuk dihukum seperti zaman feodal, tapi untuk ditempa seperti logam yang ingin dijadikan keris disundut, dibakar, lalu ditempa, agar jadi tajam tapi berfaedah.

Wali Kota Ratu Dewa menyampaikan keprihatinan yang bukan basa-basi. Tawuran sudah bukan lagi perang antar sekolah. Sekarang, banyak yang bahkan tidak tahu kenapa mereka berkelahi. Pokoknya asal ada lawan, asal bawa senjata tajam, langsung turun ke jalan. Dari dagu sobek sampai panah nyasar, semua jadi pemandangan horor yang muncul di beranda medsos tiap minggu.

Sudah banyak yang luka, dan jangan tunggu sampai ada yang mati sia-sia hanya demi ego dan gengsi jalanan. Maka lahirlah gagasan ini barak sebagai ruang perenungan, pembinaan, dan transformasi. Di tempat inilah anak-anak yang sebelumnya lebih hafal merek celurit daripada nama Pancasila, akan belajar baris-berbaris, makan tepat waktu, dan yang terpenting menghargai hidup sendiri dan orang lain.

Tentu saja, Pemkot Palembang tidak berjalan sendirian. Program ini juga akan dikaji dari sudut pandang Hak Asasi Manusia. Komnas HAM dilibatkan, alim ulama diajak, dan bahkan kementerian hukum pun diundang rapat. Semua diajak untuk memastikan bahwa ini bukan upaya kekerasan berjubah pendidikan, tapi pembinaan dengan disiplin yang terukur.

Dalam retret ini, tidak akan ada bentakan sembarangan. Yang ada justru pembinaan bertahap fisik, mental, dan spiritual. Ada yang bilang, lebih baik anak-anak ini diajak nyanyi lagu Indonesia Raya tiap pagi sambil push up, daripada mereka tiap malam nyanyi lagu kebangsaan geng motor sambil bawa senjata tajam.

Dan benar juga kata orang bijak “Anak muda itu bukan hanya butuh panggung, tapi juga pagar”. Kalau terlalu bebas, mereka bisa nyemplung ke jurang. Tapi kalau diarahkan, bisa jadi pemimpin masa depan.

ATM [Amati, Tiru, Modifikasi]

Jawa Barat sudah lebih dulu melakukannya, Gubernur Dedi Mulyadi yang gaya bicaranya bisa menenangkan emosi orang tua dan membuat anak-anak berpikir dua kali sebelum nakal membuktikan bahwa barak bisa jadi terapi karakter. Bahkan ada yang dulunya jago tawuran, kini malah rajin kultum di masjid dan jadi pelopor kebersihan di kampungnya. Yang dulunya jago balap liar, kini buka bengkel legal dan jadi kebanggaan keluarga.

Di Filipina, program bernama “Youth Reformation Camp” yang digawangi oleh pemerintah lokal dan militer setempat berhasil memangkas tingkat kenakalan remaja sampai 70%. Mereka tidak hanya dilatih disiplin, tapi juga diberikan keterampilan dari las listrik sampai pertanian organik. Begitu keluar dari camp, mereka bukan lagi ancaman sosial, tapi aset komunitas.

Palembang bisa meniru itu, bahkan bisa memodifikasi agar lebih cocok dengan budaya lokal. Barangkali ada sesi siraman rohani dengan cuko pempek, atau pelatihan bela diri menggunakan filosofi silat Palembang yang sarat nilai kesabaran.

Apakah langkah ini akan menuai kritik? Sudah pasti. Selalu ada yang khawatir bahwa retret militer terlalu keras. Tapi lebih baik kita menyalakan lilin di tengah gelapnya lorong kenakalan remaja, daripada sibuk mengutuk kegelapan tanpa solusi.

Dan jangan lupa, semua yang besar dimulai dari keberanian kecil. Mengubah satu remaja, artinya menyelamatkan satu generasi dari kemungkinan jadi pelaku atau korban kekerasan. Mengubah jalan hidup satu anak, bisa jadi menyelamatkan ribuan langkah yang akan ia tempuh kelak.

Apakah semua ini akan berhasil di Palembang? Tentu butuh waktu dan evaluasi. Tapi satu hal pasti membiarkan anak-anak muda ini terus hidup di jalan kekerasan tanpa campur tangan tegas adalah kesalahan kolektif kita sebagai orang dewasa. Daripada kelak mereka jadi penghuni sel, lebih baik sekarang dibentuk di barak dengan baju doreng, bukan baju tahanan.

Dukung langkah ini dengan optimisme dan doa, serta tetap mengawasi agar tidak terjadi pelanggaran HAM atau praktik yang menyimpang dari tujuan pembinaan. Kita tidak sedang menciptakan tentara cilik, tapi membangun manusia yang sempat nyasar jalannya, sebab seperti kata pepatah lama dari Sumatera Selatan. “Kayu yang bengkok jangan langsung dibuang, bisa jadi gagang cangkul kalau dibentuk dengan sabar”. Semoga kelak, para remaja kita bukan hanya bisa menggenggam ponsel dan parang, tapi juga harapan dan masa depan.

Barak juga bukan kuburan harapan, tapi justru ruang reinkarnasi bagi jiwa-jiwa muda yang tersesat jalannya. Kita tidak sedang menghukum anak-anak, tapi sedang menyelamatkan mereka dari lubang yang lebih dalam. Toh, sejarah sudah banyak mengajarkan bahwa mereka yang paling keras kepala hari ini, bisa jadi pemimpin paling tegas di masa depan. Asal diberi arahan, bukan hanya bentakan.

Kata pepatah Palembang yang selalu relevan sampai kapan pun. “Jangan tunggu sungai kering baru cari timba, jangan tunggu anak rusak baru cari guru” . Untuk itu, kita semua harus jadi bagian dari solusi orang tua, sekolah, tokoh agama, aparat, dan tentu saja pemerintah, karena masa depan tidak datang sendiri. Ia harus dijemput, disiapkan, dan kalau perlu dilatih baris-berbaris di barak Gandus sambil menyanyikan lagu perjuangan dan menyimpan parang untuk jadi cangkul.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

    Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kekurangan dokter spesialis masih menjadi salah satu persoalan dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Kebutuhan itu tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga terasa di berbagai daerah yang masih terbatas dalam mendapatkan layanan dokter spesialis. Pemerintah memperkirakan Indonesia masih membutuhkan sekitar 65.000 dokter spesialis. Salah satu upaya yang kini diperluas adalah pendidikan […]

  • “Belum Selesai Nyuci Sarung, Sudah Disuruh Jahit Kain Ihram Lagi”

    “Belum Selesai Nyuci Sarung, Sudah Disuruh Jahit Kain Ihram Lagi”

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    SEBAGIAN jemaah haji Indonesia baru saja ngelurusin punggung setelah menggotong koper penuh kurma dan air zamzam, eh, tetiba terdengar kabar dari Arab Saudi “Haji 2026, ayo kita gas dari sekarang!”. Mantap!!. Weleh-weleh, ini ibarat emak-emak yang baru nyimpen rantang habis kendurian, langsung ditanya, “Bu, besok nyumbang tumpeng lagi ya buat hajatan sebelah” Kementerian Haji dan […]

  • Sekda Muba Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Banjir

    Sekda Muba Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Banjir

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 929
    • 0Komentar

    DENGAN didampingi Perangkat Daerah diantaranya Plt Kepala BPBD Muba Indita Purnama SSos, Perwakilan Dinas Sosial Muba Putra Sumito Camat Sanga Desa Sugand AP MSi, dan Kepala Desa Air Balui Arminto, Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi melakukan peninjauan dan pemberian bantuan sembako kepada korban banjir di Trans SP I dan SP II […]

  • Bibit Siklon Tropis di Utara Papua Telah Berkembang Jadi Siklon Tropis “SURIGAE”, Waspada ! 

    Bibit Siklon Tropis di Utara Papua Telah Berkembang Jadi Siklon Tropis “SURIGAE”, Waspada ! 

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkanbsaat ini Bibit Siklon Tropis di Utara Papua telah berkembang menjadi Siklon Tropis “SURIGAE” yang bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina. Penamaan siklon atau badai tropis Surigae ini dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA), termasuk analisis dan pergerakannya. Sebelumnya bibit siklon ini bernama 94W. “Akibatnya, saat ini terjadi […]

  • Begini Cerita Alex, Terkait Perbaikan Kerusakan Hutan di Sumsel

    Begini Cerita Alex, Terkait Perbaikan Kerusakan Hutan di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Bahkan tak segan berkeliling 15 negara demi melakukan perbaikan atas kerusakan lahan yang mencapai 700 ribu hektare lebih.

  • 614 Peserta Ikuti SKB CPNS OKI

    614 Peserta Ikuti SKB CPNS OKI

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) regional VII Palembang menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2021. SKB ini diikuti oleh sebanyak 614 orang peserta yang terdiri dari 551 orang melaksanakan tes terpusat di Golden Sriwijaya Palembang, pada 29 sampai dengan 30 November 2021. Sementara sisanya akan […]

expand_less
WordPress Archive INVIA Responsive Corporate WP Theme Invoice Pdf WooCommerce Invoices – Laravel Invoice Management System – Accounting & Billing Management Invoicing Pro Jetpack CRX Addon Iodova – Single Property Real Estate WordPress Theme iOne | Minimal WooCommerce Theme IonFullApp | Full Ionic Template + Cordova Plugins iPages – FlipBook Image & PDF Viewer for WordPress iPodcast – Modern Podcast Elementor Template Kit iPress – Blog/Magzine/News WordPress Theme