169 Kali Donor Darah, Endingnya, 4 Warga Palembang Berangkat Umrah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada yang datang ke tempat donor sekali, lalu belum tentu kembali dalam waktu dekat.
Namun, sebaliknya empat warga Palembang ini punya cerita berbeda.
Mereka terus datang dan mendonorkan darah hingga jumlahnya menembus angka 100 kali. Bahkan, salah seorang di antaranya sudah melakukannya sebanyak 169 kali.
Dia adalah R. Pudji Pamungkas.
Di bawahnya ada Drs. Herri Supriadi dengan 167 kali donor, Zain Munandar 141 kali, serta Anderson Djamil yang tercatat sudah 126 kali mendonorkan darah.
Angka tersebut bukan sekadar catatan di atas kertas. Ada waktu yang mereka sisihkan, ada kedisiplinan untuk kembali donor, dan ada kesediaan memberikan darah kepada orang yang bahkan mungkin tidak pernah mereka kenal.
Di Palembang, kebutuhan terhadap darah memang tidak kecil.
Setiap bulan, kebutuhan darah mencapai sekitar 7.000 kantong. Karena itu, keberadaan pendonor sukarela yang rutin datang menjadi bagian penting untuk menjaga persediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Empat orang ini sudah bertahun-tahun mengambil bagian dalam hal tersebut.
Menariknya, setelah ratusan kali datang sebagai pendonor, kali ini mereka datang dengan cerita yang berbeda.
Bukan untuk memberikan darah.
Mereka datang untuk menerima penghargaan.
Pemerintah Kota Palembang memberikan hadiah perjalanan umrah kepada keempat pendonor tersebut sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka. Selain fasilitas umrah, masing-masing juga mendapat cenderamata dan uang saku.
Pelepasan mereka dilakukan dalam acara ramah tamah pendonor darah yang digelar Rabu (7/10/2026).
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan capaian lebih dari 100 kali donor bukan sesuatu yang sederhana.
Menurutnya, kebiasaan tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan konsistensi yang layak menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Seratus kali donor bukanlah sebuah pencapaian yang sederhana. Di dalamnya terdapat konsistensi, kepedulian, kedisiplinan, dan keikhlasan. Semoga keteladanan bapak-bapak sekalian menginspirasi masyarakat luas,” kata Aprizal.
Ia juga menyebut donor darah sebagai bentuk kepedulian yang nyata karena darah yang diberikan bisa membantu menyelamatkan kehidupan orang lain.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani, berharap semakin banyak masyarakat yang mengikuti jejak para pendonor tersebut.
Menurut Dewi, budaya donor darah perlu terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, generasi muda hingga organisasi kemasyarakatan.
Kini, perjalanan keempat pendonor itu memasuki cerita baru.
Selama ini mereka terbiasa datang untuk memberikan sesuatu yang sangat dibutuhkan orang lain.
Setelah 169, 167, 141 dan 126 kali donor, kali ini mereka justru yang mendapatkan sesuatu.
Empat pendonor tersebut bersiap meninggalkan Palembang menuju Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah.
“Selamat jalan kepada para pendonor yang akan bertolak ke Tanah Suci, semoga menjadi umrah yang mabrur dan penuh keberkahan,” ujar Dewi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
