Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » Ekspor 3 Juta Mobil, Toyota Bisa Jadi Sahabat Petani Karet Sumsel?

Ekspor 3 Juta Mobil, Toyota Bisa Jadi Sahabat Petani Karet Sumsel?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 1.627
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA otomotif ada yang namanya “tonggak sejarah”, maka Toyota Indonesia baru saja menancapkan tonggak itu, bukan di tanah liat, tapi di jalan ekspor dunia, karena tiga juta unit mobil sudah meluncur dari pabrik Karawang ke lebih dari 100 negara. Coba bayangkan, tiga juta mobil itu kalau disusun dari Palembang sampai Lubuk Linggau Sumatera Selatan, bisa bikin jalanan kayak showroom berjalan.

Tapi di balik suara tepuk tangan dan seremoni ekspor, muncul satu pertanyaan kecil tapi penting, apakah petani karet di Sumatera Selatan juga ikut ngerasain manisnya capaian ini, atau cuma nonton dari pinggir kebun?

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita sampai angkat topi, katanya, “Keberhasilan menembus ekspor tiga juta unit ini adalah tonggak penting yang menunjukkan bahwa struktur industri kita semakin kuat dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global”. (Keterangan resmi Kemenperin, 10 Oktober 2025)

Nah, setelah dengar itu, muncul satu pertanyaan yang agak nakal tapi Nasionalis, apakah getah dari kebun karet Sumsel juga ikut nyumbang tenaga di tiga juta mobil Toyota itu, atau cuma jadi penonton sambil nyeduh kopi di pondok?.

Sumatera Selatan ini kan gudangnya karet, dari Musi Banyuasin sampai Lahat, getahnya ngalir saban pagi, tapi harganya sering bikin petani garuk kepala, bukan karena ketombean, tapi karena mikirin harga Rp8 ribu per kilo.

Padahal, kalau mobil tanpa karet, itu kayak pempek tanpa cuko jadi hambar dan nggak jalan, sebab ban, seal, dashboard, jok, sampai tatakan pedal gas… semua butuh si putih lengket yang sering dicemooh itu.

Toyota sendiri ngaku sudah bekerja sama dengan lebih dari 700 pemasok lokal dan menyerap lebih dari 360 ribu tenaga kerja. Tapi belum pernah disebut berapa yang berasal dari Sumatera Selatan, padahal daerah ini salah satu penghasil karet terbesar di Indonesia.

Menperin juga menegaskan, industri otomotif punya multiplier effect besar pasalnya pada 2024 saja, nilai tambah bruto industri kendaraan bermotor mencapai Rp180 triliun, dan bisa memberi efek domino sebesar Rp804 triliun ke sektor lain, termasuk baja, plastik, logam, dan tentu saja karet.

“Industri otomotif bukan hanya memproduksi kendaraan, tetapi juga menggerakkan ekosistem industri pendukung seperti baja, karet, plastik, logam, hingga transportasi dan logistik,” ujar Menperin.

Jadi, di sinilah peluang Sumsel ngintip dari balik kebun, kalau rantai pasok Toyota bisa nyentuh pemasok karet dari Sumsel, itu bukan cuma ekspor mobil, namun juga ekspor harapan dari kebun rakyat.

Ngerem Polusi

Presiden Toyota Motor Corporation, Koji Sato, juga kasih sinyal hijau bahwa Indonesia bakal dikasih peran penting ke depan. “Kami akan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat Research and Development (R&D) dan ekspor untuk Global South. Bersama para mitra, kami berupaya menciptakan kendaraan yang semakin berkualitas untuk masyarakat Indonesia dan kemajuan bangsa ini”.

Apalagi jika, R&D-nya diperkuat, siapa tahu nanti bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal bahan baku berkelanjutan bahkan Toyota bisa jadi pelopor mobil ramah lingkungan dari akar hingga aspal, termasuk akar karet dari kebun rakyat Sumsel.

Secara struktur industri, Toyota sudah punya ekosistem lokal yang kuat, tapi belum merata secara geografis, dominan masih di Jawa Barat dan sekitarnya, padahal kalau mau ikut mendorong pemerataan industri hijau, perlu menggandeng wilayah seperti Sumsel yang punya bahan baku alami dan SDM melimpah.

Kata pepatah ekonomi “kalau mau ekonomi hijau, jangan cuma tanam pohon, tapi juga tanam kemitraan”,  tentunya, kerja sama Toyota dan Kemenperin ke depan mestinya bisa menyentuh akar industri, termasuk petani karet yang selama ini cuma kebagian bau getahnya, bukan nilainya.

Ekspor tiga juta unit Toyota jelas prestasi yang harus diapresiasi, tapi biar tambah manis, jangan lupa di balik ban mobil yang meluncur ke 100 negara itu, ada harapan supaya suatu hari nanti ban itu juga bisa beraroma Musi.

Oleh sebab itu, jika itu terjadi, maka petani di Sekayu, Prabumulih, dan Lahat dan daerah penghasil karet di Sumatera Selatan yang lainnya bisa bilang dengan bangga “Getah kami nggak cuma buat sandal jepit, tapi juga buat mobil ekspor kelas dunia!”.

Toyota boleh saja jadi raksasa otomotif, tapi jangan lupa setiap raksasa tetap butuh alas kaki dan siapa tahu, alas kaki itu suatu hari nanti terbuat dari karet Sumatera Selatan.
Kalau itu terwujud, ekspor tiga juta mobil bukan cuma rekor industri, tapi juga kemenangan kebun rakyat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Muba Isi Materi LK II HMI Cabang Palembang

    Bupati Muba Isi Materi LK II HMI Cabang Palembang

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    SUKSES memimpin banyak organisasi dan menahkodai Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat Bupati Muba Dr H Dodi Reza Lic Econ MBA menjadi inspirasi bagi generasi muda terutama generasi yang terafiliasi pada organisasi. Misalnya saja dalam rangkaian Intermediate Training (LK) II Tingkat Nasional HMI Cabang Palembang, Minggu (1/3/2020) di Wisma Atlet Jakabaring Bupati Muba Dodi Reza […]

  • 150 Ruas Jalan Kota Palembang Diusulkan untuk Diperbaiki

    150 Ruas Jalan Kota Palembang Diusulkan untuk Diperbaiki

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, tahun ini kembali mengusulkan perbaikan jalan melalui anggaran bantuan Gubernur Sumsel. Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari, mengatakan, tahun 2019 dan 2020 sudah banyak ruas jalan yang diperbaiki. Antara lain, Jalan Sukabangun II, Jalan Perjuangan, Jl Talang Kepuh. “Tahun ini kita ajukan 150 ruas jalan […]

  • FIFA Matchday Lawan Palestina & Argentina, STY Panggil 26 Pemain

    FIFA Matchday Lawan Palestina & Argentina, STY Panggil 26 Pemain

    • calendar_month Minggu, 28 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 12.846
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelatih Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk pertandingan FIFA Matchday bulan Juni 2023. Pada ajang tersebut Indonesia akan melawan Palestina pada tanggal 14 Juni di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya dan Argentina 19 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sebanyak 26 pemain ini akan berkumpul mulai tanggal 5 Juni mendatang. Pada […]

  • Menteri BUMN: Direksi-Komisaris Harus Punya Kapabilitas Kepemimpinan Kelas Dunia, Silahkan Belajar Dengan BLMI

    Menteri BUMN: Direksi-Komisaris Harus Punya Kapabilitas Kepemimpinan Kelas Dunia, Silahkan Belajar Dengan BLMI

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa Direksi dan Komisaris BUMN harus mempunyai kapabilitas kepemimpinan kelas dunia dengan berlandaskan akhlak. Untuk itu para pemimpin perusahaan BUMN diminta untuk belajar dan bertranformasi dalam BUMN Leadership and Management Institute (BLMI) yang baru dibentuk Kementerian BUMN. “Karena itu kami membangun program yang bukan ad hoc, […]

  • Nah Teler Bank Curi Uang Nasabah Rp1,2 Miliar, Polda Riau Langsung Melakukan Penangkapan

    Nah Teler Bank Curi Uang Nasabah Rp1,2 Miliar, Polda Riau Langsung Melakukan Penangkapan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 591
    • 0Komentar

    HN (29) kini harus berurusan dengan Kepolisian Daerah Ria (Polda Riau). Pasalnya HN tertangkap tangan melakukan pencurian uang nasabah Bank BRI sebesar Rp1.264.000.000. HN sendiri merupakan seorang pegawai BUMN yakni seorang teller Bank BRI di kota Dumai. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku ini digunakan untuk membayar […]

  • Pj Walikota Palembang tinjau Pasar 16 Ilir, Ada Apa !

    Pj Walikota Palembang tinjau Pasar 16 Ilir, Ada Apa !

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Proses revitalisasi Pasar 16 Ilir bakal terus berlanjut. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana melakukan relokasi pedagang dalam waktu dekat ini.   Hal itu terungkap saat Pj Walikota A Damenta melakukan peninjauan secara langsung di Pasar 16 Ilir, Selasa (6/8/2024) siang.   Berbagai aspek menjadi sorotan Pj Walikota A Damenta di Pasar 16 Ilir, mulai […]

expand_less
WordPress Archive Insolan – Insurance Agency Elementor Template Kit Inspect – WooCommerce Product Filter & Search Instagram Element – Instagram Plugin for jQuery Instagram Feed For Elementor Instagram For WooCommerce Instagram Theatre Instant Blog – Fast & Simple Blog Php Script Progressify – PWA & Google AMP & Facebook IA for WordPress Instec – Technology WordPress Theme Instive – Insurance WordPress Theme