Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Otomotif » Ekspor 3 Juta Mobil, Toyota Bisa Jadi Sahabat Petani Karet Sumsel?

Ekspor 3 Juta Mobil, Toyota Bisa Jadi Sahabat Petani Karet Sumsel?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 1.614
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA otomotif ada yang namanya “tonggak sejarah”, maka Toyota Indonesia baru saja menancapkan tonggak itu, bukan di tanah liat, tapi di jalan ekspor dunia, karena tiga juta unit mobil sudah meluncur dari pabrik Karawang ke lebih dari 100 negara. Coba bayangkan, tiga juta mobil itu kalau disusun dari Palembang sampai Lubuk Linggau Sumatera Selatan, bisa bikin jalanan kayak showroom berjalan.

Tapi di balik suara tepuk tangan dan seremoni ekspor, muncul satu pertanyaan kecil tapi penting, apakah petani karet di Sumatera Selatan juga ikut ngerasain manisnya capaian ini, atau cuma nonton dari pinggir kebun?

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita sampai angkat topi, katanya, “Keberhasilan menembus ekspor tiga juta unit ini adalah tonggak penting yang menunjukkan bahwa struktur industri kita semakin kuat dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global”. (Keterangan resmi Kemenperin, 10 Oktober 2025)

Nah, setelah dengar itu, muncul satu pertanyaan yang agak nakal tapi Nasionalis, apakah getah dari kebun karet Sumsel juga ikut nyumbang tenaga di tiga juta mobil Toyota itu, atau cuma jadi penonton sambil nyeduh kopi di pondok?.

Sumatera Selatan ini kan gudangnya karet, dari Musi Banyuasin sampai Lahat, getahnya ngalir saban pagi, tapi harganya sering bikin petani garuk kepala, bukan karena ketombean, tapi karena mikirin harga Rp8 ribu per kilo.

Padahal, kalau mobil tanpa karet, itu kayak pempek tanpa cuko jadi hambar dan nggak jalan, sebab ban, seal, dashboard, jok, sampai tatakan pedal gas… semua butuh si putih lengket yang sering dicemooh itu.

Toyota sendiri ngaku sudah bekerja sama dengan lebih dari 700 pemasok lokal dan menyerap lebih dari 360 ribu tenaga kerja. Tapi belum pernah disebut berapa yang berasal dari Sumatera Selatan, padahal daerah ini salah satu penghasil karet terbesar di Indonesia.

Menperin juga menegaskan, industri otomotif punya multiplier effect besar pasalnya pada 2024 saja, nilai tambah bruto industri kendaraan bermotor mencapai Rp180 triliun, dan bisa memberi efek domino sebesar Rp804 triliun ke sektor lain, termasuk baja, plastik, logam, dan tentu saja karet.

“Industri otomotif bukan hanya memproduksi kendaraan, tetapi juga menggerakkan ekosistem industri pendukung seperti baja, karet, plastik, logam, hingga transportasi dan logistik,” ujar Menperin.

Jadi, di sinilah peluang Sumsel ngintip dari balik kebun, kalau rantai pasok Toyota bisa nyentuh pemasok karet dari Sumsel, itu bukan cuma ekspor mobil, namun juga ekspor harapan dari kebun rakyat.

Ngerem Polusi

Presiden Toyota Motor Corporation, Koji Sato, juga kasih sinyal hijau bahwa Indonesia bakal dikasih peran penting ke depan. “Kami akan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat Research and Development (R&D) dan ekspor untuk Global South. Bersama para mitra, kami berupaya menciptakan kendaraan yang semakin berkualitas untuk masyarakat Indonesia dan kemajuan bangsa ini”.

Apalagi jika, R&D-nya diperkuat, siapa tahu nanti bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal bahan baku berkelanjutan bahkan Toyota bisa jadi pelopor mobil ramah lingkungan dari akar hingga aspal, termasuk akar karet dari kebun rakyat Sumsel.

Secara struktur industri, Toyota sudah punya ekosistem lokal yang kuat, tapi belum merata secara geografis, dominan masih di Jawa Barat dan sekitarnya, padahal kalau mau ikut mendorong pemerataan industri hijau, perlu menggandeng wilayah seperti Sumsel yang punya bahan baku alami dan SDM melimpah.

Kata pepatah ekonomi “kalau mau ekonomi hijau, jangan cuma tanam pohon, tapi juga tanam kemitraan”,  tentunya, kerja sama Toyota dan Kemenperin ke depan mestinya bisa menyentuh akar industri, termasuk petani karet yang selama ini cuma kebagian bau getahnya, bukan nilainya.

Ekspor tiga juta unit Toyota jelas prestasi yang harus diapresiasi, tapi biar tambah manis, jangan lupa di balik ban mobil yang meluncur ke 100 negara itu, ada harapan supaya suatu hari nanti ban itu juga bisa beraroma Musi.

Oleh sebab itu, jika itu terjadi, maka petani di Sekayu, Prabumulih, dan Lahat dan daerah penghasil karet di Sumatera Selatan yang lainnya bisa bilang dengan bangga “Getah kami nggak cuma buat sandal jepit, tapi juga buat mobil ekspor kelas dunia!”.

Toyota boleh saja jadi raksasa otomotif, tapi jangan lupa setiap raksasa tetap butuh alas kaki dan siapa tahu, alas kaki itu suatu hari nanti terbuat dari karet Sumatera Selatan.
Kalau itu terwujud, ekspor tiga juta mobil bukan cuma rekor industri, tapi juga kemenangan kebun rakyat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jhonny g plate

    Menkominfo : Bulog Berikan Beras Berkualitas untuk Bantuan PPKM, Jika Tidak Sesuai akan Segera Diganti

    • calendar_month Sabtu, 14 Agt 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Guna membantu ketersediaan kebutuhan pokok bagi rakyat selama perpanjangan penerapan PPKM, pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Sosial Beras Tahap II.

  • Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

    Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 490
    • 0Komentar

    SAKIT agak berat di Sumatera Selatan sering kali berubah jadi urusan teknis, buka ponsel, cek tiket, cari paspor. Begitu dokter bicara agak pelan dan serius, satu keluarga langsung kompak membahas penerbangan. Penang dan Singapura disebut seperti mantra penyembuh, seolah penyakit bisa ciut hanya dengan dengar nama luar negeri. Kebiasaan ini sudah berlangsung lama dan diwariskan […]

  • Upacara HUT RI ke-75 Terapkan Prokes

    Upacara HUT RI ke-75 Terapkan Prokes

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumsel tetap melaksanakan upacara HUT RI ke-75 dengan menerapkan protokol kesehatan [Prokes]. Hal disampaikan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru saat mengukuhkan delapan anggota Paskibraka yang akan bertugas saat HUT ke-75 RI di Griya Agung pada 17 Agustus mendatang. Pengukuhan Paskibraka 2020 dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta. “Terkait […]

  • Entaskan kemiskinan jadi program prioritas Pemkab OKI

    Entaskan kemiskinan jadi program prioritas Pemkab OKI

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Angka kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) turun sebanyak 1,07 persen dari 13,15 persen pada 2023, menjadi 12,08 persen di 2024. Sementara angka kemiskinan ekstrim turun drastis dari 4,4 persen pada tahun 2022, menjadi 0,4 persen periode Maret 2024. Angka tersebut berada di bawah rerata Provinsi Sumsel 0,59 dan nasional 0,83. Capaian […]

  • AOC Bermitra dengan Riot Games, AGON AOC Ungkap Monitor Game League of Legends Resmi Pertama di Dunia: The AGON PRO AG275QXL

    AOC Bermitra dengan Riot Games, AGON AOC Ungkap Monitor Game League of Legends Resmi Pertama di Dunia: The AGON PRO AG275QXL

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    SINGAPURA-Salah satu merek monitor gaming dan aksesori IT terkemuka di dunia, AGON by AOC bermitra dengan Riot Games untuk menghadirkan monitor pertama yang terinspirasi oleh League of Legends dan teknologi Hextech yang ikonik. PRO AG275QXL – AGON League of Legends Edition menampilkan desain unik dan fitur khusus yang dibuat khusus untuk pengalaman MOBA. AG275QXL akan […]

  • Dukung Swasembada Beras, Kodim 0401 Muba Cetak Sawah Seluas 300 Hektare

    Dukung Swasembada Beras, Kodim 0401 Muba Cetak Sawah Seluas 300 Hektare

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.057
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Kodim 0401 Musi Banyuasin cetak sawah sebesar 300 hektare di Wilayah di Desa Langkap, Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin [Muba] guna mendukung swasembada beras dan program Pemerintah Pusat sesuai visi pembangunan hijau berkelanjutan. Cetak sawah tersebut merupakan program Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI, dimana Provinsi Sumatera Selatan ini hanya ada, tiga kabupaten yang […]

expand_less
WordPress Archive Insolan – Insurance Agency Elementor Template Kit Inspect – WooCommerce Product Filter & Search Instagram Element – Instagram Plugin for jQuery Instagram Feed For Elementor Instagram For WooCommerce Instagram Theatre Instant Blog – Fast & Simple Blog Php Script Progressify – PWA & Google AMP & Facebook IA for WordPress Instec – Technology WordPress Theme Instive – Insurance WordPress Theme