Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 936
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIDUP Iie Sumirat barangkali tidak viral di linimasa, tapi jejaknya menempel kuat di sejarah bulu tangkis Indonesia. Ia bukan selebritas lapangan yang hobi disorot kamera, melainkan sosok bersahaja yang diam-diam menabur benih juara.

Tak banyak bicara, tapi langkahnya membentuk arah, dari tangan dan latihannya –lah, lahir Taufik Hidayat, bocah Pangalengan yang kelak mengguncang dunia, mengangkat piala, dan kini berdiri sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Bila hidup ini pertandingan, maka Iie adalah pelatih yang tak hanya mengajarkan pukulan, tapi juga memahat mental juara dalam diam.

Subuh-subuh buta, pukul dua dini hari, jalanan Bandung masih dingin seperti sisa embun yang belum pamit. Tapi langkah kaki Wamenpora Taufik terasa mantap menuju rumah duka di Jl. Sukabakti VII No.60.

Bukan sekadar takziah biasa, ini seperti pulang ke asal ke tempat di mana ia pertama kali menggenggam raket dengan tangan kecil dan harapan besar.

“Saya tidur di rumah beliau, lapangan dan rumahnya sebelahan, kalau nggak latihan ya tidur di situ,” kenang Taufik dengan mata berkaca.  Bukan lebay, tapi memang begitu adanya, di rumah itulah, di bawah bimbingan almarhum Iie, Taufik kecil dibentuk teknik, disiplin, bahkan mungkin juga mental untuk tidak gampang tumbang saat smash lawan datang bertubi-tubi seperti tagihan listrik akhir bulan.

Guru tak sekadar mengajar

Di dunia bulu tangkis, nama Iie Sumirat bukan kaleng-kaleng, dua kali juara Thomas Cup, perunggu Kejuaraan Dunia edisi pertama, dan pemenang di Kejuaraan Asia 1976 yang legendaris.

Tapi kehebatannya bukan cuma di angka dan medali, ia adalah pelatih yang tahu cara menanamkan keyakinan, bukan sekadar teknik saja, kalau yang lain mungkin mengajarkan cara memukul shuttlecock, Iie mengajarkan kapan harus memukul bahkan yang  lebih penting lagi, kenapa kita harus terus berjuang meski kalah dengan angin.

Perumpamaan gampang, kalau hidup itu seperti pertandingan tiga set, maka Iie adalah orang yang selalu tahu cara bangkit meski sudah ketinggalan poin di set kedua.

Ia mengajarkan filosofi sederhana “Olahraga itu ada batasnya, tapi semangat juang itu harus terus ada”. Sebuah kalimat yang sederhana, tapi dalamnya seperti lobang got yang belum ditutup, jatuh ke situ, bisa membuat kita merenung berhari-hari.

Di saat banyak legenda memilih pensiun ke villa atau cafe instagramable, Iie tetap memilih lapangan bulu tangkis. Di PB SGS Bandung, ia menjadi kompas bagi para pemain muda, ia juga tidak mencari panggung, tapi menciptakan panggung bagi yang lain, seperti pelita di sudut ruangan, sinarnya kecil, tapi cukup untuk membuat orang lain menemukan jalan.

Taufik mengaku, “Kalau tidak ada beliau, mungkin saya bukan siapa-siapa, dari umur 9 sampai 14 tahun, saya dibina sama beliau”. Itu bukan sekadar nostalgia, tapi juga testimoni dari seorang murid kepada guru yang sudah seperti orang tua, dan benar saja  ungkap pepatah Guru yang baik menginspirasi, guru yang luar biasa menyalakan api.

Meski suasana duka menyelimuti, tetap saja terselip kenangan lucu. “Kalau saya bolos latihan, beliau tinggal ke rumah dan bilang ke ibu saya, ‘Bu, Taufik mana?. Dia harus latihan, masa kalah sama yang badannya lebih kecil!” kata Taufik sambil tersenyum. Bahkan dalam kenangan masa kecil, ada gurat disiplin yang dibungkus humor khas pelatih lapangan tegas tapi tetap manusiawi.

Mungkin di situlah letak kunci kesuksesan seorang Iie Sumirat, ia melatih bukan hanya dengan ilmu, tapi dengan hati. Ia tahu kapan harus marah, tapi tahu juga kapan harus menghibur, seperti kopi hitam tanpa gula pahit, tapi bikin melek dan sadar diri.

Kisah Iie Sumirat bukan hanya tentang bulu tangkis, namun tentang ketulusan, tentang proses, dan tentang bagaimana jejak kecil bisa membawa orang lain berlari jauh, sebab seorang Iie tidak pernah meminta dipanggil pahlawan, tapi tindakannya membuatnya layak mendapat julukan itu.

Untuk kita semua, baik yang atlet maupun bukan, kisah ini mengingatkan  dalam hidup, kadang kita tidak butuh banyak panggung, tapi cukup satu hati yang percaya bahwa kita bisa.

Karena kadang, orang yang mengubah hidup kita bukanlah yang tampil di baliho besar, tapi dia yang duduk di bangku kayu lapangan, memegang raket usang, dan berkata, “Ayo, ulangi lagi, bisa itu”.

Tak ada smash yang abadi, begitu pula hidup, tapi semangat, pengorbanan, dan keteladanan bisa terus hidup dalam cerita dan ingatan.

Iie Sumirat boleh berpulang, tapi pelajaran hidup darinya terus mengalir, seperti kok yang melayang ke seberang net, tak pernah lelah memberi makna.

Selamat jalan, pelatih, terima kasih telah membuat bulu tangkis Indonesia, dan kehidupan murid-muridmu, menjadi lebih dari sekadar permainan.

“Jangan pernah meremehkan orang yang mengajarkanmu hal kecil, karena dari sanalah kamu bisa jadi besar” – (Petuah dari lapangan bulu tangkis dan kehidupan).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • emas antam

    Wow, Makin Mahal, Harga Emas Antam Dipatok Rp620.000/Gram

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    Palembang – Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan. Setelah awal pekan naik Rp2.000 per gram, harga emas Antam hari naik Rp4.000 per gram menjadi Rp620.000 per gram.

  • Penutupan Asian Games 2018, Presiden OCA : Terima Kasih Indonesia, Saya Cinta Kalian

    Penutupan Asian Games 2018, Presiden OCA : Terima Kasih Indonesia, Saya Cinta Kalian

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Ada yang menarik saat Presiden Dewan Olimpiade Asia Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah membuat tepuk tangan seluruh yang hadir dalam acara Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/9/2010). Ia mengucapkan dengan Bahasa Indonesia disebagian  dari  pidatonya tersebut, bahkan  saat mengucapkan Terima kasih kepada seluruh rakyat […]

  • Listrik Akhirnya Sampai ke Ujung Rimba

    Listrik Akhirnya Sampai ke Ujung Rimba

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau lampu adalah simbol harapan, maka empat desa di Musi Banyuasin (Muba) ini selama bertahun-tahun cuma bisa berharap pakai lilin. Hidup dalam gelap, bukan karena dosanya banyak, tapi karena kampung mereka nyangkut di kawasan hutan yang aturan masuknya lebih ribet dari mau ketemu mertua yang tentara. Bayangin aja, Desa Lubuk Bintialo, Pangkalan Bulian, Sako […]

  • Walikota Amanahkan Palembang kepada Anton Nordin, Soal Apa ?

    Walikota Amanahkan Palembang kepada Anton Nordin, Soal Apa ?

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    RESMI, Anton Nordin dilantik menjadi Ketua  Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI] Palembang periode 2021 -2025.Pelantikan itu dilakukan Ketua Umum  KONI Provinsi Sumsel H Hendri Zainuddin diruang rapat Parameswara Setda Kota Palembang, Rabu (3/3/2021). Tugas berat memajukan induk olahraga di Bumi Sriwijaya ini pun menjadi tangung jawabnya ditengah wabah Pandemi Covid 19, terlebih Walikota Palembang H.Harnojoyo yang secara […]

  • Gotong Royong Atasi Keterbatasan, Mensos Ajak Tanamkan Semangat Gotong Royong

    Gotong Royong Atasi Keterbatasan, Mensos Ajak Tanamkan Semangat Gotong Royong

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    MENTERI Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, semangat kebersamaan, gotong royong dan kesetiakawanan menjadi modal yang luar biasa dan akan bisa mengatasi berbagai keterbatasan. Hal itu disampaikan Mensos Risma melalui keterangan tertulis, usai meresmikan sejumlah 25 unit rumah layak huni di wilayah pesisir Mentok, Kabupaten Bangka Barat dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) […]

  • BUSINESSNEXT & DATANEXT Raih Sertifikasi Red Hat untuk Aplikasi Kontainer Sertifikasi Berlaku untuk 80% Portofolio Produk

    BUSINESSNEXT & DATANEXT Raih Sertifikasi Red Hat untuk Aplikasi Kontainer Sertifikasi Berlaku untuk 80% Portofolio Produk

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.776
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HANOI, Vietnam dan JAKARTA, Indonesia, (GLOBE NEWSWIRE) — BUSINESSNEXT, dunia solusi perusahaan yang dapat disusun untuk bank dan layanan keuangan, mengumumkan bahwa 80% suite-nya yang terdiri dari BUSINESSNEXT dan DATANEXT kini bersertifikat open-hat -mengalihkan aplikasi wadah di bawah kategori Manajemen Hubungan Pelanggan. Sertifikasi tersebut melibatkan pemeriksaan yang cermat dan menggarisbawahi bahwa aplikasi bebas dari […]

expand_less
WordPress Archive FOX - WooCommerce Currency Switcher Professional - Multi Currency [WOOCS] Wood Workshop – Carpenter and Craftsman WordPress theme WoodArt – Artisan Template Kit WooDelivery | Delivery & Pickup Date Time for WooCommerce Woodex – Carpenter and Craftman Business WordPress Theme WoodMart – Responsive WooCommerce WordPress Theme Woodstock – Electronics Responsive WooCommerce Theme Woody – Elementor Coming Soon WordPress Theme Woodzone – Carpenter & Craftsman Elementor Template Kit WooEvents – Calendar and Event Booking