Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 899
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIDUP Iie Sumirat barangkali tidak viral di linimasa, tapi jejaknya menempel kuat di sejarah bulu tangkis Indonesia. Ia bukan selebritas lapangan yang hobi disorot kamera, melainkan sosok bersahaja yang diam-diam menabur benih juara.

Tak banyak bicara, tapi langkahnya membentuk arah, dari tangan dan latihannya –lah, lahir Taufik Hidayat, bocah Pangalengan yang kelak mengguncang dunia, mengangkat piala, dan kini berdiri sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Bila hidup ini pertandingan, maka Iie adalah pelatih yang tak hanya mengajarkan pukulan, tapi juga memahat mental juara dalam diam.

Subuh-subuh buta, pukul dua dini hari, jalanan Bandung masih dingin seperti sisa embun yang belum pamit. Tapi langkah kaki Wamenpora Taufik terasa mantap menuju rumah duka di Jl. Sukabakti VII No.60.

Bukan sekadar takziah biasa, ini seperti pulang ke asal ke tempat di mana ia pertama kali menggenggam raket dengan tangan kecil dan harapan besar.

“Saya tidur di rumah beliau, lapangan dan rumahnya sebelahan, kalau nggak latihan ya tidur di situ,” kenang Taufik dengan mata berkaca.  Bukan lebay, tapi memang begitu adanya, di rumah itulah, di bawah bimbingan almarhum Iie, Taufik kecil dibentuk teknik, disiplin, bahkan mungkin juga mental untuk tidak gampang tumbang saat smash lawan datang bertubi-tubi seperti tagihan listrik akhir bulan.

Guru tak sekadar mengajar

Di dunia bulu tangkis, nama Iie Sumirat bukan kaleng-kaleng, dua kali juara Thomas Cup, perunggu Kejuaraan Dunia edisi pertama, dan pemenang di Kejuaraan Asia 1976 yang legendaris.

Tapi kehebatannya bukan cuma di angka dan medali, ia adalah pelatih yang tahu cara menanamkan keyakinan, bukan sekadar teknik saja, kalau yang lain mungkin mengajarkan cara memukul shuttlecock, Iie mengajarkan kapan harus memukul bahkan yang  lebih penting lagi, kenapa kita harus terus berjuang meski kalah dengan angin.

Perumpamaan gampang, kalau hidup itu seperti pertandingan tiga set, maka Iie adalah orang yang selalu tahu cara bangkit meski sudah ketinggalan poin di set kedua.

Ia mengajarkan filosofi sederhana “Olahraga itu ada batasnya, tapi semangat juang itu harus terus ada”. Sebuah kalimat yang sederhana, tapi dalamnya seperti lobang got yang belum ditutup, jatuh ke situ, bisa membuat kita merenung berhari-hari.

Di saat banyak legenda memilih pensiun ke villa atau cafe instagramable, Iie tetap memilih lapangan bulu tangkis. Di PB SGS Bandung, ia menjadi kompas bagi para pemain muda, ia juga tidak mencari panggung, tapi menciptakan panggung bagi yang lain, seperti pelita di sudut ruangan, sinarnya kecil, tapi cukup untuk membuat orang lain menemukan jalan.

Taufik mengaku, “Kalau tidak ada beliau, mungkin saya bukan siapa-siapa, dari umur 9 sampai 14 tahun, saya dibina sama beliau”. Itu bukan sekadar nostalgia, tapi juga testimoni dari seorang murid kepada guru yang sudah seperti orang tua, dan benar saja  ungkap pepatah Guru yang baik menginspirasi, guru yang luar biasa menyalakan api.

Meski suasana duka menyelimuti, tetap saja terselip kenangan lucu. “Kalau saya bolos latihan, beliau tinggal ke rumah dan bilang ke ibu saya, ‘Bu, Taufik mana?. Dia harus latihan, masa kalah sama yang badannya lebih kecil!” kata Taufik sambil tersenyum. Bahkan dalam kenangan masa kecil, ada gurat disiplin yang dibungkus humor khas pelatih lapangan tegas tapi tetap manusiawi.

Mungkin di situlah letak kunci kesuksesan seorang Iie Sumirat, ia melatih bukan hanya dengan ilmu, tapi dengan hati. Ia tahu kapan harus marah, tapi tahu juga kapan harus menghibur, seperti kopi hitam tanpa gula pahit, tapi bikin melek dan sadar diri.

Kisah Iie Sumirat bukan hanya tentang bulu tangkis, namun tentang ketulusan, tentang proses, dan tentang bagaimana jejak kecil bisa membawa orang lain berlari jauh, sebab seorang Iie tidak pernah meminta dipanggil pahlawan, tapi tindakannya membuatnya layak mendapat julukan itu.

Untuk kita semua, baik yang atlet maupun bukan, kisah ini mengingatkan  dalam hidup, kadang kita tidak butuh banyak panggung, tapi cukup satu hati yang percaya bahwa kita bisa.

Karena kadang, orang yang mengubah hidup kita bukanlah yang tampil di baliho besar, tapi dia yang duduk di bangku kayu lapangan, memegang raket usang, dan berkata, “Ayo, ulangi lagi, bisa itu”.

Tak ada smash yang abadi, begitu pula hidup, tapi semangat, pengorbanan, dan keteladanan bisa terus hidup dalam cerita dan ingatan.

Iie Sumirat boleh berpulang, tapi pelajaran hidup darinya terus mengalir, seperti kok yang melayang ke seberang net, tak pernah lelah memberi makna.

Selamat jalan, pelatih, terima kasih telah membuat bulu tangkis Indonesia, dan kehidupan murid-muridmu, menjadi lebih dari sekadar permainan.

“Jangan pernah meremehkan orang yang mengajarkanmu hal kecil, karena dari sanalah kamu bisa jadi besar” – (Petuah dari lapangan bulu tangkis dan kehidupan).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karang Taruna Muba lahirkan SDM berkualitas

    Karang Taruna Muba lahirkan SDM berkualitas

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.475
    • 0Komentar

      SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU,  Pertandingan Partai Final antara Tim dari Bayung Lencir melawan Bimantara Fc Kecamatan Keluang menjadi tanda berakhirnya Tournament Sepak Bola Karang Taruna Cup 2018 dan Festival Budaya di desa Margo Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya. Kamis (29/11/2018).   Dalam pertandingan yang cukup sengit tersebut, kedua kesebelasan memperlihatkan gaya permainan menyerang membuat semakin menegangkan hingga […]

  • Aparat Diserang Saat Tertibkan Sawit di Jalur Gajah

    Aparat Diserang Saat Tertibkan Sawit di Jalur Gajah

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    PENERTIBAN kebun sawit ilegal di dalam Taman Wisata Alam Seblat mendadak berubah tegang. Tim gabungan yang turun ke lapangan diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam, bahkan tiga kendaraan operasional dirusak di lokasi. Peristiwa itu terjadi pada 19 April 2026, saat Operasi Gabungan Merah Putih digelar untuk menertibkan aktivitas perambahan kawasan hutan yang selama […]

  • Yuk, Cari Tahu Cara Kelola Stres!

    Yuk, Cari Tahu Cara Kelola Stres!

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.493
    • 0Komentar

      SELAMA menghadapi masa pandemi COVID-19 sekitar 10 bulan terakhir ini, kita makin sadar pentingnya mengelola kesehatan mental kita, terutama stres yang hadir karena COVID-19. Dari mengurangi asupan berita tentang COVID-19 hingga melakukan aktivitas yang membuat rileks, seperti bernapas dengan perlaha, meregangkan otot, menari, berdoa, atau melakukan yoga. Apa aktivitas favorit kamu untuk mengelola stres?[***] […]

  • Dukung Pelaksanaan PPKM Mikro, 22.832 Posko COVID-19 Tersebar di 32 Provinsi

    Dukung Pelaksanaan PPKM Mikro, 22.832 Posko COVID-19 Tersebar di 32 Provinsi

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 587
    • 0Komentar

    SEMANGAT gotong royong membawa harapan! Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro menjadi buktinya. PPKM didukung dengan pembentukan Pos Komando (posko) COVID-19 di tingkat desa/kelurahan, hingga awal Maret 2021 diketahui sudah ada 22.832 posko COVID-19 di 32 provinsi di Indonesia. Kerja posko yang termasuk mengedukasi dan sosialisasi 3M, pembagian masker, penegakan disiplin protokol kesehatan, seperti menegur […]

  • Lengkapi Bukti Persidangan,Kejari Muara Enim Geledah Ruang Dinas PUPR

    Lengkapi Bukti Persidangan,Kejari Muara Enim Geledah Ruang Dinas PUPR

    • calendar_month Kamis, 4 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    KEJAKSAAN Negeri Muara Enim melakukan penggeledahan di beberapa ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Bagian Pengadaan Setda Muara Enim, serta BPKAD, Kamis (4/3/2021). Penggeledahan itu dilakukan guna melengkapi bukti- bukti dipersidangan. Dari hasil penggeledahan, tim yang beranggotakan delapan orang ini membawa sejumlah berkas dan dua unit komputer. Dari pantauan dilapangan, tim yang menggunakan […]

  • Muba Gelar MTQ Tingkat SMP dan SMA

    Muba Gelar MTQ Tingkat SMP dan SMA

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    SEMARAKAN Bulan Suci Ramadhan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam Kecamatan Sekayu, di Masjid Raya Baitul Makmur Sekayu, Minggu (19/5/2019). Camat Sekayu Marco Susanto SSTP MM mengapresiasi pelaksanan MTQ yang diinisiasi oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Remaja Islam Masjid Raya […]

expand_less
WordPress Archive FOX - WooCommerce Currency Switcher Professional - Multi Currency [WOOCS] Wood Workshop – Carpenter and Craftsman WordPress theme WoodArt – Artisan Template Kit WooDelivery | Delivery & Pickup Date Time for WooCommerce Woodex – Carpenter and Craftman Business WordPress Theme WoodMart – Responsive WooCommerce WordPress Theme Woodstock – Electronics Responsive WooCommerce Theme Woody – Elementor Coming Soon WordPress Theme Woodzone – Carpenter & Craftsman Elementor Template Kit WooEvents – Calendar and Event Booking