Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

Dari Lapangan Sebelah Rumah Hingga ke Panggung Dunia, Pelajaran Hidup dari Sosok Iie Sumirat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 910
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIDUP Iie Sumirat barangkali tidak viral di linimasa, tapi jejaknya menempel kuat di sejarah bulu tangkis Indonesia. Ia bukan selebritas lapangan yang hobi disorot kamera, melainkan sosok bersahaja yang diam-diam menabur benih juara.

Tak banyak bicara, tapi langkahnya membentuk arah, dari tangan dan latihannya –lah, lahir Taufik Hidayat, bocah Pangalengan yang kelak mengguncang dunia, mengangkat piala, dan kini berdiri sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Bila hidup ini pertandingan, maka Iie adalah pelatih yang tak hanya mengajarkan pukulan, tapi juga memahat mental juara dalam diam.

Subuh-subuh buta, pukul dua dini hari, jalanan Bandung masih dingin seperti sisa embun yang belum pamit. Tapi langkah kaki Wamenpora Taufik terasa mantap menuju rumah duka di Jl. Sukabakti VII No.60.

Bukan sekadar takziah biasa, ini seperti pulang ke asal ke tempat di mana ia pertama kali menggenggam raket dengan tangan kecil dan harapan besar.

“Saya tidur di rumah beliau, lapangan dan rumahnya sebelahan, kalau nggak latihan ya tidur di situ,” kenang Taufik dengan mata berkaca.  Bukan lebay, tapi memang begitu adanya, di rumah itulah, di bawah bimbingan almarhum Iie, Taufik kecil dibentuk teknik, disiplin, bahkan mungkin juga mental untuk tidak gampang tumbang saat smash lawan datang bertubi-tubi seperti tagihan listrik akhir bulan.

Guru tak sekadar mengajar

Di dunia bulu tangkis, nama Iie Sumirat bukan kaleng-kaleng, dua kali juara Thomas Cup, perunggu Kejuaraan Dunia edisi pertama, dan pemenang di Kejuaraan Asia 1976 yang legendaris.

Tapi kehebatannya bukan cuma di angka dan medali, ia adalah pelatih yang tahu cara menanamkan keyakinan, bukan sekadar teknik saja, kalau yang lain mungkin mengajarkan cara memukul shuttlecock, Iie mengajarkan kapan harus memukul bahkan yang  lebih penting lagi, kenapa kita harus terus berjuang meski kalah dengan angin.

Perumpamaan gampang, kalau hidup itu seperti pertandingan tiga set, maka Iie adalah orang yang selalu tahu cara bangkit meski sudah ketinggalan poin di set kedua.

Ia mengajarkan filosofi sederhana “Olahraga itu ada batasnya, tapi semangat juang itu harus terus ada”. Sebuah kalimat yang sederhana, tapi dalamnya seperti lobang got yang belum ditutup, jatuh ke situ, bisa membuat kita merenung berhari-hari.

Di saat banyak legenda memilih pensiun ke villa atau cafe instagramable, Iie tetap memilih lapangan bulu tangkis. Di PB SGS Bandung, ia menjadi kompas bagi para pemain muda, ia juga tidak mencari panggung, tapi menciptakan panggung bagi yang lain, seperti pelita di sudut ruangan, sinarnya kecil, tapi cukup untuk membuat orang lain menemukan jalan.

Taufik mengaku, “Kalau tidak ada beliau, mungkin saya bukan siapa-siapa, dari umur 9 sampai 14 tahun, saya dibina sama beliau”. Itu bukan sekadar nostalgia, tapi juga testimoni dari seorang murid kepada guru yang sudah seperti orang tua, dan benar saja  ungkap pepatah Guru yang baik menginspirasi, guru yang luar biasa menyalakan api.

Meski suasana duka menyelimuti, tetap saja terselip kenangan lucu. “Kalau saya bolos latihan, beliau tinggal ke rumah dan bilang ke ibu saya, ‘Bu, Taufik mana?. Dia harus latihan, masa kalah sama yang badannya lebih kecil!” kata Taufik sambil tersenyum. Bahkan dalam kenangan masa kecil, ada gurat disiplin yang dibungkus humor khas pelatih lapangan tegas tapi tetap manusiawi.

Mungkin di situlah letak kunci kesuksesan seorang Iie Sumirat, ia melatih bukan hanya dengan ilmu, tapi dengan hati. Ia tahu kapan harus marah, tapi tahu juga kapan harus menghibur, seperti kopi hitam tanpa gula pahit, tapi bikin melek dan sadar diri.

Kisah Iie Sumirat bukan hanya tentang bulu tangkis, namun tentang ketulusan, tentang proses, dan tentang bagaimana jejak kecil bisa membawa orang lain berlari jauh, sebab seorang Iie tidak pernah meminta dipanggil pahlawan, tapi tindakannya membuatnya layak mendapat julukan itu.

Untuk kita semua, baik yang atlet maupun bukan, kisah ini mengingatkan  dalam hidup, kadang kita tidak butuh banyak panggung, tapi cukup satu hati yang percaya bahwa kita bisa.

Karena kadang, orang yang mengubah hidup kita bukanlah yang tampil di baliho besar, tapi dia yang duduk di bangku kayu lapangan, memegang raket usang, dan berkata, “Ayo, ulangi lagi, bisa itu”.

Tak ada smash yang abadi, begitu pula hidup, tapi semangat, pengorbanan, dan keteladanan bisa terus hidup dalam cerita dan ingatan.

Iie Sumirat boleh berpulang, tapi pelajaran hidup darinya terus mengalir, seperti kok yang melayang ke seberang net, tak pernah lelah memberi makna.

Selamat jalan, pelatih, terima kasih telah membuat bulu tangkis Indonesia, dan kehidupan murid-muridmu, menjadi lebih dari sekadar permainan.

“Jangan pernah meremehkan orang yang mengajarkanmu hal kecil, karena dari sanalah kamu bisa jadi besar” – (Petuah dari lapangan bulu tangkis dan kehidupan).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti Nexusguard Laporkan 2021 Serangan DDoS Kecil-kecilan Melonjak 233%

    Peneliti Nexusguard Laporkan 2021 Serangan DDoS Kecil-kecilan Melonjak 233%

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    SINGAPURA, Serangan DDoS kecil-kecilan (penolakan layanan terdistribusi) melonjak sebesar 233% pada paruh pertama tahun 2021, ungkap peneliti Nexusguard dalam Threat Report FHY 2021. Saat pandemi berlanjut ke 2021, peretas bereksperimen dengan pola serangan baru untuk menghindari deteksi berbasis tanda tangan. Pada paruh pertama tahun 2021, lebih dari 99% dari semua serangan DDoS lebih kecil dari […]

  • Jelajah Alam 

    Jelajah Alam 

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    DI usia ke 4 tahun,  Kecamatan Jirak Jaya menggelar rangkaian acara seperti Turnamen Sepak Bola, senam massal hingga gelaran  jelajah alam pecinta trail dirangkai dengan Gebyar Vaksin Berhadiah pada Sabtu (18/12/2021). Jelajah Alam dan Gebyar Vaksin berhadiah ini dibuka oleh Bupati Muba Beni Hernedi SIP melalui Sekda Muba Drs Apriyadi, M.Si didampingi Kapolres Musi Banyuasin […]

  • Tenun Gambo Muba Eksis Hingga Medan, Dikemas Jadi Ini yang Bikin Menarik

    Tenun Gambo Muba Eksis Hingga Medan, Dikemas Jadi Ini yang Bikin Menarik

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    Dekranasda Muba eksis di Puncak Perayaan Dewan Kerajinan Nasional ke 43 di Medan. Gambo Muba dikemas menarik dalam berbagai produk fashion, aksesories, scarf, syal, kopiah,  hingga produk turunan gambir seperti teh gambir dan permen gambir. Perayaan HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke- 43 berlangsung meriah di Ballroom Santika Premiere, Kota Medan, Selasa, 16 Mei 2023. […]

  • Demo 2 Mei, Cipayung Plus Kota Palembang Desak Regulasi Pro Neolib Dicabut

    Demo 2 Mei, Cipayung Plus Kota Palembang Desak Regulasi Pro Neolib Dicabut

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Palembang –Massa yang mengatasnamakan Cipayung Plus Kota Palembang ( LMND, HMI, PMKRI,GMKI, PMII, KMHDI) melaku aksi demo di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, di Hari Pendidikan Nasional, kamis [2/5/2019]. Mereka menuntut pemerintah mewujudkan pendidikan gratis di Sumsel secara menyeluruh dan kebijakan lainnya. Pendidikan adalah hal dan hak mendasar yang wajib diperhatikan negara. Karena salah satu aspek penting […]

  • DMO dan DPO untuk Jamin Stok Bahan Baku, Kebijakan Itu Tidak Rugikan Petani Kelapa Sawit

    DMO dan DPO untuk Jamin Stok Bahan Baku, Kebijakan Itu Tidak Rugikan Petani Kelapa Sawit

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.488
    • 0Komentar

    KEBIJAKAN implementasi domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO), tidak akan merugikan petani kelapa sawit karena hanya untuk menjaga ketersediaan stok. Sebab, dua kebijakan itu guna memberikan jaminan stok bahan baku minyak goreng di dalam negeri dengan harga terjangkau masyarakat. Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, mengatakan kebijakan itu bukan sebagai rujukan dalam penentuan […]

  • RENOVA akan Berpartisipasi dalam The Future Energy Show Philippines 2023

    RENOVA akan Berpartisipasi dalam The Future Energy Show Philippines 2023

    • calendar_month Senin, 8 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.843
    • 0Komentar

    TOKYO, JEPANG – RENOVA, Inc. (Chuo-ku, Tokyo; Direktur Representatif, Presiden, dan Pejabat Eksekutif Tertinggi, Yosuke Kiminami; selanjunya disebut “RENOVA”) mengumumkan bahwa pada hari Senin, 15 Mei 2023 dan Selasa, 16 Mei 2023; RENOVA akan berpartisipasi dalam The Future Energy Show Philippines 2023, sebuah ajang terbesar yang berhubungan dengan energi terbarukan di Filipina.   RENOVA aktif […]

expand_less
WordPress Archive FOX - WooCommerce Currency Switcher Professional - Multi Currency [WOOCS] Wood Workshop – Carpenter and Craftsman WordPress theme WoodArt – Artisan Template Kit WooDelivery | Delivery & Pickup Date Time for WooCommerce Woodex – Carpenter and Craftman Business WordPress Theme WoodMart – Responsive WooCommerce WordPress Theme Woodstock – Electronics Responsive WooCommerce Theme Woody – Elementor Coming Soon WordPress Theme Woodzone – Carpenter & Craftsman Elementor Template Kit WooEvents – Calendar and Event Booking