Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 2.409
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI ini Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] Sumatera Selatan masih ngantuk, kabut belum bubar, ayam pun belum sempat stretching, namun dari arah kolam renang, sudah terdengar suara peluit panjang disusul sorakan kayak di konser dangdut.

“Woy! Itu Bupati datang!” teriak seseorang dari tribun.

Begitu pula mobil hitam berhenti, keluarlah HM. Toha Tohet, Bupati Muba, dengan senyum khas dan langkah santai. Jaket olahraga warna biru langit, sepatu putih kinclong, dan kacamata hitam yang bikin beliau tampak kayak pelatih nasional, kalau bukan karena topi yang masih nempel manis di kepala.

“Pagi, Pak Bupati!” sapa panitia.

“Pagi!, ini yang lomba renang kan, bukan lomba cuci motor?”, jawab beliau sambil ngakak. Penonton ikut ketawa, suasana langsung cair, padahal kolam udah cair dari tadi.

Air kolam berkilau, para atlet berdiri di tepi, siap nyebur, di barisan depan ada tiga jagoan, Andre Abelson dari Musi Rawas, Fadel Arif Dinanda dari Muara Enim, dan M. Wahyu Putra Handepta dari Muba. Badannya kering, tapi matanya tajam kayak ikan mujair ngelihat umpan.

Peluit dibunyikan. Ciiit!
Cipratan air langsung ke mana-mana, sampai nyiprat ke sepatu Bupati.

“Waduh, ini baru datang udah dibaptis kolam,” seloroh beliau sambil ketawa.
Asisten di sebelah buru-buru ngelap sepatu pakai tisu, “biar kinclong lagi, Pak”.

“Gak apa-apa,” kata Bupati. “Kalau pemimpin gak siap basah, ya jangan main di kolam rakyat”.

Penonton langsung tepuk tangan, ada ibu-ibu nyeletuk dari pinggir, “Ih, Bupati Toha ini omongannya kayak kopi tubruk pahit, tapi bikin melek!”

Beberapa menit kemudian, suara peluit tanda finis terdengar.
Andre muncul paling depan, disusul Fadel, lalu Wahyu dari Muba, wajah mereka sumringah. Bupati Toha maju, ambil medali, dan mulai ngalungin satu per satu.

“Selamat, Andre, cepet sekali kau, renang atau kabur dari mantan nih?”
Semua ketawa, termasuk Andre yang masih ngos-ngosan.

“Fadel, hebat juga, kalau di Muara Enim latihan di sungai, ya? Airnya arus deras, pasti lebih berat dari kolam”

Fadel senyum. “Iya, Pak, kadang arusnya malah bawa sampai kebun sawit!”

Wahyu, atlet Muba yang dapat perunggu, disalamin paling akhir.
“Wahyu, kamu tuan rumah, tapi masih podium tiga. Kenapa? takut ngalahin tamu?” canda Bupati.

“Enggak, Pak,” jawab Wahyu polos. “Cuma tadi airnya lebih licin, Pak”.
“Air licin?” Bupati garuk kepala. “Kalau gitu nanti kita kasih sabun sekalian!”

Semua pecah tawa.

Setelah selesai bagi medali, Bupati Toha langsung pindah ke venue bola voli. Jalan kaki santai, tapi langkahnya cepat kayak orang dikejar sate matang.

Di lapangan, tim voli putri Muba lagi duel sama Banyuasin, suara bola yang dipukul kedengeran keras, bak! bak! bak!.. mirip suara sandal kena nyamuk.

“Skor sementara 1-0 untuk Banyuasin!” teriak komentator.

Bupati langsung duduk di kursi pinggir lapangan. “Ayo Muba, jangan mau kalah di rumah sendiri! Kalau perlu, anggap net itu pagar kebun, jangan sampai bola lewat!”

Pemain-pemain Muba ketawa tapi makin semangat. Ada satu smash yang nyaris bikin bola nyangkut di tiang lampu, penonton heboh, dan Bupati berdiri sambil tepuk tangan.

Selesai putri, lanjut ke voli putra Muba lawan PALI.
Nah, yang ini kayak nonton Avengers, serangannya cepat, bola beterbangan, dan penonton udah kayak suporter final piala dunia.

Bupati berdiri di pinggir lapangan, teriak “Semangat! Ingat, kalah di babak pertama bukan akhir segalanya! Lihat saya, dua kali kalah di catur, tapi tetap jadi Bupati!”.

Penonton ngakak, seorang penjual es kelapa di belakang nyeletuk, “Kalau semua pejabat kayak gini, lapangan pasti ramai tiap minggu!”

Menjelang siang, matahari makin garang, tapi senyum Bupati gak luntur, keringat udah mulai netes, tapi semangat masih full baterai. Beliau keliling lagi, salaman sama atlet, panitia, sampai penjual cilok.

“Wah, ciloknya enak nih,” kata Bupati sambil beli dua tusuk.
“Gratis, Pak!, buat semangat Muba!” jawab pedagang.

“Wah, hati-hati, kalau semua gratis, nanti saya balik gak dikasih masuk lagi ke venue,” gurau beliau.

Sebelum pulang, Bupati sempat duduk sebentar di bawah pohon mahoni, lihat anak-anak kecil latihan voli mini. Beliau bilang pelan ke ajudannya, “Lihat itu… mereka belum tahu apa itu juara, tapi udah punya semangat. Nah, tugas kita bikin semangat itu gak padam”

Ajudannya cuma manggut, mungkin terharu… atau ngantuk karena belum sarapan.

Hari itu, Sekayu bukan cuma penuh sorak, tapi juga tawa dan pelajaran, dari kolam sampai lapangan, semua orang sadar karena olahraga itu bukan cuma soal siapa yang menang, tapi siapa yang gak berhenti berjuang.

Dan Bupati Toha Tohet? Beliau bukan cuma hadir buat potong pita atau selfie di podium, beliau datang, basah, ketawa, ngelawak, dan nyebar semangat.

Kalau di Jepang pejabat ikut lari bareng atlet, di Muba Bupati-nya malah siap nyiprat bareng di kolam.
Kalau di Korea wali kotanya turun ke stadion, di sini Bupati-nya turun ke lapangan sambil beli cilok.

Itulah bedanya pemimpin yang hadir dengan pemimpin yang cuma hadir di baliho.

Seperti pepatah Muba versi baru “Kalau pemimpin sudah siap basah, rakyat gak bakal tenggelam”

Dan hari itu, medali bukan cuma di leher atlet, tapi juga di hati semua yang ketawa bareng Bupati Toha di PORPROV XV.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantau Progres Tol Kayuagung-Palembang & Musi VI Ditengah Pandemi COVID1-9

    Pantau Progres Tol Kayuagung-Palembang & Musi VI Ditengah Pandemi COVID1-9

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.551
    • 0Komentar

    GUNA memastikan pembangunan  infrastruktur di Sumsel tetap berjalan normal, Gubernur Sumsel H.Herman Deru mendadak meninjau sejumlah jalan tol dan jembatan pada Rabu (22/4/2020). Selain Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung), penyelesaian Jembatan Musi VI juga tak luput dari pantauan pria yang akrab disapa HD tersebut. Berdasarkan pantauan, HD dan rombongan memulai peninjauan proyek Jembatan Ogan […]

  • Masyarakat Palembang Masih Banyak Butuh Bantuan, Wako Palembang : Yang Berlebihan, Ayo, Bantu

    Masyarakat Palembang Masih Banyak Butuh Bantuan, Wako Palembang : Yang Berlebihan, Ayo, Bantu

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo menilai saat pandemi COVID-19, masih banyak masyarakat di Palembang yang membutuhkan bantuan, hal ini tentunya masih menjadi perhatian. “Saat ini banyak masyarakat yang butuh perhatian dan pertolongan dan kita Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri,” kata H. Harnojoyo di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Jalan Tasik Palembang, saat menerima bantuan sembako serta Alat […]

  • Mantap,Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemkab Muba Raih Predikat B

    Mantap,Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemkab Muba Raih Predikat B

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bandung- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memaksimalkan pelayanan dan program kerja di setiap instansi. Hal ini dipertegas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Muba Drs H Apriyadi MSi saat menghadiri Acara Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah Wilayah I Tahun 2018 di The Trans Luxury Hotel, Senin (28/1/2019). “Hasil evaluasi kali ini menunjukkan […]

  • Berharap Tenaga Pendidikan Tidak Lelah Berikan Edukasi kepada Anak Usia Dini

    Berharap Tenaga Pendidikan Tidak Lelah Berikan Edukasi kepada Anak Usia Dini

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    MEMBERIKAN pendidikan anak sejak usia dini merupakan salah satu faktor pendukung perkembangan anak kedepannya. Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang ditemani Bunda Paud Sumsel sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru saat menghadiri kegiatan Gerakan Sarapan Padat Bernutrisi yang digelar oleh Humpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia […]

  • 1 Muharram Momentum Introspeksi Diri

    1 Muharram Momentum Introspeksi Diri

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    “Kita hatus memperbaiki diri seiring dengan tuntutan zaman yang kian berkembang,”

  • Rumah Milik Warga Ambruk, Pemkot Palembang Sigap Perbaiki Lagi

    Rumah Milik Warga Ambruk, Pemkot Palembang Sigap Perbaiki Lagi

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.236
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda langsung bertindak cepat, mengunjugi salah satu warga di Jalan Betawi Raya Lorong Tambak Emon, Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pondasi rumah tidak kuat, Senin (30/11/2020). Rumah yang berdiri di atas tanah rawa-rawa ini, ambruk seketika, tidak mampu menahan beban berat rumah lantaran diterjang […]

expand_less
WordPress Archive FooEvents for WooCommerce football club soccer WordPress Theme Forcast – Newspaper & Magazine WordPress Theme Forest – Revolution WordPress Admin Forever – Wedding Couple & Planner/ Agency WordPress Theme Forex Market Prediction Game Widget | WordPress Plugin ForGravity | Entry Automation Amazon S3 Extension ForGravity | Entry Automation Dropbox Extension ForGravity | Entry Automation for Gravity Forms ForGravity | Entry Automation FTP Extension