Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 2.403
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI ini Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] Sumatera Selatan masih ngantuk, kabut belum bubar, ayam pun belum sempat stretching, namun dari arah kolam renang, sudah terdengar suara peluit panjang disusul sorakan kayak di konser dangdut.

“Woy! Itu Bupati datang!” teriak seseorang dari tribun.

Begitu pula mobil hitam berhenti, keluarlah HM. Toha Tohet, Bupati Muba, dengan senyum khas dan langkah santai. Jaket olahraga warna biru langit, sepatu putih kinclong, dan kacamata hitam yang bikin beliau tampak kayak pelatih nasional, kalau bukan karena topi yang masih nempel manis di kepala.

“Pagi, Pak Bupati!” sapa panitia.

“Pagi!, ini yang lomba renang kan, bukan lomba cuci motor?”, jawab beliau sambil ngakak. Penonton ikut ketawa, suasana langsung cair, padahal kolam udah cair dari tadi.

Air kolam berkilau, para atlet berdiri di tepi, siap nyebur, di barisan depan ada tiga jagoan, Andre Abelson dari Musi Rawas, Fadel Arif Dinanda dari Muara Enim, dan M. Wahyu Putra Handepta dari Muba. Badannya kering, tapi matanya tajam kayak ikan mujair ngelihat umpan.

Peluit dibunyikan. Ciiit!
Cipratan air langsung ke mana-mana, sampai nyiprat ke sepatu Bupati.

“Waduh, ini baru datang udah dibaptis kolam,” seloroh beliau sambil ketawa.
Asisten di sebelah buru-buru ngelap sepatu pakai tisu, “biar kinclong lagi, Pak”.

“Gak apa-apa,” kata Bupati. “Kalau pemimpin gak siap basah, ya jangan main di kolam rakyat”.

Penonton langsung tepuk tangan, ada ibu-ibu nyeletuk dari pinggir, “Ih, Bupati Toha ini omongannya kayak kopi tubruk pahit, tapi bikin melek!”

Beberapa menit kemudian, suara peluit tanda finis terdengar.
Andre muncul paling depan, disusul Fadel, lalu Wahyu dari Muba, wajah mereka sumringah. Bupati Toha maju, ambil medali, dan mulai ngalungin satu per satu.

“Selamat, Andre, cepet sekali kau, renang atau kabur dari mantan nih?”
Semua ketawa, termasuk Andre yang masih ngos-ngosan.

“Fadel, hebat juga, kalau di Muara Enim latihan di sungai, ya? Airnya arus deras, pasti lebih berat dari kolam”

Fadel senyum. “Iya, Pak, kadang arusnya malah bawa sampai kebun sawit!”

Wahyu, atlet Muba yang dapat perunggu, disalamin paling akhir.
“Wahyu, kamu tuan rumah, tapi masih podium tiga. Kenapa? takut ngalahin tamu?” canda Bupati.

“Enggak, Pak,” jawab Wahyu polos. “Cuma tadi airnya lebih licin, Pak”.
“Air licin?” Bupati garuk kepala. “Kalau gitu nanti kita kasih sabun sekalian!”

Semua pecah tawa.

Setelah selesai bagi medali, Bupati Toha langsung pindah ke venue bola voli. Jalan kaki santai, tapi langkahnya cepat kayak orang dikejar sate matang.

Di lapangan, tim voli putri Muba lagi duel sama Banyuasin, suara bola yang dipukul kedengeran keras, bak! bak! bak!.. mirip suara sandal kena nyamuk.

“Skor sementara 1-0 untuk Banyuasin!” teriak komentator.

Bupati langsung duduk di kursi pinggir lapangan. “Ayo Muba, jangan mau kalah di rumah sendiri! Kalau perlu, anggap net itu pagar kebun, jangan sampai bola lewat!”

Pemain-pemain Muba ketawa tapi makin semangat. Ada satu smash yang nyaris bikin bola nyangkut di tiang lampu, penonton heboh, dan Bupati berdiri sambil tepuk tangan.

Selesai putri, lanjut ke voli putra Muba lawan PALI.
Nah, yang ini kayak nonton Avengers, serangannya cepat, bola beterbangan, dan penonton udah kayak suporter final piala dunia.

Bupati berdiri di pinggir lapangan, teriak “Semangat! Ingat, kalah di babak pertama bukan akhir segalanya! Lihat saya, dua kali kalah di catur, tapi tetap jadi Bupati!”.

Penonton ngakak, seorang penjual es kelapa di belakang nyeletuk, “Kalau semua pejabat kayak gini, lapangan pasti ramai tiap minggu!”

Menjelang siang, matahari makin garang, tapi senyum Bupati gak luntur, keringat udah mulai netes, tapi semangat masih full baterai. Beliau keliling lagi, salaman sama atlet, panitia, sampai penjual cilok.

“Wah, ciloknya enak nih,” kata Bupati sambil beli dua tusuk.
“Gratis, Pak!, buat semangat Muba!” jawab pedagang.

“Wah, hati-hati, kalau semua gratis, nanti saya balik gak dikasih masuk lagi ke venue,” gurau beliau.

Sebelum pulang, Bupati sempat duduk sebentar di bawah pohon mahoni, lihat anak-anak kecil latihan voli mini. Beliau bilang pelan ke ajudannya, “Lihat itu… mereka belum tahu apa itu juara, tapi udah punya semangat. Nah, tugas kita bikin semangat itu gak padam”

Ajudannya cuma manggut, mungkin terharu… atau ngantuk karena belum sarapan.

Hari itu, Sekayu bukan cuma penuh sorak, tapi juga tawa dan pelajaran, dari kolam sampai lapangan, semua orang sadar karena olahraga itu bukan cuma soal siapa yang menang, tapi siapa yang gak berhenti berjuang.

Dan Bupati Toha Tohet? Beliau bukan cuma hadir buat potong pita atau selfie di podium, beliau datang, basah, ketawa, ngelawak, dan nyebar semangat.

Kalau di Jepang pejabat ikut lari bareng atlet, di Muba Bupati-nya malah siap nyiprat bareng di kolam.
Kalau di Korea wali kotanya turun ke stadion, di sini Bupati-nya turun ke lapangan sambil beli cilok.

Itulah bedanya pemimpin yang hadir dengan pemimpin yang cuma hadir di baliho.

Seperti pepatah Muba versi baru “Kalau pemimpin sudah siap basah, rakyat gak bakal tenggelam”

Dan hari itu, medali bukan cuma di leher atlet, tapi juga di hati semua yang ketawa bareng Bupati Toha di PORPROV XV.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target Seluruh Desa Dialiri Listrik, Gubernur Resmikan Jaringan Listrik di Tiga Desa Pelosok Muara Enim

    Target Seluruh Desa Dialiri Listrik, Gubernur Resmikan Jaringan Listrik di Tiga Desa Pelosok Muara Enim

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.478
    • 0Komentar

    KEINGINAN masyarakat di Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim yang menginginkan adanya jaringan listrik di kawasannya diwujudkan Gubernur Sumsel H Herman Deru. Dimana orang nomor satu di Bumi Sriwijaya tersebut meresmikan jaringan listrik di tiga desa Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim. Peresmian tersebut berlangsung di Desa Pelakat, Selasa (27/7). “Listrik ini kebutuhan utama. […]

  • Petenis Sumsel Berjaya di Kejuaraan Rakuwat Cup Jambi

    Petenis Sumsel Berjaya di Kejuaraan Rakuwat Cup Jambi

    • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    Petenis Sumsel berjaya di ajang Kejuaraan Tenis Kelompok Umur dan Prestasi, “Rakuwat Cup I”, yang berlangsung di Provinsi Jambi. Pada partai final ganda putra, dua petenis Sumsel yang akan berlaga di PON mendatang, Rafidia Muhammad dan Jones Pratama berhasil mengalahkan petenis tuan rumah Randi Purnomo/Azmi dengan skor 8-4 pada sistem pertandingan best of eight. “Ajang […]

  • Tahun Ini Jadi Taruhan Pengendalian Karhutla

    Tahun Ini Jadi Taruhan Pengendalian Karhutla

    • calendar_month Senin, 9 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.690
    • 0Komentar

    Asian Games berlangsung cukup panjang, 18 Agustus sampai 2 September tahun ini dan itu puncak musim kemarau.

  • Hibur Korban Gempa Turki, Gelar Festival Ramadhan di Hatay Bersama NGO Indonesia

    Hibur Korban Gempa Turki, Gelar Festival Ramadhan di Hatay Bersama NGO Indonesia

    • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id -Hatay, Turki – KBRI Ankara menggelar festival Ramadhan di Hatay, Turki bertema “Endonezya Karedeslar Iftari”, acara tersebut juga diisi dengan kegiatan membagikan ribuan bantuan kemanusiaan dan menu iftar bagi korban gempa bumi di Turki pada 6 Februari 2023 lalu. “Ada 11 provinsi yang terdampak gempa di Turki, dan merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak bencana, bersama sejumlah […]

  • Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.396
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Jardine Matheson dan Hongkong Land memperingati 50 tahun Jardine House, gedung pencakar langit pertama di Hong Kong, dan pusat ekosistem Central Hongkong Land. Selesai pada tahun 1973, Jardine House menetapkan standar baru dengan desainnya yang kuat, lift tercepat, pendingin AC terbesar, dan 1.748 jendela kaca melingkar ikonik yang […]

  • daging-beku

    Jelang Idul Adha, Bulog Sebut Permintaan Daging Beku di Palembang Normal

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    Sehari menjelang Hari Raya Idul Adha 1438 H permintaan daging beku di Palembang masih normal, karena masyarakat biasanya mendapat kupon pembagian hewan kurban.

expand_less
WordPress Archive FooEvents for WooCommerce football club soccer WordPress Theme Forcast – Newspaper & Magazine WordPress Theme Forest – Revolution WordPress Admin Forever – Wedding Couple & Planner/ Agency WordPress Theme Forex Market Prediction Game Widget | WordPress Plugin ForGravity | Entry Automation Amazon S3 Extension ForGravity | Entry Automation Dropbox Extension ForGravity | Entry Automation for Gravity Forms ForGravity | Entry Automation FTP Extension