Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Bidar, TNI & Persatuan, Dari Sungai Musi ke Indonesia Maju

Bidar, TNI & Persatuan, Dari Sungai Musi ke Indonesia Maju

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
  • visibility 1.633
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU orang Sumatera Selatan ngomong soal sungai, ujung-ujungnya pasti nyambung ke Musi, sungai ini bukan cuma panjang, tapi juga panjang ceritanya. Dari kisah cinta legenda sampai cerita perekonomian, dari mandi bebek sampai lomba bidar. Nah, kali ini sungai jadi saksi gegap gempita Hari Ulang Tahun TNI ke-80, lewat Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya.

Jangan salah, bidar bukan sekadar balap perahu, kalau dilihat dari pinggir, memang isinya orang rame-rame ngaduk air sambil teriak “ayoo, cepet-cepet!”. Tapi kalau diteliti lebih dalam, bidar itu cerminan hidup. Sama kayak TNI, kalau barisan nggak kompak, habis sudah. Mau sekenceng apa ngayuh, kalau nggak serentak, perahu bisa belok sendiri kayak mantan yang tiba-tiba ghosting.

Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, waktu buka lomba ini bilang bahwa bidar itu warisan budaya. Dan betul, budaya lokal tuh kalau nggak dijaga, bisa jadi kayak piring pecah, tinggal kenangan, susah direkatin lagi. TNI masuk dengan gayanya yang khas, yakni disiplin, solid, tegas. Jadi lomba bidar ini kayak perkawinan dua dunia, budaya rakyat yang cair ketemu semangat militer yang keras.

Hasilnya? Ya unik! TNI yang biasanya identik dengan barisan kaku ala defile, kali ini duduk manis di perahu, basah-basahan bareng rakyat. Itu lho, wajah humanis TNI yang sering kita harapkan, bukan cuma jago di darat, laut, dan udara, tapi juga jago main air. Kalau TNI bisa dekat dengan rakyat lewat lomba bidar, dijamin tambah dicintai. Kata Cik Ujang, “setuju ya kalau semakin dicintai rakyat?”. ya jelas setuju, masa enggak?.

Mayjen TNI Ujang Darwis, Pangdam II/Sriwijaya, ngasih laporan, ada 55 tim, total 715 peserta. Kalau dihitung-hitung, jumlahnya bisa bikin stadion mini penuh, tapi yang bikin menarik bukan cuma jumlahnya, melainkan filosofi di baliknya.

Misalnya 13 orang dalam satu perahu, kalau ada satu yang males ngayuh, pasti jadi beban. Kalau ada yang sok jago, perahu bisa miring. Intinya, semua harus nyatu. Ini kan mirip sama kehidupan berbangsa.

Indonesia punya 270 juta penduduk, beda-beda suku, bahasa, hobi, bahkan beda selera sambal. Tapi kalau semuanya kompak, Indonesia bisa ngacir kenceng kayak bidar 1000 meter. Kalau nggak kompak? Ya cuma muter-muter di tengah sungai, capek doang, nggak nyampe-nyampe ke garis finish.

Pepatah bilang “Bersatu kita teguh, bercerai kita galau”. Eh, salah… runtuh, tapi intinya sama, jangan pecah belah.

Jangan lupa, lomba bidar juga punya efek domino, pariwisata, venue-nya di Jakabaring Sport City, yang sudah sering jadi tuan rumah event Internasional.

Kalau bidar ini dikemas kece, bisa jadi atraksi tahunan, wisatawan datang, ekonomi jalan, rakyat senang, pemerintah riang. Bayangin turis luar negeri nonton lomba bidar sambil bilang, “Wow, traditional rowing is so lit!”- kan bangga kita.

Lagi pula, sungai Musi itu living heritage, dari zaman nenek moyang, orang sudah hidup dari sungai. Lomba bidar ini kayak time machine, ngingetin generasi muda bahwa budaya itu bukan cuma tari dan lagu, tapi juga olahraga rakyat.

Jujur, kalau lihat lomba bidar, saya jadi mikir, hidup ini kok mirip ya?. Kalau jalan sendiri-sendiri, kita cuma muter-muter, kalau kompak, kita bisa melesat bareng-bareng dan kalau ada yang cuma duduk manis nggak ngayuh, ya bisa bikin kapal berat.

Sama kayak bangsa ini, ada yang ngayuh (kerja keras), ada yang nyetir (pemimpin), ada yang teriak ayoo semangat (motivator), ada juga yang… numpang makan aja. Nah, tipe terakhir ini yang bikin perahu kebangsaan kita berat.

Dari lomba bidar, kita belajar bahwa budaya lokal itu bukan sekadar hiburan musiman. Ada filosofi, ada kebersamaan, ada identitas. TNI paham betul bahwa dekat dengan rakyat itu bukan cuma soal operasi militer, tapi juga soal berbagi panggung di arena budaya.

HUT ke-80 TNI kali ini bukan hanya selebrasi kekuatan, tapi juga perayaan kedekatan, dan Sumsel sudah memberi contoh lewat air sungai, kita bisa bersatu.

Seperti kata pepatah, “Air tenang menghanyutkan, air bergelombang membangkitkan”, lomba bidar ini membangkitkan semangat kita semua. Jadi, mari ngayuh bersama. Biar Indonesia nggak cuma melaju, tapi juga melaju cepat, jauh, dan kompak.

Selamat ulang tahun TNI ke-80. Terus kuat, terus dicintai rakyat, dan jangan lupa… kalau capek ngayuh, gantian dong sama yang lain!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nah.. Kemarin Bertambah Lagi 13 Kasus Positif Covid-19  di Muba

    Nah.. Kemarin Bertambah Lagi 13 Kasus Positif Covid-19  di Muba

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (25/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 13 kasus terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 13 kasus terkonfirmasi positif per 25 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 3171 Laki-laki usia 51 tahun asal Lawang Wetan, kasus 3172 laki-laki 27 tahun Sekayu, […]

  • Resep Bakmi Nyemek

    Resep Bakmi Nyemek

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.017
    • 0Komentar

    SATU yang tidak boleh tertinggal ketika bertandang ke Jogja, yaitu menikmati bakmi nyemek. Para pecinta bakmi Jawa pasti menggemari versi ini, bukan? Ayo cari tahu cara membuatnya! Memasak bakmi nyemek ternyata bisa semudah itu lho! Malam yang dingin seolah mengharuskan kita untuk menikmati hidangan yang menghangatkan. Iri terkadang rasanya melihat orang Jogja bisa sehari-harinya menikmati […]

  • Deklarasi Kampanye Damai Jangan Sekedar Simbolis dan Formalitas

    Deklarasi Kampanye Damai Jangan Sekedar Simbolis dan Formalitas

    • calendar_month Minggu, 18 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Agar dapat dipatuhi sehingga dapat mampu menciptakan demokrasi yang berkualitas.

  • Kabar Baik untuk Ketua RT di Palembang, Aturan Baru Jabatan RT Jadi 5 Tahun

    Kabar Baik untuk Ketua RT di Palembang, Aturan Baru Jabatan RT Jadi 5 Tahun

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.382
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kota Palembang yang habis masa bakti jabatan sudah mulai dilakukan pemilihan dengan masa bakti kerja yang baru, namun ada sebagian wilayah masih belum habis masa jabatannya dengan peraturan yang baru, dilakukan pemilihan serentak untuk tahun ini, walaupun beda untuk tanggal dan bulannya.   Usman Effendi,  Lurah […]

  • Diaktifkan P2UKD, Ini Harapannya

    Diaktifkan P2UKD, Ini Harapannya

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

    PROGRAM keagamaan yang telah dilakukan Pemprov Sumsel itu akan terus dilaksanakan meski sejumlah target telah terpenuhi. “Program-program keagamaan tersebutkan memang sudah masuk dalam visi dan misi kita jadi tetap akan dilaksanakan,” tegasnya. Walaupun program keagamaan tersebut sudah sesuai target namun pelaksanaannya akan tetap dilanjutkan. Seperti misalnya program rumah tahfidz. “Misalnya target program rumah tahfidz itu […]

  • Bupati Muba  Sambangi Pelaksanaan PTM Beberapa Sekolah,Cek Suhu dan Cuci Tangan Sebelum Masuk Kelas, Wajib Pakai Masker

    Bupati Muba  Sambangi Pelaksanaan PTM Beberapa Sekolah,Cek Suhu dan Cuci Tangan Sebelum Masuk Kelas, Wajib Pakai Masker

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

      AKTIFITAS Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas bagi SD-SMP sederajat di Musi Banyuasin dimulai. Di kesempatan hari perdana ini, Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyempatkan diri memantau secara langsung beberapa SD-SMP di Kota Sekayu yakni diantaranya di SMP Negerk 1 Sekayu dan SD Negeri 3 Sekayu. Bupati Muba melakukan peninjauan […]

expand_less
WordPress Archive Themify Flatshop WooCommerce Theme Themify Float WordPress Theme Themify Fullpane WordPress Theme Themify Fullscreen WordPress Theme Themify Funki WordPress Theme Themify Grido WordPress Theme Themify Infinite WordPress Theme Themify Landing WordPress Theme Themify Magazine WordPress Theme Themify Metro WordPress Theme