531 Atlet dari 36 Negara, Ada Misi Besar di Jakarta
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemenpora.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 531 atlet dari 36 negara ambil bagian dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1-5 Agustus.
Berstatus World Taekwondo (WT) G2, kejuaraan ini menjadi salah satu ajang penting dalam kalender taekwondo internasional karena memberi kesempatan atlet mengumpulkan poin peringkat dunia sekaligus mempertegas kembalinya Indonesia sebagai tuan rumah turnamen bergengsi tingkat Asia.
Kejuaraan tersebut resmi dibuka, Minggu (2/8/2026), dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, jajaran Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), perwakilan Asian Taekwondo Union (ATU), serta sejumlah pejabat negara.
Pembukaan ditandai dengan seremoni hitung mundur sebagai simbol dimulainya pertandingan yang akan berlangsung selama lima hari.
Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita yang mewakili Panglima TNI Agus Subiyanto mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi TNI dan PBTI dalam rangka mendukung pembinaan olahraga nasional sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 TNI.
Menurut Tandyo, Indonesia memperoleh kepercayaan sebagai tuan rumah setelah memenangkan proses bidding yang berlangsung di Korea Selatan pada 2025. Dalam proses tersebut, Indonesia bersaing dengan sejumlah negara lain, termasuk Malaysia dan India, sebelum akhirnya dipilih oleh Asian Taekwondo Union.
“Kepercayaan ini menunjukkan Indonesia mampu memenuhi standar penyelenggaraan kejuaraan internasional. Hari ini kami membuktikan amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Tandyo.
Ia menilai penyelenggaraan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai penyelenggara ajang olahraga. Kehadiran ratusan atlet dari puluhan negara juga dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism di kawasan Asia.
Tandyo menambahkan kejuaraan ini memiliki arti penting karena menjadi turnamen taekwondo internasional pertama yang digelar Indonesia setelah hampir dua dekade. Momentum tersebut diharapkan mampu mendorong pembinaan atlet nasional sekaligus memperluas pengalaman bertanding di level dunia.
“Hari ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan taekwondo Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan saling menghormati selama bertanding. Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga sarana mempererat persahabatan antarnegara melalui olahraga.
Rangkaian pembukaan dimeriahkan dengan atraksi poomsae, penampilan tim demonstrasi Woosuk University Korea Selatan, defile bendera negara peserta, serta pertunjukan seni bertema taekwondo yang mengawali dimulainya pertandingan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
