Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » “Diet Anggaran, Pembangunan Infrastruktur Ikut Puasakah!”

“Diet Anggaran, Pembangunan Infrastruktur Ikut Puasakah!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
  • visibility 871
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), jalan berlubang bukan sekadar masalah infrastruktur, tapi udah jadi gaya hidup. Bahkan ada yang bilang “Kalau motormu bisa selamat dari lubang OKI, berarti kamu siap ikut Dakar Rally.” Saking banyaknya jalan yang rusak, warga setempat udah khatam ngehindarin lubang kayak gamer pro ngindarin peluru di game FPS. Tapi, tentu, rakyat enggak mau hidup dalam game survival terus, apalagi kalau tiap hari harus berangkat kerja sambil mikir “Ban motor hari ini copot enggak, ya?”

Maka datanglah secercah harapan dari langit bukan ! bukan hujan proyek juga, tapi kunjungan kerja dari seorang tokoh penting dari Senayan Bang Wahyu Sanjaya, anggota DPR RI Dapil Sumsel II. Ia datang bukan bawa parcel Lebaran, tapi bawa semangat menyambung lidah rakyat ke pusat kekuasaan. Semoga, ya, amin..

Sambutan hangat datang dari Bupati OKI, Muchendi. Beliau menyambut dengan senyum tulus dan bahasa politis yang artinya kurang lebih “Bang, tolong dong bantu cari duit buat bangun jalan. Kasihan warga, tiap lewat jembatan harus baca doa dulu kayak mau naik wahana ekstrem.”

Pak Bupati juga bilang, OKI sedang dalam fase diet anggaran. Tapi ini bukan diet sehat ala influencer, ini diet terpaksa karena dompet daerah lagi kempes kayak balon ulang tahun H+3. Maka segala yang enggak penting dipangkas. Pesta? Coret. Seremonial? Pangkas. Anggaran influencer? Skip dulu. Fokus sekarang adalah jalan mulus, Puskesmas lengkap, sekolah enggak bocor, dan warga bisa belanja ke pasar tanpa naik rakit.

Namun seperti cinta yang kadang tak berbalas, niat baik pemda ini belum tentu sampai ke hati pusat. Dana pusat kadang datangnya kayak mantan toxic,  ghosting dulu, muncul tiba-tiba, terus datangnya telat dan dipotong pula. Katanya buat efisiensi, tapi kok efisiensinya selalu nyangkut di rakyat kecil?

Nah, di sinilah peran Bang Wahyu jadi penting. Beliau duduk di Komisi XI, komisi yang ngurus duit negara. Alias, ini orang punya akses ke ATM-nya republik. Kita berharap, saat Bang Wahyu bilang akan perjuangkan keadilan anggaran, itu bukan cuma quotes Instagram. Karena kalau keadilan itu seperti janji kampanye, kita khawatir isinya cuma angin segar yang bikin masuk angin, tapi ambil positifnya semoga tidak emang berjuang untuk rakyat di dapilnya..alhamdulillah…banyak!

Wahyu bahkan menyentil soal dana bagi hasil yang dipangkas, serta penyaluran dana yang sering telat kayak kereta api jaman dulu. Dia janji akan jadi penyambung suara daerah meskipun kita tahu, kadang kabel sambungan itu suka korslet pas masuk gedung parlemen. Tapi sudahlah, kita optimistis. Karena kalau enggak optimistis salah pula nanti kualat, bisa-bisa kita ikut stres sama jalan berlubang tiap hari.

Akhir kunjungan itu ditutup dengan kesepakatan membuka komunikasi yang lebih luas. Bukan, bukan buka kartu keluarga, tapi buka jalur koordinasi biar enggak macet kayak jalanan keluar tol pas musim mudik. Sebab kalau komunikasi macet, jangan harap aspal bisa mulus. Yang ada, rakyat tambah uring-uringan, dan meme jalan rusak makin viral.

Rakyat enggak minta jalanan berlapis emas. Rakyat cuma minta bisa pergi ke sekolah, kerja, dan pasar tanpa harus melewati jalur yang bisa bikin shockbreaker menyerah. Jangan biarkan pembangunan jadi tontonan tanpa realisasi. Jangan sampai sinergi cuma jadi sinetron, penuh drama tapi nol aksi.

Tentu, kita enggak bisa berharap jalan OKI mulus seketika kayak di Ibu Kota yang tiap lubang langsung ditambal sebelum semut sempat jatuh. Tapi dengan kedatangan Bang Wahyu dan komitmen pemda yang makin nekat memperjuangkan anggaran, ada harapan bahwa suara-suara rakyat OKI yang selama ini hanya bergema di grup WA RT bisa nyangkut juga di kuping pusat.

Ini bukan soal siapa yang paling banyak selfie di proyek jalan, tapi siapa yang paling cepat kirim ekskavator. Kalau sinergi benar-benar dijalankan, bukan cuma dijargonkan, maka bukan tak mungkin jalan-jalan di OKI akan berubah dari arena rodeo jadi jalur yang nyaman buat ojol, emak-emak, sampai petani ngangkut hasil panen.

Optimisme itu berarti masih ada asal semua pihak gerak bareng, bukan bareng-bareng diam. Karena sejatinya, rakyat cuma pengen satu  kalau pagi-pagi berangkat kerja, ban motor enggak nyangkut di lubang, dan harapan enggak nyangkut di birokrasi. Oleh karena itu jalan rusak bisa diperbaiki, tapi kepercayaan rakyat? Sekali rusak, susah dibangun ulang. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Laksanakan Rakornas, Persiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah Global Platform 2022

    BNPB Laksanakan Rakornas, Persiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah Global Platform 2022

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

    BNPB menyelenggarakan pertemuan lanjutan untuk membahas persiapan Provinsi Bali menjadi tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction 2022 atau GP2022. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (25/8) diikuti oleh kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri dan Pemerintah Provinsi Bali. Pertemuan ini bertujuan untuk melaporkan perkembangan terkini persiapan GP2022 yang akan berlangsung pada tahun depan. Kepala […]

  • “SAKTI MONEV: Ketika Rumah Sakit Pakai Jurus Naruto Buat Pantau Kinerja ASN-Real Time, No Drama!”

    “SAKTI MONEV: Ketika Rumah Sakit Pakai Jurus Naruto Buat Pantau Kinerja ASN-Real Time, No Drama!”

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 542
    • 0Komentar

    (Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below) PANAS terik Sungai Lilin yang bisa bikin telur rebus sendiri di aspal, datanglah secercah cahaya digital dari RSUD Sungai Lilin, bukan, ini bukan WiFi gratis apalagi diskon rapid test. Namun  SAKTI MONEV, sebuah inovasi canggih yang kalau diibaratkan, seperti mengubah kertas absen jadi CCTV 24 jam yang […]

  • Keamanan Perlu Ditingkatkan, Pemanfaatan Uang Elektronik Terus Meningkat

    Keamanan Perlu Ditingkatkan, Pemanfaatan Uang Elektronik Terus Meningkat

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.356
    • 0Komentar

    BERDASARKAN data Bank Indonesia sejak tahun 2009 penggunaan uang elektronik terus mengalami pertumbuhan sehingga keamanannya perlu ditingkatkan. Hal ini tercatat pada bulan Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik tumbuh 41,35% secara tahunan, mencapai Rp27,1 triliun dan diprediksi masih akan terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, penyedia jasa uang elektroknik, termasuk LinkAja Syariah dapat terus meningkatkan […]

  • Bikin Merinding, Simak Sambutan Big Bos-nya Nasdem Dalam Rakorda di OKI VIA VC, Begini Amanah Untuk Pemimpin Nasdem Di Daerah

    Bikin Merinding, Simak Sambutan Big Bos-nya Nasdem Dalam Rakorda di OKI VIA VC, Begini Amanah Untuk Pemimpin Nasdem Di Daerah

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.919
    • 0Komentar

    DPD Partai Nasional Demokrasi [NasDem] Kabupaten OKI menyelenggarakan dihadiri juga Ketua DPW Nasdem Sumsel Herman Deru yang juga Gubernur Sumsel dan Bupati OKI H Iskandar SE sebagai undangan. Rakorda NasDem OKI digelar DPD Partai NasDem Kabupaten OKI di Gedung Kesenian Kayuagung, kemarin. Tampak juga hadir sejumlah politisi NasDem yang duduk di Parlemen Baik di Tingkat […]

  • KURSUS BAHASA : “Proyek Asing Makin Banyak, Apa Kita Udah Siap Ngomong ‘Ni Hao’?”

    KURSUS BAHASA : “Proyek Asing Makin Banyak, Apa Kita Udah Siap Ngomong ‘Ni Hao’?”

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    PROYEK pembangunan Pusri 3B Palembang, yang nilainya sampai triliunan dan katanya mau rampung dalam tiga tahun, ada satu warung kopi yang mendadak jadi pusat kecerdasan lokal, yakni Warung Kopi Hening, meski jaraknya jauh dari lokasi pembangunan pabrik pupuk urea tertua di Tanah Air itu, isinya jangan ditanya, kayak pasar malam, rame, penuh debat, dan kadang […]

  • ProKlim Jadi Andalan Indonesia di BRICS, 12 Ribu Desa Jadi Kekuatan Hadapi Krisis Iklim

    ProKlim Jadi Andalan Indonesia di BRICS, 12 Ribu Desa Jadi Kekuatan Hadapi Krisis Iklim

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – ProKlim menjadi salah satu pengalaman Indonesia yang dibawa ke forum lingkungan BRICS untuk menunjukkan bahwa menghadapi krisis iklim tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Lebih dari 12 ribu desa dan komunitas di berbagai wilayah Indonesia telah terlibat dalam upaya adaptasi dan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat. Program Kampung Iklim (ProKlim) menempatkan masyarakat di tingkat […]

expand_less
WordPress Archive Soliloquy Responsive WordPress Slider Plugin Soliloquy Schedule Addon Soliloquy Slider Themes Addon Soliloquy Thumbnails Addon Soliloquy WooCommerce Addon Solio – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Solity – SaaS & Startup Elementor Template Kit Solixer – Ecology & Solar Energy WordPress Theme SolTeck – Software, Startup & SaaS Landing WordPress Theme Soluris – Ecology & Solar Energy WordPress Theme