Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » BPS OKI Kasih Penjelasan Terkait Progres Soal Angka Kemiskinan, 3 Indikator Ini Sebagai Alat Ukurnya

BPS OKI Kasih Penjelasan Terkait Progres Soal Angka Kemiskinan, 3 Indikator Ini Sebagai Alat Ukurnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
  • visibility 1.074
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Simpang siurnya informasi mengenai progress angka kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI memberikan penjelasan dan edukasi tentang cara membaca data statistik terkait trend angka kemiskinan.

Ditemui di Ruang Kerjanya pada Senin (09/05/2022) Kepala BPS OKI, Anugrahani Prasetyo menyampaikan bahwa dalam merilis angka kemiskinan kabupaten kota, BPS  melakukan SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) setiap tahunnya.

Menurut Hani, pengukuran yang ideal diukur berdasar persentase naik-turun angka kemiskinan dibandingkan dengan jumlah penduduk dalam satu wilayah.

“Dalam melihat kemiskinan, yang kita perhatikan adalah persentasenya yang dibandingkan dengan total jumlah penduduk di daerah tersebut, itulah yang menjadi acuan yang objektif,” kata Hani.

Menurut Hani, setiap daerah memiliki jumlah penduduk yang berbeda-beda hingga tidak bisa dijadikan acuan penghitungan angka kemiskinan.

“Kurang tepat bila membandingkan dengan menggunakan indikator pembandingnya dari sisi jumlah penduduk miskinnya saja, sudah pasti Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang banyak, maka jumlah penduduk miskinnya juga akan banyak, contohnya Kota Palembang di urutan pertama dan Kabupaten OKI diurutan ke dua karena kedua daerah ini memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak dibanding daerah lain di Sumsel” terang dia.

Hani memaparkan untuk mengukur kemiskinan dapat dilihat dari tiga indikator:

1. Tingkat Kemiskinan (P0)
Cara pertama dengan melihat perbandingan penduduk yang mengeluarkan pendapatan per kapita di bawah garis kemiskinan atau disebut GK. Sementara itu GK mencerminkan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang, seperti kebutuhan makanan (GKM) maupun non-makanan (GKNM).
GKM dilihat dari kebutuhan seseorang yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita. Paket harian ini seperti dari jenis bahan baku padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak.
Sementara GKNM merupakan kebutuhan di luar makanan. Hal ini dapat berupa perumahan, sandang, pendidikan, serta kesehatan. Diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
2. P1, atau indeks kedalaman kemiskinan,
Caranya dengan melihat rata-rata selisih pengeluaran per kapita penduduk miskin dengan garis kemiskinan yang terjadi di masyarakat.
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan bahwa jika P1 semakin tinggi, maka angka kemiskinan penduduk juga semakin jauh dari rata-rata pengeluaran penduduk per kapita. Sebaliknya, semakin kecil nilai indeks maka semakin mendekati garis kemiskinan.
3. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).
Cara ketiga dengan melihat keparahan kemiskinan dengan kode P2. Hitungannya adalah rata-rata dari kuadrat selisih pengeluaran per kapita penduduk miskin dengan garis kemiskinan.
Dengan begitu, keparahan kemiskinan dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Jika nilai indeks semakin tinggi, semakin tinggi juga ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Hani menambahkan BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar atau basic needs approach untuk mengukur tingkat kemiskinan di OKI.

“Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan,” ujar dia.

Hani juga menyampaikan bahwa Kabupaten OKI salah satu daerah yang mengalami penurunan angka kemiskinan signifikan di tahun 2022 lalu. Menurutnya, angka perubahan penurunan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam upaya penurunan kemiskinan di suatu wilayah

“Penurunan 1,45 persen tergolong penurunan yv cukup tinggi, terutama diantara Kabupaten kota lainnya di Sumsel sehingga secara urutan Kabupaten OKI turun peringkat dari urutan ke 4 termiskin menjadi urutan ke-5 di Sumsel,” sambungnya.[***]/dra

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aparat Kepolisian Siap Kawal Ketahanan Pangan

    Aparat Kepolisian Siap Kawal Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) RI dan Polri menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pendampingan dalam pemeliharaan keamanan pada pelaksanaan program pembangunan pertanian, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemaren. Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, MoU tersebut, dalam rangka mendukung dan mempercepat seluruh program Kementan untuk masyarakat Indonesia bisa berjalan dengan baik […]

  • Indonesia Digital Popular Brand Award 2021

    Membangun Brand Equity di Tengah Perkembangan Teknologi Digital

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 1.671
    • 0Komentar

    Di tengah gempuran pandemi covid-19 pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

  • Peringati Isra Miraj, Tauladani Sifat Nabi Muhammad

    Peringati Isra Miraj, Tauladani Sifat Nabi Muhammad

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 613
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH, datang ke Desa Teluk Kijing 1 Kecamatan Lais menghadiri gelaran Acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 H /2021 M, Kamis (25/3/2021) di Masjid Al Ula Desa Teluk […]

  • Benarkah Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet

    Benarkah Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet

    • calendar_month Minggu, 30 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah video di media sosial WhatsApp yang memperlihatkan sebuah uang koin pecahan seribu rupiah tertempel di lengan seseorang. Uang tersebut diklaim menempel setelah diletakkan persis di area bekas suntikan vaksin Covid-19. Pembuat video lantas mempersoalkan vaksin Covid-19 dan menyebut vaksin tersebut mengandung magnet. Faktanya, informasi adanya daya magnet dari zat vaksin adalah tidak benar. […]

  • Ditengah Pandemi, PTBA Salurkan CSR untuk Bangun Jalan di Kota Palembang, Walkot : Bisa Jadi Contoh

    Ditengah Pandemi, PTBA Salurkan CSR untuk Bangun Jalan di Kota Palembang, Walkot : Bisa Jadi Contoh

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.608
    • 0Komentar

    BUKIT Asam, Tbk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility/CSR kepada Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang senilai Rp2,3 miliar, guna membantu pengaspalan tiga ruas jalan. Harnojoyo, Walikota Palembang mengungkapkan sangat berterima kasih, karena di saat pandemi Covid-19 anak perusahaan dari INALUM tersebut membantu percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian. “Ada tiga ruas jalan yang akan di aspal, antara lain Jalan […]

  • Janji Ditunaikan, Bukan Dilupakan! Ratu Dewa Bangun Rumah Warga

    Janji Ditunaikan, Bukan Dilupakan! Ratu Dewa Bangun Rumah Warga

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Janji kampanye yang pernah ia ucapkan akhirnya lunas. Empat rumah warga yang dulunya hampir roboh kini dibangun ulang—dan bukan pakai dana APBD atau CSR, tapi dari kantong pribadinya sendiri. Janji itu dia realisasikan di  Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring,  Dia Ratu Dewa, Wali Kota Palembang. “Dulu pas kampanye saya datang ke sini, lihat […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Customer Email Verification WooCommerce Customer History WooCommerce Customer History Plugin WooCommerce Customer/Order/Coupon CSV Import Suite WooCommerce Customer / Order / Coupon Export WooCommerce Customer/Order XML Export Suite WooCommerce Customer Relationship Management (CRM) WooCommerce Customer Specific Pricing Plugin WooCommerce Customer Verification WooCommerce Customers Manager