Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Menengok Pulau Favorit Kawanan Penyu Sisik dan Hijau di Ujung Timur Sumsel

Menengok Pulau Favorit Kawanan Penyu Sisik dan Hijau di Ujung Timur Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 3 Mar 2019
  • visibility 3.125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain pasir putihnya, Pulau Maspari yang berada di Kabupaten OKI ini memiliki keunikan, pasalnya sebagai tempat favorit para Penyu Sisik dan Penyu Hijau. 

 

 

Sumselterkini.co.id, OKI – Pulau Maspari. Demikian orang-orang menyebut pulau yang berada di ujung Timur Provinsi Sumsel ini. Pulau yang terletak di Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini mulanya terkenal, karena memiliki pantai dengan pasir putih yang indah.

Tak banyak yang tahu bahwa Maspari juga memiliki keistimewaan lain yang tak kalah menarik. Ya, Maspari ternyata merupakan pulau favorit bagi kawanan penyu bersisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia Mydas) sebagai tempat bertelur.

Momen ini tentu saja tak disia-siakan oleh rombongan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat sempat berkunjung ke Maspari pada Senin 25 Januari lalu. Demi melihat langsung bagaimana penyu-penyu ini bertelur, orang nomor dua di Sumsel itu beserta rombongan rela menginap, keluar tenda dan menunggu di bibir pantai hingga dini hari. Meski tak tidur semalaman, rasa lelah mereka langsung terbayar setelah menyaksikan langsung bagaimana keunikan penyu ini bertelur di tengah kegelapan malam.

Ketua Tim Ekspedisi Ceng Ho, Agus Sunyoto yang ikut ambil bagian saat itu mengungkapkan sebenarnya tidak semua pantai disukai penyu. Karena itu pasti ada alasan khusus penyu-penyu tersebut mau datang jauh-jauh ke Maspari setelah mengembara kesana kemari.

“Selain karena mereka dahulunya dilahirkan disana (Maspari), biasanya kalau penyu tertarik datang ke suatu pulau itu bisa menjadi indikator bahwa pulau tersebut sehat (tersedia sumber makanan dan terumbu karang yang sehat),” jelasnya.

Pada umumnya kata Agus penyu yang datang ini adalah justru yang dahulunya memang lahir di pulau Maspari. Karena itu meskipun mereka berkelana keliling samudera, namun berkat GPS alami yang dimiliki, mereka dapat kembali lagi ke Pulau Maspari yang kini digalakkan menjadi destinasi wisata baru di Sumsel.

Dikatakannya pula Penyu bersisik dan penyu hijau yang ada di Maspari sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan karena keduanya masuk dalam 6 jenis spesies penyu yang masih ada di dunia. Atas dasar itu pula ia beserta tim eksepdisi meneliti penyu-penyu ini untuk sekaligus mengedukasi masyarakat yang ada di sekitar pulau untuk bersama-sama menjaga penyu dari ambang kepunahan.

“Sewaktu disana kemarin, saya sempat perintahkan piket jaga telur penyu kepada personil, agar bisa disaksikan oleh rombongan Wagub. Namun entah bagaimana kelanjutan nasibnya setelah kami tinggalkan. Meskipun kami upayakan menghapus jejak dan menyamarkan kondisi lubang tempat penyu bertelur,” ujarnya.

Setiap hari saat musim bertelur datang, cerita Agus sedikitnya 16-20 ekor serentak bertelur di sekitar pulau. Biasanya mereka ini mulai keluar untuk bertelur pada pukul 22.00 wib hingga menjelang fajar saat aktivitas manusia mulai berkurang. Setiap penyu rata-rata membutuhkan waktu hingga 1 jam untuk satu bertelur. Satu induk biasanya mengeluarkan sebanyak 150 hingga 250 butir tiap satu kali bertelur.

Selain pertengahan bulan Februari, penyu-penyu betina ini akan banyak bertelur pada bulan Mei antara 3-4 tahun sekali. Bagi pecinta hewan bahkan peneliti, moment ini tentu sangat langka dan sayang dilewatkan begitu saja.

“Namun sayangnya, banyak nelayan dan warga yang datang justru hanya untuk mencuri telur penyu disana. Cangkang penyu sering dijadikan obat-obatan kosmetik atau hiasan. Telurnya (mitosnya) untuk kejantanan,” paparnya.

Saat akan bertelur penyu cenderung sangat penyendiri. Tak heran apabila terganggu cahaya sedikit saja pada saat mau keluar telur, maka induk penyu akan kembali melaut. ” Mereka ini sangat penyendiri. Gak bisa kena blitz kamera atau sorot lampu senter,” tambahnya.

Dia meyakin pantai Maspari yang masih sangat alami dan minim cahaya, menjadi salah satu daya pikat penyu untuk berkembang biak. “Mereka tahu di sini tidak ada gangguan dan mereka juga sudah memastikan posisi lubang telur penyu tidak terendam air laut. Perut penyu dapat mendeteksi suhu,” jelasnya.

Menjanjikan

Selain aktivitas penyu bertelur, konon kata Agus Pulau ini sangat bersejarah dan diduga menjadi tempat Laksamana Ceng Ho bersama 28.000 pasukannya singgah dan menambatkan 137 kapal-kapal layar di karang tinggi/ jati.  Pulau dengan pasir putih inipun menjanjika pemandangan sunset dan sunrise yang sangat indah bahkan cocok sekali menjadi lokasi bagi pecinta snorkling, diving hingga selancar, memancing hingga banana boat dan berkano.

Sementara itu setelah dua kali melakukan kunjungan ke Pulau Maspari, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya semakin yakin kalau Maspari makin menjanjikan. Karena itu pula pada kunjungannya yang kedua itu MY sapaan akrab mantan Bupati OI dua oeriode tersebut melakukan sejumlah kegiatan. Selain mencanangkan Maspari sebagai destinasi wisata baru di Sumsel, ia juga melakukan penanaman pohon mangrove dan kelapa serta membangun Pos terpadu hingga membangun pusat pembenihan ikan laut dan udang.

“Kegiatan ekonomi di pesisir pantai sudah mulai ramai dan aktivitasnya luar biasa dan jadi rebutan. Makanya kita minta bantuan Polairud, Lanal, Dispar dan Dinas Perikanan dan Kelautan serta desa setempat untuk kita bangun Posko Terpadu,” tambah Mawardi usai melakukan peletakan batu pertama Posko terpadu.

Selain membangun Posko Terpadu yabg dutarget selesai 2020, menurutnya perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setempat untuk menjaga dan ikut berpartisipasi mengembangkan potensi Pulau Maspari. Termasuk melakukan pembinaan kepada masyarakat pesisir agar jangan sampai mengganggu ekosistem di sekitar pulau seperti misalnya jika ada hutan lindung dan sebagainya.

Diakui Mawardi saat ini akses ke lokasi memang masih terus dibenahi agar Pulau Maspari makin mudah dikunjungi. Sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan pulaunya dengan menempuh perjalanan 5-6 jam saja. Terpenting kata dia segala potensi terus dikembangkan agar mengundang wisatawan datang. Ia bahkan berencana segera membuat helipad untuk membuka akses melalui udara.[**]

Penulis : One

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siap Ditempati, Rusun Untuk Mahasiswa Lampung

    Siap Ditempati, Rusun Untuk Mahasiswa Lampung

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.303
    • 0Komentar

    HUNIAN nyaman bagi generasi muda, terus digalakkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk memenuhi hal itu, melalui Direktorat Jenderal Perumahan, Kementerian PUPR membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan setempat di berbagai daerah dan Rusun juga dibangun untuk mahasiswa. Yang terbaru, hasil kolaborasi apik itu, tercermin dari berdirinya rumah susun (Rusun) […]

  • Tinjau Pelabuhan Bakauheni, Ketua Satgas Ingin Pastikan Tak Lonjakan COVID-19

    Tinjau Pelabuhan Bakauheni, Ketua Satgas Ingin Pastikan Tak Lonjakan COVID-19

    • calendar_month Minggu, 16 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan petugas dan seluruh komponen serta sarana prasarana dalam rangka antisipasi mobilitas masyarakat dan pencegahan lonjakan kasus COVID-19 pascalibur Idulfitri 1442 Hijriah di wilayah Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Sabtu (16/5). Dalam hal ini, Doni juga […]

  • Peran Pers di Era Informasi Digital, Siapa Menjaga Kebenaran Saat Semua Orang Bicara?

    Peran Pers di Era Informasi Digital, Siapa Menjaga Kebenaran Saat Semua Orang Bicara?

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Yang cepat belum tentu tepat, yang ramai belum tentu layak HARI  ini, kita hidup di era informasi digital yang bergerak sangat cepat. Arus informasi datang tanpa henti, namun tidak semuanya melalui proses verifikasi informasi yang memadai. Di tengah banjir informasi digital ini, masyarakat dihadapkan pada dua pilihan percaya dengan cepat, atau menunggu dengan sadar. Masalahnya, […]

  • Rapper Palembang, di Era Pandemi

    Rapper Palembang, di Era Pandemi

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    ERA pandemi yang melanda Indonesia, justru memberi inspirasi bagi Zainal Abidin, Rapper asal Palembang yang menetap di Yogyakarta. Lagu terbarunya, Sumpah Pemuda diciptakan di tahun 2020 di era pandemi. Dibawakan dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Kali ini, Zainal Abidin memang tengah menggarap album keduanya. Berbeda dengan penggarapan album yang pertama di Jogjakarta, saat ini […]

  • Wagub Sumsel Sebut Demokrasi di Sumsel Dewasa, Gimana Nasib Rakyatnya ?

    Wagub Sumsel Sebut Demokrasi di Sumsel Dewasa, Gimana Nasib Rakyatnya ?

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Hasil tahapan terakhir dalam penetapan jumlah kursi untuk anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 sudah dilaksanakan sejak tanggal 12 Agustus 2019.

  • “ Salah Masok “   

    “ Salah Masok “  

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    Tanggal mudo Kacibob ngajak ujang pegi kepasar buat nyari sepatu, sampenyo dipasar mereka masuk kesalah satu toko sepatu dan memilih-milih sepatu yang sesuai dengan selera mereka. Setelah memilih-milih jenis sepatu mano,, akhirnyo mereka menemukan sepatu yang cocok di hati dan sepakat untuk membeli duo pasang sepatu dengan hargo Rp300.000. akan tetapi ketika Kacibob nak bayar […]

expand_less
WordPress Archive 66biolinks – Bio Links, URL Shortener, QR Codes & Web Tools (SAAS) 66qrcode – AI QR Codes & Barcodes Generator & URL Shortener (SAAS) 6amMart – Multivendor Food, Grocery, eCommerce, Parcel, Pharmacy delivery app with Admin & Website 6amMart – React User Website 6amMart – Vendor App 6Cash – Digital Wallet Mobile App with Laravel Admin Panel 8 Degree Easy Tags Pro – Premium Tagging Plugin For WordPress 8Degree Circular Menu – Responsive Circular Menu Plugin for WordPress 8Pulse – Motorcycle WordPress Theme 907 – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme