Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Menapaki Kabut, Menemukan Diri, Ketika Langkah Kaki Berdamai dengan Alam di Dieng Caldera Race

Menapaki Kabut, Menemukan Diri, Ketika Langkah Kaki Berdamai dengan Alam di Dieng Caldera Race

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
  • visibility 772
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau hidup itu ibarat lari, maka Dieng Caldera Race adalah jenis pelariannya yang bukan cuma bikin ngos-ngosan, tapi juga bikin baper dan sadar diri. Bayangkan saja di satu sisi kaki ngibrit nanjak bak dikejar mantan yang belum move on, di sisi lain mata dimanjakan oleh panorama yang bisa bikin orang galau langsung insaf. Ini bukan sekadar lomba lari, ini adalah pelarian spiritual bertabur oksigen dan kabut cinta dari alam semesta.

Di Dataran Tinggi Dieng, tempat di mana langit terasa lebih dekat dan sinyal HP lebih sering putus nyambung kayak hubungan LDR, ratusan bahkan ribuan pelari dari berbagai penjuru dunia berkumpul. Bukan cuma untuk memburu garis finish, tapi juga mengejar jawaban apa makna dari melangkah di tengah sunyi dan sejuknya alam yang mistis ini?.

Berlari di Dieng itu seperti menulis surat cinta kepada alam pakai sepatu trail dan keringat yang menetes satu-satu. Jalurnya melewati perkebunan teh Tambi yang hijau segar, lalu menembus kabut seputih janji pengantin baru. Kadang ada lembah yang dalam, kadang tanjakannya bikin napas nyangkut di leher. Tapi entah kenapa, semua kelelahan itu terasa puitis.

Di sinilah kamu akan sadar, bahwa kabut itu bukan untuk disesali karena mengaburkan pandangan, tapi justru untuk diajak berdamai, seperti masa lalu yang kita peluk walau tak bisa kita ulang.

Buat yang baru nyemplung ke dunia lari, ada jalur 10K Fun Trail. Yang udah setengah profesional bisa ambil 25K. Dan yang merasa jiwanya setara dengan Wolverine, bisa nyobain 45K atau 85K Ultra Trail, di mana tanjakan itu bukan cuma bikin pegal betis, tapi juga hati, karena setiap langkah seperti tanya, “Ngapain sih aku di sini?”.

Tapi itulah keajaiban Dieng Caldera Race tak ada yang terlalu kuat, tak ada yang terlalu lemah. Setiap orang punya cerita masing-masing, dan Dieng mendengarnya dengan angin, kabut, dan pelukan udara dingin yang menusuk sampai tulang rusuk.

Warga lokal Dieng itu seperti nasi goreng kampung di pagi hari sederhana, hangat, dan bikin kangen. Di sepanjang jalur, anak-anak bersorak seperti komentator dadakan, emak-emak ngasih pisang dan air dengan senyum ikhlas, dan penginapan warga berubah jadi rumah kedua yang tak pernah dijanjikan, tapi selalu ditunggu-tunggu.

Pelari datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga. Dieng bukan cuma destinasi, tapi pelukan ibu yang menyambut siapa pun yang datang, bahkan yang hatinya sedang patah.

Kalau kamu pikir Dieng cuma tempat dingin dan kentang rebus, maka kamu belum pernah lihat sunrise di Bukit Sikunir. Sinar keemasan yang muncul pelan-pelan di balik Gunung Sindoro itu lebih indah dari notifikasi transferan masuk. Dan sunsetnya? Seperti lagu perpisahan yang tenang tapi dalam mengingatkan bahwa setiap hari pasti ada akhir, tapi juga selalu ada awal baru.

Apalagi setelah lelah lari, kamu bisa ke Telaga Warna yang airnya berubah warna sesuai pantulan cahaya. Mirip-mirip mood kita saat nunggu chat balasan dari gebetan yang aktif online tapi nggak bales.

Dieng Caldera Race itu bukan tentang siapa yang tercepat, tapi siapa yang paling jujur pada dirinya sendiri. Lari di sana mengajarkan bahwa kadang kita harus tersesat di kabut untuk tahu arah pulang, harus lelah agar tahu nikmatnya istirahat, dan harus naik tanjakan untuk melihat betapa indahnya dunia dari ketinggian. Orang bilang lari itu olahraga. Tapi di Dieng, lari adalah meditasi dengan sepatu, refleksi diri yang berdetak dalam ritme napas dan langkah.

Di tengah deru promosi pariwisata dan tren sport tourism, Dieng Caldera Race hadir bukan sebagai lomba, tapi sebagai ritus pertemuan antara manusia dan semesta. Ia bukan hanya menumbuhkan ekonomi lokal, tapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa kita ini kecil, tapi bisa jadi besar, kalau kita cukup nekat untuk melangkah, meski tanjakan di depan terlihat seperti ujian hidup semester akhir.

Dieng tidak menjanjikan kemudahan, tapi selalu menyuguhkan keindahan. Dan dalam tiap langkah yang tertatih, selalu ada ruang untuk pulih, tertawa, dan mengucap syukur. Jadi, kalau kamu ingin lari dari penat hidup larilah ke Dieng. Di sana, kamu tak hanya menemukan pemandangan… tapi bisa jadi, kamu akan menemukan dirimu yang sempat hilang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangkitkan Ekonomi, Pasar  Rakyat Jakabaring Diharapkan Jadi Percontohan

    Bangkitkan Ekonomi, Pasar  Rakyat Jakabaring Diharapkan Jadi Percontohan

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menyambut baik adanya pasar rakyat jakabaring Palembang. Menurutnya hadirnya pasar rakyat di saat masa pandemi covid-19 ini sangat tepat sekali karena dapat mendorong perekonomian di tengah masyarakat. “Kita Pemprov Sumsel menyambut baik adanya pasar rakyat Jakabaring karena pasar tersebut untuk membantu meningkatan ekonomi rakyat kita,” kata Wagub Mawardi Yahya […]

  • 2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) menargetkan 90 % desa di wilayah Muba bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada 2021. Demikian disampaikan Bupati Musi Banyuasin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi saat memimpin Rapat Koordinasi Awal Dokumen Tatanan Kabupaten / Kota Sehat (KKS), Dalam Rangka Persiapan Kabupaten Muba Mengikuti Penilaian Swastisaba […]

  • Sumsel Raih Dua Penghargaan, Kategori Pendidikan Ekonomi Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

    Sumsel Raih Dua Penghargaan, Kategori Pendidikan Ekonomi Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) dibawah Kepemimpinan Gubernur H Herman Deru kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Terbaru penghargaan yang diterima dua penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2022 yang diselenggarakan  Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Adapun  kedua Anugerah Adinata Syariah 2022 yang diterima Pemprov Sumsel tersebut masing-masing kategori Pendidikan Ekonomi Syariah dan Kategori Pemberdayaan Ekonomi Pesantren  yang […]

  • Komunitas Pers Desak Segera Revisi UU ITE

    Komunitas Pers Desak Segera Revisi UU ITE

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 739
    • 0Komentar

    SEJUMLAH lembaga dan organisasi pers memenuhi undangan dari Kementerian Polhukam Republik Indonesia untuk memberi masukan kepada Tim Kajian Revisi UU ITE yang dikepalai oleh Dr. Sigit Purnomo dari Kedeputian III Polhukam di Jakarta, Rabu. Pertemuan tersebut diikuti ketua dan direktur lembaga yakni Ade Wahyudin (LBH Pers), Wens Manggut (Asosiasi Media Siber Indonesia), Sasmito Madrim (Aliansi […]

  • Update COVID-19 Minggu, Tidak Ada Penambahan Pasien Covid-19 di Sumsel 

    Update COVID-19 Minggu, Tidak Ada Penambahan Pasien Covid-19 di Sumsel 

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    KABAR baik kembali disampaikan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Sumatera Selatan. Sesuai update perkembangan  kasus Covid-19  melalui video conference dengan awak media, diketahui tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 baru di Sumsel pada Minggu (12/4/2020) petang. “Pada hari ini tidak ada warga sumsel yang terkena covid19 atau dapat disebut kasus covid 19 pada […]

  • Inilah Tahapan Vaksinasi COVID-19

    Inilah Tahapan Vaksinasi COVID-19

    • calendar_month Kamis, 21 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.521
    • 0Komentar

    VAKSINASI COVID-19 sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Program vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap dalam 2 gelombang yang akan berlangsung hingga Maret 2022. Gelombang I berlangsung hingga April 2021 dengan menargetkan 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta petugas publik, serta 21,5 juta lansia untuk mendapatkan vaksin. Gelombang II menargetkan 63,9 juta masyarakat rentan, lalu […]

expand_less
WordPress Archive Agetha – Creative Portfolio Template Kit Agile – Multi-Purpose App Showcase WordPress Theme Agile Scrum – Project Issue Management Agncy – Creative & Modern Portfolio WordPress Theme Agon – Multipurpose Agency WordPress Theme Agora — Event & Conference WordPress Theme Agreek – Agriculture & Organic Food WordPress Theme Agrikon – Organic Food & Agriculture WooCommerce Theme Agrile – Farm & Farmer WordPress Theme Agrimo – Agriculture & Organic Farm WordPress Theme