Obyek Wisata

Jangan Abaikan Sungai Musi Sebagai Magnet Pariwisata

Foto : faldy

Sumselterkini.co.id, Palembang – Sungai Musi adalah warisan [legacy] tertinggi untuk masyarakat Palembang, namun Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang dinilai seakan-akan mengabaikan ikon dan warisan itu.

Padahal Sungai Musi memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong, sayangnya keberadaan masih belum maksimal, seperti kualitas airnya masih jelek hingga kondisi ruang dibawah Jembatan Ampera yang belum tertata rapi.

Oleh sebab itu, diperlukan revitalisasi Sungai Musi, termasuk daerah aliran sungainya, guna dapat meningkatkan potensi pendapatan dari sektor pariwisata.

Pengamat Sosial Palembang, Bagindo Togar, mengatakan seandainya dibuatkan survey wisatawan pada penerbangan, pasti jawabnya hampir 99% wisatawan ingin melihat Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang ke duanya tidak bisa dipisahkan.

“Misanya ada pertanyaan sudah berapa lama Musi itu tidak di keruk?, yang saya tahu, sekitar 30 tahun lebih,” terangnya saat dibincangi, Rabu (27/2/19).

Padahal Indonesia punya PT Rukindo (Pengerukan Indonesia) yang dibawah langsung Kementerian Perhubungan. Apa salahnya jika Pemkot Palembang melayangkan surat pengajuan, kan, bisa selesai masalah pendangkalan Sungai Musi.

Sementara untuk menambah PAD, bisa ditutup Jembatan Ampera untuk kantong-kantong parkir kendaraan bermotor.

“Tapi memang dengan catatan harus ada tambahan jembatan yang sudah ada itubenar – benar dioperasionalkan, apa lagi sekarang sudah ada LRT dan sudah ada tambahan 2 jembatan lagi,”tuturnya.

Dia menambahkan kalau semua view oultet pariwisata ditata rapi di sepanjang Jembatan Ampera, dan hanya becak, sepeda serta pejalan kaki yang diperkenankan melintas, maka kelak PAD meningkat secara signifikan dari sektor pariwisata, terutama Sungai Musi.

“Contohnya Malioboro Yogyakarta, panjangnya itu hanya 1,1 km, tetapi dalam posisi Low Season pendapatan disana bisa mencapai Rp600 juta per hari.  Bahkan jika lagi High Season bisa mencapai Rp5 miliar,”ulasnya.

Karena disana menurutnya lagi bangunan tua, Kantor Gubernur, Keraton Jogja, Los jualan dan Galery dapat menarik minat wisata.

“Kenapa kita tidak bisa seperti itu, dengan view Musi dan jualan di sepanjang Jembatan Ampera,” ungkapnya.

Pernah lihat juga, kan  paparnya, plang Jalan Malioboro di pangkal jalan disana, berapa juta orang sudah berfoto disana, coba kalau kita buat di Palembang, ratusan plang nama bisa kita buat dengan konsep yang sama pasti akan menarik minat wisata.

Intinya, lanjut dia, jika wisatawan melancong ke Palembang dengan tujuan melihat Sungai Musi hanya 15 menit bisa ditempuh dibanding melancong ke Danau Toba, Sumatera Utara, ataupun Bukit Tinggi di Sumatera Barat dengan menempuh berjalanan berjam-jam.

“Artinya harus ada upaya pemerintah untuk extra serius dan kreatif dan maksimal mengekspos juga mengeksplorasi magnet kepariwisataan dari sungai, yang merupakan warisan alam tertinggi. Bahkan sarat dengan nilai- nilai sosial budaya, maupun sejarah peradaban moderen masyarakat Palembang,” tutupnya.[**]

 

Penulis : Faldy

 

 

Comments

Terpopuler

To Top