Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Botubarani, Desa Kreatif di Balik Pesona Hiu Paus Gorontalo

Botubarani, Desa Kreatif di Balik Pesona Hiu Paus Gorontalo

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 1.515
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Botubarani, kehadiran hiu paus justru bikin orang tersenyum lebar daripada panik, makhluk laut raksasa ini muncul tiap tahun, bukan cuma untuk pamer ukuran, tapi juga berperan sebagai “alat marketing alami” bagi desa kecil yang mendadak penuh dengan ide kreatif dan peluang wisata baru.

Sejak pertama muncul pada 2016, hiu paus telah menjadi ikon Botubarani, dari bibir pantai, wisatawan bisa melihatnya dengan mata telanjang. Iya, cuma selangkah dari air!, kalau mau lebih dekat, ada perahu nelayan, paddleboard, bahkan perahu transparan plus drone untuk foto dari atas.

Sensasinya? lagi jalan-jalan santai, eh tetiba ketemu makhluk sebesar bus mini, tapi nggak perlu panik. Deg-degan campur kagum, plus sedikit humor absurd karena rasanya nggak nyangka bisa dekat dengan hewan sebesar itu tanpa harus nonton dokumenter.

Tapi jangan salah, meski hiu paus kelihatan santai, ada aturan mainnya. Wisatawan wajib menjaga jarak, tidak memberi makan langsung, dan jangan mencemari laut. Kalau nggak, bukan cuma hiu yang sakit hati, tapi alam juga bisa tersinggung. Moralnya jelas, kesenangan manusia nggak boleh mengganggu makhluk lain. Kalau plankton kecil aja bisa bikin hiu senang, manusia juga harus belajar menghargai alam.

Nah, yang bikin Botubarani unik bukan cuma hiu paus. Warga desa ternyata sangat kreatif. Mereka sadar, kalau hiu paus terganggu, wisata bisa mati. Makanya mereka menyiapkan rumpon plankton supaya hiu paus datang rutin. Misalnya plankton sekecil itu jadi alasan raksasa laut mampir! Kalau plankton bisa viral di TikTok, pasti udah punya jutaan followers.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Botubarani, Wahab Matoka, bilang, “Kami ingin wisata di sini berbeda dari Bali. Tapi jumlah pengunjung tetap harus bikin kantong warga senang, hati hiu senang, dan laut tetap adem ayem”.

Jadi, kalau hiu lagi tidur, wisatawan masih bisa menikmati atraksi lain seperti wisata religi di Bubohu Bongo atau fasilitas pantai bersih di Pantai Dulanga. Bisa dibilang, desa ini punya plan B, kalau raksasa laut lagi nggak mood.

Yang paling lucu, warga sampai menganggap hiu paus ibarat  tamu VIP tahunan, ada rumpon plankton, ada perahu transparan, ada panduan wisata, semua demi memastikan tamu besar ini nyaman.

Kalau tamu VIP di kota aja dikasih karpet merah, apalagi raksasa laut yang diameternya bisa bikin mobil terlipat tiga kali. Dan jangan lupa, hiu paus ini vegetarian. Jadi kalau ada wisatawan yang panik mikir kena gigit?, santai saja, yang digigit cuma plankton.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya keseimbangan antara wisata dan konservasi. “Wisata di sini harus berkembang berkelanjutan, kita harus menjaga area konservasi dan kelestarian hiu paus agar daya tarik tetap ada di masa depan,” ujarnya saat berdialog dengan masyarakat, pesan ini jelas seru-seruan boleh, tapi tanggung jawab wajib.

Botubarani juga menunjukkan  pariwisata tidak harus monoton, atraksi tambahan dibuat supaya desa tidak hanya bergantung pada hiu paus.

Wisata religi, fasilitas pantai bersih, dan kegiatan edukasi tentang ekosistem laut jadi variasi menarik. Wisatawan tidak cuma melihat hiu, tapi juga belajar menghargai alam dan kreativitas warga lokal. Bisa dibilang, desa ini punya paket lengkap: hiburan, edukasi, dan ekonomi.

Ekonomi lokal ikut bergerak, wisata yang dikelola sendiri memberi warga kesempatan berinovasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan.

Semua ini bisa berjalan karena ada sinergi antara warga, pemerintah, dan wisatawan. Kalau semuanya selaras, hiu senang, plankton senang, laut aman, dan warga tersenyum sambil menghitung rupiah, multitasking yang luar biasa.

Jadi, Botubarani bukan hanya desa kecil di Gorontalo,  desa ini dengan raksasa laut, ide kreatif, dan humor alami yang bikin wisatawan tersenyum.

Hiu paus bukan cuma primadona, tapi simbol bagaimana manusia bisa menikmati alam tanpa merusaknya, dan jangan pernah meremehkan plankton. Makhluk kecil itu punya peran besar, sama seperti tanggung jawab kita untuk menjaga lingkungan.

Oleh karena itu, Botubarani mengajarkan kita satu hal, yakni keseruan dan edukasi bisa berjalan beriringan. Wisata bisa bikin bahagia, tapi alam juga harus ikut senang. Jadi kalau suatu hari kamu ke Gorontalo, jangan kaget kalau ketemu raksasa laut ini, siap-siap saja kagum, tertawa, dan belajar sekaligus.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamanan Obyek Vital, Bank Sumsel Babel & Polda Sumsel Teken Kesepakatan

    Pengamanan Obyek Vital, Bank Sumsel Babel & Polda Sumsel Teken Kesepakatan

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.953
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel dan Polda Sumatera Selatan jalin sinergitas dengan melakukan penandatanganan kesepakatan pengamanan objek vital. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin dan Kapolda Sumatera Selatan, Bapak Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra S, MM disaksikan langsung oleh Direktur Umum BSB, Samiluddin dan beberapa petinggi Polda Sumsel. Dengan ratusan […]

  • Subsden 3 KBR Polda Sumsel Semprot Disinfektan di 6 Lokasi

    Subsden 3 KBR Polda Sumsel Semprot Disinfektan di 6 Lokasi

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    POLDA Sumsel melalui Subden 3 Kimia Biologi Radioaktif (KBR) Detasemen Gegana Satbrimob yang tergabung dalam Operasi Kontijensi Aman Nusa II, melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah area publik yang berada di Kota Palembang, kemarin. Penyemprotan ini guna memutus mata rantai Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Ada enam lokasi dilakukan penyemprotan disinfektan, diantaranya Kantor Penerbit Erlangga Jl. Demang […]

  • Hadir di Desa Saleh Mulya Banyuasin, Gerakan Nasional Revolusi Mental UIN Raden Fatah Bekali Pemuda Melek Digital

    Hadir di Desa Saleh Mulya Banyuasin, Gerakan Nasional Revolusi Mental UIN Raden Fatah Bekali Pemuda Melek Digital

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.721
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) UIN Raden Fatah Palembang yang didukung Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Forum Rektor Indonesia (FRI) hadir di Desa Saleh Mulya Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan membekali pemuda yang merupakan jurnalis desa untuk melek digital dalam kegiatan dengan tema Pembekalan Literasi Digital Jurnalis Desa, […]

  • Bupati Banyuasin Serahkan Tiga Alsintan Di Tiga Kecamatan

    Bupati Banyuasin Serahkan Tiga Alsintan Di Tiga Kecamatan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.375
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani didampingi Kepala Dinas Pertanian Zainuddin dan Sekda Banyuasin H. Senen Har, hari ini menyerahkan tiga unit alat berat berupa Alat panen padi Combaine Harvester  kepada tiga Ketua kelompok tani di tiga kecamatan, yakni Sarmidi Ketua POKTAN Suka Makmur Desa Sri Katon kecamatan Air Saleh, H.M. Ali Ketua POKTAN Bausaka Desa Muara Baru […]

  • Aceh Tengah, Kab. Pidie Jaya Gempa M4,5

    Aceh Tengah, Kab. Pidie Jaya Gempa M4,5

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika [BMKG] melaporkan terjadi gempa bumi magnitudo 4,5 di  Barat Daya Kab. PidieJaya, Aceh Tengah pukul 22 :14 WIB, Jumat [9/4/2021]. Dalam situs resminya, BMKG melaporkan gempa tersebut terjadi di kedalaman 6 km, dengan lokasi 4.76 LU – 96.15 BT. Pusat gempa berada di darat 29 km Barat Daya Kab. PidieJaya. Dirasakan […]

  • Skrining TB Palembang Dikebut di 18 Kecamatan, Radiografer Mulai Diburu, X-Ray Portable Menyusul

    Skrining TB Palembang Dikebut di 18 Kecamatan, Radiografer Mulai Diburu, X-Ray Portable Menyusul

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TB) di Palembang mulai diperluas ke seluruh wilayah. Setelah sekitar 2.900 warga menjalani pemeriksaan dari lebih 3.000 sasaran, Dinas Kesehatan Kota Palembang kini menyiapkan tenaga radiografer untuk mendukung skrining hingga 18 kecamatan. Kebutuhan tenaga muncul seiring rencana perluasan penggunaan rontgen atau X-ray portable. Alat ini nantinya tidak hanya digunakan […]

expand_less
WordPress Archive Envira Gallery | Dropbox Importer Addon Envira Gallery | Dynamic Addon Envira Gallery | EXIF Addon Envira Gallery | Featured Content Addon Envira Gallery | Fullscreen Addon Envira Gallery | Gallery Themes Addon Envira Gallery | Lightroom Addon Envira Gallery | NextGEN Importer Addon Envira Gallery – Pagination Addon Envira Gallery | Password Protection Addon