Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Botubarani, Desa Kreatif di Balik Pesona Hiu Paus Gorontalo

Botubarani, Desa Kreatif di Balik Pesona Hiu Paus Gorontalo

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 1.507
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Botubarani, kehadiran hiu paus justru bikin orang tersenyum lebar daripada panik, makhluk laut raksasa ini muncul tiap tahun, bukan cuma untuk pamer ukuran, tapi juga berperan sebagai “alat marketing alami” bagi desa kecil yang mendadak penuh dengan ide kreatif dan peluang wisata baru.

Sejak pertama muncul pada 2016, hiu paus telah menjadi ikon Botubarani, dari bibir pantai, wisatawan bisa melihatnya dengan mata telanjang. Iya, cuma selangkah dari air!, kalau mau lebih dekat, ada perahu nelayan, paddleboard, bahkan perahu transparan plus drone untuk foto dari atas.

Sensasinya? lagi jalan-jalan santai, eh tetiba ketemu makhluk sebesar bus mini, tapi nggak perlu panik. Deg-degan campur kagum, plus sedikit humor absurd karena rasanya nggak nyangka bisa dekat dengan hewan sebesar itu tanpa harus nonton dokumenter.

Tapi jangan salah, meski hiu paus kelihatan santai, ada aturan mainnya. Wisatawan wajib menjaga jarak, tidak memberi makan langsung, dan jangan mencemari laut. Kalau nggak, bukan cuma hiu yang sakit hati, tapi alam juga bisa tersinggung. Moralnya jelas, kesenangan manusia nggak boleh mengganggu makhluk lain. Kalau plankton kecil aja bisa bikin hiu senang, manusia juga harus belajar menghargai alam.

Nah, yang bikin Botubarani unik bukan cuma hiu paus. Warga desa ternyata sangat kreatif. Mereka sadar, kalau hiu paus terganggu, wisata bisa mati. Makanya mereka menyiapkan rumpon plankton supaya hiu paus datang rutin. Misalnya plankton sekecil itu jadi alasan raksasa laut mampir! Kalau plankton bisa viral di TikTok, pasti udah punya jutaan followers.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Botubarani, Wahab Matoka, bilang, “Kami ingin wisata di sini berbeda dari Bali. Tapi jumlah pengunjung tetap harus bikin kantong warga senang, hati hiu senang, dan laut tetap adem ayem”.

Jadi, kalau hiu lagi tidur, wisatawan masih bisa menikmati atraksi lain seperti wisata religi di Bubohu Bongo atau fasilitas pantai bersih di Pantai Dulanga. Bisa dibilang, desa ini punya plan B, kalau raksasa laut lagi nggak mood.

Yang paling lucu, warga sampai menganggap hiu paus ibarat  tamu VIP tahunan, ada rumpon plankton, ada perahu transparan, ada panduan wisata, semua demi memastikan tamu besar ini nyaman.

Kalau tamu VIP di kota aja dikasih karpet merah, apalagi raksasa laut yang diameternya bisa bikin mobil terlipat tiga kali. Dan jangan lupa, hiu paus ini vegetarian. Jadi kalau ada wisatawan yang panik mikir kena gigit?, santai saja, yang digigit cuma plankton.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya keseimbangan antara wisata dan konservasi. “Wisata di sini harus berkembang berkelanjutan, kita harus menjaga area konservasi dan kelestarian hiu paus agar daya tarik tetap ada di masa depan,” ujarnya saat berdialog dengan masyarakat, pesan ini jelas seru-seruan boleh, tapi tanggung jawab wajib.

Botubarani juga menunjukkan  pariwisata tidak harus monoton, atraksi tambahan dibuat supaya desa tidak hanya bergantung pada hiu paus.

Wisata religi, fasilitas pantai bersih, dan kegiatan edukasi tentang ekosistem laut jadi variasi menarik. Wisatawan tidak cuma melihat hiu, tapi juga belajar menghargai alam dan kreativitas warga lokal. Bisa dibilang, desa ini punya paket lengkap: hiburan, edukasi, dan ekonomi.

Ekonomi lokal ikut bergerak, wisata yang dikelola sendiri memberi warga kesempatan berinovasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan.

Semua ini bisa berjalan karena ada sinergi antara warga, pemerintah, dan wisatawan. Kalau semuanya selaras, hiu senang, plankton senang, laut aman, dan warga tersenyum sambil menghitung rupiah, multitasking yang luar biasa.

Jadi, Botubarani bukan hanya desa kecil di Gorontalo,  desa ini dengan raksasa laut, ide kreatif, dan humor alami yang bikin wisatawan tersenyum.

Hiu paus bukan cuma primadona, tapi simbol bagaimana manusia bisa menikmati alam tanpa merusaknya, dan jangan pernah meremehkan plankton. Makhluk kecil itu punya peran besar, sama seperti tanggung jawab kita untuk menjaga lingkungan.

Oleh karena itu, Botubarani mengajarkan kita satu hal, yakni keseruan dan edukasi bisa berjalan beriringan. Wisata bisa bikin bahagia, tapi alam juga harus ikut senang. Jadi kalau suatu hari kamu ke Gorontalo, jangan kaget kalau ketemu raksasa laut ini, siap-siap saja kagum, tertawa, dan belajar sekaligus.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar COVID Cepat Berlalu, Mendes Himbau Kades Dan Warga Doa Bersama

    Agar COVID Cepat Berlalu, Mendes Himbau Kades Dan Warga Doa Bersama

    • calendar_month Minggu, 4 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 724
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengirimkan surat resmi yang ditujukan kepada seluruh Kepala Desa, Para Pendamping Desa dan seluruh warga desa berupa imbauan untuk melakukan doa bersama. Doa ini untuk menyikapi kondisi kekinian di Indonesia dengan kembali meningkatnya angka Covid-19. Dalam surat resmi tersebut, Menteri Halim Iskandar mengimbau seluruh Kepala […]

  • Asyiik.. Muba Punya Program Ada SiApe, Apa Manfaatnya?

    Asyiik.. Muba Punya Program Ada SiApe, Apa Manfaatnya?

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    PELAYANAN publik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dikembangkan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat. Kali ini, di Kecamatan Sungai Keruh telah meluncurkan program Siap Antar Pelayanan atau Program (SiApe), yang mana bagi warga yang ingin membuat KTP dan kebutuhan administrasi lainnya hanya cukup menunggu di rumah. “Program SiAPe adalah program output layanan yang diberikan kepada masyarakat baik itu surat […]

  • Jelang HUT Kota Palembang ke-1336, Pemkot Palembang Gelar Berbagai Event

    Jelang HUT Kota Palembang ke-1336, Pemkot Palembang Gelar Berbagai Event

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    DALAM rangka menyambut hari jadi Kota Palembang ke-1336 yang jatuh pada 17 Juni mendatang, Pemerintah Kota Palembang akan menggelar berbagai event. Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Palembang Ratu Dewa saat memimpin rapat persiapan HUT Kota Palembang di ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Senin (27/5/2019). “Untuk memeriahkan HUT Kota Palembang akan kita gelar berbagai event khususnya event […]

  • Cuti Lebaran, 30 Mei -9 Juni 2019

    Cuti Lebaran, 30 Mei -9 Juni 2019

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    BADAN Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan libur cuti bersama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah atau Lebaran akan dimulai pada tanggal 30 Mei hingga 9 Juni 2019. Bila ditotal, jumlah cuti bersama bagi para abdi negara pada Lebaran tahun ini mencapai 11 hari. Jumlah itu lebih banyak dibanding libur […]

  • Bakal Ada Rembuk Aktivis se-Sumsel 2019, Tunggu Tanggal Mainnya

    Bakal Ada Rembuk Aktivis se-Sumsel 2019, Tunggu Tanggal Mainnya

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    300 aktivis dan mahasiswa lintas generasi bakal menggelar Rembuk Aktivis se-Sumsel 2019 yang berlangsung 19-21 September di The Zury Hotel Jalan Radial Palembang. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur Sumsel Herman Deru. Gubernur HD berharap melalui agenda rembuk ini dapat menempatkan kerangka berpikir yang positif yang dapat menunjang pembangunan Sumsel. Hal itu dikatakannya saat […]

  • Kabupaten Tetangga di Sumsel Diuntungkan Adanya Center Excellent RSUD Sekayu, Apa Saja ?

    Kabupaten Tetangga di Sumsel Diuntungkan Adanya Center Excellent RSUD Sekayu, Apa Saja ?

    • calendar_month Minggu, 27 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.096
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Keberadaan Center Excellent [CE] di RSUD Sekayu membawa manfaat bagi masyarakat di luar Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], karena pasien yang dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Pali, Mura, Kota Lubuklinggau dan RSUD Muratara akan lebih mudah, cepat dan dekat merujuk pasien ke RSUD Sekayu. Keberadaan dan kemampuan melakukan operasi Laparoscopy ini di RSUD […]

expand_less
WordPress Archive Envira Gallery | Dropbox Importer Addon Envira Gallery | Dynamic Addon Envira Gallery | EXIF Addon Envira Gallery | Featured Content Addon Envira Gallery | Fullscreen Addon Envira Gallery | Gallery Themes Addon Envira Gallery | Lightroom Addon Envira Gallery | NextGEN Importer Addon Envira Gallery – Pagination Addon Envira Gallery | Password Protection Addon