Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Bali Menari, Wisata Ikut Berlari & Pesta Budaya Tak Pernah Pensiun

Bali Menari, Wisata Ikut Berlari & Pesta Budaya Tak Pernah Pensiun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
  • visibility 804
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau Bali itu gadis, maka Pesta Kesenian Bali (PKB) adalah dandanan lengkapnya, dari bedak tipis sampai sanggul megar yang siap dibawa ke kondangan, semua keluar. Dan seperti gadis Bali yang tak pernah kehabisan bunga kamboja di telinga, PKB juga tak pernah kehabisan ide buat bikin kita terpukau, terkagum, dan kalau dompet tipis sedikit menyesal beli es kelapa muda seharga gorengan sepiring.

Tanggal 21 Juni 2025 kemarin, Denpasar kembali bergoyang, bukan karena gempa, tapi karena ribuan seniman turun ke jalan, mereka bukan demo, bukan pula rebutan BLT, tapi ikut Peed Aya, alias pawai budaya.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, pun hadir dengan wajah berseri seperti habis dipijat refleksi. “PKB ini bukan cuma soal budaya, tapi juga duit berputar dan senyum mengembang,” katanya, sambil menyambut seniman dan wisatawan yang tumpah ruah kayak warung makan pas jam istirahat kantor.

Kalau kata pepatah tua, “Tak ada rotan, akar pun jadi,”. Tapi di Bali, bukan cuma rotan dan akar, bahkan sabut kelapa pun bisa dijadikan seni. PKB bukan sekadar pameran tari atau suara gamelan yang bikin bulu kuduk berdiri, ini adalah festival hidup, tempat kreativitas lokal menari di atas globalisasi yang kadang suka nyelonong tanpa pamit.

Dan jangan salah, PKB itu bukan acara nari di bale banjar doang. Ekonominya juga ikut meliuk-liuk. Tahun lalu, PKB ngasih kontribusi ekonomi sampai Rp192,3 miliar. Itu belum termasuk omzet penjual bakso tusuk dan penyewaan payung dadakan. Tingkat hunian penginapan naik 2% yang artinya, bukan cuma nyali yang bangkit pas nonton barong, tapi juga ekonomi rakyat yang pelan-pelan bangkit dari rebahan panjang.

Wamenpar Ni Luh Puspa kayaknya paham betul bahwa PKB bukan cuma tontonan, tapi tuntunan. PKB jadi bukti bahwa di tengah tren TikTok dan filter muka glowing, anak-anak muda Bali masih getol nguri-uri budaya, dari yang tadinya cuma tahu suara seruling dari ringtone, sekarang bisa bikin komposisi tarian yang bikin wisatawan Jepang mengangguk-angguk sambil motret pakai iPad.

Oleh karena itu, pemerintah pusat mendorong daerah lain untuk nyontek PKB, bukan nyontek soal bikin pawai, tapi semangatnya, seperti  ujian nasional, kalau nyonteknya bener bisa lulus bareng-bareng. Tapi bedanya, yang ini nyontek seni, bukan kunci jawaban.

Bukan PKB namanya kalau nggak internasional, tahun ini, ada juga Bali World Culture Celebration (BWCC), ajang yang bikin seniman dari luar negeri datang bukan cuma buat liburan dan yoga, tapi juga manggung bareng seniman lokal. Jadi kalau biasanya turis bule cuma bisa joget asal-asalan di Kuta, sekarang mereka bisa nari bareng dalam panggung yang sah dan tak beresiko disangka kerasukan.

PKB bukan hanya milik Bali. Ia milik semua yang percaya bahwa budaya itu bukan pajangan di museum, tapi irama yang hidup di tengah pasar, di dalam tarian, dalam senyum mbok-mbok penjual jaje uli, dan dalam tiap dengung gong yang menyapa subuh.

Pepatah bilang, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Tapi di PKB, kita semua nggak cuma menjunjung langit, tapi juga ngibing bareng di bawahnya. Kalau hidupmu lagi gersang, datanglah ke PKB. Siapa tahu, kamu nggak cuma nemu inspirasi… tapi juga jodoh penari kecak.

Kalau hidup kamu terasa monoton kayak nasi putih tanpa lauk, datanglah ke PKB, di sini, warna-warni budaya Bali bisa jadi sambal matah buat rasa bosanmu. Kalau hatimu sedang lelah karena terlalu sering ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, nonton tari Legong bisa jadi pelipur lara yang lebih ampuh dari playlist galau.

Ingat, budaya itu bukan cuma warisan, tapi juga warisan yang harus dirawat, bukan cuma dipajang di ruang tamu seperti piagam RT. PKB mengajarkan kita satu hal penting bahwa jadi modern itu boleh, asal jangan lupa pulang. Pulang ke akar, pulang ke seni, pulang ke identitas.

Kalau diibaratkan, PKB itu kayak nasi jinggo kecil, merakyat, tapi bikin kenyang batin,  seperti penari kecak yang tak pernah sendirian, menjaga budaya pun sebaiknya ramai-ramai, jangan cuma selfie pas festival doang lalu hilang bagai mantan yang tak sempat pamit. Menari sebelum usia menendang lutut, tertawalah sebelum gigi tinggal dua.

Hidup budaya!, Hidup seni!, dan hidup kita yang masih bisa ketawa meski cicilan belum lunas!. Salam dari Bali, tempat di mana budaya tak pernah pensiun, cuma ganti baju jadi lebih gemerlap.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Prioritaskan Kesehatan dan Keamanan Masyarakat Libur Nataru

    Pemerintah Prioritaskan Kesehatan dan Keamanan Masyarakat Libur Nataru

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memprioritaskan perlindungan Kesehatan dan keamanan masyarakat selama libur Natal & Tahun Baru (Nataru) 2021-2022 karena itu sudah menjadi prioritas. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, menjelaskan, perlindungan kesehatan dilakukan dengan terus mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan (prokes) dan menjaga ketertiban di rumah dan tempat umum. “Perlindungan kesehatan dan […]

  • 3 Hal Ini Patut Diperhatikan Agar UMKM Berkembang di Sumsel

    3 Hal Ini Patut Diperhatikan Agar UMKM Berkembang di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.860
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru  mengaharapkan  Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANASDA) Provinsi Sumatera Selatan  dan Dekranasda Kabupaten/Kota memperhatikan keterampilan, permodalan dan marketing.  Hal itu diungkapkannya saat membuka Kriya Sriwijaya Home Decoration 2022 bertempat di OPI Mall, Selasa (25/10). “Tiga tantangan ini  harus terus diasah, bila perlu para perajin diberikan  pelatihan dan […]

  • Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro Ajak Warga Negara RI Tetap Patuhi Protokes, “Satu Tindakan Kecil Kita Berarti Ribuan, Bahkan Jutaan Nyawa Selamat & Kembali Beraktivitas Dengan Sehat,” Pesannya

    Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro Ajak Warga Negara RI Tetap Patuhi Protokes, “Satu Tindakan Kecil Kita Berarti Ribuan, Bahkan Jutaan Nyawa Selamat & Kembali Beraktivitas Dengan Sehat,” Pesannya

    • calendar_month Minggu, 4 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.981
    • 0Komentar

    COVID-19 paling mudah menular pada kondisi ruangan tertutup, kesempatan pertemuan panjang (lebih 15 menit), dan interaksi jarak dekat, keramaian. Begitu juga aktivitas lainnya yang membuka risiko penyebaran percikan droplet seperti bernyanyi, berbicara, tertawa, terutama pada saat tidak memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain. Demikian kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan […]

  • Punya Galaxy S23 Series 5G ? Bisa Bagikan Momen Ngabuburit dengan Sangat Epic

    Punya Galaxy S23 Series 5G ? Bisa Bagikan Momen Ngabuburit dengan Sangat Epic

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.396
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, – Ngabuburit selalu menjadi kegiatan favorit masyarakat Indonesia saat menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Beragam aktivitas pun dilakukan, seperti berolahraga, explore resep baru, hingga jalan-jalan sore sambil mencari menu takjil. Agar aktivitas ngabuburit lebih produktif dan bermanfaat, kamu bisa mengabadikan momen ngabuburit untuk dijadikan konten yang epic menggunakan Galaxy S23 Series 5G.   “Smartphone yang ada di tangan kita […]

  • Tidak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin COVID-19, Manfaatnya Sama

    Tidak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin COVID-19, Manfaatnya Sama

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    MASYARAKAT diimbau untuk tidak perlu pilih-pilih jenis vaksin. Seluruh vaksin yang disediakan dipastikan aman dan efektik, serta memberikan manfaat yang sama untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari virus penyebab COVID-19. Hingga Agustus 2021, ada 5 jenis vaksin yang sudah tiba di Indonesia, yakni Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm (untuk vaksinasi Gotong Royong), yang semuanya […]

  • Mahasiswa MUBA Yogyakarta Bukan Cuma Berebut Hadiah, Ini yang Terjadi

    Mahasiswa MUBA Yogyakarta Bukan Cuma Berebut Hadiah, Ini yang Terjadi

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, YOGYAKARTA – Bukan soal siapa yang pulang membawa hadiah. Di balik semarak perlombaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, mahasiswa Musi Banyuasin (MUBA) di Yogyakarta justru punya momen untuk kembali berkumpul dan memperkuat rasa kekeluargaan. Suasana tersebut terasa dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Asrama Putri […]

expand_less
WordPress Archive Autostar – Car Rental WordPress Theme AutoTrics – Car Repair & Auto Service Elementor Template Kit Autozpro – Auto Parts WooCommerce WordPress Theme Autrics | Car Services and Auto Mechanic WordPress Theme Autumn – Responsive Prestashop 1.6 Theme with Blog Autusin - Auto Parts & Car Accessories Shop Elementor WooCommerce WordPress Theme Auxo – Minimal WooCommerce Shopping WordPress Theme Auzora – Drone Aerial Photography Elementor Template Kit AV Studio – One Page WordPress Theme Avada | Website Builder For WordPress & WooCommerce