Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Bali Menari, Wisata Ikut Berlari & Pesta Budaya Tak Pernah Pensiun

Bali Menari, Wisata Ikut Berlari & Pesta Budaya Tak Pernah Pensiun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
  • visibility 813
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau Bali itu gadis, maka Pesta Kesenian Bali (PKB) adalah dandanan lengkapnya, dari bedak tipis sampai sanggul megar yang siap dibawa ke kondangan, semua keluar. Dan seperti gadis Bali yang tak pernah kehabisan bunga kamboja di telinga, PKB juga tak pernah kehabisan ide buat bikin kita terpukau, terkagum, dan kalau dompet tipis sedikit menyesal beli es kelapa muda seharga gorengan sepiring.

Tanggal 21 Juni 2025 kemarin, Denpasar kembali bergoyang, bukan karena gempa, tapi karena ribuan seniman turun ke jalan, mereka bukan demo, bukan pula rebutan BLT, tapi ikut Peed Aya, alias pawai budaya.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, pun hadir dengan wajah berseri seperti habis dipijat refleksi. “PKB ini bukan cuma soal budaya, tapi juga duit berputar dan senyum mengembang,” katanya, sambil menyambut seniman dan wisatawan yang tumpah ruah kayak warung makan pas jam istirahat kantor.

Kalau kata pepatah tua, “Tak ada rotan, akar pun jadi,”. Tapi di Bali, bukan cuma rotan dan akar, bahkan sabut kelapa pun bisa dijadikan seni. PKB bukan sekadar pameran tari atau suara gamelan yang bikin bulu kuduk berdiri, ini adalah festival hidup, tempat kreativitas lokal menari di atas globalisasi yang kadang suka nyelonong tanpa pamit.

Dan jangan salah, PKB itu bukan acara nari di bale banjar doang. Ekonominya juga ikut meliuk-liuk. Tahun lalu, PKB ngasih kontribusi ekonomi sampai Rp192,3 miliar. Itu belum termasuk omzet penjual bakso tusuk dan penyewaan payung dadakan. Tingkat hunian penginapan naik 2% yang artinya, bukan cuma nyali yang bangkit pas nonton barong, tapi juga ekonomi rakyat yang pelan-pelan bangkit dari rebahan panjang.

Wamenpar Ni Luh Puspa kayaknya paham betul bahwa PKB bukan cuma tontonan, tapi tuntunan. PKB jadi bukti bahwa di tengah tren TikTok dan filter muka glowing, anak-anak muda Bali masih getol nguri-uri budaya, dari yang tadinya cuma tahu suara seruling dari ringtone, sekarang bisa bikin komposisi tarian yang bikin wisatawan Jepang mengangguk-angguk sambil motret pakai iPad.

Oleh karena itu, pemerintah pusat mendorong daerah lain untuk nyontek PKB, bukan nyontek soal bikin pawai, tapi semangatnya, seperti  ujian nasional, kalau nyonteknya bener bisa lulus bareng-bareng. Tapi bedanya, yang ini nyontek seni, bukan kunci jawaban.

Bukan PKB namanya kalau nggak internasional, tahun ini, ada juga Bali World Culture Celebration (BWCC), ajang yang bikin seniman dari luar negeri datang bukan cuma buat liburan dan yoga, tapi juga manggung bareng seniman lokal. Jadi kalau biasanya turis bule cuma bisa joget asal-asalan di Kuta, sekarang mereka bisa nari bareng dalam panggung yang sah dan tak beresiko disangka kerasukan.

PKB bukan hanya milik Bali. Ia milik semua yang percaya bahwa budaya itu bukan pajangan di museum, tapi irama yang hidup di tengah pasar, di dalam tarian, dalam senyum mbok-mbok penjual jaje uli, dan dalam tiap dengung gong yang menyapa subuh.

Pepatah bilang, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Tapi di PKB, kita semua nggak cuma menjunjung langit, tapi juga ngibing bareng di bawahnya. Kalau hidupmu lagi gersang, datanglah ke PKB. Siapa tahu, kamu nggak cuma nemu inspirasi… tapi juga jodoh penari kecak.

Kalau hidup kamu terasa monoton kayak nasi putih tanpa lauk, datanglah ke PKB, di sini, warna-warni budaya Bali bisa jadi sambal matah buat rasa bosanmu. Kalau hatimu sedang lelah karena terlalu sering ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, nonton tari Legong bisa jadi pelipur lara yang lebih ampuh dari playlist galau.

Ingat, budaya itu bukan cuma warisan, tapi juga warisan yang harus dirawat, bukan cuma dipajang di ruang tamu seperti piagam RT. PKB mengajarkan kita satu hal penting bahwa jadi modern itu boleh, asal jangan lupa pulang. Pulang ke akar, pulang ke seni, pulang ke identitas.

Kalau diibaratkan, PKB itu kayak nasi jinggo kecil, merakyat, tapi bikin kenyang batin,  seperti penari kecak yang tak pernah sendirian, menjaga budaya pun sebaiknya ramai-ramai, jangan cuma selfie pas festival doang lalu hilang bagai mantan yang tak sempat pamit. Menari sebelum usia menendang lutut, tertawalah sebelum gigi tinggal dua.

Hidup budaya!, Hidup seni!, dan hidup kita yang masih bisa ketawa meski cicilan belum lunas!. Salam dari Bali, tempat di mana budaya tak pernah pensiun, cuma ganti baju jadi lebih gemerlap.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teken Kesepakatan Dengan DJKN, Selain Soal Ini, Harno Berharap 3 Masalah Ini Bisa Ditertibkan, DJKN : Sebagai Pengelola Aset, “Jangan Kita yang Bekerja, Tapi Asetnya Tidur”

    Teken Kesepakatan Dengan DJKN, Selain Soal Ini, Harno Berharap 3 Masalah Ini Bisa Ditertibkan, DJKN : Sebagai Pengelola Aset, “Jangan Kita yang Bekerja, Tapi Asetnya Tidur”

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    UNTUK mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Palembang, Pemerintah kota Palembang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Wilayah Sumsel, Jambi dan Bangka Belitung sengaja melakukan MoU guna merealisasikan terkait aset-aset Pemerintah kota Palembang.   Selain itu Pemerintah kota Palembang, melalui Walikota Palembang, H. Harnojoyo juga sangat berharap, permasalahan terkait piutang juga segera dapat […]

  • Produksi Melimpah, Sumsel Optimis Tetap Masuk 10 Besar Nasional  Daerah Penghasil Jagung

    Produksi Melimpah, Sumsel Optimis Tetap Masuk 10 Besar Nasional  Daerah Penghasil Jagung

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 579
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) setempat optimis  akan mencapai target swasembada jagung  dengan produksi satu  juta  ton jagung pipilan kering di tahun  2021 ini. Dimana pada awal tahun 2021 lalu   Sumsel  masih masuk 10 besar nasional sebagai daerah penghasil jagung. Wakil  Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya […]

  • Sukseskan Era Society 5.0,  PT Siapkan Ruang Kuliah Audio

    Sukseskan Era Society 5.0, PT Siapkan Ruang Kuliah Audio

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 622
    • 0Komentar

    TRANSFORMASI Pendidikan Indonesia di era revolusi industri 4.0 dan menuju era society 5.0 di Perguruan Tinggi (PT) mulai diterapkan di Indonesia sehingga tempat pendidikan itu harus menyiapkan ruang Audio. Upaya mendorong hal tersebut Kemenristekdikti pun terus mensosialisasikan penerapan tersebut. Hal ini diungkapkan dalam kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Plt Direktur Jenderal Pendidikan, Riset dan […]

  • Cerita di Balik FSAI 2025, 10 Kota, 10 Tahun &10.000 Asa

    Cerita di Balik FSAI 2025, 10 Kota, 10 Tahun &10.000 Asa

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bukan cuma popcorn dan gala premiere, Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) kini menjelma jadi etalase diplomasi budaya, generator ekonomi kreatif, dan arena berbagi cerita antarnegara. Menteri Teuku Riefky tahu betul kalau mau jualan masa depan, ya mulai dari cerita yang bisa bikin orang duduk dan mikir. Apalagi film luar negeri yang dibawa masuk […]

  • Sidak Pasar Muba, Inflasi Terkendali atau Sekadar Seremoni?

    Sidak Pasar Muba, Inflasi Terkendali atau Sekadar Seremoni?

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    PASAR Randik, Sekayu Kabupaten Muba akhir pekan lalu suasananya terasa kental dengan ramadan,  pedagang menata dagangan, aroma bawang, cabai, dan minyak goreng mengisi udara. Bahkan pembeli bergerak cepat memilih kebutuhan pokok, sambil sesekali menawar harga. Di tengah keramaian itu, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husen  muncul lengkap dengan rombongan OPD, istri, dan perwakilan Kodim. […]

  • Muba Bekali Pengetahuan Kades

    Muba Bekali Pengetahuan Kades

    • calendar_month Senin, 25 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan H Hariyadi Karim SP MSi meminta Kepala Desa yang baru dilantik beberapa waktu lalu dibekali pengetahuan, sikap yang sesuai dan keterampilan yang memadai secara terstandar dalam memulai tugas memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa. “Dengan dibekali kemampuan tersebut, para […]

expand_less
WordPress Archive Autostar – Car Rental WordPress Theme AutoTrics – Car Repair & Auto Service Elementor Template Kit Autozpro – Auto Parts WooCommerce WordPress Theme Autrics | Car Services and Auto Mechanic WordPress Theme Autumn – Responsive Prestashop 1.6 Theme with Blog Autusin - Auto Parts & Car Accessories Shop Elementor WooCommerce WordPress Theme Auxo – Minimal WooCommerce Shopping WordPress Theme Auzora – Drone Aerial Photography Elementor Template Kit AV Studio – One Page WordPress Theme Avada | Website Builder For WordPress & WooCommerce