Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 692
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di zaman sekarang, berita datang lebih cepat dari gosip tetangga, baru batuk di beranda, udah masuk grup WA RT, yang salah bukan batuknya, tapi grupnya yang kelewat aktif. Begitulah gambaran era tsunami informasi. Kita hidup di zaman di mana fakta dan fiksi beda tipis, saking tipisnya kayak kripik singkong yang diserut silet.

Pemerintah, lewat Kemkomdigi dan Dirjen KPM Ibu Fifi Aleyda Yahya yang lebih paham soal komunikasi daripada emak-emak arisan menyadari bahwa media hari ini sedang goyang bak dangdut koplo, goyangnya bukan karena senang, tapi karena dihantam gelombang digital yang datangnya tanpa permisi.

Dulu, strategi media bisa dipakai bertahun-tahun, sekarang?. Baru disusun pagi, sore udah basi, kayak rendang dibiarkan di atas kulkas tanpa tutup. Media konvensional ditinggal penonton, iklan kabur ke sosial media, jurnalis bingung mau liputan atau ngonten TikTok. Kata Fifi dalam rilis situs Komdigi, ini bukan lagi perubahan biasa, tapi transformasi bisnis media yang sudah kayak metamorfosis ulat jadi kupu-kupu yang kalau gagal, ya jadi ulat merana.

Pepatah bilang, “Siapa cepat dia dapat,” tapi di era digital, “Siapa ngawur dia viral,”. Hadirnya media berkualitas adalah semacam pagar kawat berduri di tengah ladang rumor, namun membangun pagar itu butuh tukang. Nah, di sinilah jurnalis masuk sebagai tukang informasi, pasalnya banyak dari mereka masih pakai palu zaman kolonial, sementara yang dihadapi adalah drone informasi.

Fifi mengingatkan, jurnalis harus punya skill baru, bukan cuma nulis lead berita, tapi juga ngerti algoritma, bisa nge-push konten, dan tahu kapan harus ngopi dan kapan harus upload, karena di zaman ini, artikel yang bagus kalah cepat sama postingan gosip yang viral.

Sambil memikirkan transformasi media di kota, Kemkomdigi juga gak lupa pada daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar yang kadang sinyal HP-nya hanya muncul pas malam Jumat Kliwon.

Di situ, hadir para Penyuluh Informasi Publik (PIP). Mereka ini bukan sekadar petugas biasa, tapi pahlawan informasi bersarung yang tetap sabar menjelaskan program pemerintah meski disela tanya, “Bu, itu ponsel android itu apaan ya?”.

Salah satu contohnya, program PIP tahun ini fokus ke Makan Bergizi Gratis, edukasi pekerja migran, dan pencegahan judi online. Tiga isu yang kalau diibaratkan lauk, lengkap ada gizi, ada masa depan, ada nasihat. Tanpa PIP, bisa-bisa program MBG disangka program makan gratis untuk ternak, atau judi online disangka lomba tebak-tebakan berhadiah.

Lihatlah negara-negara lain, seperti  Finlandia, negara dengan literasi media tertinggi, anak SD-nya udah diajarin bedain berita dan hoaks, sementara di kita, kadang bapak-bapak masih share kabar hoaks soal “ikan gabus bisa sembuhkan asam urat dan nyeri hati karena mantan”.

Australia misalnya, punya lembaga News Literacy Project yang nyambungin media dan sekolah. Di Indonesia, masih sering ribut soal “media abal-abal” yang isinya kayak sinetron stripping lebay, tapi ditonton juga.

Korea Selatan, negara ini ibarat Ferrari-nya internet. Tapi jangan salah, pemerintahnya juga cepat bikin kebijakan. Ada lembaga seperti Korea Communications Standards Commission yang aktif mengawasi konten dan membantu menangkal hoaks.

Jurnalis di Korea Selatan didorong untuk menguasai teknologi dan data bahkan media lokal sudah banyak memakai AI untuk menyusun draft berita dan mempercepat verifikasi. Mereka juga menyadari bahaya informasi palsu saat pemilu, sehingga kampanye edukasi publik digencarkan bukan hanya di kota, tapi juga ke desa-desa.

Estonia sudah terkenal dengan konsep “digital nation” dari pemilu sampai beli obat bisa online, mereka tidak melupakan akar media tetap jadi penjaga etika dan demokrasi. Pemerintah Estonia bekerja sama dengan media lokal untuk memberi pelatihan jurnalis, sambil menjaga agar tidak ada sensor atau intervensi politik. Mereka punya Public Broadcasting Council yang diisi akademisi dan warga sipil, bukan cuma pejabat, jadi kontrol media lebih fair dan profesional.

Di tengah keterbatasan infrastruktur digital, Kenya malah mengandalkan radio komunitas untuk menyebar informasi, radio dipakai untuk edukasi pertanian, kesehatan, hingga demokrasi. Pemerintah bekerja sama dengan jurnalis lokal dan LSM untuk memberikan pelatihan bagaimana membuat konten yang akurat dan anti-hoaks, walaupun hanya lewat suara. Model ini cocok disandingkan dengan peran PIP kita langsung ke warga, pakai bahasa lokal, dan pendekatan personal.

GPS moral

Di tengah dunia informasi yang lebih gaduh dari pasar subuh, keberadaan media berkualitas bukan cuma penting, tapi vital. Ia bukan sekadar pengantar berita, tapi jadi GPS moral di tengah jalanan informasi yang penuh belokan tajam dan tikungan sesat.

Pemerintah sudah mulai menyadari pentingnya hal ini, tapi tetap, transformasi tak akan berhasil kalau hanya dilakukan sepihak. Perlu sinergi, seperti sayur lodeh yang sedap itu tak cuma karena santannya, tapi juga karena tempenya ikut berkontribusi. Jadi pertanyaannya tinggal satu media kita mau tetap jadi benteng kebenaran atau malah jadi penyumbang kegaduhan nasional?.

Kalau kata orang tua zaman dulu, “Sepandai-pandainya tupai melompat, kalau nggak ada sinyal, ya nggak bisa update status” Nah, sepintar-pintarnya kita bikin regulasi, kalau tak dibarengi dukungan ke pelaku media dan jurnalis, ya tetap aja berita yang menang adalah yang viral, bukan yang benar.

Pemerintah boleh saja sibuk bikin aturan digital, tapi kalau jurnalisnya masih pakai strategi zaman pager, ya kasihan juga. Perlu upgrade, bukan cuma gawai dan jaringan, tapi juga pola pikir dan keterampilan, apalagi  jurnalis zaman sekarang harus bisa jadi content creator, fact checker, kadang motivator, bahkan komedian saat harus menjelaskan data sensus ke warga yang cuma percaya dukun kampung.

Peran PIP pun jangan diremehkan, mereka ini ibarat ojek informasi di daerah-daerah yang belum tersentuh tol digital. Saat masyarakat bingung mana berita dan mana berita bohong, PIP datang menjelaskan dengan bahasa yang dimengerti rakyat “Pak, judi online itu bukan rezeki nomplok, tapi jalan cepat ke resah dan melarat”.

Kalau boleh menyimpulkan dengan gaya warung kopi media sekarang bukan cuma perlu kopi panas dan sinyal kuat, tapi juga dukungan regulasi, pelatihan, dan literasi agar tak jadi koran yang hanya dibaca untuk alas gorengan.

Jadi, yuk kita rawat media kita seperti kita merawat tanaman lidah mertua, meski keras, dia tetap berguna menyaring racun di udara. Begitu pula media keras terhadap hoaks, tapi lembut dalam menyampaikan kebenaran. Ingat, jurnalisme itu bukan kerjaan sambilan, tapi pekerjaan mulia, kalau medianya berkualitas, masyarakatnya pun bisa waras.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Lebih dari 92 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Disuntikkan (26 Agustus 2021)

    Sudah Lebih dari 92 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Disuntikkan (26 Agustus 2021)

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    SUDAH lebih dari 92 juta dosis vaksin telah disuntikkan untuk vaksin dosis pertama dan dosis kedua dengan rincian 59.426.937 telah mendapatkan dosis pertama dan 33.357.347 yang sudah menerima dosis kedua. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia sendiri telah berlangsung sejak 13 Januari 2021 dan menargetkan 208.265.720 orang mendapatkan vaksinasi lengkap 2 dosis. Vaksin aman dan terbukti […]

  • Badan POM Terbitkan EUA* Vaksin COVID-19 Pfizer

    Badan POM Terbitkan EUA* Vaksin COVID-19 Pfizer

    • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    BADAN POM menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk Vaksin COVID-19 Pfizer atau yang juga dikenal dengan nama vaksin Comirnaty. Vaksin produksi Pfizer and BioNTech adalah jenis vaksin dengan platform mRNA yang wajib disimpan khusus dengan suhu ultra rendah (-90° sampai -60°C). Penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer adalah untuk orang berusia >12 tahun dengan tingkat efikasi pada […]

  • Apa Itu Meritokrasi? Ini Penjelasan Dahnil Anzar kepada ASN Kementerian Haji

    Apa Itu Meritokrasi? Ini Penjelasan Dahnil Anzar kepada ASN Kementerian Haji

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Apa itu meritokrasi? Istilah ini menjadi perhatian setelah Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menjelaskan pentingnya meritokrasi kepada ASN Kementerian Haji. Menurutnya, meritokrasi tak hanya konsep dalam pengelolaan sumber daya manusia, namun sebagai prinsip untuk memastikan setiap aparatur bisa memperoleh kesempatan berkembang berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas. Bagi kementerian yang […]

  • Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia, PT Pertamina Lubricants Hadirkan Program Menarik

    Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia, PT Pertamina Lubricants Hadirkan Program Menarik

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung kiprah Pertamina di ajang balap Internasional Moto GP 2022. Melalui salah satu brand unggulannya untuk segmen motor, Pertamina Enduro menghadirkan berbagai aktivasi dan program untuk konsumen dan masyarakat di Indonesia.   Konsumen dan masyarakat […]

  • Kementan Apresiasi Dodi Terkait Program Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

    Kementan Apresiasi Dodi Terkait Program Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 9 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Kementrian Pertanian memberi apresiasi kepada Bupati Musi Banyuasin [Muba] Dodi Reza Alex dalam mewujudkan program  pembangunan perkebunan berkelanjutan [Sustanaible Development]. Apresiasi itu dibuktikan bakal dinobatkannya mantan anggota DPR RI dua periode tersebut sebagai kepala daerah yang telah berupaya melakukan inovasi atau terobosan baru untuk Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan di Muba. Merujuk pada surat […]

  • Iman Masjid Asal RI untuk UEA Diseleksi, Asa Kemenag Jadi Duta Indonesia & Pahlawan Devisa

    Iman Masjid Asal RI untuk UEA Diseleksi, Asa Kemenag Jadi Duta Indonesia & Pahlawan Devisa

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menggelar Seleksi Tahap II Imam Masjid asal Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) di Jakarta, Kamis-Senin, 7-11 Oktober 2021. Dalam seleksi ini, Kemenag menghadirkan dua penguji dari UEA, yakni Syekh Omar Habtour Theeb Saif Al-Derei dan Syekh Taleb Muhamed Yousef Al-Mahrooq Al-Shehhi. “Saya sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah UEA melalui […]

expand_less
WordPress Archive Tax Help - Finance & Accounting Adviser Theme Taxico – Taxi Company & Online Cab Service Elementor Template Kit Taxico – Taxi Company & Online Cab Service FSE WordPress Theme TaxPay – Advisor & Financial Consulting Elementor Template Kit Tayta – Single Property & Apartment Complex Theme TazZA – Organic Food Elementor Template Kit Team Booking – WordPress Booking and Appointment Scheduling System Team Builder — Meet The Team WordPress Plugin Team Grid – Team Member Showcase WordPress Plugin & Team Editor Team Member Carousel Addon For Elementor