Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Peringati Hari Meteorologi Dunia ke-71, BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

Peringati Hari Meteorologi Dunia ke-71, BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
  • visibility 917
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMPERINGATI Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-71, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) makin menguatkan observasi dan analisis Meteorologi, Klimatologi dan Oseanografi di perairan Indonesia, guna menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim.

“Semangat HMD tahun 2021 penting bagi BMKG dan Indonesia dalam rangka penguatan dan peningkatan observasi meteorologi dan iklim yang terintegrasi dengan observasi lautan/ samudra, yang saat ini ditindaklanjuti dengan modernisasi sistem dan peralatan observasi, analisis dan pemodelan meteorologi maritim dengan teknologi terkini,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Hal tersebut sejalan dengan tema HMD tahun ini yaitu “Waspada Cuaca, Peduli Iklim, dan Selamatkan Laut”. HMD diperingati setiap 23 Maret, bertepatan dengan terbentuknya Badan Meteorologi Dunia di bawah naungan PBB (World Meteorological Organization /WMO) pada tahun 1950.

Peringatan HMD ini penting pula untuk menyadarkan kita bahwa Perubahan Iklim baik secara global maupun dampak lokalnya benar-benar sedang berlangsung. Deputi Klimatologi BMKG, Herizal menjelaskan bahwa trend kenaikan suhu udara di Indonesia terjadi di sebagian besar wilayah, dengan menggunakan data observasi BMKG (1981-2020) menunjukkan tren positif dengan besaran yang bervariasi dengan nilai sekitar 0.03 °C setiap tahunnya. Sehingga dalam 30 tahun estimasi kenaikan suhu udara akan bertambah sebesar 0.9 °C. Untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8 °C sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020. Tahun 2020 sendiri menempati urutan kedua tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.7 °C, dengan tahun 2019 berada di peringkat ketiga dengan nilai anomali sebesar 0.6 °C. Sebagai perbandingan, informasi suhu rata-rata global yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) di laporan terakhirnya pada awal Desember 2020 juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama), dengan tahun 2020 sedang on-the-track menuju salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah dicatat.

Kenaikan suhu tersebut korelatif dengan peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca, terutama konsentrasi CO2. Monitoring yang dilakukan oleh BMKG di stasiun pengamatan Global Atmosphere Watch Bukit Kototabang menunjukkan konsentrasi gas CO2 di Indonesia telah mencapai 411.1 ppm pada tahun awal tahun 2021, meningkat signifikan dibandingkan dengan konsentrasi CO2 di tahun 2004 sebesar 372.1 ppm. Peningkatan konsentrasi ini relatif masih dibawah rata-rata global, yaitu telah mencapai 415.0 ppm pada awal tahun 2021.
Dampak kombinasi antara anomali iklim global yang alamiah seperti La Nina dan El Nino dengan perubahan iklim global akan mengakibatkan hujan ekstrim yang lebih sering, lebih tinggi intensitasnya dan lebih lama durasinya pada saat musim hujan, ataupun kekeringan panjang pada saat musim kemarau, serta naiknya muka air laut.

Proyeksi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut dapat mencapai sekitar 30 cm hingga 60 cm pada tahun 2100, bahkan jika emisi gas rumah kaca berkurang tajam dan pemanasan global dibatasi hingga di bawah 2 derajat celcius sesuai Kesepakatan Paris ( The Paris Agreement). Namun, jika emisi gas rumah kaca terus berlanjut, kenaikannya akan berkisar antara 60 cm hingga 110 cm.

Lautan menggerakkan cuaca dan iklim dunia serta menjadi jangkar bagi ekonomi dan ketahanan pangan global. Perubahan iklim tidak hanya berpengaruh besar terhadap lautan, tetapi juga meningkatkan bahaya bagi ratusan juta orang.

Lebih lanjut Guswanto, Deputi Meteorologi BMKG mengatakan, observasi dan riset maritim yang dilakukan BMKG antara lain melalui Ekspedisi Maritim Indonesia (untuk pengumpulan data cuaca dan iklim di Samudra Hindia bagian Barat Indonesia). BMKG dan berbagai mitra nasional dan internasional juga rutin melakukan Ekspedisi “Years of The Maritime Continent (YMC)”, untuk mengamati cuaca dan iklim dengan meningkatkan pemahaman dan prediksi variabilitas lokal hingga global, terutama utk menguak misteri di perairan Benua Maritim Indonesia yang mengontrol interaksi antara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia.

BMKG Indonesia juga telah ditunjuk oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO), sebagai Steering Committee pada Program Global Ocean Observation System (GOOS), yang berperan untuk menentukan arah dan Kebijakan Sistem Observasi Samudera secara global.

Selain itu, Kepala BMKG juga ditunjuk oleh IOC ( International Ocean Committee) sebagai Chair of Indian Ocean Tsunami Warning System, yang berperan untuk memberikan Peringatan Dini Tsunami bagi 28 negara di Samudra Hindia, serta mengedukasi masyarakat terhadap terhadap langkah-langkah kesiapsiagaan akan ancaman bahaya tsunami.

BMKG juga terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat diantaranya dengan menyelenggarakan program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang merupakan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap informasi cuaca maritim guna mendukung kegiatan sektor perikanan dan kelautan; Sekolah Lapang Iklim (SLI) yakni kegiatan kerjasama antara BMKG dengan Pemerintah Daerah bertujuan sebagai mekanisme dalam menjembatani informasi iklim dari BMKG sebagai penyedia dengan petani sebagai end-user; serta Sekolah Lapang Geofisika (SLG), program yang dibangun agar seluruh komponen masyarakat paham dan mampu melakukan penyelamatan diri terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga meminimalisir korban jiwa maupun korban materiil.

Pada perayaan HMD tahun ini, BMKG menyelenggarakan beberapa kegiatan antara lain The 2nd International Conference On Tropical Meteorology and Atmospheric Science (ICTMAS) yang berupa seminar sains dan atmosfer tingkat internasional yang dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Maret 2021.

BMKG juga meluncurkan beberapa aplikasi informasi terbaru yang berkaitan dengan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika beberapa diantaranya yaitu Aplikasi SIAM ( System of Indonesian Aviation Meteorology) yang berbasis web untuk layanan informasi lengkap mengenai cuaca yang dibutuhkan pada layanan penerbangan, kemudian Ina-WIS, Ina-OPSMAR, dan Ina-Drift yang ketiganya berfungsi untuk peningkatan layanan informasi cuaca maritim di wilayah perairan Indonesia.

BMKG juga akan segera mengumumkan hasil dari Prakiraan Musim Kemarau tahun 2021. Pelaksanaan HMD kali ini juga diikuti program SLCN secara serentak di 9 lokasi yaitu di Palu, Padang, Lampung, Paotere, Lombok, Semarang, Ambon, Denpasar, dan Pontianak.[***]

Ril BMKG

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peroleh Pendanaan, STAIN Abdurrahman Kepri Bangun Gedung Baru

    Peroleh Pendanaan, STAIN Abdurrahman Kepri Bangun Gedung Baru

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 689
    • 0Komentar

    SEKOLAH  Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Abdurrahman Kepulauan Riau tahun ini mendapat bantuan pembangunan yang bersumber dari pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun gedung perkuliahan terpadu. Ketua STAIN Abdurrahman, Muhammad Faisal, mengatakan kampusnya baru memiliki satu bangunan, hibah dari Pemerintah Daerah. Kampus masih membutuhkan sejumlah ruang perkuliahan bagi lebih […]

  • Sepak Takraw Asian Games 2018, Indonesia Hanya Peroleh Perak

    Sepak Takraw Asian Games 2018, Indonesia Hanya Peroleh Perak

    • calendar_month Selasa, 28 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Tim sepak takraw putera harus mengakui keunggulan tim sepak takraw Malaysia.Pada laga final nomor regu, tim sepak takraw Indonesia dikandaskan Malaysia, atas raihan tersebut, Malaysia sukses mendulang medali emas sedangkan Indonesia hanya menyumbang medali perak di Gedung Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Selasa (28/8/2018). Dalam pertarungan yang berlangsung di lapangan 2 Ranau […]

  • Gantikan Mushola, Kajati Sumsel Bangun Masjid  Dipinggir Jalan

    Gantikan Mushola, Kajati Sumsel Bangun Masjid  Dipinggir Jalan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kajati Sumsel, Wisnu Broto mengatakan, pembangunan masjid dipinggir jalan sebagai pengganti Mushola yang ada di areal perkantoran Kajati, selain itu daerah tersebut masih minim masjid. “Dibangunnya Masjid juga agar masyarakat tidak kesulitan ketika akan beribadah,” katanya, kemarin. Kajati juga akan melaksanakan Hari Bhakti Adhyaksa sendiri akan digelar pada 22 Juli 2020 mendatang. […]

  • Ini Cara Tradisi Kabupaten Agam Sembelih Sapi Lebaran

    Ini Cara Tradisi Kabupaten Agam Sembelih Sapi Lebaran

    • calendar_month Rabu, 4 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.363
    • 0Komentar

    MASYARAKAT di sejumlah daerah di Kabupaten Agam masih mempertahankan tradisi penyembelihan sapi untuk lebaran yang disebut mambantai dan tradisi tersebut dipertahankan. Tradisi mambantai masih dilestarikan secara turun-temurun dan berkembang di berbagai daerah antara lain di masyarakat Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari dan Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara. Pantauan di Lubuak Ambalau, Nagari Bawan dan Nagari […]

  • Tingkatkan Disiplin Pengendara Saat PON,  Polda Papua Uji Coba Ganjil Genap di Sejumlah Ruas Jalan

    Tingkatkan Disiplin Pengendara Saat PON, Polda Papua Uji Coba Ganjil Genap di Sejumlah Ruas Jalan

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

      POLDA Papua akan melakukan uji coba ganjil genap bagi kendaraan yang akan melintas di ruas jalan tertentu. Uji coba ini dilakukan jelang pelaksanaan PON XX yang akan dilaksanakan di empat wilayah. Selain uji coba menjelang PON, pemberlakuan ganjil-genap itu juga untuk membatasi mobilitas warga selama masa PPKM level IV dan III. “Memang benar, kami […]

  • Banyak Manfaat Sinar Matahari Pagi Bagi Kesehatan, Apa Saja ?

    Banyak Manfaat Sinar Matahari Pagi Bagi Kesehatan, Apa Saja ?

    • calendar_month Sabtu, 22 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 623
    • 0Komentar

      MENJAGA kesehatan mental adalah hal yang penting dilakukan. Memang banyak cara yang bisa dicoba, salah satunya dengan rajin berjemur di bawah sinar matahari pagi. Mengapa demikian? Faktanya, sinar matahari adalah salah satu metode pengobatan yang banyak dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Namun perlu diperhatikan, jumlah paparan sinar matahari dan […]

expand_less
WordPress Archive Olympus – HTML Social Network Toolkit Olympus – Responsive Coming Soon WordPress Plugin Olympus – Social Networking WordPress Theme Ombra – A Versatile Multiconcept WordPress Theme Omens – Multipurpose Creative WordPress Theme Oment – Event & Conference WordPress Theme OMNIA – Multipurpose, Creative WordPress Theme OmniPrice – PrestaShop Omnibus Directive compatibility module Omnity – Music Store WordPress Theme On-Scroll Animated Grid for Elementor