Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Peringati Hari Meteorologi Dunia ke-71, BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

Peringati Hari Meteorologi Dunia ke-71, BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
  • visibility 911
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMPERINGATI Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-71, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) makin menguatkan observasi dan analisis Meteorologi, Klimatologi dan Oseanografi di perairan Indonesia, guna menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim.

“Semangat HMD tahun 2021 penting bagi BMKG dan Indonesia dalam rangka penguatan dan peningkatan observasi meteorologi dan iklim yang terintegrasi dengan observasi lautan/ samudra, yang saat ini ditindaklanjuti dengan modernisasi sistem dan peralatan observasi, analisis dan pemodelan meteorologi maritim dengan teknologi terkini,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Hal tersebut sejalan dengan tema HMD tahun ini yaitu “Waspada Cuaca, Peduli Iklim, dan Selamatkan Laut”. HMD diperingati setiap 23 Maret, bertepatan dengan terbentuknya Badan Meteorologi Dunia di bawah naungan PBB (World Meteorological Organization /WMO) pada tahun 1950.

Peringatan HMD ini penting pula untuk menyadarkan kita bahwa Perubahan Iklim baik secara global maupun dampak lokalnya benar-benar sedang berlangsung. Deputi Klimatologi BMKG, Herizal menjelaskan bahwa trend kenaikan suhu udara di Indonesia terjadi di sebagian besar wilayah, dengan menggunakan data observasi BMKG (1981-2020) menunjukkan tren positif dengan besaran yang bervariasi dengan nilai sekitar 0.03 °C setiap tahunnya. Sehingga dalam 30 tahun estimasi kenaikan suhu udara akan bertambah sebesar 0.9 °C. Untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8 °C sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020. Tahun 2020 sendiri menempati urutan kedua tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.7 °C, dengan tahun 2019 berada di peringkat ketiga dengan nilai anomali sebesar 0.6 °C. Sebagai perbandingan, informasi suhu rata-rata global yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) di laporan terakhirnya pada awal Desember 2020 juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama), dengan tahun 2020 sedang on-the-track menuju salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah dicatat.

Kenaikan suhu tersebut korelatif dengan peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca, terutama konsentrasi CO2. Monitoring yang dilakukan oleh BMKG di stasiun pengamatan Global Atmosphere Watch Bukit Kototabang menunjukkan konsentrasi gas CO2 di Indonesia telah mencapai 411.1 ppm pada tahun awal tahun 2021, meningkat signifikan dibandingkan dengan konsentrasi CO2 di tahun 2004 sebesar 372.1 ppm. Peningkatan konsentrasi ini relatif masih dibawah rata-rata global, yaitu telah mencapai 415.0 ppm pada awal tahun 2021.
Dampak kombinasi antara anomali iklim global yang alamiah seperti La Nina dan El Nino dengan perubahan iklim global akan mengakibatkan hujan ekstrim yang lebih sering, lebih tinggi intensitasnya dan lebih lama durasinya pada saat musim hujan, ataupun kekeringan panjang pada saat musim kemarau, serta naiknya muka air laut.

Proyeksi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut dapat mencapai sekitar 30 cm hingga 60 cm pada tahun 2100, bahkan jika emisi gas rumah kaca berkurang tajam dan pemanasan global dibatasi hingga di bawah 2 derajat celcius sesuai Kesepakatan Paris ( The Paris Agreement). Namun, jika emisi gas rumah kaca terus berlanjut, kenaikannya akan berkisar antara 60 cm hingga 110 cm.

Lautan menggerakkan cuaca dan iklim dunia serta menjadi jangkar bagi ekonomi dan ketahanan pangan global. Perubahan iklim tidak hanya berpengaruh besar terhadap lautan, tetapi juga meningkatkan bahaya bagi ratusan juta orang.

Lebih lanjut Guswanto, Deputi Meteorologi BMKG mengatakan, observasi dan riset maritim yang dilakukan BMKG antara lain melalui Ekspedisi Maritim Indonesia (untuk pengumpulan data cuaca dan iklim di Samudra Hindia bagian Barat Indonesia). BMKG dan berbagai mitra nasional dan internasional juga rutin melakukan Ekspedisi “Years of The Maritime Continent (YMC)”, untuk mengamati cuaca dan iklim dengan meningkatkan pemahaman dan prediksi variabilitas lokal hingga global, terutama utk menguak misteri di perairan Benua Maritim Indonesia yang mengontrol interaksi antara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia.

BMKG Indonesia juga telah ditunjuk oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO), sebagai Steering Committee pada Program Global Ocean Observation System (GOOS), yang berperan untuk menentukan arah dan Kebijakan Sistem Observasi Samudera secara global.

Selain itu, Kepala BMKG juga ditunjuk oleh IOC ( International Ocean Committee) sebagai Chair of Indian Ocean Tsunami Warning System, yang berperan untuk memberikan Peringatan Dini Tsunami bagi 28 negara di Samudra Hindia, serta mengedukasi masyarakat terhadap terhadap langkah-langkah kesiapsiagaan akan ancaman bahaya tsunami.

BMKG juga terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat diantaranya dengan menyelenggarakan program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang merupakan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap informasi cuaca maritim guna mendukung kegiatan sektor perikanan dan kelautan; Sekolah Lapang Iklim (SLI) yakni kegiatan kerjasama antara BMKG dengan Pemerintah Daerah bertujuan sebagai mekanisme dalam menjembatani informasi iklim dari BMKG sebagai penyedia dengan petani sebagai end-user; serta Sekolah Lapang Geofisika (SLG), program yang dibangun agar seluruh komponen masyarakat paham dan mampu melakukan penyelamatan diri terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga meminimalisir korban jiwa maupun korban materiil.

Pada perayaan HMD tahun ini, BMKG menyelenggarakan beberapa kegiatan antara lain The 2nd International Conference On Tropical Meteorology and Atmospheric Science (ICTMAS) yang berupa seminar sains dan atmosfer tingkat internasional yang dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Maret 2021.

BMKG juga meluncurkan beberapa aplikasi informasi terbaru yang berkaitan dengan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika beberapa diantaranya yaitu Aplikasi SIAM ( System of Indonesian Aviation Meteorology) yang berbasis web untuk layanan informasi lengkap mengenai cuaca yang dibutuhkan pada layanan penerbangan, kemudian Ina-WIS, Ina-OPSMAR, dan Ina-Drift yang ketiganya berfungsi untuk peningkatan layanan informasi cuaca maritim di wilayah perairan Indonesia.

BMKG juga akan segera mengumumkan hasil dari Prakiraan Musim Kemarau tahun 2021. Pelaksanaan HMD kali ini juga diikuti program SLCN secara serentak di 9 lokasi yaitu di Palu, Padang, Lampung, Paotere, Lombok, Semarang, Ambon, Denpasar, dan Pontianak.[***]

Ril BMKG

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Kesiapan Tol Trans Jawa Jelang Nataru

    Ini Kesiapan Tol Trans Jawa Jelang Nataru

    • calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.353
    • 0Komentar

    HIMBAUAN Pemerintah agar warga membatasi mobilitas di akhir/awal tahun baru 2022, membuat Mukti berulang berfikir. Awalnya, eksekutif muda di Jakarta itu berniat untuk menikmati perjalanan darat, menjajal jalur tol Trans Jawa dengan mobil baru. Meski masih ragu, toh Mukti tetap berselancar; mencari info jalur tol menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hasilnya? Kementerian Pekerjaan […]

  • Siswa SDN 2 Kayuara Wakili Indonesia Ikuti Kompetisi IMSCC 2023 di Korsel

    Siswa SDN 2 Kayuara Wakili Indonesia Ikuti Kompetisi IMSCC 2023 di Korsel

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Muhammad Novan Alfaridzi siswa asal Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kayuara Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan mengikuti kompetisi Internasional yakni “International Mathematical Science Creativity Competition (IMSCC) 2023” secara luring (luar jaringan). Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba Dr Drs Iskandar Syahriyanto, saat mendampingi peserta didik Muhammad Novan Alfaridzi […]

  • May Day : Susah Ditanah Sendiri, Ketika Keringat Tak Lagi Dianggap Berharga,[Pergi Sebelum Matahari, Pulang Setelah Gelap]

    May Day : Susah Ditanah Sendiri, Ketika Keringat Tak Lagi Dianggap Berharga,[Pergi Sebelum Matahari, Pulang Setelah Gelap]

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Selamat Hari Buruh, wahai para pejuang dapur, petarung tanggal tua, dan ahli bertahan hidup dengan gaji pas-pasan. Tanggal 1 Mei datang lagi, tapi seperti biasa, upah naiknya seret, beban hidup tetap ngacir. Di negeri sendiri, buruh kita masih ada yang nasibnya lebih mirip kabel colokan terus-terusan dipakai, tapi digulung sembarangan kalau udah gak […]

  • Cegah Covid-19, Polres – Dinkominfo Muba Sosialisasi Melalui Siaran Radio

    Cegah Covid-19, Polres – Dinkominfo Muba Sosialisasi Melalui Siaran Radio

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjaga kebersihan serta kondisi tubuh dengan baik terkait penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang sedang mewabah. Sosialisasi  Maklumat Kapolri Melalui Radio Terkait COVID-19 antara Polres Muba- Pemkab. Muba   IMBAUAN  ini disampaikan Kasatlantas Polres Muba AKP Candra Kirana […]

  • Partisipasi Dalam Politik Indonesia Sudah Maju, Komite Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Apresiasi Pemerintah RI atas Capaian Pemajuan Hak Perempuan

    Partisipasi Dalam Politik Indonesia Sudah Maju, Komite Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Apresiasi Pemerintah RI atas Capaian Pemajuan Hak Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.399
    • 0Komentar

    KOMITE penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (Convention on Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) atau CEDAW memberikan apresiasi atas berbagai kemajuan di Indonesia dalam agenda pemajuan hak perempuan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan dialog konstruktif pada 28-29 Oktober 2021 antara Pemerintah RI yang dalam hal ini diketuai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan […]

  • 800 Dokter Anastesi Bakal Kumpul di Palembang, Ada Apa?

    800 Dokter Anastesi Bakal Kumpul di Palembang, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 1 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.693
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan keprihatianannya atas minimnya jumlah dokter anastesi yang ada di Sumsel. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Panpel 6th National Meeting Indonesian Society of Anesthesiology for Pain Management,di ruang tamu gubernur, Senin (31/12/2018). “Sejak saya jadi Bupati kekurangan dokter anastesi ini sudah jadi masalah. Makanya jika nanti ada workshop […]

expand_less
WordPress Archive Olympus – HTML Social Network Toolkit Olympus – Responsive Coming Soon WordPress Plugin Olympus – Social Networking WordPress Theme Ombra – A Versatile Multiconcept WordPress Theme Omens – Multipurpose Creative WordPress Theme Oment – Event & Conference WordPress Theme OMNIA – Multipurpose, Creative WordPress Theme OmniPrice – PrestaShop Omnibus Directive compatibility module Omnity – Music Store WordPress Theme On-Scroll Animated Grid for Elementor