Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » May Day : Susah Ditanah Sendiri, Ketika Keringat Tak Lagi Dianggap Berharga,[Pergi Sebelum Matahari, Pulang Setelah Gelap]

May Day : Susah Ditanah Sendiri, Ketika Keringat Tak Lagi Dianggap Berharga,[Pergi Sebelum Matahari, Pulang Setelah Gelap]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
  • visibility 732
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Selamat Hari Buruh, wahai para pejuang dapur, petarung tanggal tua, dan ahli bertahan hidup dengan gaji pas-pasan. Tanggal 1 Mei datang lagi, tapi seperti biasa, upah naiknya seret, beban hidup tetap ngacir. Di negeri sendiri, buruh kita masih ada yang nasibnya lebih mirip kabel colokan terus-terusan dipakai, tapi digulung sembarangan kalau udah gak butuh.

Coba tengok buruh informal dan pekerja kasar. Mereka ini bukan cuma tulang punggung pembangunan, tapi juga lutut, betis, bahkan mata kaki ekonomi bangsa. Tapi apa daya, kerja dari jam enam pagi sampai jam enam sore, kadang lebih. Istirahat? Pura-pura buang air aja biar bisa duduk sebentar. Hujan? Jalan terus. Petir? “Lanjut, Ndro, target gak boleh kendor,” kata si bos!, apalagi bosnya “mata sipit”…melawan…pulangggg aja kau, alias pecattt!!!.[siapa yang punya negara?].

Dulu, para buruh dunia mogok besar-besaran di tahun 1886 demi minta kerja 8 jam sehari. Sekarang? Di banyak tempat, 8 jam itu baru separuh shift. Dikasih kerja lembur, tapi kadang upah lembur pun ikut lembur alias gak muncul-muncul. Nah, jadi kuda di tanah lahir sendiri..!.

Buruh kita ini ibarat kuda delman berlari tanpa nanya arah, asal majikan bilang jalan. Tapi ingat pepatah lama. “Sekuat-kuatnya kuda, kalau terus dipacu tanpa makan, ya mati juga.”

Aturan sudah ada, bukan tak ada. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menyebut bahwa jam kerja maksimal itu 7 jam sehari untuk 6 hari kerja, atau 8 jam sehari untuk 5 hari kerja. Lebih dari itu? Harus masuk kategori lembur, dengan hitungan upah sesuai ketentuan.

Lalu soal keselamatan kerja, Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja bilang bahwa pengusaha wajib menyediakan perlindungan terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Ada juga PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3), yang seharusnya jadi SOP setiap tempat kerja, bukan pajangan di lemari besi.

Tapi kenyataan terkadang di lapangan, aturan itu kayak sandal jepit dipakai hanya saat dibutuhkan, dan dilepas begitu masuk ruangan. Safety? Banyak yang baru pakai helm proyek kalau ada kunjungan atasan. Hujan deras, petir menyambar? “Kerja terus, target gak boleh kalah sama cuaca!,” katanya.

Ini bukan sekadar pelanggaran aturan, tapi juga pelanggaran rasa kemanusiaan. Yang lebih miris, banyak pekerja takut bersuara. Mau protes, takut dipecat. Mau mogok, takut gak dibayar. Akhirnya, semua diam. Diam karena lapar gak bisa ditunda.

Padahal, tokoh buruh dunia Eugene V. Debs pernah bilang “The rights of working people should not be sacrificed on the altar of corporate greed.”

Hari Buruh seharusnya bukan hanya tentang pawai dan spanduk, tapi momen refleksi apakah buruh sudah hidup layak di negeri yang katanya kaya raya ini?. Kalau negara ini terus abai terhadap buruh informal dan pekerja kasar, maka pelan-pelan kita sedang membangun pabrik raksasa tanpa atap, tempat kerja yang luas, tapi tak ada perlindungan. Mereka kerja mati-matian, tapi hidupnya tetap jalan di tempat.

Buruh itu bukan alat, mereka manusia. Jangan sampai slogan “Indonesia Emas” hanya bersinar di PowerPoint, tapi buruhnya tetap makan nasi pake garam dan senyum palsu. Saatnya negara, pengusaha, dan kita semua sadar. “Buruh bukan roda gigi pabrik. Mereka adalah denyut nadi bangsa.”

Bahkan buruh-buruh kita tak butuh pujian panjang atau spanduk warna-warni setiap 1 Mei. Mereka cuma ingin kerja manusiawi, upah cukup, waktu istirahat jelas, dan keselamatan kerja yang bukan sekadar formalitas.

Jangan sampai negara ini sibuk bicara ekonomi tumbuh, tapi lupa bahwa pertumbuhan itu ditopang oleh tulang punggung yang mulai bungkuk. Jangan pula pengusaha terus bicara efisiensi, tapi diam waktu buruh kerja di tengah petir sambil makan gorengan dingin di bawah beton setengah jadi.

Kalau semua tetap begini, Hari Buruh tiap tahun cuma akan jadi ritual tahunan penuh orasi, tapi tanpa aksi. Macam nonton sinetron lama, jalan ceritanya muter-muter, ujung-ujungnya tangisan yang sama.

Dan kalau buruh terus dibiarkan bekerja tanpa perlindungan yang nyata, maka sejarah akan mencatat.“Di negeri yang katanya subur makmur, buruh tetap harus belajar sabar, meski tiap hari dibakar terik dan diterjang badai.”

Sementara itu, kita yang punya pena, suara, atau sedikit ruang bicara, jangan cuma duduk manis sambil update status “Selamat Hari Buruh.” Karena seperti kata pepatah lama versi buruh.“Keringat itu tidak bisa ditukar dengan ucapan semangat, tapi dengan keadilan dan perlindungan yang nyata,”.

Selamat Hari Buruh. Semoga tahun depan, para pekerja kita tak lagi hanya merayakan harapan, tapi sudah memetik hasil dari perjuangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pers : Media Jangan Suburkan Hoaks

    Dewan Pers : Media Jangan Suburkan Hoaks

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG, – Media fungsi utamanya adalah informasi dan kontrol sosial. Semua berita yang di publikasi harusnya terhindar dari berita bohong atau menjelekkan seseorang, lembaga atau pemerintah. Media harusnya menjadi sumber penjernihan informasi bukan sebaliknya menambah keruh sebuah masalah yang ada. Pengurus Dewan Pers Imam Wahyudi saat lawatannya ke Palembang dalam rangka menghadiri pelantikan Asosiasi […]

  • Dishub dan Satlantas Muba Atasi Jalan Amblas di Sanga Desa

    Dishub dan Satlantas Muba Atasi Jalan Amblas di Sanga Desa

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.294
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Sanga Desa- Curah hujan yang lebat belakangan ini membuat salah satu ruas jalan Kabupaten yang berada di RT 12 Kelurahan Ngulak I Kecamatan Sanga Desa mengalami keretakan sepanjang kurang lebih 25 meter dan amblas dari posisi normal sekitar 20 cm, Senin (4/2/2019) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Tak ingin kondisi tersebut menimbulkan korban jiwa, jajaran […]

  • Bupati Ingatkan Kreatif Oke, tapi Pelayanan Harus Makin Gercep

    Bupati Ingatkan Kreatif Oke, tapi Pelayanan Harus Makin Gercep

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau biasanya rumah sakit identik dengan suasana serius dan penuh ketegangan, di RSUD Kayuagung justru beda cerita. Para tenaga medis di sini nggak cuma sibuk ngobatin pasien, tapi juga punya bakat tersembunyi yang bikin geleng-geleng. Mulai dari bikin video kreatif, lomba cosplay, sampai bazar penuh produk unik buatan mereka sendiri, semua ditampilkan dalam […]

  • Ikuti Kejuaraan Nasional 2nd Indonesia Taekwondo E-p\Poomsae, Banyuasin Boyong 9 Medali

    Ikuti Kejuaraan Nasional 2nd Indonesia Taekwondo E-p\Poomsae, Banyuasin Boyong 9 Medali

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.506
    • 0Komentar

    PATUT diacungi jempol, para kesatria Taekwondo Kabupaten Banyuasin, lewat  kegigihan dan ketangguhan, kini mereka kembali mengharumkan nama Kabupaten Banyuasin dalam ajang Kejuaraan Nasional 2nd Indonesia Taekwondo E-poomsae yang diadakan oleh kemenpora di Gedung PBTI Jakarta pada tanggal 18-20 september 2020 dan di ikuti oleh 607 orang peserta yang terdiri dari 102 club yakni Pracadet, cadet, […]

  • Dorong Transformasi Ekonomi & Tingkatkan Kualitas SDM serta Pelayanan Publik

    Dorong Transformasi Ekonomi & Tingkatkan Kualitas SDM serta Pelayanan Publik

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    PELAKSANA Tugas Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi SIP buka secara resmi Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Muba tahun 2023-2026, bertempat di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (14/2/2022). Dikatakan Plt Bupati Beni Hernedi, periode masa pemerintahan Dodi-Beni akan segera berakhir pada bulan Mei 2022 ini, sesuai dengan apa yang diamanatkan […]

  • Alasan Ini, ASN Muba Diizinkan Mudik Lebaran

    Alasan Ini, ASN Muba Diizinkan Mudik Lebaran

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

      Plt Bupati Muba Beni Hernedi SIP memberikan kelonggaran kepada ASN di lingkungan Pemkab Muba untuk mudik dan pulang kampung pada Perayaan Idul Fitri 1443 H/2022 M kali ini.   Pasalnya, saat ini pandemi COVID-19 sudah berangsur ke endemi, meski demikian Plt Bupati Beni Hernedi mengingatkan agar kepada ASN yang mudik untuk tetap mematuhi prokes […]

expand_less
WordPress Archive Edudemy – School & Education Elementor Template Kit Edufast – Education & Online Course WordPress Theme Edufu – Education & Online Courses WordPress Theme Eduhap – Education LMS WordPress Theme Edukasi – Education & Online Course Elementor Template Kit EduKids – Children Kindergarten Elementor Template Kit Edukul | Online Courses WordPress Theme Edukul – Online Learning & Education Template Kit EduLife – Life Coach Elementor Template Kit Edulogy – E-learning and Courses WordPress Theme