Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Lampion, Bhante & Doa Mengudara, Dari Borobudur Menuju Langit yang Rukun

Lampion, Bhante & Doa Mengudara, Dari Borobudur Menuju Langit yang Rukun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 682
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Waktu menunjukkan hampir tengah malam, tapi suasana di Candi Borobudur bukannya meredup justru makin terang benderang. Bukan karena lampu disko atau konser Didi Kempot Reborn, melainkan karena ribuan lampion yang melesat naik ke langit, kayak balon gas yang dilepas emak-emak habis arisan. Tapi jangan salah, ini bukan acara ulang tahun anak komplek. Ini Waisak, Bro. Serius tapi syahdu. Sakral tapi adem kayak es kelapa muda.

Kalau biasanya malam-malam orang tidur sambil ngorok dan berpelukan sama bantal guling, malam itu ribuan umat Buddha justru larut dalam meditasi, doa, dan ketenangan batin yang nggak bisa dibeli di e-commerce mana pun. Dipimpin Bhante yang suaranya tenang tapi tembus sampai ke ubun-ubun doa dipanjatkan, bukan cuma buat diri sendiri, tapi buat se-planet bumi. Dari Indonesia, Asia, sampai Antartika ya, siapa tahu ada penguin yang juga butuh kedamaian.

“Pancarkanlah kepada seluruh Indonesia. Pancarkanlah terus menerus pada seluruh manusia di dunia ini… semoga cahaya terang ini dari dalam dan luar diri kita menerangi dunia lebih terang lagi,” ujar Bhante, dengan suara selembut busa sabun bayi.

Lampion-lampion itu bukan sekadar lucu-lucuan atau konten buat feed Instagram. Mereka adalah simbol harapan, doa, dan cita-cita. Setiap lampion terbang itu ibarat surat cinta ke semesta. Ada yang titip doa biar jodoh cepat datang, ada yang minta cicilan lunas, ada juga yang sekadar ingin dunia adem ayem, nggak terus-terusan ribut kayak grup WA RT.

Perlahan, lampion naik tinggi. Makin ke atas, makin kecil. Dari bawah, kelihatan kayak kunang-kunang yang lagi reuni akbar. Dan di bawahnya, umat Buddha terus memanjatkan doa. Batin yang sudah dibersihkan lewat meditasi diibaratkan kayak wajan baru bening, nggak lengket, dan siap dipakai masak kebaikan.

Acara Waisak ini bukan cuma milik umat Buddha. Ini adalah momentum nasional, bahkan internasional, untuk belajar tentang rukun, damai, dan saling menghargai. Sebuah pepatah lama bilang  “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Tapi di Borobudur malam itu, langit dijunjung literal dengan ribuan lampion penuh harapan yang melayang kayak parade impian.

Lucunya, di saat sebagian orang sibuk cari perbedaan dan debat kusir soal keyakinan, umat Buddha justru ngajarin cara paling lembut untuk berdakwah lewat doa dan ketenangan. Nggak pake toa, nggak pake spanduk, tapi masuk langsung ke hati.

Indonesia ini kan ibarat soto campur ada lontong, tauge, bihun, kuah santan, dan kerupuk. Tapi justru enak karena campurannya. Kalau semua isinya cuma ayam doang, ya itu namanya bukan soto, tapi opor. Begitu juga dengan kehidupan beragama kita. Berbeda-beda, tapi tetap bisa satu meja makan bakso bareng.

Momentum Waisak di Borobudur ini bisa jadi contoh, bahwa ritual keagamaan bisa berjalan damai, penuh makna, dan menyentuh siapa saja tak peduli agamanya apa. Bahkan yang cuma datang karena ikut keluarga atau sekadar penasaran pun bisa kena getarannya.

Borobudur malam itu bukan cuma panggung doa, tapi juga panggung persatuan. Lampion-lampion yang melayang ke langit bukan sekadar terang fisik, tapi metafora harapan umat manusia akan dunia yang lebih waras dan damai.

Semoga kita semua, tanpa perlu jadi Bhante atau bikin lampion sendiri di rumah, bisa jadi cahaya kecil yang menerangi sekitar. Sebab, seperti kata pepatah “Pelita tak pernah menanyakan siapa yang akan disinari, dia hanya menyala”. Dan siapa tahu, dari sebuah lampion yang melayang di langit Borobudur, kedamaian pelan-pelan menjalar seperti sinyal WiFi membungkus bumi dengan cahaya kebaikan.

Kalau ada Waisak di Borobudur, ayo kita belajar. Bukan cuma soal tradisi dan lampion, tapi soal hati. Karena pada akhirnya, semua agama mengajarkan hal yang sama jadi manusia yang lebih baik. Dan kalau bisa, jadi juga manusia yang lucu. Biar dunia nggak tegang-tegang amat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DI Ingatkan Kembali, Angka Kemiskinan Masih Tinggi, Sumsel Percepat Bikin Program TA 2020  

    DI Ingatkan Kembali, Angka Kemiskinan Masih Tinggi, Sumsel Percepat Bikin Program TA 2020  

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    JAJARAN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diharapkan fokus dengan program percepatan pengentasan kemiskinan. “Kita Fokuskan dengan program  mempercepat tercapainya kesejahteraan rakyat. Nantinya diharapkan akan berimbas langsung pada turunnya angka kemiskinan di Sumsel,” ungkapkan Wakil Gubernur Sumsel Ir. H. Mawardi Yanya  ketika memimpin rapat  dengan OPD dalam pembahasan program kegiatan Percepatan Penanggulangan […]

  • Bukti Santri Jago di Berbagai Bidang

    Bukti Santri Jago di Berbagai Bidang

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    TIM Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Kecamatan Bayung Lencir akhirnya berhasil keluar menjadi juara I pada Turnamen Sepak Bola Piala Kasad Liga Santri PSSI Tahun 2022 Kodim 0401/Muba, setelah unggul poin terbanyak dengan sistem agregat gol.   Juara Kedua diraih Ponpes Al Hikmah Kecamatan Babat Toman dan Juara Ketiga diraih oleh Ponpes As-Salam Kecamatan Sungai […]

  • Duta Baca Indonesia Najwa Shihab Ajak Kaum Milenial Palembang Pahami Informasi Yang Benar

    Duta Baca Indonesia Najwa Shihab Ajak Kaum Milenial Palembang Pahami Informasi Yang Benar

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    DUTA Baca Indonesia, Najwa Shihab dalam paparannya menjajak generasi millenial di Sumsel untuk meningkatkan minat bacanya dengan menggunakan fasilitas yang sudah ada terlebih dengan menggunakan media sosial yang saat ini tengah berkembang pesat ditanah air “Bicara tentang literasi digital tentunya kita harus bisa melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan minat baca anak-anak, sehingga anak-anak bisa memahani informasi […]

  • Ngantor di Kelurahan IB I, Wawako Kumpulkan Warga, 2 Masalah Klasik Ini Jadi Topik Utama

    Ngantor di Kelurahan IB I, Wawako Kumpulkan Warga, 2 Masalah Klasik Ini Jadi Topik Utama

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    PULUHAN Perwakilan Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I (IB1), dengan semangat menyampaikan aspirasi mereka seputar masalah banjir dan jalan rusak ke Wakil Walikota Palembang. Dua masalah tersebut marupakan topik utama dalam kegiatan berkantor di Kelurahan yang diterima secara langsung oleh Fitrianti Agustinda. Dalam kegiatan diskusi tersebut, terlihat perawakilan RT di […]

  • Gempa M 5,2 M Bengkulu Selatan Dirasakan di OKU Selatan

    Gempa M 5,2 M Bengkulu Selatan Dirasakan di OKU Selatan

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    BADAN meteorologi, Klimatologi dan Geofisika [BMKG] melaporkan terjadi gempa Magnitudo 5,2 di Bengkulu Selatan, gempa terjadi pukul 11.13 WI, senin [29/3/2021]. Gempa dikedalaman 23 km, berada di 4.65 LS – 102.59 BT. Pusat gempa berada di laut 42 km Barat Daya Bengkulu Selatan. Dalam situs resminya BMKG menyebutkan gempa dirasakan (Skala MMI): III – IV Bengkulu Selatan, […]

  • Warga Perum Pesona Panik, Karhutlabun Nyaris Hanguskan Rumah

    Warga Perum Pesona Panik, Karhutlabun Nyaris Hanguskan Rumah

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

      PERISTIWA kebakaran hutan dan kebun [karhutlabun] di siang bolong terjadi tak jauh dari perumahan warga – Perum Pesona Harapan, Tahap I, Jalan KH. Azhari Rt36, Kalidon,i Palembang, Sabtu [7/9/2019]. Asap mulai terlihat sangat pekat dan disertai arang sisa daun yang terbakar bertebaran di udara di Perum tersebut, sekitar pukul 13.00 WIB membuat warga perum tersebut […]

expand_less
WordPress Archive Xavier – PHP Login Script & User Management Admin Panel Xcare – Medical and Health Care WordPress Theme Xenia – Refined WordPress Corporate Theme Xeon – Minimal Portfolio WordPress Theme Xerces – Creative & Digital Agency Elementor Template Kit XforWooCommerce Xing – Business / ecommerce WordPress Theme xLander – Premium Landing Page Template Xolio – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Xootix One Time Password (OTP) Login