Rabu, 26 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Indonesia Emas, Siapa Tahu?

Indonesia Emas, Siapa Tahu?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Des 2017
  • visibility 1.053
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan Dahlan Iskan

TOLONGLAH SAYA. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah ‘Indonesia Emas 2045’? Kalau lembaga, lembaga yang mana? Kalau perorangan, siapa?

Saya sudah berusaha bertanya. Ke sana ke mari. Tapi gagal info. Sudah ke Google juga. Belum dapat jawaban memuaskan. Mungkin saya kurang gigih.

Ceritanya begini.

Bulan Agustus lalu istilah ‘Indonesia Emas 2045’ itu saya temukan di beberapa kampus.

Bulan itu saya sering diundang untuk jadi pembicara seminar. Dengan topik ‘Indonesia Emas 2045’. Di Universitas Airlangga. Di ITS. Di UIN Sunan Ampel. Juga saat diundang seminar yang diadakan BEM Universitas Indonesia.

Di tempat-tempat itu pun saya bertanya. Siapakah penggagas Indonesia Emas itu? Tidak menemukan jawabnya. Panitianya pun saya tanya: siapa pencetus istilah tersebut? Tidak tahu.

Saya sungguh kepo. Saya begitu ingin mendapat penjelasan ini: Apa yang dimaksud Indonesia Emas 2045? Wujudnya seperti apa? Cara mencapainya bagaimana? Programnya apa?

Tentu saya tahu ini: di tahun 2045 itu Indonesia berumur 100 tahun. Angka keramat. Hanya itu.

Adakah keinginan pencipta istilah tersebut Indonesia ‘sudah’ adil makmur di tahun itu? Atau ‘baru’ adil makmur 27 tahun lagi itu?
Kalau iya, tanda-tandanya apa? Gejalanya seperti apa? Yang utama: roadmap menuju adil makmur itu seperti apa?

Saya lebih kepo lagi setelah membandingkan dengan negara lain.

Terutama setelah mengetahui hasil kongres partai komunis Tiongkok ke-19 bulan Oktober 2017 lalu. Saat itu saya lagi di sana.

Salah satu hasil kongres itu mengejutkan saya: lima tahun lagi tidak boleh lagi ada orang miskin di Tiongkok. Tahun 2021 nanti kemiskinan sudah harus terhapus total. Lima tahun lagi.

Begitu jelas target itu. Begitu tegas batas waktu yang ditetapkan. Begitu konkrit roadmap-nya.

Sebagai orang yang mengikuti dari jarak dekat apa yang dilakukan Tiongkok, saya yakin target menghapus kemiskinan itu pun akan tercapai.

Tiga puluh tahun lalu masih ada 800 juta orang miskin di Tiongkok. Saat itu Tiongkok masih lebih miskin dari Indonesia. Lalu diturunkan menjadi 600 juta. Turun lagi jadi 400 juta. Turun lagi tinggal 200 juta.

Saat ini orang miskin di Tiongkok tinggal 60 juta.

Setiap lima tahun angka penurunannya begitu nyata. Siapa yang tidak percaya kalau target berikutnya juga akan tercapai.

Tinggal yang 60 juta itulah yang akan diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

Indonesia Emas 2045 masih 27 tahun lagi. Bukan lima tahun lagi. Mungkin karena masih lama dianggap tidak perlu road map.

Toh kalau gagal yang menciptakan istilah itu tidak bisa dituntut. Mungkin di tahun 2045 itu dia sudah lama meninggal. (**)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambah Armada, ASDP Lombok Siap Antisipasi Lonjakan Penonton MotoGP Mandalika 2022

    Tambah Armada, ASDP Lombok Siap Antisipasi Lonjakan Penonton MotoGP Mandalika 2022

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.403
    • 0Komentar

    PERHELATAN Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, segera dimulai dan ASDP sudah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi penonton. Pulau Lombok sebagai tuan rumah terlihat sibuk menyambut kedatangan para penggemar MotoGP. Mereka datang tidak hanya menggunakan jalur udara atau darat saja. Tak sedikit juga yang memakai […]

  • opening-countdown-asian-games-2018-palembang

    Opening Ceremony Countdown, Yakinkan Ribuan Warga Palembang Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    Ribuan warga Palembang dari sore hari hingga malam berbondong-bondong berkumpul memadati Benteng Kuto Besak (BKB), jumat malam, mereka terlihat antusias sekali, selain memang ada hiburan musik perayaan HUT RI -72, moment itu bertepatan dengan malam pergelaran ceremony countdown jelang satu tahun Asian Games 2018.

  • Benarkah Festival Belanja HUT RI Dongkrak Ekonomi?

    Benarkah Festival Belanja HUT RI Dongkrak Ekonomi?

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Setiap memasuki bulan Agustus, masyarakat Indonesia tidak hanya disuguhi kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia RI ke-81, tetapi juga berbagai festival belanja dengan potongan harga besar di pusat perbelanjaan. Fenomena ini bukan hanya strategi pemasaran untuk menarik konsumen, melainkan bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi melalui peningkatan konsumsi rumah tangga. […]

  • Saat Nyamuk Tak Lagi Dianggap Sepele

    Saat Nyamuk Tak Lagi Dianggap Sepele

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    ADA satu makhluk di dunia ini yang kerjanya paling konsisten dan jarang absen, ia adalah nyamuk, ia kecil, namun suaranya cempreng bikin ganggu telinga saat tidur di ruang gelap, tapi soal komitmen, jangan ditanya dan jangan dilawan, sebab saat  musim hujan datang, dia siap sedia,  air tergenang sedikit, dia senyum, bahkan manusia lengah aja, dia […]

  • Banyak Daerah Terisolir Terbuka, TMMD Berskala Besar  di OKU Raya Berdampak Positif Bagi Masyarakat

    Banyak Daerah Terisolir Terbuka, TMMD Berskala Besar  di OKU Raya Berdampak Positif Bagi Masyarakat

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru terus berupaya melakukan  pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Bahkan untuk mencapai keinginannya tersebut  pihaknya menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan program  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  berskala besar pada tahun ini juga. “Dengan program TMMD skala besar ini  kita yakin  daerah pedesaan akan  lebih cepat tersentuh pembangunan. Pengalaman saya saat […]

  • Bansos Bisa Dimanfaatkan untuk Lebaran, Masyarakat Penerima Silahkan Gunakan

    Bansos Bisa Dimanfaatkan untuk Lebaran, Masyarakat Penerima Silahkan Gunakan

    • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

      JELANG Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, pemerintah mengupayakan percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos). Baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa BLT DD telah tersalur sebesar Rp2,3 triliun kepada […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Kick Contact Form Ninja Kick: Sliding Panel for WordPress Ninja Popup Rest API Ninja Popups – Popup Plugin for WordPress Ninja Tables Pro | The Fastest and Most Diverse WP DataTables Plugin Ninja Widget Extra Add-on NinjaTeam Facebook Messenger for WordPress NioBis – Consulting WordPress Theme Niqui – Vape Store WooCommerce WordPress Theme Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit