Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Indonesia Emas, Siapa Tahu?

Indonesia Emas, Siapa Tahu?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Des 2017
  • visibility 1.051
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan Dahlan Iskan

TOLONGLAH SAYA. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah ‘Indonesia Emas 2045’? Kalau lembaga, lembaga yang mana? Kalau perorangan, siapa?

Saya sudah berusaha bertanya. Ke sana ke mari. Tapi gagal info. Sudah ke Google juga. Belum dapat jawaban memuaskan. Mungkin saya kurang gigih.

Ceritanya begini.

Bulan Agustus lalu istilah ‘Indonesia Emas 2045’ itu saya temukan di beberapa kampus.

Bulan itu saya sering diundang untuk jadi pembicara seminar. Dengan topik ‘Indonesia Emas 2045’. Di Universitas Airlangga. Di ITS. Di UIN Sunan Ampel. Juga saat diundang seminar yang diadakan BEM Universitas Indonesia.

Di tempat-tempat itu pun saya bertanya. Siapakah penggagas Indonesia Emas itu? Tidak menemukan jawabnya. Panitianya pun saya tanya: siapa pencetus istilah tersebut? Tidak tahu.

Saya sungguh kepo. Saya begitu ingin mendapat penjelasan ini: Apa yang dimaksud Indonesia Emas 2045? Wujudnya seperti apa? Cara mencapainya bagaimana? Programnya apa?

Tentu saya tahu ini: di tahun 2045 itu Indonesia berumur 100 tahun. Angka keramat. Hanya itu.

Adakah keinginan pencipta istilah tersebut Indonesia ‘sudah’ adil makmur di tahun itu? Atau ‘baru’ adil makmur 27 tahun lagi itu?
Kalau iya, tanda-tandanya apa? Gejalanya seperti apa? Yang utama: roadmap menuju adil makmur itu seperti apa?

Saya lebih kepo lagi setelah membandingkan dengan negara lain.

Terutama setelah mengetahui hasil kongres partai komunis Tiongkok ke-19 bulan Oktober 2017 lalu. Saat itu saya lagi di sana.

Salah satu hasil kongres itu mengejutkan saya: lima tahun lagi tidak boleh lagi ada orang miskin di Tiongkok. Tahun 2021 nanti kemiskinan sudah harus terhapus total. Lima tahun lagi.

Begitu jelas target itu. Begitu tegas batas waktu yang ditetapkan. Begitu konkrit roadmap-nya.

Sebagai orang yang mengikuti dari jarak dekat apa yang dilakukan Tiongkok, saya yakin target menghapus kemiskinan itu pun akan tercapai.

Tiga puluh tahun lalu masih ada 800 juta orang miskin di Tiongkok. Saat itu Tiongkok masih lebih miskin dari Indonesia. Lalu diturunkan menjadi 600 juta. Turun lagi jadi 400 juta. Turun lagi tinggal 200 juta.

Saat ini orang miskin di Tiongkok tinggal 60 juta.

Setiap lima tahun angka penurunannya begitu nyata. Siapa yang tidak percaya kalau target berikutnya juga akan tercapai.

Tinggal yang 60 juta itulah yang akan diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

Indonesia Emas 2045 masih 27 tahun lagi. Bukan lima tahun lagi. Mungkin karena masih lama dianggap tidak perlu road map.

Toh kalau gagal yang menciptakan istilah itu tidak bisa dituntut. Mungkin di tahun 2045 itu dia sudah lama meninggal. (**)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan di Lalan Putus, Pemkab Muba Pertegas Kapal Pengangkut Tanah Merah Harus  Bertanggungjawab

    Jembatan di Lalan Putus, Pemkab Muba Pertegas Kapal Pengangkut Tanah Merah Harus Bertanggungjawab

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Terputus Jembatan (P.6) di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin, selain telah menelan korban jiwa juga menyebabkan masyarakat setempat tidak bisa berlalu lintas dengan normal, dikarenakan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jembatan yang digunakan oleh masyarakat. Kendati hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Muba memfokuskan 3 gerakan cepat dan prioritas untuk kepentingan masyarakat. Yaitu nyalakan listrik, […]

  • Ternacam Kehilangan Lahan, Warga Jungkal Seruduk Pemda OKI 

    Ternacam Kehilangan Lahan, Warga Jungkal Seruduk Pemda OKI 

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI -Terancam banyak kehillangan lahan warga desa jungkal kecamatan pampangan seruduk Pemda OKI. “Kami warga Desa jungkal merasa kecewa kepada Pemkab OKI lantaran sudah mengubah peta lahan desa jungkal sehingga sangat merugikan masyarakat jungkal”terang juru bicara masyarakat jungkal Oma sastra kemarin rabu (27/10) mengatakan. “Perubahan tapal batas desa ini bukan hanya merugikan masyarakat jungkal […]

  • JK : Lonjakan Jumlah Penduduk Harus di Iringi Produktivitas

    JK : Lonjakan Jumlah Penduduk Harus di Iringi Produktivitas

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BANDUNG – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah Daerah agar responsif menghadapi bonus demografi sehingg perlu diiringi dengan peningkatan produktifitas. Pemerintah, tengah memproyeksikan bahwa pada 100 tahun Indonesia kelak, melonjaknya jumlah penduduk. Menurutnya  responsif menghadapi bonus demografi dengan peningkatan produksi dan fasilitas pelayanan kepada masyarakat. Meliputi peningkatan produksi pangan, infrastruktur jalan dan […]

  • P3N Di Aktifkan Kembali

    P3N Di Aktifkan Kembali

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.209
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Tepat sebulan setelah dilantik jadi gubernur, satu persatu janji kampanye Herman Deru- Mawardi Yahya (HDMY) ditunaikan, Rabu (31/10/2018) kemarin misalnya, HD memastikan mengaktifkan kembali tugas Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) Talak-Ruju (TR). “Pak Menteri sudah jawab keinginan masyarakat Sumsel melalui Kakanwil Kemenag.  P3N di Sumsel sekarang resmi diaktifkan lagi. Ini keinginan masyarakat […]

  • Semua Kabupaten dan Kota Sumsel Harus Miliki Kampung Tangguh Anti Narkoba

    Semua Kabupaten dan Kota Sumsel Harus Miliki Kampung Tangguh Anti Narkoba

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    PASCA diresmikannya Kampung Tangguh Anti Narkoba di kawasan Kebangkan 9 Ilir, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menargetkan Kampung Tangguh seperti ini juga dibangun dan dihadirkan di seluruh Kab/kota di Sumsel. Pernyataan itu diungkapkannya saat meresmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Sungai Karangkuan, Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT 3, Rabu (16/2) pagi. Keberadaan Kampung Tangguh itu […]

  • Persingkat  Jarak Tempuh  Palembang- Mura  Tebus 3,5 Jam

    Persingkat  Jarak Tempuh  Palembang- Mura  Tebus 3,5 Jam

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru pada tahun angaran 2020 ini,  kembali memberikan Bantuan  Gubernur (Bangub) kepada Kabupaten PALI sebesar Rp 63 Miliar. Bantuan tersebut diantaranya  digunakan untuk  perbaikan infrastruktur  jalan penghubung Desa Semanggus Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali hingga Kecamatan BTS Ulu Cecar Kabupaten Mura. “Jalan Desa Semanggus Kecamatan Talang Ubi ke Cecar sepanjang 4,13 […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Kick Contact Form Ninja Kick: Sliding Panel for WordPress Ninja Popup Rest API Ninja Popups – Popup Plugin for WordPress Ninja Tables Pro | The Fastest and Most Diverse WP DataTables Plugin Ninja Widget Extra Add-on NinjaTeam Facebook Messenger for WordPress NioBis – Consulting WordPress Theme Niqui – Vape Store WooCommerce WordPress Theme Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit