Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » CBD COP15: Ini yang perlu kamu tahu

CBD COP15: Ini yang perlu kamu tahu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Des 2022
  • visibility 669
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

GP1SZBDR_Low_res_with_credit_line

 

 

KITA  sudah sampai di penghujung tahun 2022 saja ya. Semoga kamu dalam kondisi sehat dan selamat, di tengah maraknya kejadian gempa dan erupsi gunung di berbagai wilayah belakangan ini.

 

Di bulan Desember ini, masih ada 1 gelaran penting lagi terkait lingkungan: Convention on Biological Diversity Conference of the Parties 15 atau disingkat CBD COP15. Berbeda dengan COP tahunan yang selama ini kita kenal, CBD COP15 fokus pada pembahasan tentang keanekaragaman hayati. Konferensi yang diselenggarakan oleh PBB di Montreal, Kanada ini sedang berlangsung hingga 19 Desember mendatang.

 

Kenapa CBD COP15 ternyata juga penting?

 

Diperkirakan ada 1 juta spesies yang berisiko punah secara global. COP ini adalah kesempatan bagi para petinggi dunia untuk mencapai kesepakatan selevel Perjanjian Paris – dalam bentuk kesepakatan yang terukur untuk menekan hilangnya keanekaragaman hayati di akhir dekade ini.

 

Indonesia sebagai salah satu negara yang punya keanekaragaman hayati yang kaya sudah seharusnya berkomitmen kuat untuk melindungi anugerah yang kita miliki ini, karena keanekaragaman hayati kita adalah investasi kini dan masa depan. Untuk melindungi keanekaragaman hayati dunia kita perlu melindungi minimal 30% dari luas lautan dan daratan kita dari aktivitas manusia yang merusak.

 

Cari tahu bagaimana CBD COP15 dapat membantu menghindari kehancuran alam di sini.

GP1T8PFX_Low_res_with_credit_line

Menanggapi dibukanya gelaran ini, Greenpeace Kanada membentangkan banner setinggi 14 meter di l’Anneau, Montreal.

 

Banner ini menggambarkan dua potensi masa depan bagi manusia dan planet. Setengah spanduk menggambarkan dunia yang sehat dengan manusia dan satwa liar berkembang biak; setengah lainnya ditandai dengan kerusakan dan degradasi lingkungan, di mana hanya kerangka dari spesies yang sama yang tersisa.

 

“COP ini dapat mengubah titik kritis menjadi titik balik bagi alam, dengan menghasilkan kesepakatan global yang ambisius,” kata Li Shuo, penasihat kebijakan global untuk Greenpeace Asia Timur yang berada di Montreal untuk konferensi tersebut. “Juga dengan menempatkan Masyarakat Adat dan komunitas lokal di pusat konservasi global dengan setidaknya 30% tanah dan air global dilindungi pada tahun 2030.”

 

Indonesia, yang menjadi bagian dari konferensi ini, bisa turut berkomitmen kuat dan terukur untuk menjaga keanekaragaman hayati yang masih tersisa. Karena tanpa keanekaragaman hayati, apa yang akan kita wariskan pada anak cucu kita tentang Indonesia di masa mendatang?

 

Salam hijau damai,

Greenpeace Indonesia

GP1T4HV1_Low_res_with_credit_line

Jika proyek lumbung pangan Indonesia gagal, siapa yang bertanggung jawab memulihkan hutan? – The Conversation

Pasca kritik dari berbagai pihak termasuk Greenpeace Indonesia tentang kondisi sebenarnya Lumbung Pangan atau Food Estate di Kalimantan Tengah, peneliti dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menjabarkan bagaimana kecarut-marutan dasar hukum pemulihan hutan jika proyek tersebut gagal. Berbagai aturan yang ada saat ini ternyata tidak cukup menjawab bagaimana masa depan hutan yang sudah dibuka tersebut bisa kembali ke sedia kala.

Nature needs $384 billion annually by 2025, U.N. says – Reuters

Unit pengawas lingkungan PBB menyebutkan bahwa investasi di bidang perlindungan dan pengelolaan ekosistem dunia perlu mencapai $384 miliar per tahun pada tahun 2025 untuk menjaga kita dari ancaman perubahan iklim dan hilangnya sumber daya alam. Saat ini, jumlah uang yang dikeluarkan secara global tidak lebih dari setengahnya – atau hanya $154 miliar per tahun.

Climate Crisis: International court should play key role in delivering climate justice – Amnesty International 

Lewat siaran pers, Amnesty International mendukung seruan Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mengeluarkan pendapat tentang tanggung jawab dan kewajiban negara seputar Krisis Iklim. Pendekatan berbasis Hak Asasi Manusia diharapkan dapat diterapkan oleh negara-negara untuk mengatasi ancaman nyata Krisis Iklim di depan mata kita.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Puskesmas Ditinjau Gubernur Guna Memantau Pelaksanaan Vaksinasi

    Tiga Puskesmas Ditinjau Gubernur Guna Memantau Pelaksanaan Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Sebanyak tiga Puskesmas di Kabupaten Ogan Ilir ditinjau Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru guna memantau pelaksanaan Vaksin Sinovac. Setelah menjalani observasi sekitar 30 menit pasca di vaksin Sinovac, di Puskesmas Gandus, Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung melakukan sejumlah kegiatannya seperti biasa. Ia bahkan langsung meninjau persiapan vaksinasi di tiga puskesmas di Kabupaten Ogan Ilir […]

  • Dugong Mali sampai Tenun Umapura, Menyelam Lebih Dalam dari Sekadar Air Laut

    Dugong Mali sampai Tenun Umapura, Menyelam Lebih Dalam dari Sekadar Air Laut

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    KATANYA, orang yang jatuh cinta itu sama seperti penyelam rela menahan napas demi melihat sesuatu yang indah. Bedanya, kalau penyelam di Alor menahan napas untuk melihat terumbu karang warna-warni, kita di darat sering menahan napas karena tagihan listrik belum dibayar. Ya begitulah hidup, di laut penuh ikan pari, di darat penuh cicilan yang ngeri-ngeri sedap. […]

  • Sadar SDA –nya dari Agro Hingga Penyangga Food Estate Nasional, Iskandar Ingin Produksi Meningkat Berkali Lipat, Infrasruktur di 3 Wilayah Diresmikan Sekaligus    

    Sadar SDA –nya dari Agro Hingga Penyangga Food Estate Nasional, Iskandar Ingin Produksi Meningkat Berkali Lipat, Infrasruktur di 3 Wilayah Diresmikan Sekaligus    

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

        PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] meresmikan tiga infrastruktur perioritas antara lain Duplikasi Jembatan Air Dusun Anyar, Jembatan Air Talang Pangeran dan Jembatan Gantung Sungai Babatan Kecamatan Pedamaran. Tiga infrastruktur yang diresmikan ini guna mempermudah mobilitas dan konektivitas masyarakat dengan harapan meningkatkan perekonomian setempat.”Akses mudah dijangkau ini setidak dapat mendorong pertumbuhan tiga daerah […]

  • Giliran Pelatih Budiarjo Dipecat Manajemen Sriwijaya FC

    Giliran Pelatih Budiarjo Dipecat Manajemen Sriwijaya FC

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    Manajemen Klub Sriwijaya FC terus melakukan evaluasi di tubuh tim Laskar Wong Kito, setelah sebelumnya manajemen gencar mendepak sejumlah punggawa Sriwijaya FC. Kini giliran sang pelatih harus terdepak lantaran kontrak pelatih Budiardjo Thalib tidak diperpanjang alias dipecat. Kepastian itu dibenarkan Manajer Tim Sriwijaya FC, Muhammad Fadli dalam keterangan pres kepada wartawan, Rabu (17/2/2021) siang. “Salam […]

  • Gambo Muba Diburu Pecinta Fashion

    Gambo Muba Diburu Pecinta Fashion

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.238
    • 0Komentar

    PERMINTAAN produk Gambo Muba yang kian tinggi baik di nasional maupun internasional membuat Ketua Dekranasda Muba yang juga inisiator produk Gambo Muba selalu berusaha maksimal untuk memenuhi permintaan pecinta fashion terhadap produk Gambo Muba. Kini, guna memenuhi permintaan pecinta fashion di Sumsel, Gambo Muba telah hadir di Kriya Sriwijaya yang merupakan gedung pusat produk UMKM […]

  • Surat, Cinta & Nasib Honorer, Ketika Selembar Kertas Bisa Menyelamatkan 6.120 Jiwa

    Surat, Cinta & Nasib Honorer, Ketika Selembar Kertas Bisa Menyelamatkan 6.120 Jiwa

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 521
    • 0Komentar

    DI zaman dulu, surat itu ditulis pakai arang di daun pisang, kalau hujan turun, alamat bubar. Di zaman penjajahan, surat dikirim lewat kurir sepeda onthel, kalau nyasar bisa berujung perceraian. Tapi sekarang, di era digital, selembar surat PDF pun bisa bikin deg-degan satu provinsi. Terutama kalau isinya menyangkut nasib 6.120 orang. Ya…, ini bukan kisah […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Gridbox WordPress Theme MyThemeShop Hotnews WordPress Theme MyThemeShop HowTo WordPress Theme MyThemeShop Instinct WordPress Theme MyThemeShop Interactive WordPress Theme MyThemeShop Lawyer WordPress Theme MyThemeShop Lifestyle WordPress Theme MyThemeShop Magazine WordPress Theme MyThemeShop Magnus WordPress Theme MyThemeShop MagXP WordPress Theme