Pagi Cerah 17 Agustus, Bendera Pusaka Bergerak dari Monas Menuju Istana
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID, -Pagi 17 Agustus di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, terasa berbeda. Langit yang cerah mengiringi langkah para Purna Paskibraka dan rombongan kirab yang bersiap membawa Bendera Pusaka serta naskah Proklamasi menuju Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Nuansa putih tampak mendominasi penampilan para Paskibraka yang terlibat dalam prosesi. Wajah-wajah muda itu terlihat tenang dan penuh semangat saat menjalankan tugas di tengah rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di sisi lain, warga mulai memenuhi jalur yang akan dilewati rombongan. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang mengajak anak-anak sejak pagi. Pakaian bernuansa merah putih yang dikenakan warga membuat suasana di sekitar Monas semakin terasa sebagai pagi perayaan kemerdekaan.
Dari dalam kawasan Monas, prosesi diawali dengan penyerahan Bendera Pusaka dan naskah Proklamasi. Setelah rangkaian seremoni selesai, kedua simbol penting itu dibawa keluar untuk melanjutkan perjalanan menuju Istana.
Bendera Pusaka kemudian berada dalam penjagaan Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025, Bianca Sultana Najwa dari SMAN 82 Jakarta. Sementara naskah Proklamasi dibawa Aliah Sakira, siswi SMAN 14 Makassar.
Keduanya selanjutnya menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Kereta tersebut menjadi bagian paling mudah dikenali dalam rombongan yang bergerak meninggalkan Monas menuju Istana Merdeka.
Perjalanan dimulai sekitar pukul 08.07 WIB. Di bagian depan, 15 prajurit perempuan Polisi Militer mengendarai sepeda motor dalam formasi pengawalan. Secara keseluruhan, terdapat 45 personel motor kawal Polisi Militer yang mengawal perjalanan kirab.
Di belakang barisan motor, rombongan berkuda dan unsur kirab lainnya bergerak mengikuti kereta. Derap langkah pasukan berpadu dengan suasana pagi Jakarta yang sejak awal sudah dipenuhi warga yang ingin menyaksikan langsung perjalanan Bendera Pusaka.
Kirab ini menjadi salah satu rangkaian penting sebelum pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka. Setelah meninggalkan Monas, rombongan bergerak menuju kawasan Istana dengan membawa dua simbol yang tidak terpisahkan dari sejarah lahirnya Indonesia.
Garuda Prabayaksa sendiri telah digunakan sejak peringatan HUT ke-80 RI pada 2025. Kereta kencana tersebut dibuat secara khusus di Sleman, Yogyakarta, dan kembali digunakan untuk kirab tahun ini.
Bagi warga yang menyaksikan dari sepanjang jalur, perjalanan itu bukan sekadar iring-iringan menuju tempat upacara. Pagi itu, Merah Putih hadir di tengah keramaian kota, dibawa generasi muda, dikawal pasukan, dan disaksikan langsung masyarakat.
Dari Monas menuju Istana, Bendera Pusaka akhirnya menuntaskan perjalanan kirab sebagai bagian dari rangkaian puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
