Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » CATATAN PINGGIR : Qodrat 2 “Ketika Setan Ketiban Durian Runtuh di Libur Lebaran”

CATATAN PINGGIR : Qodrat 2 “Ketika Setan Ketiban Durian Runtuh di Libur Lebaran”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
  • visibility 1.025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Libur lebaran itu emang momen sakral dan umat manusia juga  berlomba-lomba mudik untuk  Lebaran,  dengan tujuan  silaturahmi, makan ketupat bersama  besar di kampung halaman, bahkan sedikit drama keluarga. Tapi tahun ini, ada satu tren baru,  yakni nobar horor bareng keluarga besar. Apa lagi yang bisa menyatukan tante, sepupu, dan om yang jarang ngomong kalau bukan jeritan bareng di bioskop?. Ada hal yang menarik lagi saat suasana lebaran itu,  para setan justru sibuk manggung di layar lebar. Siapa sangka? di tengah deru klakson bus malam dan antrean semur jengkol di warung rest area, film Qodrat 2 malah sukses menembus angka 1,7 juta penonton hanya dalam 10 hari.

Sebuah pencapaian yang bukan cuma bikin produser senyum-senyum sambil ngopi tubruk, tapi juga bikin Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, tepuk tangan sampai telapak tangannya panas. Lho kok bisa? Apa rahasianya? Apakah ada campur tangan jin kelas kakap? Pikirnya..

Dengan total lebih dari 5 juta penonton untuk seluruh film Indonesia yang tayang saat libur lebaran, ini artinya rakyat Indonesia rela antre di depan bioskop demi menyaksikan kehadiran setan berstandar ISO.

Dan yang paling gemas, genre horor masih jadi primadona menyumbang 40% lebih dari keseluruhan tontonan dua tahun terakhir. Artinya, bangsa ini lebih nyaman menghadapi setan fiktif daripada kenyataan tagihan listrik atau pertanyaan “kapan nikah” dari keluarga besar. ha..ha.ha…!!.

Tenang, ini bukan karena ada jimat di balik layar, tapi karena film ini benar-benar punya qodrat untuk menghibur sekaligus menakut-nakuti dengan elegan. Seperti makan kerupuk pedas sambil nonton telenovela pedas, deg-degan, tapi nagih.

Sekarang mari kita jujur dan bertanya ke hati kecil kita yang paling dalam kapan terakhir kali kita nonton film romantis dan keluar bioskop sambil ngelus dada, bukan karena sedih, tapi karena ngantuk?

Nah, di sinilah letak kejeniusan Qodrat 2. Genre horor terbukti masih menjadi primadona bioskop tanah air. Dengan statistik mencatat genre ini menguasai lebih dari 40% selera penonton dua tahun terakhir, jelas sudah bahwa bangsa ini memang senang diteror… asalkan bukan oleh utang pinjol atau mantan yang balikan pas Lebaran.

Film horor, kalau digarap serius, bisa jadi mesin uang. Dan Qodrat 2 membuktikan bahwa setan pun bisa jadi kontributor PDB, jika diarahkan ke jalur yang benar. Kementerian Ekonomi Kreatif pun langsung pasang badan, bukan untuk mengusir jin, tapi untuk mendukung ekspor hantu lokal ke 9 negara luar. Indonesia ekspor kopi? Biasa. Ekspor setan? Luar biasa… hebat bukan !!.

Langkah Kemenekraf mendorong distribusi film ini secara internasional patut kita beri acungan jempol, dan satu tambahan jempol kalau bisa. Karena film adalah wajah budaya. Dan kalau wajah Indonesia yang ditampilkan adalah ustaz melawan jin di tengah teriakan takbir dan efek CGI yang cakep, maka boleh kita katakan “Itu Indonesia banget!”

Film Qodrat 2 ibarat pecel lele yang dikemas dalam kotak sushi kontennya lokal, tapi tampilannya sudah siap go internasional. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ikut nonton dan kasih apresiasi langsung. Biasanya menteri sibuk ngurus anggaran dan debat soal industri kreatif, tapi kali ini beliau ikut duduk manis nonton ustaz ngusir setan sebuah bukti bahwa perfilman kita tidak cuma bikin tegang, tapi juga menggerakkan ekonomi kreatif.

Yang menarik, Kemenekraf juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas generasi, antara produser kawakan dan sineas muda. Ini penting, agar film horor kita tidak hanya mengandalkan pintu berderit dan lampu mati tiba-tiba, tapi juga cerita yang kuat, karakter yang berkesan, dan ending yang bikin penonton mikir, bukan cuma teriak.

Coba kita pikir baik-baik, dulu, kalau ngomongin ekspor, kita bangga kirim sawit, kopi, atau ikan kering. Tapi sekarang? Kita ekspor film horor. Tepatnya setan lokal. Qodrat 2 siap tayang di lebih dari 9 negara. Bayangin ada orang di Jerman yang baru pertama kali dengar nama “Kyai Qodrat” sambil kaget liat pocong bisa jalan zig-zag sambil ngaji.

Kalau ekspor kerupuk bisa cuan, maka ekspor horor bisa bikin devisa naik asal hantu yang muncul punya etika sinematografi. Jangan cuma muncul terus hilang, harus ada karakter development. Harus bisa bikin penonton baper sekaligus merinding.

Dan jangan salah, ini bukan cuma soal setan doang. Ini soal bagaimana narasi, efek visual, dan keberanian sineas lokal menyajikan cerita dengan kualitas global. Qodrat 2 adalah bukti bahwa Indonesia punya kemampuan membuat horor yang bukan sekadar hantu lompat dari lemari, tapi juga punya kedalaman cerita dan pesan moral.

Linda Gozali, sang produser, menyebut film ini sebagai “perpaduan antara ekonomi dan kreativitas.” Dan kami tambahkan juga perpaduan antara ketakutan dan ketertarikan, antara kearifan lokal dan strategi global.

Keberhasilan Qodrat 2 adalah alarm positif bahwa industri film nasional bukan lagi cuma panggung hura-hura. Ini ladang basah, tempat kreativitas bisa mendatangkan rezeki yang halal walau kadang dihiasi jeritan keras dan pocong yang muncul dari lemari.

Qodrat 2 adalah perpaduan antara ekonomi dan kreativitas. Dan kami tambahkan juga perpaduan antara iman dan ketegangan, antara ilmu ruqyah dan efek CGI, antara doa-doa dan naskah yang niat.

Film ini bukan cuma serem, tapi juga pinter. Dan itu yang kita butuh dari film horor ini bukan cuma bikin loncat dari kursi, tapi juga mikir, “Eh, serem juga ya hidup tanpa iman.”

Jadi buat kamu yang merasa bakatmu aneh, bisa lihat hantu, atau punya mimpi bikin film tentang tuyul yang tobat dan jadi peternak bebek ini saatnya bersinar. Karena di negeri ini, kalau kamu bisa bikin penonton takut sambil mikir, kamu bukan cuma seniman, kamu pejuang ekonomi kreatif.

Qodrat 2 telah membuktikan satu hal penting kita bisa bikin film bagus, laris, dan berdaya saing global tanpa harus jadi Hollywood. Cukup jadi diri sendiri, dan percaya bahwa lokalitas kita itu eksotik. Kita punya hantu, kita punya nilai, kita punya cerita. Dan yang paling penting, kita punya penonton loyal yang rela bayar nonton film lokal asal filmnya jujur, tulus, dan niat. Dan pada akhirnya, kita semua punya satu Qodrat, ingat !! di balik tiap kesuksesan film horor, selalu ada satu pertanyaan filosofis apakah setan juga dapat royalti ? ha…ha…ha !!

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus II DPRD Kota Lubuk Linggau Puji Disdukcapil Muba Sudah Setara Nasional

    Pansus II DPRD Kota Lubuk Linggau Puji Disdukcapil Muba Sudah Setara Nasional

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    DENGAN ramah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Banyuasin Hj Asmarani SSos MSi, beserta jajarannya sambut Kunjungan Kerja Panitia Khusus II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau di Aula Disdukcapil Muba, Kamis (19/08/21). Kunjungan Panitia Khusus II DPRD Kota Lubuk Linggau ini dalam rangka pembahasan Raperda tentang Perubahan Kedua atas Perda […]

  • Wagub Minta Warga Palembang Bersiap PSBB

    Wagub Minta Warga Palembang Bersiap PSBB

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.150
    • 0Komentar

    MENJELANG penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang dipersiapkan di Kota Palembang dalam waktu dekat, membuat Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya semakin gencar melakukan pengecekan update harian data warga yang terindetifikasi atau orang dalam pemantauan (ODP) Covid 19 di Rumah Sehat Jakabaring Sport City (JSC), dan ODP yang melakukan isolasi […]

  • Bus Sriwijaya Asal Bengkulu Jatuh ke Jurang, 9 Orang Meninggal

    Bus Sriwijaya Asal Bengkulu Jatuh ke Jurang, 9 Orang Meninggal

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.367
    • 0Komentar

    SEMBILAN orang meninggal dunia, dan puluhan orang mengalami luka setelah bus penumpang jurusan Bengkulu-Palembang jatuh ke jurang di liku Lematang Indah, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sekitar pukul 23.45 WIB,Selasa (24/12/2019). Tim gabungan dari TNI, Polri, Tagana, Basarnas, dan tim relawan lainnya melakukan upaya evakuasi para korban dari dasar jurang. Kapolres Pagaralam AKBP Dolly […]

  • Aksi Mujahid 212 Hari Ini Angkat 4 Isu

    Aksi Mujahid 212 Hari Ini Angkat 4 Isu

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    KETUA panitia ustadz Edy Mulyadi mengatakan, titik kumpul aksi berada di Bundaran HI mulai pukul 08.00 WIB dan bergerak menuju Istana. Menurutnya ada empat isu yang akan diangkat Mujahid 212. Salah satunya mengenai sikap aparat yang dinilainya represif saat menghadapi demo mahasiswa. “Umat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar SMU. Kami ingin […]

  • Kini Kampungku Kembali Asri

    Kini Kampungku Kembali Asri

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 973
    • 0Komentar

    LANGIT Di atas Kota Palembang terlihat cerah, kabut asap terlihat sudah tak tampak lagi, meskipun matahari sudah memancarkan sinarnya, namun rasa panas menyengat di kulit tak terasa menyusul tiupan angin dari rindangnya dedaunan pohon. Angin yang berhumbus dari pohon di depan rumah sangat bersahabat, memasuki pintu dan jendela rumah,sehingga membuat ruangan demi ruangan rumah terasa sejuk. […]

  • PTPL Gencarkan Ekspansi & Pasarkan Produknya di Pasar Internasional, Jual Hingga di 14 Negara

    PTPL Gencarkan Ekspansi & Pasarkan Produknya di Pasar Internasional, Jual Hingga di 14 Negara

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 934
    • 0Komentar

    PT Pertamina Lubricants (PTPL) terus gencar melakukan ekspansi dan memasarkan produknya di pasar internasional. Gebrakan ini dimulai pada tujuh tahun lalu, ketika tahun 2014 PTPL secara resmi melakukan akuisisi salah satu produsen pelumas di Bangkok, Thailand, yang kini dikenal sebagai Pertamina Lubricants Thailand Co. Ltd. Direktur Utama PTPL, Ageng Giriyono menyatakan bahwa sejak akuisisi tersebut, […]

expand_less
WordPress Archive Graph Paper Press Sell Media Reprints Graph Paper Press Sell Media S3 Graph Paper Press Sell Media Stripe Graph Paper Press Sell Media Watermark Graphina – Forminator (Add-on) Graphina Pro - Elementor Dynamic Charts, Graphs, & Datatables Graptor – Technology & IT Solutions WordPress Theme Grasp – Creative Portfolio & Agency Elementor Template Kit GRAV – Creative Portfolio WordPress Theme Gravitas – Garden & Landscape Design Elementor Template Kit