Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » “Sumur Minyak Rakyat Muba, Antara Ladang Rejeki & Kolam Masalah, Kini Dikejar Deadline Seperti Mahasiswa Bikin Skripsi!”

“Sumur Minyak Rakyat Muba, Antara Ladang Rejeki & Kolam Masalah, Kini Dikejar Deadline Seperti Mahasiswa Bikin Skripsi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • visibility 804
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI tengah kebisingan dunia yang makin mirip panci presto, penuh tekanan dan bunyi desis, datanglah kabar dari bumi Serasan Sekate, Muba, tentang sumur minyak rakyat yang jumlahnya kini sudah tembus 12 ribu. Iya, DUA BELAS RIBU, bukan angka siluman dari dukun marketing, tapi estimasi resmi dari Pemkab Muba. Kalau sumur itu dikumpulkan, bisa-bisa bikin museum bawah tanah lengkap dengan tur virtual, snack gratis, dan tenda biru buat selfie.

Nah, Pemerintah Provinsi Sumsel rupanya nggak mau ini jadi seperti kolam lele tanpa pagar liar, amis, dan penuh risiko sehingga  ditetapkanlah tanggal 10 Juli 2025 sebagai deadline untuk menginventarisasi semua sumur minyak rakyat. Sebuah tenggat yang rasanya mirip deadline skripsi anak kos bikin deg-degan, tapi tetap bisa ditunda pakai alasan “printer rusak”.

Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 pun menjadi bintang utama. Permen ini bukan yang bisa dikulum, tapi bisa bikin Kepala Daerah dan SKK Migas kering tenggorokan karena harus ngobrol berjam-jam sambil debat soal sumur, izin, hingga siapa yang bakal disalahkan kalau meledak. Sebuah permen yang manis bagi regulasi, tapi getir bagi praktik di lapangan.

Sekretaris Daerah Muba, Dr. Apriyadi, dengan tenang (dan mungkin secangkir kopi) menyebut bahwa jumlah sumur rakyat sudah tembus 12 ribu. Coba bayangin, kalau tiap sumur dijaga satu satpam, Muba bisa punya pasukan lebih besar dari serial Game of Thrones.

Permasalahannya, sumur-sumur ini selama ini hidup dalam zona abu-abu, alias antara legal dan ilegal. Bak mantan yang masih suka nge-like status, tapi nggak pernah ngajak balikan sumur ini bikin galau. Di satu sisi, jadi mata pencaharian masyarakat, di sisi lain, bikin lingkungan jadi kayak wajah remaja jerawatan bopeng-bopeng akibat pengelolaan asal-asalan.

Oleh sebab itu, hadirnya Permen ESDM 14, diharapkan bisa jadi “sisir bergigi rapat” untuk merapikan rambut kusut sektor minyak rakyat, diharapkan juga BUMD, Koperasi, dan UMKM bisa turun tangan, bukan sekadar numpang selfie sambil bilang “kami hadir untuk rakyat”.

Perlu diingat, jangan sampai proses legalisasi ini malah jadi legalisasi penderitaan baru, di mana rakyat harus ngantri tanda tangan kayak mau minta BLT, atau disuruh bikin koperasi yang ujung-ujungnya cuma berisi ketua dan sekretaris yang rajin rapat tapi nihil tindakan. Jangan pula sumur yang sudah ditata malah dimonopoli, dan rakyat yang menggali jadi penonton dalam bisnis yang dulu mereka rintis pakai tangan kering, niat tulus, dan semangat ‘pokoknyo biso makan anak bini’.

Pepatah bilang, “Lebih baik punya sumur yang dangkal tapi jelas, daripada sumur dalam yang isinya cuma janji dan proposal,”. Nah lho!

Permasalahan minyak rakyat ini sejatinya bukan cuma soal produksi dan target sejuta barel per hari. Ini tentang harga diri dan kedaulatan ekonomi lokal. Sumur rakyat harusnya bukan cuma jadi angka di spreadsheet kementerian, tapi juga jadi simbol kemandirian, kekompakan, dan kreativitas wong kampung yang bisa menghidupkan dapur dari ladang emas hitam di belakang rumah.

Jangan sampai nanti, ketika semua sudah tertata rapi, yang menikmati cuma “orang pusat”, sementara rakyat cuma dijadikan tukang gali cadangan yang digaji pakai senyuman. Ingat, sumur itu digali dengan peluh, bukan wacana. Jangan sampai dikeruk semangat rakyat, tapi ditinggal tanggung jawabnya.

Semoga 10 Juli nanti bukan sekadar tenggat seperti tugas sekolah yang kelak dihapus Google Classroom, karena siswa lupa upload. Tapi jadi momentum, bahwa sumur rakyat bukan lagi cerita kelam, tapi kisah inspiratif tentang gotong royong energi lokal. Dan kepada pejabat yang terlibat, jangan cuma jago rapat, tapi ayo turun ke lapangan. Ingatlah pepatah dari rakyat Muba “Minyak bisa menguap, tapi keresahan rakyat bisa meledak!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ULD Jangan Hanya Menjadi Komunitas Kalangan Elit

    ULD Jangan Hanya Menjadi Komunitas Kalangan Elit

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel  Hj  Febrita Lustia Deru, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Fauziah Mawardi Yahya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 9 th The Universal Line Dance (ULD) wilayah Provinsi Sumsel di Griya Agung, Rabu (20/3) malam. Dalam kesempatan […]

  • Bersihkan Sungai Sekanak Lambidaro, Pemkot Palembang Kembali Giatkan Program Gotong Royong

    Bersihkan Sungai Sekanak Lambidaro, Pemkot Palembang Kembali Giatkan Program Gotong Royong

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    KEGIATAN rutin gotong royong yang mengajak seluruh elemen masyarakat terus digalakkan oleh Pemerintah kota Palembang. Kali ini, Pemerintah kota Palembang sengaja menggelar kegiatan gotong royong di di sepanjang aliran Sungai Sekanak Lambidaro Palembang, kemaren. Bahkan, kegiatan yang merupakan salah satu program Walikota Palembang, H. Harnojoyo itu pun disambut antusias oleh sejumlah masyarakat, tidak terkecuali juga […]

  • 2.465 BUMDes Ajukan Badan Hukum, Mendes Nyatakan Sekarang Masih Tahap Seleksi

    2.465 BUMDes Ajukan Badan Hukum, Mendes Nyatakan Sekarang Masih Tahap Seleksi

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar kembali memberikan perkembangan terbaru mengenai proses pendaftaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai Badan Hukum. Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, sebanyak 2.465 BUMDes dan 311 BUMDes Bersama sudah mendaftarkan ke Kemendes PDTT. Selanjutnya, Kemendes PDTT akan melakukaan verifikasi, jika dinyatakan […]

  • Mengapa Pemetaan Lahan Penting bagi Pengembangan Ekonomi Daerah?

    Mengapa Pemetaan Lahan Penting bagi Pengembangan Ekonomi Daerah?

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Pemetaan lahan menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan ekonomi daerah, melalui pendataan potensi lahan produktif maupun lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, membuka peluang usaha baru, serta mendorong terbentuknya sentra ekonomi yang sesuai dengan karakter setiap wilayah. Apalagi pemetaan lahan bukan hanya mendata tanah […]

  • Santri Zaman Now, Tak Cuma Hafal Kitab, Tapi Juga Jago Coding & Bikin Film!

    Santri Zaman Now, Tak Cuma Hafal Kitab, Tapi Juga Jago Coding & Bikin Film!

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    DI zaman dulu, santri identik dengan sarung, peci, dan kitab kuning tebal yang kalau jatuh ke kaki bisa bikin encok mendadak, namun sekarang zaman makin canggih, dan santri pun nggak boleh cuma jadi jagoan ngaji doang, ibarat padi di tengah sawah, makin berisi makin merunduk, tapi kalau nggak ditanami teknologi, lama-lama bisa tumbuh ilalang!. Itulah […]

  • Perbaiki Rumah Ambruk, Sekda Palembang Akan Gunakan Dana BAZNAS

    Perbaiki Rumah Ambruk, Sekda Palembang Akan Gunakan Dana BAZNAS

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.332
    • 0Komentar

    RUMAH milik keluarga Marzuki (55), itu ambruk pada Rabu (18/5/2022), sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini meskipun sebagian penghuni rumah terkena serpihan genteng dan Pemerintah Kota Palembang sepatunya memperbaiki dengan mengganti dana Bazna. Saat kejadian terdapat 5 orang penghuni rumah. Dua anak Marzuki ada di ruang tengah. Istri Marzuki […]

expand_less
WordPress Archive B2BKing - The Ultimate WooCommerce B2B & Wholesale Plugin Baby Doctor – Pediatric Clinic Elementor Template Kit Baby Kids - Education Primary School Children Baby & Kids Store eCommerce Woocommerce WordPress Theme BabyBo – Baby Shop and Children Kids Store WordPress Theme BabyCare – Kids Store WooCommerce WordPress Theme Babypleje – Baby Care Services Elementor Template Kit Background Switcher Addon For Elementor Backlink PRO – Unlimited Comment Backlinks Bagaicha – Landscape & Gardening Elementor Template Kit