Mengapa Pemetaan Lahan Penting bagi Pengembangan Ekonomi Daerah?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemetaan lahan menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan ekonomi daerah, melalui pendataan potensi lahan produktif maupun lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, membuka peluang usaha baru, serta mendorong terbentuknya sentra ekonomi yang sesuai dengan karakter setiap wilayah.
Apalagi pemetaan lahan bukan hanya mendata tanah kosong atau aset pemerintah. Proses ini menjadi cara untuk mengetahui lahan mana yang masih produktif, mana yang belum dimanfaatkan, serta mana yang memiliki peluang dikembangkan menjadi ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun kebijakan. Pemerintah dapat menentukan lokasi yang tepat untuk pengembangan usaha, sentra UMKM, kawasan produksi, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.
Tanpa pemetaan, pengembangan ekonomi lebih banyak bertumpu pada perkiraan. Akibatnya, tidak sedikit potensi yang terlewat atau bahkan lahan yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi justru tetap terbengkalai selama bertahun-tahun.
Palembang Memulai dari Data, Bukan Proyek
Pendekatan ini, kini diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang guna membangun kawasan ekonomi baru, pemerintah memilih memulai dari inventarisasi potensi lahan di setiap kelurahan sebagai dasar penyusunan program ekonomi masyarakat.
Langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Lahan di Setiap Kelurahan untuk Potensi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani, Kamis (30/7/2026).
Dalam rapat itu, seluruh camat dan lurah diminta mengidentifikasi lahan yang berpotensi dikembangkan.
Pendataan tidak hanya mencakup aset milik pemerintah, tetapi juga lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Isnaini, hasil inventarisasi akan menjadi pijakan dalam menyusun program pemberdayaan ekonomi di setiap kelurahan.
Oleh karena itu, seluruh kecamatan dan kelurahan diberi waktu dua minggu untuk menyampaikan laporan yang memuat lokasi lahan, potensi pengembangan, hingga kebutuhan dukungan maupun kebijakan yang diperlukan.
Data terkumpul, selanjutnya akan melalui proses verifikasi. Tahapan ini penting untuk memastikan setiap lokasi benar-benar memiliki peluang berkembang sebagai kawasan ekonomi produktif sehingga program yang dijalankan tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Pemkot Palembang juga mendorong camat dan lurah membangun komunikasi dengan pemilik lahan pribadi yang belum dimanfaatkan.
Harapannya, kerja sama tersebut dapat membuka peluang pemanfaatan lahan tanpa mengabaikan hak kepemilikan, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sehingga langkah ini sangat penting untuk pembangunan ekonomi, sebab tidak selalu harus diawali dengan proyek fisik berskala besar.
Memahami potensi wilayah justru menjadi fondasi agar setiap kebijakan memiliki arah yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Jika pemetaan dilakukan secara menyeluruh dan ditindaklanjuti dengan program yang tepat, lahan yang selama ini kurang produktif dapat berubah menjadi aset yang memberi nilai tambah.
Mulai dari ruang bagi pelaku UMKM, sentra produksi, kawasan pertanian perkotaan, hingga bentuk kegiatan ekonomi lain yang sesuai dengan karakter masing-masing kelurahan.
Keberhasilan pengembangan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan seberapa besarnya anggaran atau banyaknya proyek yang dibangun.
Ketersediaan data yang akurat mengenai potensi wilayah juga menjadi faktor penting agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Mengenali potensi lahan merupakan salah satu fondasi sebelum membangun sentra ekonomi yang berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
