Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Sudah 100 %, Koperasi Muba Tinggal Dipanen

Sudah 100 %, Koperasi Muba Tinggal Dipanen

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 767
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RAPAT koordinasi secara virtual mungkin terdengar membosankan bagi sebagian orang, apalagi kalau disandingkan dengan kata monitoring dan evaluasi. Tapi tunggu dulu, yang satu ini beda. Di balik layar Zoom itu, ada semangat dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang sedang unjuk gigi bahwa koperasi desa dan kelurahan di wilayah mereka bukan cuma sudah terbentuk, tapi sudah lengkap 100 persen.

Ibarat masakan, Muba sudah selesai goreng, tinggal plating dan minta dicicipi. Bumbunya sudah pas, tinggal berharap juri pusat mau datang dan bilang, ini baru koperasi, bukan sekadar papan nama.

Dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Persiapan Pelaksanaan Mock Up Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kamis (10/7/2025)  penuh harapan agar koperasi di desa dan kelurahan bisa naik kelas, bukan cuma jadi tempat simpan beras dan proposal pinjaman.

Muba ini ibarat emak-emak juara masak tumpeng. Bahan sudah lengkap, bumbu sudah ditumis, tinggal tunggu nasi matang. Bayangkan, 242 desa dan kelurahan sudah punya Koperasi Merah Putih. Artinya, satu langkah lagi menuju kemandirian ekonomi desa: tinggal digoreng, ditumis, disajikan, lalu disantap bareng-bareng.

Sudah pula diajukan 4 koperasi percontohan yang mungkin bisa disulap jadi koperasi rasa bintang lima di tengah realita ekonomi warteg kaki lima.

Kata Plt Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Muba, Dr Ardiansyah, “Kami mohon tim penilai turun langsung ke lapangan, supaya bisa dicicipin langsung. Kalau masih keasinan atau kurang cabe, tinggal disesuaikan”.

Permintaan itu masuk akal. Soalnya, menilai koperasi dari layar Zoom itu seperti menilai sate dari aroma foto mengundang lapar tapi tak terasa bumbu kacangnya.

Tim penilai memang mesti datang langsung, biar tahu mana koperasi yang matang merata, mana yang masih setengah matang kayak gorengan mentah di bagian tengah.

Koperasi Merah Putih ini bukan cuma sekadar branding pakai warna bendera, lho. Ini gerakan ekonomi akar rumput, yang niatnya menumbuhkan ekonomi dari bawah, bukan dari langit-langit program. Dalam bayangan ideal, koperasi desa itu seperti warung gotong-royong tempat nyimpan hasil tani, tempat emak-emak ngutang sabun, tempat pemuda desa belajar dagang, dan tempat orang tua diskusi harga cabai.

Kalau koperasi benar-benar dijalankan dengan niat dan niatnya dijalankan dengan koperasi, niscaya desa tidak hanya mandiri secara ekonomi, tapi juga bisa bersaing dengan minimarket waralaba di pinggir jalan.

Kata Wamendagri Bima Arya, pelaksanaan mock up ini adalah langkah penting agar koperasi tidak lagi cuma ada di papan nama atau AD/ART, tapi nyata hidup, berdetak, dan punya denyut ekonomi. Seperti pepatah ekonomi desa “Koperasi yang hidup adalah koperasi yang bikin tetangga ngutang, bukan cuma rapat”

Mari kita jujur beberapa koperasi di negeri ini nasibnya menyedihkan. Ada yang seperti kotak amal raksasa, hanya diisi tapi tak pernah dirasa manfaatnya. Ada juga yang jadi tempat ngumpul proposal, tapi uangnya nggak pernah berputar.

Jangan sampai Koperasi Merah Putih ini bernasib sama: dicat merah putih, tapi isinya abu-abu. Harapannya, koperasi-koperasi ini bisa jadi motor ekonomi, bukan lagi beban APBD tahunan.

Dan Muba sudah menunjukkan diri siap jadi contoh. Sudah 100% terbentuk. Ini ibarat pemain bola yang sudah siap tendang penalti. Tinggal wasitnya (tim penilai) yang harus datang ke lapangan, bukan sekadar nonton highlight.

Muba sudah menanak nasi, menghidangkan lauk, dan mempersiapkan sambal ulek ekonomi kerakyatan. Sekarang tinggal menunggu tim penilai datang dan bilang “Enak juga, ya!”.

Sebab dalam dunia koperasi, jangan biarkan semangat gotong-royong berakhir di laci arsip. Koperasi bukan soal menyimpan uang, tapi menyemai harapan. Dan Muba sudah menanamnya. Tinggal tunggu panennya.

Jadi, untuk tim pusat, hayuklah main ke Muba. Jangan takut keringetan, nanti dikasih es kelapa muda. Lihat langsung Koperasi Merah Putih di sana. Siapa tahu, pulangnya bisa bawa oleh-oleh: inspirasi dan semangat dari desa.

Karena seperti kata pepatah ekonomi kampung “Koperasi yang dibina dengan cinta, akan tumbuh jadi warung bahagia”.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulihkan Perekonomian, Gubernur Instruksikan Kepala Daerah  Segera Belanjakan Anggaran Bansos

    Pulihkan Perekonomian, Gubernur Instruksikan Kepala Daerah  Segera Belanjakan Anggaran Bansos

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 651
    • 0Komentar

      GUBERNUR H. Herman Deru meminta   para kepala daerah atau  Bupati dan Walikota  di Sumsel untuk  tidak ragu dalam  membelanjakan  Anggaran Belanja Modal Terkait Bansos. Namun  tetap memenuhi aturan serta pendampingan dari Kejaksaan dan Kepolisian. Harapan tersebut diungkapkan Gubernur Herman Deru   saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor)  Penyerapan Percepan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penyaluran Program Perlindungan […]

  • Terkait Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Pengamat Nilai Biarkan Pihak Kejati Sumsel Kerja Maksimal, Jangan Dibikin Kisruh & Tebar Opini Sesat

    Terkait Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Pengamat Nilai Biarkan Pihak Kejati Sumsel Kerja Maksimal, Jangan Dibikin Kisruh & Tebar Opini Sesat

    • calendar_month Minggu, 20 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    KASUS dugaan korupsi Masjid Sriwijaya masih terus bergulir. Sementara pihak kejaksaan sendiri telah memeriksa banyak saksi dan menahan sejumlah tersangka. Untuk itu, masyarakat harus memberikan ruang bagi kejaksaan bekerja secara profesional. “Biarkan pihak Kejati Sumsel bekerja maksimal, jangan dibikin kisruh dengan bahasa ada dalang yang harus ditangkap. Apakah kita tahu bagaimana konstruksi hukum terhadap kasus […]

  • Polres Kota Pagaralam Suntik Vaksin untuk Personil & Siswa SECABA

    Polres Kota Pagaralam Suntik Vaksin untuk Personil & Siswa SECABA

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.283
    • 0Komentar

    PENDISTRIBUSIAN Vaksin Covid-19 (Sinovac) tahap II termin I untuk para Tenaga Publik Kota Pagar Alam sebanyak 750 Orang dan 346 Orang diantaranya Personel Polres Pagaralam. Sesuai dengan alokasi yang didata Dinas Kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk Personel Polri Polres Pagaralam  dilaksanakan pada tanggal 8-10 Maret 2021. Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara S.IK ,MH didampingi […]

  • [Tekno + Edukasi ] Dari Obeng ke Oprek: Anak SMK Dapat ‘Kemerdekaan Teknologi’ di Samsung Tech Institute!

    [Tekno + Edukasi ] Dari Obeng ke Oprek: Anak SMK Dapat ‘Kemerdekaan Teknologi’ di Samsung Tech Institute!

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Bukan cuma teori dan seragam abu-abu, kini murid SMK bisa ngerasain jadi ‘engineer kece’ bareng Samsung Tech Institute. Dari ngoprek HP rusak sampai ngerti dunia industri beneran—ini baru namanya merdeka belajar! Kemerdekaan zaman now bukan lagi soal angkat bambu runcing, tapi soal kasih ruang buat anak muda nge-oprek mimpi dan nyambung kabel masa depan. Di […]

  • Tim Terpadu Sumsel Kolaborasi Musnahkan Narkoba dan Obat Kadaluarsa

    Tim Terpadu Sumsel Kolaborasi Musnahkan Narkoba dan Obat Kadaluarsa

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.265
    • 0Komentar

    Palembang- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, bersama Kepolisian, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dan BNN Provinsi Sumsel memusnahkan sebanyak kurang lebih 2100 item dan sekitar 331.723 butir obat kedaluarsa.

  • Belajarlah dari Tragedi Susur Sungai Jogya

    Belajarlah dari Tragedi Susur Sungai Jogya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    TRAGEDI susur sungai di Yogyakarta yang menewaskan sejumlah pelajar menjadi perhatian daerah lain. Basarnas harus menjadikan tragedi tersebut pelajaran berharga agar tidak terjadi di Sumsel. Salah satu kemungkinan penyebab terjadinya musibah tersebut adalah terbatasnya mitigasi bencana dan kurangnya pengetahuan, sehingga perlu peran aktif dari Basarnas dan instansi terkait lainnya seperti BPBD untuk menyiapkan langkah antisipasi […]

expand_less
WordPress Archive Chameleon Audio Player Addon for WPBakery Page Builder Chameleon HTML5 Audio Player With/Without Playlist ChangaLab – Currency Exchange WordPress Plugin Changelog & Custom List for Elementor – Logger Chani – Fashion And Clothing Store Theme Chaos – Responsive Bag Shop Theme Chapel – Church WordPress Theme Chardonnay – Wine Store & Vineyard WordPress Theme Charety – Charity & Donation WordPress Theme Charie – Charity NonProfit Elementor Template Kit