MUBA Terkini

Haul, Hikmah & Hujan Doa di Tengah Lapangan

ist
Sumselterkini.co.id, -Senin pagi yang biasanya cuma diisi suara ayam berkokok dan emak-emak nyapu halaman, kali ini beda. Lapangan Sepak Bola Desa Sumbersari, Kabupaten Muba yang biasanya cuma jadi ajang duel antar RT dalam urusan tendang-menendang bola, mendadak berubah jadi lautan manusia. Bukan karena konser dangdut, tapi karena acara Haul dan Tasyakuran keluarga besar Bapak Sugeng Budiarto bin Thoha Basyirudin.

Tak tanggung-tanggung, Wakil Bupati Muba, Pak Rohman, datang langsung. Bukan sekadar numpang lewat atau ngecek sinyal, tapi benar-benar turun dari singgasana kantor bupati, menyapa rakyat jelata. Hadir pula Camat Tungkal Jaya, Pak Yudi Suhendra, yang wajahnya sumringah seperti baru gajian.

Tapi bintang tamunya jelas bukan pejabat. Yang bikin ramai sampai ubun-ubun adalah kehadiran KH. Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq  ulama nasional yang gaya ceramahnya bisa bikin orang lupa hutang, mantan, dan cicilan motor.

Kalau biasanya orang kumpul rame-rame buat nonton sinetron azab atau ngelihat karnaval, kali ini yang dikumpulin adalah doa, tahlil, dan tausiyah. Tapi jangan bayangin acara ini kaku dan serius kayak rapat RT yang isinya cuma bahas sampah dan got. Ini acara haul rasa reuni, penuh tawa, peluk saudara, dan sambutan yang bikin adem hati.

Pak Wabup Rohman tampil kalem tapi mantap. Dalam sambutannya, ia bilang, “Haul ini momentum untuk mengenang jasa orang tua dan leluhur.” Kalimat itu memang sederhana, tapi maknanya dalam, kayak kopi tubruk diseduh pakai air mata rindu.

Lebih dari sekadar acara mengenang almarhum, haul ini jadi ajang silaturahmi kelas berat. Yang biasanya cuma ketemu di status WA atau grup keluarga, sekarang bisa ngopi bareng sambil ngelap air mata haru.

Ketika Gus Muwafiq naik ke panggung, suasana langsung hening, tapi bukan hening nahan ngantuk, melainkan hening yang menunggu hikmah. Tapi jangan salah, beliau bisa bikin ceramah kayak acara talkshow. Bicaranya ngalir kayak sungai, kadang serius, kadang ngocol, tapi selalu ngena.

Beliau bilang, “Orang tua itu bukan cuma warisan harta, tapi warisan doa.” Nah, itu baru satu. Sepanjang ceramah, warga dibuat tertawa, merenung, terus ketawa lagi. Ceramahnya kayak nasi padang: lengkap, penuh rasa, dan bikin kenyang bati.

Walau Bupati Muba H. M. Toha berhalangan hadir, tapi pesannya disampaikan lewat Pak Wabup. Kayak kurir Shopee, pesannya sampai dengan selamat pemerintah mendukung penuh kegiatan seperti ini karena mampu mempererat ukhuwah dan bikin masyarakat makin religius. Bahasa sederhananya. “Kalau acara kayak gini sering-sering diadakan, insyaallah kita makin akur, makin rukun, dan makin sehat rohani.”

Pak Camat Yudi juga tak kalah semangat. Beliau bilang haul bukan cuma acara seremonial, tapi peristiwa spiritual. Ini acara yang bisa menambal luka sosial dan memperkuat tali batin antarwarga. “Kalau hidup cuma ngurus dunia, nanti pensiun bingung. Tapi kalau hidup juga mikirin akhirat, insyaallah tenang sampai ujung usia,” ujarnya. Mantap, Pak Camat!

Acara seperti ini adalah tamparan lembut buat kita yang kadang lupa sama akhirat. Kita sibuk scroll TikTok, debat politik, dan nyari diskon mie instan, tapi lupa mendoakan orang tua yang sudah tiada. Haul mengingatkan hidup itu pendek, kuburan makin padat, dan yang menyelamatkan bukan likes tapi doa.

Pepatah Hari Ini”Orang yang lupa sejarah leluhur ibarat pepaya lupa rasa manisnya. Dipetik sebelum matang, dijual di pasar, tapi tak pernah disantap dengan rasa hormat.”

Haul ini bukan cuma peristiwa, tapi pelajaran. Bukan hanya doa, tapi juga refleksi. Di tengah derasnya arus zaman, acara seperti ini adalah jangkar batin.

Terima kasih kepada keluarga besar Bapak Sugeng Budiarto yang sudah mengajak kita menepi sejenak dari dunia, dan mengisi ulang hati dengan kenangan dan harapan. Semoga haul ini jadi contoh bahwa mengenang bukan berarti larut, tapi bersyukur, mendoakan bukan cuma formalitas, tapi fondasi.

Dan semoga, kalau nanti kita yang dihaulkan, anak-cucu kita juga tahu caranya tersenyum sambil meneteskan doa, bukan cuma mewarisi harta, tapi juga akhlak dan kenangan baik.[***]

Terpopuler

To Top