Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • visibility 1.027
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di dunia perfilman yang sering kali sibuk dengan kisah superhero berotot, monster galaksi, dan cinta anak sultan, tiba-tiba hadir film Cocote Tonggo, film yang alih-alih menampilkan ledakan CGI, justru meledakkan tawa dan keharuan dengan cerita sederhana pasangan suami istri penjual jamu yang belum punya anak. Ya, ini bukan kisah Hollywood, ini kisah Holimart, pasar lokal kita.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bukan hanya datang nonton gala premiere film ini, tapi juga memberi tepuk tangan semangat sampai bahunya pegal. Kata beliau, ini film adalah contoh “tren hyperlocal” yang patut dicontoh. Nah lo, hyperlocal istilah yang kalau dibaca cepat bisa dikira nama minuman energi.

Tapi maknanya dalam. Hyperlocal itu ibarat masakan ibu di dapur kampung bahan seadanya, tapi rasa nikmatnya bisa bikin chef Prancis geleng-geleng. Film Cocote Tonggo punya bumbu itu kearifan lokal yang diolah kreatif sampai bisa menggetarkan rasa universal.

Bayu Skak, sang sutradara, seperti koki warung pecel yang nekat buka cabang di festival film. Dan ternyata laris! Kisah tetangga cerewet dan urusan fertilitas memang bukan sesuatu yang dijual di Marvel Cinematic Universe.

Tapi justru di situlah letak kekuatannya. Film ini menyenggol kenyataan dengan santai, lucu, tapi ngena kayak sandal jepit kena paku. “Cerita lokal yang jujur adalah jembatan untuk pengalaman global,” kata Menteri Riefky.

Pepatah Jawa bilang “Wong urip kuwi kudu iso dadi cermin lan dagelan, supaya ora gampang muring-muring.” (Hidup itu harus bisa jadi cermin dan bahan lelucon, supaya tidak mudah stres). Nah, Cocote Tonggo berhasil jadi dua-duanya.

Kalau Hollywood punya La La Land, Indonesia kini punya Lha Lha Land versi tetangga cerewet. Dan percaya atau tidak, tren seperti ini sudah laku keras di berbagai negara. Lihat Korea Selatan, yang bikin serial Reply 1988, cerita kampung pinggiran Seoul, tapi ditonton sampai Venezuela. Atau film Iran seperti A Separation sederhana, lokal, tapi menang Oscar.

Contoh dari India, The Lunchbox, film tentang surat cinta nyasar di kotak bekal, bisa membuat penonton Paris meneteskan air mata sambil makan croissant. Semua ini membuktikan bahwa cerita yang tumbuh dari tanah sendiri, bisa membuat dunia menengok ke arah kita.

Di tengah industri film yang kadang terlalu sibuk mengejar efek visual, Cocote Tonggo datang sebagai pengingat bahwa narasi yang tumbuh dari akar, akan lebih kuat dari karangan bunga yang dipajang di festival. Ini juga jadi teguran halus bagi sineas yang suka bikin film tentang hal-hal yang bahkan neneknya pun tak paham alurnya.

Kita butuh lebih banyak film seperti ini. Film yang tidak malu-malu tampil dalam kebaya budaya sendiri. Film yang tahu bahwa senyum ibu di pagi hari, suara masjid sebelah rumah, dan tangisan bocah yang jatuh dari sepeda semua itu adalah cerita yang layak diangkat ke layar lebar karena film bukan hanya soal sinema, tapi soal siapa kita.

Bayangkan jika daerah lain ikut menciptakan karya seperti ini Banyuwangi bikin film tentang ritual Seblang, Minang bikin drama masakan randang versus rendang, Palembang angkat kisah cinta lintas sungai Musi. Bisa-bisa bioskop internasional ngantri beli tiket!

Tokoh sineas Prancis François Truffaut pernah berkata, “A truly local story is a global story that hasn’t been told yet.” Nah, kalau kata simbah di kampung “Kacang ora iso lali kulité.” (Kacang tak boleh lupa kulitnya). Begitu pula film.

Kini saatnya pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan sekolah-sekolah film dari Sabang sampai Merauke sadar bahwa potensi mereka tak kalah dari Hollywood asal tahu cara menyulap dapur rumah jadi studio, dan tetangga julid jadi inspirasi naskah.

Jadi, sebelum kita sibuk bikin film luar angkasa yang ceritanya tak sampai ke hati, mari kita mulai dari ruang tamu sendiri. Karena dari sanalah segala hal besar berawal. Bahkan Titanic pun tenggelam karena lupa cek ruang mesin.

Ya gampang. Mari ramai-ramai nonton Cocote Tonggo. Karena kalau bukan kita yang dukung cerita kita sendiri, siapa lagi? Masa iya nunggu tetangga sebelah duluan?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, 6 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, 6 Positif

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (11/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh dan 6 terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 2 kasus sembuh dan 6 terkonfirmasi positif per 11 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2985 perempuan usia 73 tahun asal Sekayu, […]

  • Inovasi Paket Laris dan KIA Go To School Ditularkan Untuk Kecamatan, Ini Manfaatnya

    Inovasi Paket Laris dan KIA Go To School Ditularkan Untuk Kecamatan, Ini Manfaatnya

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Keluang, dalam rangka penyerahan produk Inovasi Paket Laris dan KIA Go To School, di Balai Serbaguna Kelurahan Keluang Kecamatan Keluang, Senin (6/12/2021). Dalam kesempatan ini Plt Bupati Muba dalam sambutannya, menyambut baik inovasi Kecamatan Keluang dalam inisiasi aksi perubahan terkait dengan pelayanan publik, […]

  • Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 100% untuk Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali

    Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 100% untuk Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.444
    • 0Komentar

    CAKUPAN vaksinasi dosis pertama bagi penyandang disabilitas di 6 provinsi Jawa dan Bali diketahui telah mencapai 99,8% per 29 September 2021. Keenam provinsi yang dimaksud adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinopharm hibah dari Raja Uni Emirat Arab didistribusikan kepada 225 ribu sasaran di […]

  • Benarkah?, Kemensos Rekrut SDM PKH

    Benarkah?, Kemensos Rekrut SDM PKH

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

      BEREDAR pesan berantai WhatsApp berisi informasi terkait rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) Tahun 2021. Faktanya, melalui akun Instagram resmi @kemensosri menegaskan bahwa isu rekrutmen SDM PKH yang beredar melalui aplikasi WhatsApp adalah tidak benar alias hoaks. Kemensos c.q. Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial […]

  • Jawara Idol Husein Alatas Meriahkan Festival Randik 2023

    Jawara Idol Husein Alatas Meriahkan Festival Randik 2023

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Aksi panggung Husein Idol atau Husein Alatas menggemparkan warga Muba yang menyaksikan Festival Randik Dalam Rangka Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2023 di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu, Kamis (28/9/2023) malam. Ribuan warga Muba terbius dengan delapan buah lagu yang dibawakan runner up Indonesian idol kedelapan tersebut. Adapun lagu-lagu yang dibawakan […]

  • UD Trucks Quester Perluas Kebutuhan Pasar Logistik

    UD Trucks Quester Perluas Kebutuhan Pasar Logistik

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Rudi Irawan, Direktur PT Buana Perkasa Ekspress, untuk menjalankan aktivitas perusahaannya perlu didukung dengan armada yang tangguh dan handal. Dia menambhkan untuk keperluan pengadaan kendaraan, Quester menjadi salah satu pilihan utama karena merupakan produk Volvo sehingga sudah terjamin kualitasnya. Interior Quester juga memberi kenyamanan  bagi pengemudi dengan kabin luas yang dilengkapi air […]

expand_less
WordPress Archive Leather Market WP – WooCommerce Responsive Theme Lebuild - Construction Industry Company WordPress Theme Legacy – Antique, Vintage & Collectibles WordPress Theme Legacy – White label WordPress Admin Theme Legal Assistant Pro – EU Cookie Law, Terms & Privacy Generator Legale – Lawyer & Law Firm Template Kit Legalor – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit Legasy – Beauty & Spa WordPress Theme Legenda – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme LeGrand | Modern Business WordPress Theme