Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • visibility 1.036
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di dunia perfilman yang sering kali sibuk dengan kisah superhero berotot, monster galaksi, dan cinta anak sultan, tiba-tiba hadir film Cocote Tonggo, film yang alih-alih menampilkan ledakan CGI, justru meledakkan tawa dan keharuan dengan cerita sederhana pasangan suami istri penjual jamu yang belum punya anak. Ya, ini bukan kisah Hollywood, ini kisah Holimart, pasar lokal kita.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bukan hanya datang nonton gala premiere film ini, tapi juga memberi tepuk tangan semangat sampai bahunya pegal. Kata beliau, ini film adalah contoh “tren hyperlocal” yang patut dicontoh. Nah lo, hyperlocal istilah yang kalau dibaca cepat bisa dikira nama minuman energi.

Tapi maknanya dalam. Hyperlocal itu ibarat masakan ibu di dapur kampung bahan seadanya, tapi rasa nikmatnya bisa bikin chef Prancis geleng-geleng. Film Cocote Tonggo punya bumbu itu kearifan lokal yang diolah kreatif sampai bisa menggetarkan rasa universal.

Bayu Skak, sang sutradara, seperti koki warung pecel yang nekat buka cabang di festival film. Dan ternyata laris! Kisah tetangga cerewet dan urusan fertilitas memang bukan sesuatu yang dijual di Marvel Cinematic Universe.

Tapi justru di situlah letak kekuatannya. Film ini menyenggol kenyataan dengan santai, lucu, tapi ngena kayak sandal jepit kena paku. “Cerita lokal yang jujur adalah jembatan untuk pengalaman global,” kata Menteri Riefky.

Pepatah Jawa bilang “Wong urip kuwi kudu iso dadi cermin lan dagelan, supaya ora gampang muring-muring.” (Hidup itu harus bisa jadi cermin dan bahan lelucon, supaya tidak mudah stres). Nah, Cocote Tonggo berhasil jadi dua-duanya.

Kalau Hollywood punya La La Land, Indonesia kini punya Lha Lha Land versi tetangga cerewet. Dan percaya atau tidak, tren seperti ini sudah laku keras di berbagai negara. Lihat Korea Selatan, yang bikin serial Reply 1988, cerita kampung pinggiran Seoul, tapi ditonton sampai Venezuela. Atau film Iran seperti A Separation sederhana, lokal, tapi menang Oscar.

Contoh dari India, The Lunchbox, film tentang surat cinta nyasar di kotak bekal, bisa membuat penonton Paris meneteskan air mata sambil makan croissant. Semua ini membuktikan bahwa cerita yang tumbuh dari tanah sendiri, bisa membuat dunia menengok ke arah kita.

Di tengah industri film yang kadang terlalu sibuk mengejar efek visual, Cocote Tonggo datang sebagai pengingat bahwa narasi yang tumbuh dari akar, akan lebih kuat dari karangan bunga yang dipajang di festival. Ini juga jadi teguran halus bagi sineas yang suka bikin film tentang hal-hal yang bahkan neneknya pun tak paham alurnya.

Kita butuh lebih banyak film seperti ini. Film yang tidak malu-malu tampil dalam kebaya budaya sendiri. Film yang tahu bahwa senyum ibu di pagi hari, suara masjid sebelah rumah, dan tangisan bocah yang jatuh dari sepeda semua itu adalah cerita yang layak diangkat ke layar lebar karena film bukan hanya soal sinema, tapi soal siapa kita.

Bayangkan jika daerah lain ikut menciptakan karya seperti ini Banyuwangi bikin film tentang ritual Seblang, Minang bikin drama masakan randang versus rendang, Palembang angkat kisah cinta lintas sungai Musi. Bisa-bisa bioskop internasional ngantri beli tiket!

Tokoh sineas Prancis François Truffaut pernah berkata, “A truly local story is a global story that hasn’t been told yet.” Nah, kalau kata simbah di kampung “Kacang ora iso lali kulité.” (Kacang tak boleh lupa kulitnya). Begitu pula film.

Kini saatnya pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan sekolah-sekolah film dari Sabang sampai Merauke sadar bahwa potensi mereka tak kalah dari Hollywood asal tahu cara menyulap dapur rumah jadi studio, dan tetangga julid jadi inspirasi naskah.

Jadi, sebelum kita sibuk bikin film luar angkasa yang ceritanya tak sampai ke hati, mari kita mulai dari ruang tamu sendiri. Karena dari sanalah segala hal besar berawal. Bahkan Titanic pun tenggelam karena lupa cek ruang mesin.

Ya gampang. Mari ramai-ramai nonton Cocote Tonggo. Karena kalau bukan kita yang dukung cerita kita sendiri, siapa lagi? Masa iya nunggu tetangga sebelah duluan?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FIFA Matchday, Timnas Senior Indonesia – Argentina : Jordi Tak Sabar Jumpa “La Pulga”

    FIFA Matchday, Timnas Senior Indonesia – Argentina : Jordi Tak Sabar Jumpa “La Pulga”

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17.529
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – salah satu pemain naturalisasi Tim Nasional senior Indonesia, Jordi Amat mengaku tak sabar lagi berjumpa dengan “La Pulga” -julukan Lionel Messi dilaga FIFA matchday (19/6) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Jordi dan Messi sudah beberapa kali bertemu saat keduanya masih bermain di La Liga. Jordi pernah bermain untuk Espanyol, Real Betis […]

  • Pesan Wawako Kepada Masyarakat Palembang Terkait Korban Meninggal Tenggelam di Perairan Sungai Musi

    Pesan Wawako Kepada Masyarakat Palembang Terkait Korban Meninggal Tenggelam di Perairan Sungai Musi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.290
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda berkunjungi ke rumah duka terkait adanya remaja (H) berusia 17 tahun yang hilang tenggelam dan baru ditemukan pada hari ini di Sungai Musi. Ia sangat prihatin karena diketahui, H sebelumnya dilaporkan hilang usai mandi bersama teman-temannya pada hari Minggu (17/7/2020). “Tadi kita juga sudah bertemu dengan orang tuanya, yaitu pak […]

  • Begini Cara Muba Untuk Tekan Angka Kemiskinan

    Begini Cara Muba Untuk Tekan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin [Muba] berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan dengan melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah [OPD]. Salah satunya dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Muba 2019 yang beberapa waktu lalu telah dilaunching oleh Dinsos Muba. Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menginstruksikan agar program itu tepat sasaran agar pengentasan kemiskinan benar-benar […]

  • Pariwisata Sektor Paling Berdampak terhadap Pandemi, Apalagi Yang Harus Dilakukan Agar Ekonomi Bangkit Kembali

    Pariwisata Sektor Paling Berdampak terhadap Pandemi, Apalagi Yang Harus Dilakukan Agar Ekonomi Bangkit Kembali

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.636
    • 0Komentar

    SEKTOR Pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.  Penurunan jumlah kunjungan wisatawan  cukup signifikan ini disebabkan karena kebijakan physical distancing disamping penutupan akses sehingga mobilitas warga. Sektor  pariwisata  menjadi salah satu yang paling terdampak covid lebih dari satu tahun ini, bahkan daerahb yang menggantungkan PAD-nya pada pariwisata bisa kontraksi diatas 50 persen. Disini  […]

  • HUT RI, DPRD OKI Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia

    HUT RI, DPRD OKI Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

        RAPAT paripurna XVII masa persidangan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021 digelar Senin [16/8]. Dalam pidatonya, Jokowi banyak menyinggung isu-isu nasional, khususnya terkait penanganan pandemi Covid-19. Ia meminta masyarakat […]

  • Sangat Berbahaya, Polda Imbau Masyarakat Agar Tak Salahgunakan Ijin Pemasangan Listrik untuk Jebakan Tikus Di Sawah

    Sangat Berbahaya, Polda Imbau Masyarakat Agar Tak Salahgunakan Ijin Pemasangan Listrik untuk Jebakan Tikus Di Sawah

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    POLDA Jateng mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak menggunakan izin pemasangan listrik khususnya di persawahan. Hal tersebut dikatan setelah jatuhnya korban akibat tersengat jebakan tikus berlistrik. “Kebanyakan ini bermula dari penyalahgunaan izin pemasangan listrik oleh warga. Izin yang semula digunakan untuk pemasangan pompa air persawahan, tapi digunakan juga untuk memasang kawat listrik jebakan tikus,” terang […]

expand_less
WordPress Archive Leather Market WP – WooCommerce Responsive Theme Lebuild - Construction Industry Company WordPress Theme Legacy – Antique, Vintage & Collectibles WordPress Theme Legacy – White label WordPress Admin Theme Legal Assistant Pro – EU Cookie Law, Terms & Privacy Generator Legale – Lawyer & Law Firm Template Kit Legalor – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit Legasy – Beauty & Spa WordPress Theme Legenda – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme LeGrand | Modern Business WordPress Theme