Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Bersama MarkPlus, Inc., Kabupaten Musi Banyuasin Adakan Peluncuran Buku “Musi Banyuasin 2030: World Capital of Sustainable Energy BOP”

Bersama MarkPlus, Inc., Kabupaten Musi Banyuasin Adakan Peluncuran Buku “Musi Banyuasin 2030: World Capital of Sustainable Energy BOP”

  • account_circle Bono
  • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
  • visibility 892
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemerintah Musi Banyuasin mencanangkan visi Musi Banyuasin 2030 guna mengoptimalkan potensi masyarakat lokal di sektor kelapa sawit sebagai bahan baku Energi Baru Terbarukan (EBT). Dengan kekayaan alam dan potensi sumber daya yang ada, pemerintah melihat adanya prospek kedepan bagi wilayah Musi Banyuasin untuk mampu meraih predikat Ibukota Energi Berkelanjutan.

Mendukung Indonesia menjadi bangsa yang mandiri merupakan salah satu objektif Musi Banyuasin 2030. Bersama dengan MarkPlus, Inc., Dodi Reza Alex Noerdin selaku Bupati Musi Banyuasin mengulas potensi kelapa sawit dalam gelaran acara peluncuran buku “Musi Banyuasin 2030, World Capital of Sustainable Energy BOP (Based on Palm Oil)”.

“Saya menggandeng para petani ini untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, mereka dalam tahun ini akan groundbreaking, pabrik kelapa sawit pertama milik petani. Sekarang tidak hanya PTPN yang punya pabrik kelapa sawit, prediksi kami satu tahun setengah ke depan saat kelapa sawit yang sudah diremajakan itu panen, siapa offtaker nya? Adalah pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh rakyat.”, buka Bupati Musi Banyuasin pada gelaran launching buku Musi Banyuasin 2030 di Hotel Santika Premiere Bandara, Palembang (30/9).

Sejak 2017, gerakan peremajaan kelapa sawit sudah dijalankan oleh Pemerintah Musi Banyuasin yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. 4465 hektar lahan kelapa sawit berhasil dipanen setelah satu tahun gerakan ini dijalankan.

“Target kami 50.000 lebih hektar milik rakyat dan seluruh petani yang hadir di sini akan diremajakan. Setelah berhasil diremajakan, what’s next? yang harus dilakukan adalah meluncurkan gerakan hilirisasi komoditas kelapa sawit. Kami hilirisasi menjadi Industrial Vegetable Oil (IVO), bahan dari biofuel bensin sawit, bioavtur untuk pesawat terbang, maupun biodiesel untuk solar. Berdasarkan Keppres tahun 2020, Kabupaten MuBa sebagai proyek strategis nasional.”

Dengan roadmap yang jelas kedepannya, Dodi meyakini hal ini mampu menjadi katalisator kesejahteraan petani di Musi Banyuasin. “Dari hulu sampai hilir kita punya roadmap yang jelas, visi yang jelas, 2030 Insyaallah Musi Banyuasin akan menjadi The World Capital of Renewable Energy Based on Palm Oil, atau ibukota dunia dari energi terbarukan yang berasal dari kelapa sawit.”

Dodi kemudian menjelaskan hasil panen daripada kelapa sawit ini akan diproduksi menjadi Crude Palm Oil (CPO), Industrial Vegetable Oil (IVO), bensin sawit dengan proses katalis, Food Grade Oil, dan fiber.

Menjawab kekhawatiran yang ada, Dodi menyatakan “Kami di Muba memberikan contoh bahwa ada satu daerah perkebunan kelapa sawit di Musi Banyuasin yang mengedepankan asas lingkungan. Memberikan lingkungan yang ramah bagi para pekerja, tidak membakar hutan, dan memberikan ilmu pemberdayaan seperti leadership dan marketing ke para petani. Kita educate petani supaya mereka bisa menjadi suatu ‘korporasi’.”

Hadir pula tokoh krusial penerbitan buku Musi Banyuasin 2030, Hermawan Kartajaya atau yang kerap disapa Bapak Marketing Indonesia. Membuka diskusi hari ini, Hermawan mengungkap rasa bangga atas penghargaan yang baru saja diraihnya sebagai penulis buku Marketing 5.0, bersama dengan Philip Kotler dan Iwan Setiawan selaku CEO MarkPlus, Inc. yang meraih predikat The Best 30 Business Book in The World oleh Soundview.

Buku Marketing 5.0. yang telah diterjemahkan ke lebih dari 14 bahasa ini bertemakan Technology for Humanity. Sejalan dengan proyek Musi Banyuasin 2030, Hermawan mengungkap “Technology for humanity adalah sebuah keniscayaan. Modal 4 pilar komoditi kalau tanpa implementasi teknologi akan percuma. Petani harus diberi teknologi, tapi pada akhirnya perlu SDM. Apabila teknologinya tidak diterapkan dengan baik namun SDM nya ada maka tidak akan tercapai pilar sustainability.”

Melalui bincang-bincang ini Hermawan juga memaparkan Strategic Roadmap Indonesia 2030, harapannya di tahun 2030 dengan visi yang jelas seluruh lapisan masyarakat bisa bangkit dari pandemi, termasuk para petani yang mampu berdikari, mandiri, dan melek teknologi.

Diluncurkan dengan konsep Virtual Button Launch, buku Musi Banyuasin 2030 mengemas cita-cita serta langkah yang diambil stakeholder Musi Banyuasin dalam menggagas visi bersama, didukung oleh Kementerian Investasi Indonesia.

Hal ini disampaikan Aries Indanarto selaku Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi/BKPM. Pihaknya menyatakan Kementerian Investasi siap untuk mendukung Pemerintah Daerah kaitannya dengan investasi asing di Musi Banyuasin, baik dari segi perizinan maupun fasilitas.

“Maksimal yang diberikan kepada investor asing adalah 100.000 hektar. Investor harus terintegrasi dengan perkebunannya, minimalnya bagi asing adalah 6000 hektar dengan nilai investasi di atas 10 miliar rupiah.”, ujar Aries.

Dengan jumlah tersebut, Aries menegaskan kepemilikan petani terhadap lahan investasi akan tetap memegang kendali. “Dari 6000 hektar tersebut asing minimal bisa mengelola 20%, sisanya menjadi kepemilikan petani. Kalau memang ini diterapkan tentunya bisa, kendali masih ada di bawah petani dan rakyat sawit. Investor hanya datang membawa uang, teknologi, dan market.”.

Pada kesempatan lain, Achmad Maulizal Sutawijaya selaku Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) yang juga hadir sebagai narasumber mengungkap peran BPDPKS dalam membangun SDM dan petani yang berkapasitas dengan penyuluhan dan pelatihan.

“Kita membuat kerjasama dengan koperasi petani dengan BUMD. Tidak hanya sekedar menyampaikan program pemberdayaan ini, kita punya pengembangan roadmap dari SDM sawit. Target kami di 2030 kapasitas produksinya kalau bisa di 60.000.000 ton.”, ujar Achmad. Kedua narasumber yang hadir menegaskan pentingnya mengelola sumber daya dan mengembangkan potensi produksi kelapa sawit oleh petani lokal. Tak sekedar menjadi harapan, mereka menilai kelapa sawit mampu menjadi katalis motor penggerak investasi hijau di era ini.

  • Penulis: Bono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyiik… Gak Perlu Antri Lagi, Samsat Punya Aplikasi, Ini Manfaatnya

    Asyiik… Gak Perlu Antri Lagi, Samsat Punya Aplikasi, Ini Manfaatnya

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.432
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Lalu Lintas meluncurkan aplikasi berbasis ITE guna memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di Sumsel. Aplikasi yang diluncurkan tersebut manfaatnya untuk mempermudah masyarakat bertransaksi dengan menggunakan antara lain Samsat Online Sumsel, E-Dempo dan Samolnas [Samsat Online Nasional]. “Dengan diluncukannya aplikasi ini ke depan diharapkan masyarakat tidak lagi ngantri untuk membayar pajak kendaraan dan bisa membayarnya dimana pun […]

  • Komit Kelola Lingkungan, Pusri Raih Proper Emas 2023

    Komit Kelola Lingkungan, Pusri Raih Proper Emas 2023

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.470
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pada penghujung Tahun 2023, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), mengukir prestasi membanggakan. Pusri kembali raih penghargaan Anugerah Program Kinerja Penilaian Peringkat Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) EMAS Tahun 2023 yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin di Hotel Bidakara Jakarta kepada Wakil Direktur […]

  • Dampak Covid, Polda Sumsel Serahkan 5 Ton Beras Untuk Warga Tangga Takat Palembang

    Dampak Covid, Polda Sumsel Serahkan 5 Ton Beras Untuk Warga Tangga Takat Palembang

    • calendar_month Sabtu, 14 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    IRWASDA Polda Sumsel, Kombes Pol. Drs.Ulung Samporna Jaya, S.IK, M.H., menyerahkan bantuan beras kepada warga masyarakat tangga takat terdampak covid 19 sebanyak 5 ton yang diserahkan melalui DPP Gencar Kota Palembang. Bertempat di halaman kantor Forum Komunikasi RT. RW, Kelurahan Tangga Takat Jalan Ahmad Yani Komplek Patra Sriwijaya Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang. […]

  • Asa Para Medis Saat Dikunjungi Bupati OKI, Ini Katanya

    Asa Para Medis Saat Dikunjungi Bupati OKI, Ini Katanya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 779
    • 0Komentar

    COVID-19 memang tak bisa dianggap enteng, pasalnya siapa bukan dan kapan pun bisa saja terinfeksi, tak pandang itu sekalipun pejabat. Oleh sebab itu penanganan COVID-19 harus lebih estra lagi sehingga setidaknya dapat memutus mata rantai. “Pengalaman hampir dua bulan ini, banyak yang dapat diambil untuk berbuat ke depan. Untuk itu, para tenaga medis tidak terlalu […]

  • RSUD Kayuagung Rawat 1 Pasien Miliki Kriteria ODP Covid-19

    RSUD Kayuagung Rawat 1 Pasien Miliki Kriteria ODP Covid-19

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.373
    • 0Komentar

    TIM Medis RSUD Kayuagung, Kab. OKI mengaku merawat salah satu pasien yang memiliki kriteria orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. “Ya memang benar ada salah satu pasien yang baru masuk pagi ini dan saat ini statusnya dalam pematauan karena diduga covid 19,” terang Direktur RSUD Kayuagung dr Mirda saat prescon di RSUD Kayuagung, Senin(16/3/2020). dr Mirda […]

  • “Kebijakan Setipis Surat, Truk Setebal Masalah”

    “Kebijakan Setipis Surat, Truk Setebal Masalah”

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    JEMBATAN tua di Desa Muara Lawai Muara Lawai B yang menghubungkan Kabupaten Lahat dan Muara Enim  [Jembatan Muara Lawai di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat] itu, ibarat nenek renta yang tiap malam dijadikan tempat uji kekuatan oleh truk-truk kekar bermuatan batu bara, hingga pada akhirnya, Minggu malam 29 Juni 2025, ia tumbang […]

expand_less
WordPress Archive EnvoTek – IT Solution & Services Elementor Template Kit Ephesus – Creative Coming Soon WordPress Plugin Epic News Elements - News Magazine Blog Element & Blog Add Ons for Elementor & WPBakery Page Builder Epicurean – Food & Restaurant Elementor WordPress Theme Eposi – Minimal Theme for WooCommerce WordPress Epsilon – eLearning LMS WordPress Theme Equestrian – Horses and Stables WordPress Theme Ereco – Architecture & Interior Design Elementor Template Kit Eremia – Ajax Portfolio WordPress Theme ERGO – Bike & Cycling WooCommerce Elementor Template Kit