Senin, 10 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Ratusan Ribu Pohon Kopi Wonosobo Bisa Bernilai Uang, Ini Sinyal Menteri Jumhur soal Karbon

Ratusan Ribu Pohon Kopi Wonosobo Bisa Bernilai Uang, Ini Sinyal Menteri Jumhur soal Karbon

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 23 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Ratusan ribu pohon kopi yang ditanam masyarakat di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berpotensi memiliki nilai ekonomi baru melalui perdagangan karbon. Potensi tersebut menjadi perhatian Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke Wonosobo pada 8-9 Agustus 2026.

Menurut Jumhur, vegetasi yang tumbuh di Wonosobo tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi apabila potensi karbonnya dikelola secara tepat. Ia menyebut perdagangan karbon sebagai salah satu instrumen yang dapat memberikan nilai ekonomi terhadap aktivitas penanaman dan pemeliharaan pohon.

“Ada perdagangan karbon yang nilainya besar sekali. Perdagangan karbon sama dengan perdagangan oksigen. Yakni, oksigen yang dihasilkan dari kegiatan penanaman pohon bisa dikompensasikan dengan nilai uang,” ujar Jumhur saat berdialog dengan masyarakat dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya sinyal penghijauan di Wonosobo dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas. Pohon yang selama ini berfungsi sebagai penyangga ekosistem juga berpotensi menjadi bagian dari skema ekonomi hijau, sepanjang pengelolaan dan mekanisme perdagangan karbon dilakukan sesuai ketentuan.

Di Wonosobo, upaya penghijauan juga berjalan beriringan dengan pengembangan komoditas pertanian. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendorong masyarakat menanam ratusan ribu pohon kopi di kawasan lereng Sindoro dan Sumbing. Penanaman tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjaga kondisi ekologis kawasan pegunungan.

Potensi ekonomi dari karbon menjadi semakin menarik karena manfaatnya dapat bersinggungan dengan kepentingan masyarakat yang selama ini menjaga vegetasi di wilayahnya. Namun, nilai ekonomi tersebut tidak otomatis muncul hanya karena adanya pohon. Diperlukan pengelolaan, pengukuran, dan mekanisme perdagangan karbon yang jelas agar manfaatnya benar-benar dapat diterima masyarakat.

KLH/BPLH menyatakan akan mendorong agar proses perdagangan karbon berlangsung secara transparan. Pemerintah ingin memastikan potensi ekonomi dari aktivitas menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai nilai di atas kertas, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian.

Peluang tersebut membuka kemungkinan baru dalam mengembangkan ekonomi berbasis lingkungan di Wonosobi. Perkebunan kopi, kawasan hutan, vegetasi pegunungan, dan aktivitas penghijauan masyarakat dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi hijau yang saling berkaitan.

Pariwisata Wonosobo Tak Hanya Jual Pemandangan

Potensi ekonomi berbasis lingkungan di Wonosobo tidak berhenti pada karbon. Dalam kunjungan berikutnya pada Minggu (9/8/2026), Jumhur menyaksikan Festival Balon Udara yang berlangsung di Alun-alun Wonosobo.

Festival tersebut dinilai memiliki daya tarik wisata yang kuat karena mampu menghadirkan atraksi khas daerah sekaligus menarik perhatian wisatawan. Dari kegiatan itu, Jumhur melihat peluang pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keramaian acara, tetapi juga mengangkat kekayaan alam dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya lagi berpikir dan tadi sudah ngobrol-ngobrol dengan Bupati Wonosobo dan tokoh Wonosobo tentang eco-tourism yaitu pariwisata yang terkait dengan pemuliaan lingkungan,” kata Jumhur.

Gagasan eco-tourism atau ekowisata tersebut menempatkan lingkungan sebagai bagian dari nilai jual pariwisata. Artinya, keindahan alam bukan hanya menjadi objek yang dikunjungi, tetapi juga aset yang harus dirawat agar terus memberikan manfaat ekonomi.

Konsep ini dapat mempertemukan dua kepentingan sekaligus, menjaga lingkungan dan menggerakkan ekonomi lokal. Alam yang terpelihara dapat mendukung pariwisata, sementara aktivitas ekonomi dari pariwisata dapat menciptakan insentif bagi masyarakat untuk mempertahankan kelestarian kawasan.

Jumhur berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat model pembangunan yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi ekonomi. Dengan begitu, potensi Wonosobo tidak hanya berhenti pada sektor pertanian dan wisata, tetapi berkembang ke ekonomi hijau yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Di tengah peluang tersebut, tantangan utamanya adalah memastikan nilai ekonomi dari lingkungan tetap berjalan beriringan dengan fungsi ekologisnya. Sebab, baik perdagangan karbon maupun eco-tourism pada akhirnya bergantung pada satu modal yang sama, lingkungan Wonosobo yang tetap terjaga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Buka, Di Riau Ada Pelatihan Jenazah

    Gubernur Buka, Di Riau Ada Pelatihan Jenazah

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Di Provinsi Riau sekarang sedang dilaksanakan penyelenggaraan memandikan jenazah yang secara resmi dibuka oleh Gubenur Riau Syamsuar di Masjid Al Falah Darul Muttaqin, Sabtu (16/4/2022). Hukum memandikan jenazah bagi orang Muslim yang hidup adalah fardhu kifayah. Artinya, kewajiban itu gugur jika ada orang lain yang sudah mengurusnya. Jika sama sekali tidak ada yang melakukan, maka […]

  • Team Macan Komering Petir Amankan Pemuda Curi Ponsel

    Team Macan Komering Petir Amankan Pemuda Curi Ponsel

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.887
    • 0Komentar

    Bergegas melakukan pegejaran ke arah jalan sepucuk pedamaran timur, beberapa saat kemudian pelaku berhasil di kejar saat berhenti anggota melakukan penggeledahan dan didapati 1 (satu) buah Hp Samsung warna hitam milik karyawan SPBU.

  • Duet Muba & Muaro Jambi Urun Rembuk Antisipasi Karhutlah

    Duet Muba & Muaro Jambi Urun Rembuk Antisipasi Karhutlah

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 648
    • 0Komentar

    MESKI potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) belum terdeteksi, namun Pemkab Muba dibawah kepemimpinan Bupati Dodi Reza dan Wakil Bupati Beni Hernedi tidak ingin kecolongan dan terulang insiden karhutlah yang menyelimuti Kabupaten Muba. Berbagai upaya pencegahan dan antisipasi terus digencarkan Pemkab Muba untuk mewaspadai ancaman karhutlah, termasuk penganggaran dana dan […]

  • Ishak Mekki Safari Jumat

    Ishak Mekki Safari Jumat

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Kegiatan safari Jum’at ini banyak sekali manfaatnya, salah satunya bisa bersilaturahmi bersama masyarakat.

  • Kasus Positif  COVID-19 di Banyuasin Bertambah Jadi 3 Orang

    Kasus Positif COVID-19 di Banyuasin Bertambah Jadi 3 Orang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.694
    • 0Komentar

    SEBELUMNYA hanya dua Warga Kab. Banyuasin yang Positif COVID-19, namun Jumlah positif pasien terdampak virus corona di Banyuasin bertambah satu lagi sehingga menjadi 3 orang. Terbaru, seorang laki-laki inisial M (26 th) beralamat Kecamatan Talang Kelapa petugas kesehatan di salah satu Rumah Sakit Pemerintah di Palembang diumumkan positif corona meski tak menunjukkan gejala sebelumnya. “Kondisi […]

  • Kejar “Herd Immunity” Masyarakat,  “Keroyok” Vaksinasi di 17 Kabupaten/kota

    Kejar “Herd Immunity” Masyarakat, “Keroyok” Vaksinasi di 17 Kabupaten/kota

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama dengan unsur TNI/Polri mempercepat proses vaksinasi, terutama untuk dosis pertama dan kedua dalam rangka mengejar kekebalan dan Herd Immunity melalui program vaksinasi Covid-19 serentak di 17 Kabupaten/Kota. Dalam program vaksinasi Covid 19 untuk masyarakat Provinsi Sumsel melalui kegiatan keroyok vaksin covid 19 tersebut ditandai dengan pembagian 100 ribu vaksin […]

expand_less
WordPress Archive Pawsy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Payday Loans – Banking, Loan Business and Finance WordPress Theme PayLane Secure Form Gateway for WooCommerce Paylite – Online Payment Gateway Elementor Template Kit Payloan – Banking & Business Loan Elementor Template Kit Paymaster – Multipurpose Payment Gateway Payment Addon for UserPro Payna - Clean, Minimal WooCommerce Theme Payna – Minimal WooCommerce Theme PayPal Button – PayPal plugin for WordPress