Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Alhamdullilah, Kemenag & DPR sepakat, BPIH 1446 H/2025 M turun,Jemaah Bayar Rerata Rp55,43 Juta

Alhamdullilah, Kemenag & DPR sepakat, BPIH 1446 H/2025 M turun,Jemaah Bayar Rerata Rp55,43 Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
  • visibility 1.259
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, –  Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR hari ini menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025 M turun jika dibandingkan dengan biaya haji 2024. Kesepakatan ini dirumuskan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta.

Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang. Hadir, Menag Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dan jajarannya.

Raker menyepakati besaran BPIH untuk setiap jemaah haji reguler rata-rata sebesar Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67. “Rerata BPIH tahun 1446 H/2025 M sebesar Rp89.410.258,79. Biaya ini turun dibanding rerata BPIH 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00,” terang Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (6/1/2024).

BPIH terdiri atas dua komponen. Pertama, komponen yang dibayar langsung oleh jemaah haji atau disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Kedua, komponen Nilai Manfaat yang bersumbar dari hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah haji. Penurunan BPIH berdampak pada turunnya Bipih yang harus dibayar jemaah dan Nilai Manfaat yang dialokasikan dari hasil optimalisasi setoran awal jemaah.

“Bipih yang dibayar jemaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62% dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38% atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat,” sebut Menag.

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa pengesahan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR ini akan menjadi dasar bagi Presiden Prabowo Subiyanto untuk menetapkan BPIH. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Pasal 48 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, bahwa besaran BPIH ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Agama setelah mendapat persetujuan DPR RI.

Indonesia pada 2025 mendapatkan 221.000 kuota. Jumlah ini terdiri atas 201.063 jemaah reguler murni, 1.572 petugas haji daerah, dan 685 adalah pembimbing KBIHU. 17.680 jemaah haji khusus

Apresiasi DPR

Mewakili Pemerintah, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR. Meski dalam masa reses, para wakil rakyat terus bekerja untuk memberikan yang terbaik kepada jemaah.

“Kami dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Komisi VIII DPR,” terang Menag.

 

Menurutnya, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah disepakati sesuai dengan harapan pemerintah sejak awal. BPIH ini juga merupakan harapan Presiden Prabowo Subiyanto yang mengobsesikan agar calon jemaah haji diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dengan biaya lebih murah, ketika itu dimungkinakn.

“Alhamdulilah pada kesempatan kali ini terwujud,” sebut Menag.

“Pada kesempatan lain, BPKH juga mendapat kesempatan yang baik karena nilai manfaat yang bisa diberikan kepada calon jemaah haji kita tidak sebesar tahun lalu. Artinya ada penghematan,” sambungnya.

Total nilai manfaat yang disepakati untuk digunakan pada penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M sebesar Rp6.831.820.756.658,34. Angka ini lebih kecil sebesar Rp1.368.219.881.908,86 jika dibandingkan dengan nilai manfaat yang digunakan pada operasional haji 2024, sebesar Rp8.200.040.638.567,20.

“Atas nama pemerintah, kami bersama Ketua BP HAJI menyampaikan terima kasih setinggi tingginya. Harapan kita menjadi harapan masyarakat juga. Kami memohon kepada Allah, perjuangan ini bisa diterima baik oleh semua pihak, termasuk masyarakat kita yang akan berhaji,” papar Menag.

Menag yakin penurunan biaya haji ini akan disambut baik oleh masyarakat. Namun, Menag juga berharap masyarakat tidak hanya tersenyum pada Januari 2024, saat mendengar biaya haji tahun ini turun. Lebih dari itu, kata Menag, pemerintah akan terus berupaya agar jemaah juga tersenyum pada saat penyelenggaraan haji di Juni mendatang.

“Kita ingin bukan hanya tersenyum di Januari tapi juga tersenyum di bulan Juni pada saat penyelenggaraan ibadah haji tidak ada kekurangan berarti yang dialami jemaah,” harap Menag.

Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR hari ini menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025 M turun jika dibandingkan dengan biaya haji 2024. Kesepakatan ini dirumuskan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta.

Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang. Hadir, Menag Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dan jajarannya.

Raker menyepakati besaran BPIH untuk setiap jemaah haji reguler rata-rata sebesar Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67. “Rerata BPIH tahun 1446 H/2025 M sebesar Rp89.410.258,79. Biaya ini turun dibanding rerata BPIH 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00,” terang Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (6/1/2024).

 

BPIH terdiri atas dua komponen. Pertama, komponen yang dibayar langsung oleh jemaah haji atau disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Kedua, komponen Nilai Manfaat yang bersumbar dari hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah haji. Penurunan BPIH berdampak pada turunnya Bipih yang harus dibayar jemaah dan Nilai Manfaat yang dialokasikan dari hasil optimalisasi setoran awal jemaah.

“Bipih yang dibayar jemaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62% dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38% atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat,” sebut Menag.

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa pengesahan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR ini akan menjadi dasar bagi Presiden Prabowo Subiyanto untuk menetapkan BPIH. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Pasal 48 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, bahwa besaran BPIH ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Agama setelah mendapat persetujuan DPR RI.

Indonesia pada 2025 mendapatkan 221.000 kuota. Jumlah ini terdiri atas 201.063 jemaah reguler murni, 1.572 petugas haji daerah, dan 685 adalah pembimbing KBIHU. 17.680 jemaah haji khusus

Apresiasi DPR

Mewakili Pemerintah, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR. Meski dalam masa reses, para wakil rakyat terus bekerja untuk memberikan yang terbaik kepada jemaah.

“Kami dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Komisi VIII DPR,” terang Menag.

 

Menurutnya, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah disepakati sesuai dengan harapan pemerintah sejak awal. BPIH ini juga merupakan harapan Presiden Prabowo Subiyanto yang mengobsesikan agar calon jemaah haji diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dengan biaya lebih murah, ketika itu dimungkinakn.

“Alhamdulilah pada kesempatan kali ini terwujud,” sebut Menag.

“Pada kesempatan lain, BPKH juga mendapat kesempatan yang baik karena nilai manfaat yang bisa diberikan kepada calon jemaah haji kita tidak sebesar tahun lalu. Artinya ada penghematan,” sambungnya.

Total nilai manfaat yang disepakati untuk digunakan pada penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M sebesar Rp6.831.820.756.658,34. Angka ini lebih kecil sebesar Rp1.368.219.881.908,86 jika dibandingkan dengan nilai manfaat yang digunakan pada operasional haji 2024, sebesar Rp8.200.040.638.567,20.

“Atas nama pemerintah, kami bersama Ketua BP HAJI menyampaikan terima kasih setinggi tingginya. Harapan kita menjadi harapan masyarakat juga. Kami memohon kepada Allah, perjuangan ini bisa diterima baik oleh semua pihak, termasuk masyarakat kita yang akan berhaji,” papar Menag.

Menag yakin penurunan biaya haji ini akan disambut baik oleh masyarakat. Namun, Menag juga berharap masyarakat tidak hanya tersenyum pada Januari 2024, saat mendengar biaya haji tahun ini turun. Lebih dari itu, kata Menag, pemerintah akan terus berupaya agar jemaah juga tersenyum pada saat penyelenggaraan haji di Juni mendatang.

“Kita ingin bukan hanya tersenyum di Januari tapi juga tersenyum di bulan Juni pada saat penyelenggaraan ibadah haji tidak ada kekurangan berarti yang dialami jemaah,” harap Menag.[***]/kemenag

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Pacu  Kinerja  BUMD Kembangkan Inovasi Capai  Target  PAD

    Gubernur Pacu  Kinerja  BUMD Kembangkan Inovasi Capai  Target  PAD

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru memimpin langsung rapat koordinasi dalam rangka peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dingkungan Pemprov Sumsel bertempat di Griya Agung, kemaren. Herman Deru menegaskan bahwa rakor ini memberikan makna bagi keberlangsungan 11 BUMD di Pemprov Sumsel. Artinya menyatukan persepsi tentang pemanfaatan BUMD. “Nilai aset yang sangat luar biasa Rp. 38 […]

  • Jaringan Kota Pusaka Indonesia Rakernas di Palembang, Begini Asa Wagub Sumsel untuk Kelestarian Cagar Budaya di Indonesia

    Jaringan Kota Pusaka Indonesia Rakernas di Palembang, Begini Asa Wagub Sumsel untuk Kelestarian Cagar Budaya di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.933
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Wakil Gubernur (Wagub)  Sumsel H Mawardi Yahya mengaku bangga  dijadikannya Kota Palembang sebagai tuan rumah rapat kerja nasional (Rakernas) IX Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke IX  Tahun 2022. Melalui Rakernas tersebut, Wagub berharap akan menghasilkan rumusan yang berdampak baik pada  kelestarian cagar budaya di Indonesia khususnya  kelestarian cagar budaya  yang ada  di […]

  • Antisipasi ISPA, Ini Yang Dilakukan Puskemas Pangkalan Balai

    Antisipasi ISPA, Ini Yang Dilakukan Puskemas Pangkalan Balai

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.392
    • 0Komentar

    “Kami masih melihat keadaan, jika sudah kabutnya semakin tebal,maka kita akan lakukan dan terjun langsung ke jalan , kediaman masyarakat, sekolah dan pasar-pasar yang ada di kawasan puskesmas Pangkalan Balai,”

  • Karena Protokes Diterapkan, Gubernur Kasih Hadiah untuk  Ponpes Ini    

    Karena Protokes Diterapkan, Gubernur Kasih Hadiah untuk  Ponpes Ini    

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru memberikan satu unit mobil operasional untuk Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang. Menurut dia, hadiah ini diberikan karena Ponpes telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik.“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Hari Santri Nasional tersebut. Sebab meski digelar  dalam suasana pandemi  namun tetap  bisa berlangsung dengan  tetap […]

  • Tri Suaka Artis Ibukota Bakal Tampil di Malam Opening MTQ 2024 Muba 

    Tri Suaka Artis Ibukota Bakal Tampil di Malam Opening MTQ 2024 Muba 

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tampaknya kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dalam waktu dekat ini akan kembali membeludak dipadati oleh ribuan manusia dari berbagai daerah di dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya, Pemkab Musi Banyuasin melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Muba berencana akan mendatangkan artis ibukota untuk memeriahkan malam opening Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-30 tingkat Provinsi […]

  • Dorong Transformasi Ekonomi & EKSyar

    Dorong Transformasi Ekonomi & EKSyar

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    BANK Indonesia terus mendorong transformasi ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Transformasi EKSyar dilakukan secara optimal untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam peluncuran buku Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2020 yang dilaksanakan pada hari ini (31/3) secara virtual. Lebih lanjut Perry Warjiyo menyampaikan […]

expand_less
WordPress Archive Gat – Gun & Weapon Store WordPress Theme Gatech Cyber Security & IT Management Elementor Template Kit Gauch – IT Services & Digital Business Agency Elementor WordPress Theme Gaudy – Dark Digital Agency Elementor Template Kit Gaveall Charity Elementor Template Kit Gavello – Captivating Minimalist Blog WordPress Theme Gazek – Agency Portfolio Elementor Template Kit Gazek – Customer Review WordPress Theme GDN Magazine Theme Gear HTML5 Audio Player