Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kilang Plaju Rawat Rusa, Belida hingga 21.000 Mangrove

Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kilang Plaju Rawat Rusa, Belida hingga 21.000 Mangrove

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Konservasi keanekaragaman hayati menjadi salah satu upaya yang terus dijalankan Kilang Plaju di tengah aktivitas industri, mulai dari menjaga rusa sambar dan ikan belida, mempertahankan area penghijauan, hingga memulihkan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Banyuasin.

Upaya tersebut tidak hanya menyasar keberadaan satwa, tetapi juga habitat yang menjadi penopang kehidupan berbagai flora dan fauna. Kilang Plaju menjalankan sejumlah program konservasi di kawasan operasional maupun wilayah sekitar dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah itu menjadi relevan dan menjadi momen Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) diperingati setiap 10 Agustus.

Pada 2026, HKAN mengusung tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”, menekankan pentingnya keterlibatan bersama dalam menjaga keberlanjutan alam.

Rusa Sambar Dipertahankan di Sungai Gerong

Salah satu satwa menjadi bagian dari program konservasi Kilang Plaju adalah rusa sambar di kawasan penangkaran Sungai Gerong.

Saat ini terdapat 12 ekor rusa sambar, terdiri atas empat ekor jantan, enam ekor betina, dan dua ekor yang belum diketahui jenis kelaminnya.

Rusa sambar memiliki status Vulnerable atau rentan. Penangkaran dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan satwa serta meningkatkan kepedulian pekerja dan masyarakat terhadap pentingnya perlindungan fauna.

Keberadaan penangkaran juga membuktikan konservasi tidak berhenti pada perlindungan satwa, tetapi membutuhkan ruang yang memungkinkan satwa tetap terjaga dan dapat dipantau secara berkelanjutan.

Belida Jadi Fokus Konservasi Perairan

Upaya pelestarian tidak hanya dilakukan terhadap satwa darat. Kilang Plaju juga menjaga populasi ikan belida melalui program konservasi di Kampus C PGRI Palembang.

Dua jenis belida yang dikonservasi terdiri atas belida lopis dan belida jawa. Belida lopis tercatat sebanyak lima ekor induk dan 40 ekor benih, sedangkan belida jawa terdiri atas 22 ekor induk.

Dalam data program konservasi Kilang Plaju, belida lopis disebutkan berstatus Extinct atau punah, sementara belida jawa berstatus Least Concern atau berisiko rendah.

Pelestarian belida menjadi penting, pasalnya ikan tersebut merupakan bagian dari ekosistem perairan dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat di sekitar Sungai Musi dan wilayah Sumsel.

Bahkan, konservasi belida juga dikembangkan sebagai sarana edukasi. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada pentingnya menjaga populasi ikan lokal, tetapi juga hubungan antara kesehatan ekosistem perairan dengan kehidupan sehari-hari.

Program tersebut guna membuka peluang pengembangan budidaya serta pengolahan hasil perikanan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menjaga Habitat Lewat 212,8365 Hektare Penghijauan

Konservasi keanekaragaman hayati membutuhkan habitat yang memadai. Untuk itu, Kilang Plaju juga mempertahankan area penghijauan seluas 212,8365 hektare.

Area penghijauan tersebar di kawasan Kilang Plaju, Kilang Sungai Gerong, Kompleks Pertamina, serta Lapangan Golf Bagus Kuning.

Keberadaan ruang hijau membantu menjaga kualitas lingkungan sekaligus menyediakan ruang tumbuh bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Dengan demikian, penghijauan bukan hanya menjadi bagian dari penataan kawasan. Vegetasi yang dipertahankan juga menjadi bagian dari ekosistem dalam mendukung keberadaan berbagai organisme di sekitar kawasan industri.

Konservasi Berlanjut ke Pesisir Banyuasin

Ruang konservasi Kilang Plaju juga menjangkau kawasan pesisir. Bersama RDMP Project Sumatera, Kilang Plaju telah menanam 21.000 bibit mangrove sejak 2023 di kawasan Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Program tersebut tidak berhenti pada penanaman bibit. Pertumbuhan mangrove terus dipantau untuk memastikan tanaman dapat berkembang dan ekosistem yang dibangun mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Mangrove memiliki fungsi ekologis penting bagi wilayah pesisir. Ekosistem ini dapat menjadi habitat berbagai biota, membantu menjaga kawasan pesisir, serta mendukung penyerapan karbon.

Langkah tersebut memperluas cakupan konservasi dari kawasan daratan dan perairan hingga ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi lingkungan dan masyarakat.

Konservasi Bukan Program Sesaat

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan konservasi membutuhkan kesabaran dan konsistensi karena manfaatnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.

“Merawat alam pada dasarnya adalah menjaga keseimbangan. Oleh sebab itu, konservasi bagi kami bukan untuk menjalankan sebuah program, tetapi memastikan apa yang sudah dilakukan dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami ingin apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari lingkungan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Upaya konservasi, kata Siti juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra.

Kolaborasi diperlukan, agar kegiatan perlindungan lingkungan tidak berhenti sebagai program perusahaan, tetapi dapat berkembang menjadi upaya bersama yang memberikan manfaat lebih luas.

Pendekatan itu diharapkan dapat memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan perusahaan. Perlindungan keanekaragaman hayati, penghijauan, konservasi ikan, rehabilitasi mangrove, dan pelibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah aktivitas operasional.

Intinya, keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah satwa yang dijaga, pohon ditanam, atau bibit mangrove yang ditanam.

Yang terpenting dari program ini adalah keberlanjutan habitat, kemampuan ekosistem untuk terus berkembang, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaganya.

Melalui konservasi rusa sambar, ikan belida, penghijauan, dan mangrove, Kilang Plaju berupaya menjaga keseimbangan antara aktivitas industri, lingkungan, dan masyarakat.

Sebab, konservasi bukan hanya tentang mempertahankan apa yang masih ada hari ini. Lebih jauh, konservasi adalah memastikan alam tetap memiliki ruang untuk tumbuh, pulih, dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Artis C-pop Global Tia Lee (Lee Yu Fen) pilih Teen’s Key sebagai organisasi Penerima #EmpowerHer Pertama Setelah Kesuksesan MV “Goodbye Princess”

    Artis C-pop Global Tia Lee (Lee Yu Fen) pilih Teen’s Key sebagai organisasi Penerima #EmpowerHer Pertama Setelah Kesuksesan MV “Goodbye Princess”

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,HONG KONG SAR – Tia Lee (Lee Yu Fen), penyanyi C-POP global, aktris film dan televisi, dan ikon fesyen, telah memilih organisasi amal wanita muda Teen’s Key di Hong Kong sebagai organisasi penerima manfaat pertama di bawah kampanye global #EmpowerHer.   Ini mengikuti kesuksesan terobosan video musik (MV Goodbye Princess) Tia, yang mencapai lebih […]

  • Transcosmos Commerce hadir sebagai Solusi Inovatif E-Commerce yang mengedepankan kualitas

    Transcosmos Commerce hadir sebagai Solusi Inovatif E-Commerce yang mengedepankan kualitas

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.036
    • 0Komentar

    PT Transcosmos CommerceAugust 21 2023 Transcosmos Commerce adalah inovator dalam industri E-commerce, memberikan solusi inovatif bagi pemilik bisnis untuk berkembang dalam era digital. Sebagai bagian dari Transcosmos Group, kami berkomitmen untuk memperluas dan mempercepat pertumbuhan penjualan online mitra-mitra di Indonesia. Transcosmos Commerce hadir sebagai Solusi Inovatif E-Commerce yang mengedepankan kualitas Di Era Teknologi Canggih, Solusi […]

  • Kejar 1.000 Ton, Armada Sampah Palembang Minus 60

    Kejar 1.000 Ton, Armada Sampah Palembang Minus 60

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    PALEMBANG  memacu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai mesin baru pengurai krisis sampah kota. Fasilitas itu menargetkan pasokan 1.000 ton sampah per hari agar turbin bisa berputar stabil dan listrik mengalir ke jaringan. Namun di lapangan, rantai pasoknya belum sepenuhnya siap. Pemerintah Kota Palembang masih kekurangan 60 armada pengangkut untuk mengejar ritme distribusi yang […]

  • Wamenag Nyatakan, STQH Nasional Untuk Membumikan Al -Qur’an

    Wamenag Nyatakan, STQH Nasional Untuk Membumikan Al -Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 608
    • 0Komentar

    WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menutup pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVI Tahun 2021. Seremoni penutupan digelar secara hybrid dan dipusatkan di Halaman Masjid Raya Shaful Khairat, Kota Sofifi, Maluku Utara (Malut), Jum’at (22/10/21) malam. Dalam sambutannya, Wamenag mengingatkan bahwa tujuan mengikuti musabaqah bukan hanya sekedar untuk menjadi juara, […]

  • Sumsel Rawan Akan Bencana, Sekda Harapkan Gema Keadilan Dapat Berikan Edukasi Untuk Menimalisir Bencana

    Sumsel Rawan Akan Bencana, Sekda Harapkan Gema Keadilan Dapat Berikan Edukasi Untuk Menimalisir Bencana

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 735
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumsel SA Supriono membuka langsung Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gema Keadilan Sumsel di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (19/2). Pada kesempatan itu, Supriono berharap agar Gema Keadilan Sumsel dapat meningkatkan perannya dalam mendorong kemajuan daerah. “Pemerintah mengapresiasi setiap langkah yang telah dilakukan Gema Keadilan. Saya harap Gema terus membuat […]

  • Sinergi Muba-Kejari : Bangun fondasi kokoh untuk pembangunan lebih baik & berkelanjutan

    Sinergi Muba-Kejari : Bangun fondasi kokoh untuk pembangunan lebih baik & berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Suasana di Kantor Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin (Kejari Muba) terasa lebih hangat dari biasanya. Hari itu, Rabu (5/3/2025), Bupati Muba H. M. Toha dan Wakil Bupati Rohman datang dengan semangat besar. Bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun pemerintahan yang bersih dan transparan. Di tengah komitmen besar mereka untuk menjadikan Muba […]

expand_less
WordPress Archive Bloombox – Ajax Showcase Photography WordPress Theme Bloxic – Furniture Store WooCommerce Theme Bluebell – Hotel & Resort WordPress Theme Blueberry – A Responsive WordPress Blog Theme Bluechip – Apartment & Property Elementor Template Kit BlueCollar - Handyman & Renovation Business WordPress Theme BlueHope - Whale & Marine Conservation Elementor Template Kit Bluerack – Modern Hosting WordPress Theme BluMedia – Book Publisher & Book Author Elementor Template Kit Blund Minimal Portfolio WordPress Theme