Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » El Niño Kuat, Mengapa Antisipasi Dini Menjadi Kunci Melindungi Pangan, Air, dan Energi

El Niño Kuat, Mengapa Antisipasi Dini Menjadi Kunci Melindungi Pangan, Air, dan Energi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – El Niño kini berada pada kategori kuat diperkirakan akan membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September. Menghadapi kondisi itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan informasi iklim tidak boleh berhenti sebagai peringatan dini, tetapi harus menjadi dasar aksi nyata (early action) agar risiko terhadap ketahanan pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat diantisipasi sejak awal.

Komitmen itu disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Dialog Nasional bertajuk “Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Niño Kuat”  diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, kemarin.

Forum tersebut menjadi wadah memperkuat koordinasi antarkementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak El Niño.

Menurut Faisal, El Niño bukan saja fenomena iklim, tetapi tantangan yang memengaruhi berbagai aspek pembangunan nasional karena memiliki dampaknya yang bakal dirasakan mulai dari sektor pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, kehutanan, hingga perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan langkah mitigasi perlu didukung informasi iklim yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“El Niño merupakan tantangan yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi El Niño memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor didukung  informasi iklim  akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya Faisal.

BMKG mencatat El Niño saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi berkembang menjadi kategori sangat kuat. Kondisi ini diperkirakan memperkuat musim kemarau sehingga berlangsung lebih kering dan lebih panjang. BMKG juga mengingatkan El Niño bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang dapat memperparah dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi secara bersamaan.

Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan ketersediaan air, mengganggu produksi pangan, meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta memengaruhi sektor energi, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat, oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi dampak yang lebih luas.

Sebagai bentuk antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Niño sejak Maret 2026. Informasi tersebut diberikan lebih awal agar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan langkah mitigasi sesuai kebutuhan masing-masing sektor.

Untuk memperkuat langkah tersebut, BMKG terus mengembangkan pendekatan From Early Warning to Early Action, melalui pendekatan ini, informasi iklim tidak hanya disampaikan sebagai prakiraan, tetapi juga diterjemahkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang dapat segera diimplementasikan.

Pendekatan tersebut didukung berbagai layanan BMKG, mulai dari prediksi ENSO, prediksi musim, prakiraan hujan, analisis dampak sektoral, sistem peringatan dini kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, layanan informasi iklim berbasis sektor, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata sehingga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sebelum dampak terjadi,” ujar Faisal.

BMKG juga terus mengembangkan layanan informasi iklim yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing sektor, seperti penyusunan kalender tanam adaptif, pengelolaan sumber daya air, mitigasi kebakaran hutan dan lahan, hingga dukungan bagi sektor kesehatan dan energi.

Dengan pendekatan ini, informasi iklim diharapkan tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sejalan dengan itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan perubahan iklim harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan nasional. Menurutnya, Dialog Nasional ini menjadi momen guna memperkuat early action yang terpadu, terukur, dan berbasis analisis iklim.

Ia menilai peran BMKG sangat strategis, karena informasi dihasilkan menjadi fondasi dalam menjaga ketahanan pangan, energi, dan sumber daya air, sekaligus membantu pemerintah menetapkan intervensi yang cepat dan tepat di wilayah terdampak.

“Kita harus memastikan  respons yang kita bangun ini tidak lagi bersifat reaktif, melainkan sebuah early action  terpadu, terukur, dan berakar kuat pada analisis iklim. Dengan landasan yang kuat, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan pembangunan nasional, tetapi juga membuktikan ketangguhan bangsa Indonesia menghadapi dinamika iklim global,” ujar Rachmat.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan informasi iklim yang semakin aplikatif, BMKG menegaskan lagi  kesiapsiagaan menghadapi El Niño harus dimulai sebelum dampak terjadi. Dengan dukungan data yang akurat dan langkah antisipasi yang dilakukan lebih dini, risiko terhadap masyarakat, ketahanan pangan, sumber daya air, energi, dan keberlanjutan pembangunan diharapkan dapat ditekan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Mesuji Raya Ciduk Pelaku Curas, Begini Ceritanya

    Polsek Mesuji Raya Ciduk Pelaku Curas, Begini Ceritanya

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    ANGGOTA Kepolisian Subsektor Mesuji Raya, Polres OKI  langsung bergerak cepat untuk mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal setelah mendapatkan laporan dari korban Supri Murti, Warga Dusun I, Desa Sumber Baru, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI, Minggu (15/12/2019). Alhasil, kurang dari 24 jam pelaku yang diketahui bernama Ri (14) dan Yoga (17) warga yang […]

  • GFSR 2026, 20 Tahun Berlalu, Pelajaran Gempa Yogyakarta Dibawa BNPB ke Dunia

    GFSR 2026, 20 Tahun Berlalu, Pelajaran Gempa Yogyakarta Dibawa BNPB ke Dunia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membawa pembelajaran dari Gempa Yogyakarta 2006 ke The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR 2026) yang digelar di Jakarta pada September 2026. Pengalaman Yogyakarta dinilai penting sebagai contoh pembangunan ketangguhan masyarakat berbasis pembelajaran lokal. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan hal tersebut seusai bertemu […]

  • Sumsel Evaluasi Unit Usaha

    Sumsel Evaluasi Unit Usaha

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Palembang – Prov. Sumatera Selatan mengevaluasi sejumlah unit usahanya sehingga diharapkan ke depan dapat berkontribusi untuk pencapai Pendapatan Asli Daerah [PAD]. “Realisasi PAD ini adalah ujung tombak pembangunan Sumsel. Makanya ini harus dioptimalisasi dan potensi yang ada juha dieksplorasi secara maksimal,” jelas Sekda Prov Sumsel Nasrun Umar,  saat membuka Rapat Optimalisasi PAD (hasil pengelolaan Kekayaan Daerah […]

  • Tertibkan Aset Milik Provinsi, Sumsel Bakal Gandeng BPK RI

    Tertibkan Aset Milik Provinsi, Sumsel Bakal Gandeng BPK RI

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan [Sumsel ] akan menggadeng BPK RI guna menertibkan aset milik Provinsi. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengungkapkan saat menerima audensi Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumsel, Pemut Aryo Wibowo bertempat di ruang tamu Gubernur, Kamis (8/8/2019). “Masalah aset ini harus dicarikan solusi dalam pengembaliannya ke Pemprov   saat ini dikuasai lembaga […]

  • Kisah Kafilah Palembang Juara STQH

    Kisah Kafilah Palembang Juara STQH

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Palembang boleh panas, tapi hati Wali Kotanya adem terutama waktu lihat anak-anak Palembang pulang dari STQH Sumsel 2025 di PALI sambil bawa gelar juara umum. Bukan cuma bawa piala, mereka juga sukses bawa senyum lebar dan doa ibu-ibu pengajian se-kecamatan. Wali Kota Palembang, Pak Ratu Dewa, menyambut kafilah kayak emak-emak nyambut anaknya pulang […]

  • Kekosongan posisi Wabup dan PAW DPRD, Masih Jadi Perhatian Banyak Pihak

    Kekosongan posisi Wabup dan PAW DPRD, Masih Jadi Perhatian Banyak Pihak

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.142
    • 0Komentar

    Kondisi Kabupaten Muara Enim yang saat ini masih bisa dikatakan belum kondusif, membuat banyak pertanyaan seperti apa seharusnya situasi ini bisa diselesaikan. Salah satunya adalah kekosongan kursi wakil bupati yang saat ini masih masih menjadi pertanyaan. Selain warga msyarakat dan elit politik, pihak kepolisianpun merespon hal ini dengan mencoba mencari kejelasan terkait hal tersebut. Kanit […]

expand_less
WordPress Archive Alamak – Responsive One Page Portfolio Theme Alarmax – Security Services & Alarm Installation Elementor Template Kit Alasia — Model Agency Elementor Template Kit Alaska – WHMCS & Hosting WordPress Theme Alavion – Private Jet Charters WordPress Theme Alaya – Coworking Space Elementor Template Kit Albertino – Laboratory WordPress Theme Album Gallery – Ultimate WordPress Photo Gallery Plugin AlbumsList v3.2 | Gallery Module for Gmedia plugin Alchemists – Sports, eSports & Gaming Club and News HTML Template