Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » El Niño Kuat, Mengapa Antisipasi Dini Menjadi Kunci Melindungi Pangan, Air, dan Energi

El Niño Kuat, Mengapa Antisipasi Dini Menjadi Kunci Melindungi Pangan, Air, dan Energi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – El Niño kini berada pada kategori kuat diperkirakan akan membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September. Menghadapi kondisi itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan informasi iklim tidak boleh berhenti sebagai peringatan dini, tetapi harus menjadi dasar aksi nyata (early action) agar risiko terhadap ketahanan pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat diantisipasi sejak awal.

Komitmen itu disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Dialog Nasional bertajuk “Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Niño Kuat”  diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, kemarin.

Forum tersebut menjadi wadah memperkuat koordinasi antarkementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak El Niño.

Menurut Faisal, El Niño bukan saja fenomena iklim, tetapi tantangan yang memengaruhi berbagai aspek pembangunan nasional karena memiliki dampaknya yang bakal dirasakan mulai dari sektor pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, kehutanan, hingga perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan langkah mitigasi perlu didukung informasi iklim yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“El Niño merupakan tantangan yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi El Niño memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor didukung  informasi iklim  akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya Faisal.

BMKG mencatat El Niño saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi berkembang menjadi kategori sangat kuat. Kondisi ini diperkirakan memperkuat musim kemarau sehingga berlangsung lebih kering dan lebih panjang. BMKG juga mengingatkan El Niño bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang dapat memperparah dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi secara bersamaan.

Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan ketersediaan air, mengganggu produksi pangan, meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta memengaruhi sektor energi, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat, oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi dampak yang lebih luas.

Sebagai bentuk antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Niño sejak Maret 2026. Informasi tersebut diberikan lebih awal agar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan langkah mitigasi sesuai kebutuhan masing-masing sektor.

Untuk memperkuat langkah tersebut, BMKG terus mengembangkan pendekatan From Early Warning to Early Action, melalui pendekatan ini, informasi iklim tidak hanya disampaikan sebagai prakiraan, tetapi juga diterjemahkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang dapat segera diimplementasikan.

Pendekatan tersebut didukung berbagai layanan BMKG, mulai dari prediksi ENSO, prediksi musim, prakiraan hujan, analisis dampak sektoral, sistem peringatan dini kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, layanan informasi iklim berbasis sektor, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata sehingga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sebelum dampak terjadi,” ujar Faisal.

BMKG juga terus mengembangkan layanan informasi iklim yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing sektor, seperti penyusunan kalender tanam adaptif, pengelolaan sumber daya air, mitigasi kebakaran hutan dan lahan, hingga dukungan bagi sektor kesehatan dan energi.

Dengan pendekatan ini, informasi iklim diharapkan tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sejalan dengan itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan perubahan iklim harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan nasional. Menurutnya, Dialog Nasional ini menjadi momen guna memperkuat early action yang terpadu, terukur, dan berbasis analisis iklim.

Ia menilai peran BMKG sangat strategis, karena informasi dihasilkan menjadi fondasi dalam menjaga ketahanan pangan, energi, dan sumber daya air, sekaligus membantu pemerintah menetapkan intervensi yang cepat dan tepat di wilayah terdampak.

“Kita harus memastikan  respons yang kita bangun ini tidak lagi bersifat reaktif, melainkan sebuah early action  terpadu, terukur, dan berakar kuat pada analisis iklim. Dengan landasan yang kuat, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan pembangunan nasional, tetapi juga membuktikan ketangguhan bangsa Indonesia menghadapi dinamika iklim global,” ujar Rachmat.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan informasi iklim yang semakin aplikatif, BMKG menegaskan lagi  kesiapsiagaan menghadapi El Niño harus dimulai sebelum dampak terjadi. Dengan dukungan data yang akurat dan langkah antisipasi yang dilakukan lebih dini, risiko terhadap masyarakat, ketahanan pangan, sumber daya air, energi, dan keberlanjutan pembangunan diharapkan dapat ditekan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dodi Reza Alex Minta HIPMI Getol Bina UMKM Berkualitas Ekspor

    Dodi Reza Alex Minta HIPMI Getol Bina UMKM Berkualitas Ekspor

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Kontribusi dan peran serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan perekonomian tidak bisa dipandang sebelah mata, hal ini diungkapkan Bupati Muba yang juga Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumsel H Dodi Reza Alex Noerdin dalam kesempatan menghadiri kegiatan HIPMI Expo di atrium Palembang Indah Mall (PIM), Kamis (29/11/2018). “UMKM sebetulnya […]

  • Percepat Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Agar Kekebalan Kelompok Segera Tercapai

    Percepat Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Agar Kekebalan Kelompok Segera Tercapai

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    SEJAK dimulai 13 Januari 2021 lalu, pelaksanaan vaksinasi ini terus bergulir ke semua provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Pemerintah sudah mengupayakan pemenuhan kebutuhan vaksinasi dengan berbagai pendekatan, baik melalui skema pemerintah ke pemerintah (G-to-G) maupun langsung ke produsen vaksin. Dari 38 juta dosis vaksin COVID-19 yang diterima secara bertahap sejak akhir Desember 2020, setidaknya […]

  • Kata Pj Gubernur Sumsel usai salat Ied Idul Fitri

    Kata Pj Gubernur Sumsel usai salat Ied Idul Fitri

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.504
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni beserta keluarga melaksanakan salat ied berjamaah bersama masyarakat Sumsel. Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (10/4/2024). “Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi, Insya Allah kita akan melaksanakan salat Idul Fitri 1445 Hijriah,” ucap Fatoni. Dirinya mengajak seluruh warga Sumsel bersama-sama […]

  • Hingga Akhir Maret 2021, Bulog Serap Beras Petani 230 Ribu Ton

    Hingga Akhir Maret 2021, Bulog Serap Beras Petani 230 Ribu Ton

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    PERUSAHAAN Umum (Perum) Bulog menyatakan hingga Senin (29/3/2021), penyerapan beras petani dari seluruh sentra produksi beras sudah mencapai 200 ribu ton. Jumlah serapan tersebut akan naik hingga 230 ribu ton sampai akhir Maret 2021. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut, jumlah serapan hingga 200.000 ton beras merupakan akumulasi dari 10.000 ton yang diserap setiap […]

  • Ngeri ! Palembang Terbanyak Pengidap HIV di Sumsel

    Ngeri ! Palembang Terbanyak Pengidap HIV di Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.449
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Menurut data statistik Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), situasi Human Inmunodeficiency Virus / Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV / AIDS) di Sumsel dari Juni 1995 – Juni 2018, di angka untuk HIV 1.436 pengidap dengan, 17 orang meninggal dan  AIDS di angka 1.518 pengidap dengan 153 meninggal. Hal ini di ungkap, […]

  • Inilah Komisioner KPU Palembang Periode 2019-2024 Yang Dilantik

    Inilah Komisioner KPU Palembang Periode 2019-2024 Yang Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.949
    • 0Komentar

    KOMISI  Pemilihan (KPU) RI, melantik lima komisioner KPU Palembang periode 2019-2024. Kelimanya merupakan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap lima komisioner KPU Palembang sebelumnya yang dipecat KPU RI, karena melakukan pidana pemilu. Ke limanya yaitu, Kurniawan SE, Kurniawan SPd, Munawaroh, S.Sos, Syawaludin, Muhammad Joni. Dimana pelantikan dilaksakan di Jakarta, Jumat (6/12/2019). Menurut Ketua KPU Sumsel Kelly […]

expand_less
WordPress Archive Alamak – Responsive One Page Portfolio Theme Alarmax – Security Services & Alarm Installation Elementor Template Kit Alasia — Model Agency Elementor Template Kit Alaska – WHMCS & Hosting WordPress Theme Alavion – Private Jet Charters WordPress Theme Alaya – Coworking Space Elementor Template Kit Albertino – Laboratory WordPress Theme Album Gallery – Ultimate WordPress Photo Gallery Plugin AlbumsList v3.2 | Gallery Module for Gmedia plugin Alchemists – Sports, eSports & Gaming Club and News HTML Template