Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Nila Salin & Tambak Gaul, Bekasi hingga Indramayu, Kita Budi Daya Bukan Budi Bicara!”

“Nila Salin & Tambak Gaul, Bekasi hingga Indramayu, Kita Budi Daya Bukan Budi Bicara!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 754
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA yang direvitalisasi rumah tua, taman kota, atau hubungan yang mulai hambar, kini giliran tambak-tambak di Pantura yang mau diremajakan.

Tambak bukan tambal ban, he..he .. bukan juga tambal hati yang luka, karena mantan nikah duluan. Tambak ikan beneran lho!, bahkan bukan sembarang tambak. Totalnya mencapau 20 ribu ribuan hektare lebih, bung!, Itu kalau dijadikan lahan untuk gelar tikar, bisa muat reunian akbar tujuh angkatan sekaligus plus panggung dangdutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah komando Pak Sakti Wahyu Trenggono, berkolaborasi dengan Pemprov Jabar dan pemda empat kabupaten, sepakat ngegas program revitalisasi tambak di Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.

Pokoknya ini bukan tambak kaleng-kaleng. Yang dibidik bukan cuma biar tanahnya kece, tapi juga biar airnya nggak cuma buat cebok, tapi juga buat jadi kolam rezeki.

Bayangkan saja, dari sebelumnya produktivitas tambak cuma 0,6 ton per hektare per tahun (yang kalau dijadikan lauk paling cuma cukup buat syukuran RT), mau dinaikkan ke 144 ton per hektare per tahun!. Ini bukan peningkatan, ini lompatan kuantum, setara upgrade dari warteg ke restoran all-you-can-eat!.

Nah, bintang utama dalam sinetron tambak episode terbaru ini adalah nila salin, ini ikan keren, bukan hanya tahan banting, tapi juga tahan penyakit. Nggak kayak kamu yang pas kena sedikit luka langsung update status. “Lelah, tapi tak terlihat”. Nila salin ini cepat besar, gampang dijual, dan kalau diolah jadi pepes bisa bikin mertua senyum meski menantunya belum kerja tetap.

Kata Pak Menteri, program ini bisa menghasilkan 1,18 juta ton ikan dengan nilai produksi Rp30,65 triliun. Kalau duit segitu dikumpulkan recehan Rp500, bisa nutup jalan tol dari Merak sampai Banyuwangi sambil nyiram bunga di tiap rest area, he..he..he!.

Tapi bukan cuma ikan yang besar, peluang kerja juga ikutan gemuk, dihitung-hitung, program ini bisa membuka lapangan kerja untuk lebih dari 119 ribu orang, setara jumlah mantan gebetanmu ditambah temannya temanmu yang suka ngintip story kamu tapi nggak pernah like.

Pak Menteri dan Pak Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sudah teken MoU buat yang belum tahu, MoU itu singkatan dari “Masih Optimis Ujungnya sukses”. Dengan nota ini, bukan cuma tambak yang dibenahi, tapi juga sumber daya manusianya. Jadi nanti bukan cuma ikannya yang sehat, tapi juga nelayannya yang waras, pedagangnya yang sejahtera, dan anak-anaknya bisa sekolah tanpa harus jual HP buat bayar SPP.

Pak Gubernur pun yakin program ini adalah bentuk transformasi dari gaya lama ke gaya baru, dulu mungkin tambak dianggap tempat nyamuk kawin, sekarang jadi tempat harapan tumbuh.

Tambak masa kini bukan cuma buat cari ikan, tapi juga buat cari cuan dan ketenangan batin. Bukan tak mungkin nanti bakal ada cafe-cafe hipster di pinggir tambak jualan “es kopi nila” atau “tilapia latte”.

Kalau tambak sudah direvitalisasi, tapi ujung-ujungnya cuma buat foto-foto peresmian dan pemotongan pita, itu namanya bukan revitalisasi, tapi realisasi retorika. Pepatah bilang, “Di mana ada air, di situ ada ikan”. Tapi jangan sampai airnya bening, ikannya sehat, tapi manusianya malah ngilang kayak janji kampanye. Jangan cuma semangat saat MoU ditandatangani, lalu bubar jalan kayak habis nobar.

Karena revitalisasi tambak ini bukan soal ngecat ulang atau kasih papan nama baru. Ini soal bikin perubahan nyata, kayak dari sinyal E ke 5G. Bukan cuma tambaknya, tapi juga kehidupan orang-orang yang menggantungkan hidup dari air, lumpur, dan kerja keras yang tak pernah masuk feed Instagram.

Revitalisasi tambak Pantura ini ibarat mangkuk kosong yang siap diisi sayur asem segar kehidupan, dengan nila salin sebagai bintang utama, semoga masyarakat dari Bekasi sampai Indramayu bisa menikmati hasil dari budi daya, bukan budi bicara. Dan kalau semua berjalan lancar, mungkin di masa depan, Pantura bukan cuma dikenal karena macet dan bakso tusuk pinggir jalan, tapi juga sebagai Silicon Valley-nya perikanan Indonesia.

Doakan, semoga program ini nggak berakhir seperti kebanyakan diet, semangat di awal, lemas di tengah, dan lupa tujuan di akhir. Semoga revitalisasi ini jadi kenyataan, bukan sekadar tambak-tambakan.

Salam Nila! Jangan lupa kasih makan tambaknya, bukan cuma kasih sambutan!.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa, Dodi Turun Langsung ke Desa-desa Sisir Penderita Bibir Sumbing

    Luar Biasa, Dodi Turun Langsung ke Desa-desa Sisir Penderita Bibir Sumbing

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.259
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SANGADESA –  Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin turun langsung ke desa-desa untuk menyisir penderita bibir sumbing menyusul rencana Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama Tim Bedah Mulut dan Maksilofasial Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI) akan menggelar operasi bibir sumbing gratis. Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin rela berjalan kaki di beberapa desa. Pada […]

  • Bukan Hanya Biaya Tes PCR Turun, Hasil Tes Harus Dipercepat, Pinta Presiden

    Bukan Hanya Biaya Tes PCR Turun, Hasil Tes Harus Dipercepat, Pinta Presiden

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo mengintruksikan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, untuk menurunkan biaya tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Kisaran biaya pada tes tersebut dapat di tekan hingga mencapai sekitar Rp450.000 hingga Rp550.000. “Saya minta agar biaya tes PCR di kisaran antara Rp450.000 sampai Rp550.000,” kata Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan pada Minggu […]

  • Pergub Angkutan Batubara Dicabut, Tokoh Sumsel Angkat Bicara

    Pergub Angkutan Batubara Dicabut, Tokoh Sumsel Angkat Bicara

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.659
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Terkait Pencabutan Pergub Sumsel No.23 Tahun 2012 Tentang Transportasi Angkutan Batubara mulai 8 November 2018, sejumlah tokoh di Sumsel angkat bicara di antaranya Sigit Muhaimin (Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan/Kabid PTKP/HMI Cabang Palembang). Kemudian Drs. H Umar Said (Tokoh Agama/Ketua Forum Umat Islam/FUI Sumsel) dan juga dari kalangan mahasiswa Joko Susanto (Mahasiswa […]

  • Wagub :  Jangan Terpaku Jadi Pegawai, Sarjana Harus Berani Berinovasi

    Wagub :  Jangan Terpaku Jadi Pegawai, Sarjana Harus Berani Berinovasi

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Di hadapan 813 wisudawan/wisudawati yang hadir, Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya berpesan agar para sarjana ini selalu siap berinovasi. Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara wisuda sarjana (S1) Ke 52 dan Wisuda Magister (S2) ke 26 Universitas PGRI Palembang di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (19/3/2019). Menurutnya moment wisuda tentu menjadi […]

  • Subuh Tadi, Dua Warga Kertapati Tewas Dalam Kebakaran Rumah

    Subuh Tadi, Dua Warga Kertapati Tewas Dalam Kebakaran Rumah

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 926
    • 0Komentar

    DUA penghuni rumah yakni Hari Handoko (27) dan Puji Arianti (30) tidak terselamatkan tewas dalam kebakaran rumah semi permanen di Jalan Ki Merogan, lorong Wijaya 7, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang menelan korban jiwa, Rabu (15/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Dari Informasi yang didapatkan kedua korban merupakan penyandang autis. Kapolsek Kertapati, AKP Polin Eterna […]

  • TMMD Terbesar di Indonesia Dituntaskan Kabupaten Muba

    TMMD Terbesar di Indonesia Dituntaskan Kabupaten Muba

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 tahun 2021, telah usai dilaksanakan oleh Kodim 0401/Muba di wilayah Kecamatan Lalan. Keberhasilan ini merupakan bukti adanya sinergitas yang baik antar semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Selama 1 bulan dengan anggaran hampir 15 Milyar, seluruh program TMMD baik fisik maupun nonfisik dapat terlaksana dengan sempurna. Hari ini,Rabu […]

expand_less
WordPress Archive Travic – Tour & Travels Agency WordPress Theme Travil – Travel & Tour Booking WordPress Theme Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit Trawell – Travel Blog Elementor Template Kit