Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » 10 Tahun REDD+, Mengapa Perjuangan Menyelamatkan Hutan Belum Usai?

10 Tahun REDD+, Mengapa Perjuangan Menyelamatkan Hutan Belum Usai?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Menyelamatkan hutan tak cukup dengan cara menghentikan penebangan pohon, ada yang lebih penting, yaitu dengan menekan deforestasi, apalagi ada persoalan lain yang tak kalah rumit, misalnya bagaimana memastikan hasilnya terukur, pendanaannya berkelanjutan, dan komitmen antarnegara benar-benar berjalan di lapangan.

Persoalan ini menjadi salah satu perhatian dalam REDD+ Community of Practice Regional Meeting for Asia-Pacific Countries yang berlangsung di Bali pada 12-15 Oktober 2026.

Forum digelar Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) mempertemukan para pejabat pemerintah, ahli, dan praktisi kehutanan dari kawasan Asia-Pasifik.

Pertemuan ini tak hanya ajang bertukar pandangan, pasalnya setelah lebih dari satu dekade implementasi REDD+, negara-negara peserta dihadapkan pada kebutuhan guna mengevaluasi pengalaman, memperbaiki koordinasi, dan menjawab tantangan baru dalam tata kelola pendanaan iklim.

Apalagi, REDD+ merupakan mekanisme mendorong pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, serta untuk mendukung konservasi, pengelolaan hutan berkelanjutan, serta peningkatan cadangan karbon hutan.

Namun, perjalanan panjang implementasinya menghadirkan kebutuhan yang semakin kompleks. Pengukuran capaian, konsistensi pelaporan, perlindungan sosial dan lingkungan, hingga skema pembiayaan berbasis hasil menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Perubahan lanskap kebijakan internasional juga menuntut negara-negara untuk menyesuaikan pendekatan mereka. Di antaranya melalui Enhanced Transparency Framework, Pasal 6 Persetujuan Paris, serta berbagai mekanisme pendanaan berbasis hasil.

Perhatian terhadap persoalan tersebut membuat pertukaran pengalaman antarnegera menjadi penting. Praktik yang berhasil di satu negara dapat menjadi pembelajaran bagi negara lain, sementara tantangan yang belum teratasi dapat dibahas untuk mencari pendekatan yang lebih efektif.

Mewakili Sekretariat UNFCCC, Dirk Nemitz, Team Lead AFOLU, menekankan pentingnya keterlibatan aktif para peserta agar forum tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan.

Menurutnya, pengalaman teknis yang telah dikembangkan negara-negara selama lebih dari satu dekade perlu diikuti penguatan koordinasi, konsistensi pelaporan, serta kapasitas implementasi.

Untuk Indonesia sendiri, forum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengelolaan hutan dan penanganan perubahan iklim.

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Prof. Haruni Krisnawati,mewakili pemerintah Indonesia dalam pembukaan, menyampaikan apresiasi atas kemitraan dengan UNFCCC serta menyambut delegasi dari berbagai negara Asia-Pasifik.

Ia menilai REDD+ memiliki peran penting dalam memperkuat tata kelola iklim global sekaligus mendukung tata kelola kehutanan nasional.

Haruni juga mendorong para peserta memanfaatkan pertemuan tersebut untuk saling belajar, memperkuat jaringan profesional, dan menjajaki peluang kerja sama baru.

Keterlibatan dalam forum regional semacam ini relevan dengan kebutuhan untuk menjaga hutan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kapasitas menghadapi tantangan perubahan iklim.

Ruang Diskusi ke Ekosistem Mangrove

Pembahasan REDD+ di Bali tidak hanya berlangsung melalui diskusi teknis. Pada hari terakhir, peserta dijadwalkan mengikuti kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi mangrove untuk melihat langsung praktik restorasi ekosistem pesisir.

Lokasi yang masuk dalam agenda tersebut meliputi Arboretum Mangrove, Mangrove Information Center, dan Pusat Pembibitan Mangrove Wantilan di Bali.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembahasan kebijakan dengan praktik pengelolaan ekosistem di lapangan. Mangrove sendiri memiliki peran penting dalam menyimpan karbon, melindungi kawasan pesisir, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Selama empat hari, agenda pertemuan mencakup refleksi atas sepuluh tahun implementasi REDD+, harmonisasi pelaporan dan pendanaan berbasis hasil, penguatan safeguards, serta sinergi berbagai konvensi lingkungan internasional.

Diskusi dilaksanakan berdasarkan Code of Conduct UNFCCC dan Chatham House Rule, yang dirancang untuk mendorong dialog terbuka sekaligus memungkinkan peserta berbagi pandangan secara lebih leluasa.

Oleh sebab itu, tantangan REDD+ bukan saja hanya menyusun mekanisme atau menyepakati pendekatan di meja perundingan. Hal yang lebih menentukan adalah bagaimana pengalaman, kebijakan, dan dukungan pendanaan diterjemahkan menjadi upaya nyata untuk mengurangi deforestasi serta menjaga keberlanjutan hutan. Pertemuan di Bali menjadi salah satu ruang bagi negara-negara Asia-Pasifik untuk menguji kembali pendekatan tersebut dan mencari peluang kolaborasi yang lebih kuat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siap-siap..Ada Regsosek, Warga Sumsel Diminta Beri Data yang Benar

    Siap-siap..Ada Regsosek, Warga Sumsel Diminta Beri Data yang Benar

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.492
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak para Bupati/Walikota untuk mengawal Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel agar berjalan sukses. Hal ini menurutnya sebagai momentum Emas dalam menurunkan kemiskinan di Sumsel menjadi 1 digit. “Kita harus bangga Sumatera Selatan, Provinsi pertama di Indonesia yang mengadakan Rakor,   Ini bukti komitmen   kuat […]

  • HAD, Bupati  OKI Ajak Masyarakat Tanam Pohon

    HAD, Bupati  OKI Ajak Masyarakat Tanam Pohon

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    MEMPERINGATI Hari Air Dunia (HAD) yang jatuh pada 22 Maret, Bupati Ogan Komering Ilir [OKI] Iskandar mengajak Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII  (BBWSS VIII) menanam pohon. Kali ini HAD mengangkat tema internasional “Valuing Water” yang diadaptasi dalam tema Indonesia “Mengelola Air, Menjaga Kehidupan”. Menurut Bupati terjadinya kekurangan air pada musim kemarau dan kelebihan […]

  • Untuk Warga Terdampak Bencana, Panglima TNI Resmikan 1.500 Rumah Cinta Kasih di Palu Utara

    Untuk Warga Terdampak Bencana, Panglima TNI Resmikan 1.500 Rumah Cinta Kasih di Palu Utara

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.606
    • 0Komentar

    PANGLIMA Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bersama Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdi Mastura meresmikan 1.500 Perumahan Cinta Kasih di Kelurahan Tondo Kecamatan Palu Utara, Jumat (3/9/2021). Dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik.id, menjelaskan perumahan dan pemukiman merupakan hak dasar bagi setiap Warga Negara Indonesia, hal tersebut sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal […]

  • Mulailah Petualangan Epik dengan Pengalaman Trolls Band Together dari DreamWorks Animation di Livetopia Roblox

    Mulailah Petualangan Epik dengan Pengalaman Trolls Band Together dari DreamWorks Animation di Livetopia Roblox

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.661
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SANTA MONICA, California, (GLOBE NEWSWIRE) — Bersiaplah untuk dibawa ke dunia keajaiban warna-warni dan keajaiban musik saat babak baru DreamWorks Animation dalam franchise musikal blockbusternya, Trolls Band Together, hadir secara perdana di Roblox dalam Livetopia Trolls Band Together Experience dihidupkan oleh Super League (Nasdaq: SLE), penerbit terkemuka yang memberikan pengalaman imersif di seluruh platform […]

  • Hasil Operasi, Densus 88 Kembali Tangkap 3 Terduga Teroris

    Hasil Operasi, Densus 88 Kembali Tangkap 3 Terduga Teroris

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 724
    • 0Komentar

    DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap tiga terduga teroris. Salah satu dari mereka ditangkap di wilayah Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (10/9/2021) pagi ini. Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., menjelaskan, para terduga teroris yang ditangkap ini merupakan kelompok Jamaah Islamiyah (JI). “Ada penangkapan […]

  • Umrah 1443 H Mulai Dibuka, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Prioritaskan Penanganan Covid-19

    Umrah 1443 H Mulai Dibuka, Pemerintah dan Asosiasi Sepakat Prioritaskan Penanganan Covid-19

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    ARAB Saudi diinformasikan akan membuka penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H. Pemerintah dan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sepakat untuk mempriotaskan penanganan Covid-19 terlebih dahulu. “Pemerintah dan asosiasi PPIU bersepakat untuk lebih memprioritaskan penanganan covid-19 di dalam negeri sambil menunggu regulasi teknis penyelenggaraan ibadah umrah secara resmi dari Arab Saudi,” tegas Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog WooCommerce Custom Product Designer Woocommerce custom product tabs WooCommerce Custom T-Shirt Designer