Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Kreativitas PKK Palembang & Bikcik Moya, dari Mie Gabus Kelor hingga Sambal Kulit Nangka

Kreativitas PKK Palembang & Bikcik Moya, dari Mie Gabus Kelor hingga Sambal Kulit Nangka

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • visibility 939
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pepatah “dari dapur dunia bisa berubah,” mungkin itu khusus dititipkan buat Bikcik Moya. Perempuan paruh baya yang hobinya nongkrong di dapur dari pagi sampai sore, bukan untuk ngerumpi sama panci, tapi untuk mengutak-atik resep. Katanya, bau bawang goreng lebih romantis dari parfum mahal.

Nah, ketika mendengar kabar ada Lomba Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) 2025) di Palembang, Bikcik Moya langsung heboh.

“Haisshh… masa ibu-ibu PKK bisa bikin mie gabus kelor? Srikaya mengkudu? Adooh, itu kan bahan yang kadang orang liatnya aja udah manyun, eh kok bisa jadi juara,” gerutunya sambil menutup buku resep tebal yang sudah kusam kayak kitab warisan.

Maka berangkatlah Bikcik Moya ke halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palembang, tempat lomba berlangsung. Sesampainya di sana, dia langsung disambut aroma sedap yang bikin perutnya nyanyi lagu dangdut.

Assalamualaikum, Bu! Lagi masak apo? Wangi nian!” sapa Bikcik dengan logat Palembang sembari menyorongkan hidung ke arah meja PKK Ilir Barat II.

Ketua PKK IB II, Inora Hambali, hanya nyengir. “Ini, Bik. Mie gabus kelor sama srikaya mengkudu, baru semalam kepikiran, langsung dieksekusi, Alhamdulillah jadi juara pertama”

“Wuihh… kalau kayak gini mah bukan eksekusi, tapi mukjizat. Bahan seadanya bisa jadi makanan juara. Lain kali kalau ada lomba Internasional, bikinkan aku tiket ke Italia, aku bawa menu ini, bisa-bisa chef Michelin tepok jidat!” jawab Bikcik Moya sambil cekikikan.

Tak mau kalah, Bikcik Moya lalu berjalan ke meja Kecamatan Gandus, di sana ada dendeng daun ubi dan keripik kelor.

“Daun ubi ini biasanya kawan nasi sehari-hari, kok bisa-bisanya disulap jadi dendeng? Hebat! Di tangan ibu PKK, daun ubi bukan lagi teman kos-kosan, tapi naik kasta jadi menu kondangan,” katanya sambil melirik Ketua PKK Gandus, Pradita Jufri.

Pradita pun tertawa. “Betul, Bik. Daun ubi itu murah meriah, tapi kalau diolah dengan cinta, bisa lebih gurih dari dendeng sapi.”

Bikcik Moya manggut-manggut. Dalam hatinya ia berfilsafat kadang-kadang yang dianggap remeh justru menyimpan kejutan, sama kayak mantan yang tiba-tiba sukses jualan bakso online.

Sambil jalan, Bikcik Moya sempat nyeletuk ke panitia, “Kalau ada kategori sambal unik, tolong catat namaku. Aku punya resep Sambal Wi-Fi sekali dicocol langsung bikin koneksi hati lancar, tanpa kuota.”

Semua orang tertawa, tapi dalam hati mereka sepakat: beginilah Bikcik, selalu bikin suasana riuh tapi hangat. Acara makin semarak ketika Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, memberikan sambutan.

“PKK adalah ujung tombak keluarga sehat, dengan menu B2SA, kita bisa cegah stunting dan menjaga anak-anak tetap sehat,” ujarnya.

Bikcik Moya nyeletuk pelan, “Betul nian, Bu, kalau anak sehat, emak-emaknya juga tenang. Soalnya kalau anak sakit, emak bisa lebih remuk dari kerupuk kena kuah”

Dewi hanya tersenyum, lalu menambahkan, “Kreativitas ibu-ibu hari ini luar biasa. Ada puding ikan gabus, ada dendeng daun ubi, semuanya patut diapresiasi”.

Tak ketinggalan, Ricky Fernandi, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, menegaskan bahwa lomba ini bagian dari program nasional penganekaragaman pangan.

“Tujuannya agar ibu PKK punya keterampilan mengolah pangan lokal menjadi menu sehat, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Bikcik Moya menimpali lagi, “Lah itu cocok! Kalau ibu PKK pintar masak, bapak-bapak di rumah pasti rajin pulang. Perut kenyang, hati pun tenang.”

Menjelang sore, Bikcik duduk di pojokan sambil mengunyah keripik kelor. Ia termenung, tapi bukan karena galau cinta, melainkan karena kagum.

“Lihatlah, daun yang dulu dianggap cuma pengganti lauk, kini bisa mendunia. Begitulah hidup, jangan pernah remehkan hal kecil, karena bisa jadi itu tiket menuju juara,” gumamnya.

Ia lalu menutup refleksinya dengan pepatah kocak hidup itu seperti sambal -kadang pedas, kadang manis, tapi kalau diracik pas, bikin nagih.

Acara Lomba Pangan Lokal B2SA dan GPM 2025 di Palembang bukan hanya soal juara atau hadiah, tapi tentang semangat ibu-ibu PKK yang membuktikan bahwa dapur adalah laboratorium paling kreatif.

Bikcik Moya pulang dengan hati puas, bukan karena kenyang icip-icip, tapi karena ia menyadari makanan lokal kalau diolah dengan cinta dan kreativitas, bisa mengalahkan fast food mana pun.

“Pokoknyo kalau ibu-ibu PKK ini buka restoran, aku yang pertama jadi pelanggan tetap. Gratis atau tidak, aku tetap datang,” katanya sambil terkekeh.

Dan begitulah, dari dapur sederhana, lahirlah kreasi besar yang bisa menjaga ketahanan pangan, menyehatkan keluarga, dan tentu sajamembuat lidah bergoyang ria.[***]

Catatan redakis : tulisan ini menghadirkan tokoh fiksi Bikcik Moya sebagai bumbu cerita. Kehadirannya sekadar untuk memberi warna humor dan gaya narasi, tanpa mengurangi esensi informasi utama dari kegiatan PKK Palembang.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelabuhan Tanjung Carat Segera Dibangun, Gubernur : Lahan Tidak Masalah

    Pelabuhan Tanjung Carat Segera Dibangun, Gubernur : Lahan Tidak Masalah

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru langsung menyampaikan paparan terkait rencana pembangunan pelabuhan laut dalam Tanjung Carat di hadapan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, sesaat setelah Menhub RI dan rombongan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 Palembang dalam rangka kunker di Sumsel, Sabtu (20/2/2021) pagi. Dalam kesempatan itu HD  memastikan bahwa lahan […]

  • Gandus Disulap Jadi Taman Fauna Modern

    Gandus Disulap Jadi Taman Fauna Modern

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Ada kabar menggembirakan untuk kita semua, terutama buat emak-emak yang selama ini kalau liburan cuma mentok di mal, dan anak-anak yang kalau lihat gajah cuma bisa dari Youtube atau stiker WA. Kini, Palembang bersiap-siap naik kelas di dunia pariwisata, bukan lagi kota pempek doang, tapi juga bakal punya Taman Safari-nya sendiri! Ya, betul, […]

  • Diserahkan Besok, Gubernur DKI Serahkan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47 2021

    Diserahkan Besok, Gubernur DKI Serahkan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47 2021

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    GUBERNUR DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba karya jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47,  Rabu (25/8/2021) mulai pukul 10.00 WIB, di Ruang Pola Pemprov DKI Jakarta. Penyampaian penghargaan Anugerah Jurnalistik Muhammad Husni Thamrin ke-47 2021 ini dilangsungkan secara hybrid, langsung dan daring. Gubernur Anies beserta Kadiskominfotik DKI Jakarta Atika Nur […]

  • PTBA Jajaki Pengembangan PLTS dengan AP II

    PTBA Jajaki Pengembangan PLTS dengan AP II

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    EKSPANSI bisnis perusahaan ke sektor energi baru dan terbarukan juga mulai bergulir. Salah satu bukti yakni Commercial Operation Date (CoD) PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II (Persero). PLTS beroperasi penuh pada 1 Oktober 2020. Kesuksesan kerja sama PLTS ini mendorong PTBA dengan AP II untuk menjajaki pembangunan PLTS di sejumlah […]

  • “Bong”

    “Bong”

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

        Komikus : Septian Mauludi      

  • Pondok Liar di Tepian Sungai Udang Kembali Digulung

    Pondok Liar di Tepian Sungai Udang Kembali Digulung

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    LANGIT di tepian Sungai Udang siang itu biru terang tanpa ampun. Matahari memantul di genangan air rawa kecil di sisi jalan alternatif Pasar Buah Jakabaring, membuat udara terasa seperti dipanggang perlahan. Debu beterbangan setiap kali mini ekskavator menggigit dinding papan pondok liar yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jalan Pangeran Ratu Lorong Datuk Akib, […]

expand_less
WordPress Archive Biolife - Organic Food WordPress Theme Biolife – Organic Food WordPress Theme ( RTL Supported ) Biorga – Elementor Beauty Cosmetics Shop WordPress Theme Biotellus – Solar and Renewable Energy WordPress Theme Bioxin – Single Freelancer CV & Portfolio Elementor Template Kit Birru – Simple Portfolio Elementor Template Kit Bit Integrations Plugin Bitco – Bitcoin & Cryptocurrency Elementor Template Kit Bitcoin, Ethereum, ERC20 crypto wallets with exchange Bitexco – Creative Interior Elementor Template Kit