Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Kreativitas PKK Palembang & Bikcik Moya, dari Mie Gabus Kelor hingga Sambal Kulit Nangka

Kreativitas PKK Palembang & Bikcik Moya, dari Mie Gabus Kelor hingga Sambal Kulit Nangka

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • visibility 958
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pepatah “dari dapur dunia bisa berubah,” mungkin itu khusus dititipkan buat Bikcik Moya. Perempuan paruh baya yang hobinya nongkrong di dapur dari pagi sampai sore, bukan untuk ngerumpi sama panci, tapi untuk mengutak-atik resep. Katanya, bau bawang goreng lebih romantis dari parfum mahal.

Nah, ketika mendengar kabar ada Lomba Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) 2025) di Palembang, Bikcik Moya langsung heboh.

“Haisshh… masa ibu-ibu PKK bisa bikin mie gabus kelor? Srikaya mengkudu? Adooh, itu kan bahan yang kadang orang liatnya aja udah manyun, eh kok bisa jadi juara,” gerutunya sambil menutup buku resep tebal yang sudah kusam kayak kitab warisan.

Maka berangkatlah Bikcik Moya ke halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palembang, tempat lomba berlangsung. Sesampainya di sana, dia langsung disambut aroma sedap yang bikin perutnya nyanyi lagu dangdut.

“Assalamualaikum, Bu! Lagi masak apo? Wangi nian!” sapa Bikcik dengan logat Palembang sembari menyorongkan hidung ke arah meja PKK Ilir Barat II.

Ketua PKK IB II, Inora Hambali, hanya nyengir. “Ini, Bik. Mie gabus kelor sama srikaya mengkudu, baru semalam kepikiran, langsung dieksekusi, Alhamdulillah jadi juara pertama”

“Wuihh… kalau kayak gini mah bukan eksekusi, tapi mukjizat. Bahan seadanya bisa jadi makanan juara. Lain kali kalau ada lomba Internasional, bikinkan aku tiket ke Italia, aku bawa menu ini, bisa-bisa chef Michelin tepok jidat!” jawab Bikcik Moya sambil cekikikan.

Tak mau kalah, Bikcik Moya lalu berjalan ke meja Kecamatan Gandus, di sana ada dendeng daun ubi dan keripik kelor.

“Daun ubi ini biasanya kawan nasi sehari-hari, kok bisa-bisanya disulap jadi dendeng? Hebat! Di tangan ibu PKK, daun ubi bukan lagi teman kos-kosan, tapi naik kasta jadi menu kondangan,” katanya sambil melirik Ketua PKK Gandus, Pradita Jufri.

Pradita pun tertawa. “Betul, Bik. Daun ubi itu murah meriah, tapi kalau diolah dengan cinta, bisa lebih gurih dari dendeng sapi.”

Bikcik Moya manggut-manggut. Dalam hatinya ia berfilsafat kadang-kadang yang dianggap remeh justru menyimpan kejutan, sama kayak mantan yang tiba-tiba sukses jualan bakso online.

Sambil jalan, Bikcik Moya sempat nyeletuk ke panitia, “Kalau ada kategori sambal unik, tolong catat namaku. Aku punya resep Sambal Wi-Fi sekali dicocol langsung bikin koneksi hati lancar, tanpa kuota.”

Semua orang tertawa, tapi dalam hati mereka sepakat: beginilah Bikcik, selalu bikin suasana riuh tapi hangat. Acara makin semarak ketika Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, memberikan sambutan.

“PKK adalah ujung tombak keluarga sehat, dengan menu B2SA, kita bisa cegah stunting dan menjaga anak-anak tetap sehat,” ujarnya.

Bikcik Moya nyeletuk pelan, “Betul nian, Bu, kalau anak sehat, emak-emaknya juga tenang. Soalnya kalau anak sakit, emak bisa lebih remuk dari kerupuk kena kuah”

Dewi hanya tersenyum, lalu menambahkan, “Kreativitas ibu-ibu hari ini luar biasa. Ada puding ikan gabus, ada dendeng daun ubi, semuanya patut diapresiasi”.

Tak ketinggalan, Ricky Fernandi, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, menegaskan bahwa lomba ini bagian dari program nasional penganekaragaman pangan.

“Tujuannya agar ibu PKK punya keterampilan mengolah pangan lokal menjadi menu sehat, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Bikcik Moya menimpali lagi, “Lah itu cocok! Kalau ibu PKK pintar masak, bapak-bapak di rumah pasti rajin pulang. Perut kenyang, hati pun tenang.”

Menjelang sore, Bikcik duduk di pojokan sambil mengunyah keripik kelor. Ia termenung, tapi bukan karena galau cinta, melainkan karena kagum.

“Lihatlah, daun yang dulu dianggap cuma pengganti lauk, kini bisa mendunia. Begitulah hidup, jangan pernah remehkan hal kecil, karena bisa jadi itu tiket menuju juara,” gumamnya.

Ia lalu menutup refleksinya dengan pepatah kocak hidup itu seperti sambal -kadang pedas, kadang manis, tapi kalau diracik pas, bikin nagih.

Acara Lomba Pangan Lokal B2SA dan GPM 2025 di Palembang bukan hanya soal juara atau hadiah, tapi tentang semangat ibu-ibu PKK yang membuktikan bahwa dapur adalah laboratorium paling kreatif.

Bikcik Moya pulang dengan hati puas, bukan karena kenyang icip-icip, tapi karena ia menyadari makanan lokal kalau diolah dengan cinta dan kreativitas, bisa mengalahkan fast food mana pun.

“Pokoknyo kalau ibu-ibu PKK ini buka restoran, aku yang pertama jadi pelanggan tetap. Gratis atau tidak, aku tetap datang,” katanya sambil terkekeh.

Dan begitulah, dari dapur sederhana, lahirlah kreasi besar yang bisa menjaga ketahanan pangan, menyehatkan keluarga, dan tentu sajamembuat lidah bergoyang ria.[***]

Catatan redakis : tulisan ini menghadirkan tokoh fiksi Bikcik Moya sebagai bumbu cerita. Kehadirannya sekadar untuk memberi warna humor dan gaya narasi, tanpa mengurangi esensi informasi utama dari kegiatan PKK Palembang.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cap-go-meh-ramadhan-2026

    Momen Merayakan Cap Go Meh di Malam Ramadan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Langit Bumi Sriwijaya pada akhir Februari hingga awal Maret 2026 sedang mempertontonkan sebuah skenario alam yang luar biasa. Di bawah naungan bulan sabit Ramadan yang syahdu, pendaran merah lampion Cap Go Meh menyala dengan anggunnya. Ini bukan sekadar perayaan ganda; ini adalah pertemuan dua garis takdir yang hanya terjadi dalam siklus panjang tiga dekade sekali. […]

  • Pembenahan Terus Dilaksanakan, Pemkot Palembang Terus Evaluasi Program Pembangunan, Masih Banyak Yang Harus Diselesaikan Diantaranya ?

    Pembenahan Terus Dilaksanakan, Pemkot Palembang Terus Evaluasi Program Pembangunan, Masih Banyak Yang Harus Diselesaikan Diantaranya ?

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    MENGINJAK usia ke-1338 pada 17 Juni lalu, Kota Palembang terus berbenah. Dari 9 program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota , baik sisi sosial ekonomi hingga pembangunan infrastruktur, masih harus diselesaikan. Hal ini dikemukakan Wali Kota Palembang H Harnojoyo, beberapa waktu lalu. Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, evaluasi pembangunan Kota Palembang dari sisi sosial […]

  • Luncurkan Awan Panas Hingga 1.100 Meter, Merapi Masih Siaga, BPPTKG Imbau Masyarakat Tidak Melakukan Aktivitas di Lokasi Bahaya

    Luncurkan Awan Panas Hingga 1.100 Meter, Merapi Masih Siaga, BPPTKG Imbau Masyarakat Tidak Melakukan Aktivitas di Lokasi Bahaya

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    GUNUNG Merapi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terus menunjukkan aktivitas vulkanik. BPPTKG memantau aktivitas awan panas guguran hingga 1.100 meter pada hari ini, pukul 04.55 WIB, Jumat [9/7/2021]. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran berlangsung selama 83 detik. Arah material vulkanik ini mengarah ke barat […]

  • Inilah Film yang Diperankan Avent Bangun

    Inilah Film yang Diperankan Avent Bangun

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.360
    • 0Komentar

    Penyakit diabetes dan ginjal

  • Alex  Sebut Sungsang Cocok  Jadi Desa Wisata

    Alex  Sebut Sungsang Cocok  Jadi Desa Wisata

    • calendar_month Minggu, 6 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Daerah ini nantinya akan lebih ramai dan dampaknya juga terasa bagi perekonomian masyarakat Sungsang.

  • Prinsip Gas dan Rem, Penanganan Covid 19 Jelang Nataru

    Prinsip Gas dan Rem, Penanganan Covid 19 Jelang Nataru

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 683
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, pemerintah terus memperkuat pengaturan mobilitas dan pengendalian aktivitas sosial ekonomi masyarakat Indonesia untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19. Salah satu bentuk upaya itu dilakukan melalui adendum SE No. 24/2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) Dalam Masa Pandemi COVID-19. “Pemerintah terus […]

expand_less
WordPress Archive Biolife - Organic Food WordPress Theme Biolife – Organic Food WordPress Theme ( RTL Supported ) Biorga – Elementor Beauty Cosmetics Shop WordPress Theme Biotellus – Solar and Renewable Energy WordPress Theme Bioxin – Single Freelancer CV & Portfolio Elementor Template Kit Birru – Simple Portfolio Elementor Template Kit Bit Integrations Plugin Bitco – Bitcoin & Cryptocurrency Elementor Template Kit Bitcoin, Ethereum, ERC20 crypto wallets with exchange Bitexco – Creative Interior Elementor Template Kit