Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » 6 Upaya Jika Bertemu dengan Orang yang Ragu Vaksin COVID-19

6 Upaya Jika Bertemu dengan Orang yang Ragu Vaksin COVID-19

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
  • visibility 797
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

VAKSINASI COVID-19 merupakan salah satu upaya yang digunakan oleh semua negara untuk mengatasi pandemi akibat virus Corona.

Di Indonesia, mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, data vaksinasi hingga 23 September 2021 pukul 12.00 WIB, 83.248.128 atau 39,97 persen sudah melakukan vaksin dosis pertama, 46.980.347 atau 22.56 persen telah merampungkan hingga dosis kedua dari sasaran target vaksin keseluruhan 208.265.720.

Oleh sebab itu, kehadiran vaksin merupakan kabar baik dan langkah penting dalam upaya bersama secara global untuk mengakhiri pandemi COVID-19. Vaksin yang digunakan pun sudah melalui penelitian dan uji klinis sehingga aman dan efektif.

Namun, ada sebagian orang yang masih skeptis atau ragu terhadap vaksin COVID-19. Padahal, vaksin dapat menyelamatkan 2 hingga 3 juta nyawa setiap tahun dan merupakan salah satu kemajuan terbesar di dunia kedokteran modern.

Direktur Yale Institute for Global Health Dr. Saad Omer memaparkan ada enam hal yang dapat dilakukan jika bertemu dengan orang yang masih ragu terhadap vaksin COVID-19, yaitu:

  1. Berempati dengan nilai-nilai yang mereka yakin

Dr. Omer menyarankan hal pertama yang perlu dilakukan adalah menanggapi permasalahan mendasar yang mereka rasakan. Tunjukkan rasa empati seperti misalnya saat ada yang mengeluhkan sulitnya melakukan berbagai kegiatan akibat COVID-19, sampaikan bahwa tempat-tempat yang ingin mereka datangi akan mulai dapat diakses kembali setelah semua orang menerima vaksin.

“Pastikan bahwa mereka merasa didengar. Jangan berfokus hanya pada vaksin karena vaksin hanya salah satu aspek dan fokus hanya pada vaksin justru menurunkan peluang keberhasilan kita dalam meyakinkan mereka,” ujar Dr. Omer.

Selain itu, ajaklah mereka berdiskusi tentang COVID-19 serta dampak negatifnya yang meluas. Saat diskusi tentang COVID-19 sedang berlangsung, maka kita dapat membicarakan tentang pengorbanan yang harus dilakukan oleh semua orang, seperti menahan diri dari bertemu kerabat dan tidak melakukan kegiatan sehari-hari sebagaimana biasanya.

  1. Jangan memotong lawan bicara

Ketika diskusi sudah berlangsung, cobalah simak dan pahami sudut pandang mereka. Jangan mendominasi percakapan, atau terlalu cepat mengoreksi pendapatnya bahkan memotong pembicaraan.

“Anda tidak perlu setuju dengan informasi yang salah, namun Anda bisa berempati dan melanjutkan percakapan alih-alih mengakhiri atau menyudahi diskusi,” kata Dr. Omer.

  1. Bantu mereka agar merasa berdaya

Faktanya, masih banyak yang takut untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Daripada menyalahkan keadaan, lebih baik ajak mereka untuk berbuat positif sehingga membawa kebaikan bagi semua orang.

Caranya adalah dengan menyemangati dan mengingatkan mereka bahwa mereka bisa membantu mengubah situasi, baik untuk diri sendiri maupun keluarganya, dengan mendapatkan vaksin.

  1. Jangan fokus pada mitos

Mitos seputar vaksin COVID-19 tidak bisa hilang begitu saja. Dibutuhkan penjelasan untuk meluruskannya. Daripada membahas mitos terlalu dalam sehingga memungkin munculnya mitos-mitos lainnya, sebaiknya kita meluruskan misinformasi.

Untuk meluruskan mitos menjadi informasi yang benar dibutuhkan strategi. Ada pun empat strategi yang dapat dilakukan adalah:

– Mulai dengan pernyataan fakta. Vaksin COVID-19 aman dan efektif.

– Beri isyarat bahwa kalimat selanjutnya adalah misinformasi. Misalnya, “Ada satu hal keliru tentang (mitos).”

– Sebutkan kekeliruan (mitos) yang sedang ditanggapi.

– Tutup dengan fakta. Tunjukkan alasan mitos tersebut tidak benar.

“Hal yang terpenting adalah menggantikan misinformasi dengan informasi yang benar,” tegas Dr. Omer.

  1. Asumsikan mereka akan menerima vaksin

Gunakan metode komunikasi presumtif, yakni pendekatan komunikasi dengan membuat pernyataan atau presumsi (dugaan) telah terbukti berhasil di lingkungan klinik kesehatan dan bisa jadi juga efektif dalam komunikasi antarpribadi.

Contoh metode ini adalah “Yuk, kita vaksinasi!”

Menurut Dr. Omer, dalam situasi ini, kita tidak mengambil alih otonomi seseorang terhadap dirinya, melainkan menetapkan suatu keadaan secara lisan.

  1. Jangan berkecil hati

Tidak dapat dipungkiri, berdiskusi dengan orang yang skeptis terhadap vaksin COVID-19 akan membutuhkan waktu yang panjang dan kesabaran. Pasalnya, upaya mengubah pikiran seseorang yang ragu terhadap vaksin adalah proses yang panjang.

Namun, satu hal yang harus diingat bahwa secara umum, orang-orang yang menolak vaksin dengan keras tidak akan berubah hanya melalui satu kali diskusi. “Kuncinya adalah dengan tetap menjalin hubungan baik dengan mereka,” ucap Dr. Omer.

Jika semua upaya telah dilakukan namun belum berhasil, itu bukanlah salah Anda. Yang terpenting telah berusaha dengan maksimal untuk kebaikan bersama. Jangan menyerah dan tetap edukasi mereka-mereka yang ragu terhadap vaksin demi hidup damai berdampingan dengan COVID-19.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencegahan Penyebaran Pandemi Harus Jadi Prioritas,  Itu Tugas Kepala Daerah

    Pencegahan Penyebaran Pandemi Harus Jadi Prioritas, Itu Tugas Kepala Daerah

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    SAAT ini pemerintah masih berfokus pada upaya percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi. Keduanya berjalan beriringan dengan menjaga keseimbangan penanganan antara keduanya. Kepada para peserta Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 yang digelar secara virtual Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah untuk mampu mengelola keduanya dengan baik dan seimbang. “Gas dan remnya harus dilakukan secara […]

  • Komisi IV DPR RI Kunjungi Sentra Kuliner Ikan di Monpera

    Komisi IV DPR RI Kunjungi Sentra Kuliner Ikan di Monpera

    • calendar_month Kamis, 12 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    “Sebenarnya kalau dilihat dari anggaran dengan apa yang disajikan disini tidak begitu mahal, cukup Rp1,6 miliar saja,”

  • Kelulusan Beasiswa Santri Diumumkan Akhir Mei, Silahkan Tunggu Hasilnya

    Kelulusan Beasiswa Santri Diumumkan Akhir Mei, Silahkan Tunggu Hasilnya

    • calendar_month Sabtu, 29 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    SELEKSI Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) sudah selesai. Hasil seleksi rencananya akan diumumkan pada akhir Mei 2021. “Seleksi tahap I dan II PBSB sudah selesai. Insya Allah, pengumuman disampaikan 31 Mei 2021,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghafur saat menggelar Rapat Koordinasi Penentuan Kelulusan PBSB tahun 2021, di Bogor, belum […]

  • Bupati Muba Dianugerahi Juga Kok ‘Sahabat Pers’ dari SMSI

    Bupati Muba Dianugerahi Juga Kok ‘Sahabat Pers’ dari SMSI

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama sejumlah Walikota/Bupati dan tokoh di Sumatera Selatan mendapat penghargaan sebagai “Anugerah Sahabat Pers” dari Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumsel (SMSI) Sumsel. Penghargaan tersebut diterima Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba Heryandi Sinulingga AP yang […]

  • wujudkan generasi unggul, cegah kekerasan pada anak

    wujudkan generasi unggul, cegah kekerasan pada anak

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Salah satu mewujudkan generasi unggul, yakni mencegah kekerasan pada anak karena kekerasan pada anak tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk lain, contohnya kekerasan yang menyerang mental anak. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap […]

  • Kementerian PANRB : Kita Tidak Boleh Terjebak Rutinitas Zona Nyaman atau Comfort Zone

    Kementerian PANRB : Kita Tidak Boleh Terjebak Rutinitas Zona Nyaman atau Comfort Zone

    • calendar_month Sabtu, 10 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mendorong pemerintah daerah melakukan percepatan untuk transformasi pelayanan yang lebih optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan gagasan baru dalam reformasi pelayanan. “Kita tidak boleh terjebak dalam rutinitas zona nyaman atau comfort zone, dan perlu mengembangkan ide/terobosan/kreatifitas dalam reformasi pelayanan,” ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa dalam […]

expand_less
WordPress Archive WP Animated Buttons | WPBakery Button Addon WP Bakery Autoresponder Addon WP BioLink – Bio Links Page Builder for WordPress WP Bra Calculator – WooCommerce Addon WP Brain – WordPress Logic Controller WP Cafe | Restaurant Reservation, Food Menu & Food Ordering for WooCommerce WP Content Crawler – Get content from almost any site, automatically! WP Cost Estimation & Payment Forms Builder WP Courseware – WordPress LMS Plugin WP Creative Banners Builder