Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Hoaks Vaksin di Sumenep, Lebih Cepat Menular dari Campak

Hoaks Vaksin di Sumenep, Lebih Cepat Menular dari Campak

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 688
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

– Anak-Anak, Panas, dan WhatsApp yang Super Cepat

DI SUMENEP, Madura, panas bukan cuma karena matahari, anak-anak demam, orang tua deg-degan, dan di grup WhatsApp, berita viral berlarian lebih cepat daripada motor ojek yang kebut di jalanan desa. Sejak Februari hingga Agustus 2025, 20 anak meninggal akibat campak, angka ini bikin hati orang tua panas dingin, campur pusing tujuh keliling.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat datang dan bilang dengan nada serius, satu anak bisa menulari 18 anak lainnya. Bayangkan satu rumah punya tiga anak, tinggal dikalikan, satu RT bisa masuk zona merah dalam hitungan hari. Tapi tunggu dulu, yang bikin campak tambah “sangar” bukan cuma virusnya. Ada virus lain yang lebih cepat menular virus hoaks vaksin.

Hoaks ini, seperti tukang jagal digital, masuk ke grup WhatsApp sambil bilang, “Jangan vaksin, nanti anakmu jadi zombie!” Orang tua panik dan percaya begitu saja, padahal zombie cuma ada di film Hollywood. Vaksin itu ibarat superhero bersenjata anti-virus, datang menyelamatkan anak-anak dari kematian yang bisa dicegah.

Fenomena ini bisa dijelaskan psikologis, orang lebih percaya berita yang bikin takut daripada yang bikin tenang. Pepatah lama bilang, “Takut yang tak tentu lebih menakutkan daripada bahaya yang nyata”, itulah yang terjadi di Sumenep anak-anak meninggal bukan cuma karena campak, tapi karena orang tua sempat ragu divaksin.

Menteri Budi bergerak cepat, imunisasi massal digelar, menargetkan 70 ribu anak dalam dua minggu. Tim medis berkeliling dari pulau ke pulau, sambil menjelaskan vaksin seperti guru TK “Vaksin itu seperti payung saat hujan badai, melindungi anak dari penyakit ganas”

Cerita lucu tapi edukatif muncul di perjalanan ini, seorang Babinsa berdiri di balai desa sambil berkata, “Kalau mau anak-anak tetap sehat, vaksin itu seperti nasi di meja makan harus ada, jangan ditunda”, lucu tapi kena di hati.

Hoaks cepat menular, tapi vaksin efektif, anak-anak meninggal bisa dicegah, jika masyarakat percaya pada ilmu, bukan rumor. Edukasi dengan empati lebih ampuh daripada ancaman. Pepatah Madura bilang, “Tak perlu memukul ayam untuk mengajarkan dia bertelur”

Selain itu, penting mengingatkan orang tua bahwa vaksinasi bukan sekadar prosedur medis, tapi investasi hidup anak. Tidak perlu takut pada jarum, cukup percaya pada ilmu. Peran Babinsa, tenaga kesehatan, dan tokoh desa sangat krusial untuk menanamkan rasa aman.

Campak memang ganas, tapi hoaks vaksin bisa lebih berbahaya, karena mempengaruhi keputusan orang tua. Virus digital hoaks harus dilawan dengan literasi, virus campak harus dilawan dengan vaksin. Jangan biarkan ketakutan yang salah membunuh anak-anak kita.

Seperti pepatah yang dimodifikasi “Anak sehat adalah harta, bukan cerita yang ditunda karena takut”, dengan imunisasi massal, edukasi yang persuasif, dan pengawasan ketat, Sumenep bisa menutup bab suram ini dan memastikan tidak ada korban tambahan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri Gub.Sumsel Semangati Penyandang Disabilitas Berkarya

    Istri Gub.Sumsel Semangati Penyandang Disabilitas Berkarya

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    KETERBATASAN fisik tidak membuat para disabilitas yang tergabung dalam rumah workshop membatik khusus penyandang disabilitas dalam naungan PT. Zola Permata Indonesia. Guna memajukan dan meningkatkan kemampuan disabilitas di Sumatera Selatan (Sumsel), Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru didampingi Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya bersama tim berkunjung ke Difabel Zone PT […]

  • Kemarin, Nihil Penambahan Kasus Covid-19 di Muba

    Kemarin, Nihil Penambahan Kasus Covid-19 di Muba

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (8/1/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus COVID-19. “Tidak ada penambahan kasus per 8 Januari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 8 Januari 2021 ada sebanyak 768 kasus diantaranya 654 kasus sembuh, 84 masih dirawat, dan 30 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data […]

  • Siloam Emergency Clinic Diresmikan, UGD 24 Jam Bakal Beroperasi

    Siloam Emergency Clinic Diresmikan, UGD 24 Jam Bakal Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 29 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.612
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin menghadiri, sekaligus melakukan grand opening Siloam Emergency Clinic di Komplek Lippo Plaza Jakabaring, Sabtu (28/7/2018). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh CEO Lippo Group James T. Riady, Ketua INASGOC Erick Thohir dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara. Untuk diketahui, selama perhelatan Asian Games, Rumah Sakit […]

  • Silahkan Simak, Ini Syarat Pengadaan PPPK Guru, Apakah Kamu Penuhi Syarat?

    Silahkan Simak, Ini Syarat Pengadaan PPPK Guru, Apakah Kamu Penuhi Syarat?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.628
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kembali membuka pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di tahun 2022 yang prioritaskan kategori pelamar I, II, dan III dan syaratnya harus terpenuhi. Pelamar Prioritas I yaitu Tenaga Honorer eks Kategori II (THK-II), guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN), lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan guru swasta, yang memenuhi nilai ambang batas pada […]

  • Klarifikasi tentang Pemberitaan Sinovac

    Klarifikasi tentang Pemberitaan Sinovac

    • calendar_month Minggu, 27 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    SEHUBUNGAN dengan pemberitaan di media massa bahwa WHO membandingkan 10 vaksin COVID-19 dan Sinovac yang paling lemah dan Indonesia satu-satunya yang memesan vaksin Sinovac, dapat kami sampaikan pernyataan yang dapat dikutip sebagai pernyataan Dr. dra. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, Apt, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Badan POM: Hingga saat ini, tidak ada dokumen dan informasi […]

  • “Sawah Nggak Perlu Colok Listrik, Matahari Jadi Tukang Siram di Muara Enim”

    “Sawah Nggak Perlu Colok Listrik, Matahari Jadi Tukang Siram di Muara Enim”

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.073
    • 0Komentar

    DULU petani Muara Enim nyetrum sawah kayak nyolok hape ke powerbank, sekarang cukup bilang, “Matahari, tolong!” dan air langsung ngalir, Kamis (16/10/2025) kemarin, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Irigasi di Desa Matas dan Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim sekaligus, Gubernur bagi-bagi hadiah Lomba Desa […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce PDF Product Vouchers WooCommerce PDF Vouchers - Ultimate Gift Cards WordPress Plugin WooCommerce PDF Watermark WooCommerce Penny Sale WooCommerce Perfect SEO Url WooCommerce Photo Reviews - Review Reminders WooCommerce Photography WooCommerce Photography Plugin – Sell Photos Online WooCommerce Pin Payments Payment Gateway WooCommerce Pincode/ Zipcode Checker