Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 486
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Anak sehat bukan cuma bisa lari kencang, tapi juga kuat menahan tekanan hidup tanpa harus lempar galau ke status WhatsApp”

DI NEGARA yang tiap minggu ganti tren TikTok ini, kita harus jujur anak sekolah makin gampang lelah, gampang stres, tapi susah curhat. Ada yang ngeluh pusing, tapi bukan karena pelajaran, melainkan karena pengisi daya mentalnya udah lowbat sejak bab pertama.

Lalu datanglah satu gerakan nasional, seperti superhero dari Puskesmas, yang namanya Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah), sebuah program dari Kemenkes yang niatnya bukan sekadar ngajak anak baris-berbaris, tapi memeriksa apakah tubuh dan pikirannya masih utuh atau sudah remuk oleh tekanan zaman.

Bayangkan, 53 juta siswa dari SD, SMP, SMA, SMK, madrasah hingga pesantren akan diperiksa. Negara datang bukan buat razia rambut, bukan pula ngecek seragam, tapi ngelihat apakah gigi mereka bolong, matanya minus, hatinya retak, atau pikirannya penuh beban tak terdefinisikan.

Dan ini penting, karena di masa sekarang, anak bisa saja terlihat segar, tapi jiwanya bisa keropos, layaknya tembok dicat putih tapi di baliknya retak semua.

Menurut data Kemenkes, 1 dari 6 anak usia sekolah mengalami kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 lainnya menderita anemia. Di sisi lain, kasus gangguan kesehatan mental makin naik, tapi masih banyak yang nggak tahu harus curhat ke siapa, apalagi kalau gurunya juga stres karena belum cair BOS.

Cek ini bukan sekadar tensi dan timbang berat badan, di dalamnya ada pemeriksaan gigi, mata, telinga, tekanan darah, hemoglobin, dan kesehatan jiwa, bahkan anak-anak SMP ke atas akan dites talasemia dan kesehatan reproduksi, bukan buat buka aib, tapi supaya mereka tahu, ini tubuh, ini tanggung jawab.

Modelnya sederhana, tim kesehatan datang ke sekolah, bikin dua ruang satu untuk cek fisik, satu lagi untuk cek mental dan penglihatan. Tesnya bertahap. SD dapet 13 jenis pemeriksaan, SMP 15, SMA 14. Termasuk juga tes kebugaran, semacam push-up ringan, bukan demi nilai rapor, tapi demi tahu jantung anak-anak masih berdetak bukan karena panik soal UNBK.

“Bukan masyarakat yang datang ke Puskesmas, sekarang Puskesmas yang datang ke sekolah,” ujar Hasan Hasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden belum lama ini.

Ini bukan hanya perubahan cara, tapi perubahan sikap negara terhadap generasinya.

Dan hasilnya? Kalau satu anak bermasalah, dirujuk ke fasilitas kesehatan. Tapi kalau satu sekolah bermasalah serempak, barulah negara sadar ini bukan soal individu, ini soal sistem. Bisa jadi kantin terlalu banyak jual makanan tepung, atau jam pelajaran terlalu padat kayak kemacetan Senin pagi.

Negara lain

Beberapa negara juga sebenarnya sudah melakukannya lebih dulu, bro. Contoh  Finlandia, tiap sekolah wajib menyediakan akses konselor psikologi dan dokter gigi sekolah yang berkeliling. Bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari kurikulum: sehat jasmani dan rohani itu prioritas.

Jepang, setiap anak dicek rutin, bahkan jam makan siangnya diatur ada edukasi gizi, bukan sekadar makan asal kenyang. Negara-negara Skandinavia juga menerapkan prinsip “healthy child, resilient future”, kalau mau masa depan kuat, periksa generasi mudamu sekarang, bukan nanti.

Kita memang belum selevel mereka. Tapi langkah ini CKG adalah upaya untuk tidak kalah start.

Yang menarik, gerakan ini bisa jadi semacam rapor masa depan bangsa, kalau banyak siswa alami stres, negara wajib bertanya siapa yang bikin mereka stres? Kurikulum? Lingkungan? Atau orang dewasa yang tak becus jadi contoh?

Sebab jangan-jangan, selama ini kita hanya menuntut anak-anak untuk ranking satu, hafal Pancasila, dan jadi duta digital, tanpa pernah bertanya apakah mereka tidur cukup dan punya teman bicara.

“Bangsa yang kuat bukan dilihat dari jumlah medali emas, tapi dari seberapa besar ia peduli pada anak-anak yang tak terlihat”

Cek kesehatan anak sekolah ini langkah besar. Tapi jangan berhenti di tensi darah dan mata minus. Lanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan eksistensial apakah mereka bahagia? Apakah mereka masih percaya masa depan? Kalau jawabannya samar, barangkali bukan anak-anaknya yang harus diintervensi, tapi orang-orang dewasa di sekitar mereka.

Karena pada akhirnya, anak-anak itu cerminan masa depan. Kalau masa depan tampak pucat, boleh jadi karena masa kini terlalu sibuk memoles diri, lupa merawat isi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TradeMonday Amankan Investasi dari SenseTime Untuk Perluas Platform Modularized AI Low-code &Solusi Ritel ChatGPT B2B

    TradeMonday Amankan Investasi dari SenseTime Untuk Perluas Platform Modularized AI Low-code &Solusi Ritel ChatGPT B2B

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.825
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – TradeMonday, perusahaan rintisan berbasis di Hong Kong yang berspesialisasi dalam analitik ritel bertenaga AI, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan putaran investasi baru dari SenseTime, salah satu perusahaan AI terkemuka di dunia. Investasi ini akan memungkinkan TradeMonday untuk mempercepat pertumbuhannya dan memperluas penawaran produk analitik […]

  • FKMD Sumsel Sowan ke Bupati Muba 

    FKMD Sumsel Sowan ke Bupati Muba 

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    CAPAIAN prestasi hingga kepedulian Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terhadap pemuda dan mahasiswa menjadi sorotan positif dari berbagai elemen. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah nahkoda Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menjadi yang pertama di Sumsel mengucurkan alokasi anggaran untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa terdampak COVID-19 asal Muba […]

  • 3 Ton Sisik Trenggiling Disamarkan Jadi Teripang

    3 Ton Sisik Trenggiling Disamarkan Jadi Teripang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KASUS penyelundupan sisik trenggiling kembali terungkap di Indonesia. Sebanyak 3 ton sisik trenggiling yang disamarkan sebagai teripang dan makanan kering berhasil digagalkan aparat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, saat hendak dikirim ke Kamboja. Modus ini diduga menjadi bagian dari jaringan perdagangan satwa liar lintas negara yang memanfaatkan jalur ekspor resmi untuk mengelabui petugas. Pengungkapan […]

  • Pilkades Sungai Tepuk OKI Dinilai Banyak Masalah, Cakades Urut 3 Ajukan Somasi

    Pilkades Sungai Tepuk OKI Dinilai Banyak Masalah, Cakades Urut 3 Ajukan Somasi

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.479
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di sejumlah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada 19 November 2019 lalu menimbulkan sejumlah masalah. Salah satunya di Desa Sungai Tepuk Kecamatan Sungai Menang. Dimana, penghitungan perolehan suara yang dilaksanakan pada saat itu (19 November), terpaksa dilakukan penundaan ditengah jalan, meski sebagian surat suara telah dilakukan penghitungan. Calon Kades Sungai Tepuk […]

  • Mantap Jakarta Bakal Operasi Bus Listrik, Diuji Coba Pada Asian Games

    Mantap Jakarta Bakal Operasi Bus Listrik, Diuji Coba Pada Asian Games

    • calendar_month Jumat, 4 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Sebentar lagi bus listrik bakal dioperasikan oleh Pemerintah Prov. DKI guna mendukung Pesta Olahraga  Asian Games di Jakarta pada Agustus 2018 mendatang. “Kami mulai ujicoba pada Agustus bertepatan dengan Asian Games 2018,”kata Wakil Gubernur DKI, Sandiago Uni, Jumat (4/5/2018). Ia meminta agar PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera berkoordinasi dengan vendor perihal pengadaan […]

  • Pandemi Covid, Ini Kisah Pilu Para Pengantar Pasien COVID-19

    Pandemi Covid, Ini Kisah Pilu Para Pengantar Pasien COVID-19

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.521
    • 0Komentar

    RAUT sedih tampak di wajah Supono begitu ia bercerita tentang pasien COVID-19 yang diantarkannya berkali-kali ditolak rumah sakit. Sudah lima tahun, pria asal Sidoarjo, Jawa Timur, bergabung menjadi relawan di Info Lintas Sidoarjo. Di komunitas ini, Supono menjadi sopir ambulans. Supono yang sehari-hari menjadi pengemudi ojek online ini bercerita pengalaman sedih yang baru saja menimpanya. […]

expand_less
WordPress Archive Custom Product in WooCommerce Order Custom Product Tabs Manager Plugin – Product Tabs Manager Custom Scrollbar — Revamp Scrollbars to Match Your Website’s Aesthetic Custom Start Date for WooCommerce Subscriptions Custom User Registration Fields for WooCommerce Custom Woocommerce Discounts Customer Chat for WhatsApp Customizable headings for Elementor – Headinger Customize Post Categories for WPBakery Page Builder CustomMade – Customized Jewellery & Goldsmith Elementor Template Kit