Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 492
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Anak sehat bukan cuma bisa lari kencang, tapi juga kuat menahan tekanan hidup tanpa harus lempar galau ke status WhatsApp”

DI NEGARA yang tiap minggu ganti tren TikTok ini, kita harus jujur anak sekolah makin gampang lelah, gampang stres, tapi susah curhat. Ada yang ngeluh pusing, tapi bukan karena pelajaran, melainkan karena pengisi daya mentalnya udah lowbat sejak bab pertama.

Lalu datanglah satu gerakan nasional, seperti superhero dari Puskesmas, yang namanya Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah), sebuah program dari Kemenkes yang niatnya bukan sekadar ngajak anak baris-berbaris, tapi memeriksa apakah tubuh dan pikirannya masih utuh atau sudah remuk oleh tekanan zaman.

Bayangkan, 53 juta siswa dari SD, SMP, SMA, SMK, madrasah hingga pesantren akan diperiksa. Negara datang bukan buat razia rambut, bukan pula ngecek seragam, tapi ngelihat apakah gigi mereka bolong, matanya minus, hatinya retak, atau pikirannya penuh beban tak terdefinisikan.

Dan ini penting, karena di masa sekarang, anak bisa saja terlihat segar, tapi jiwanya bisa keropos, layaknya tembok dicat putih tapi di baliknya retak semua.

Menurut data Kemenkes, 1 dari 6 anak usia sekolah mengalami kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 lainnya menderita anemia. Di sisi lain, kasus gangguan kesehatan mental makin naik, tapi masih banyak yang nggak tahu harus curhat ke siapa, apalagi kalau gurunya juga stres karena belum cair BOS.

Cek ini bukan sekadar tensi dan timbang berat badan, di dalamnya ada pemeriksaan gigi, mata, telinga, tekanan darah, hemoglobin, dan kesehatan jiwa, bahkan anak-anak SMP ke atas akan dites talasemia dan kesehatan reproduksi, bukan buat buka aib, tapi supaya mereka tahu, ini tubuh, ini tanggung jawab.

Modelnya sederhana, tim kesehatan datang ke sekolah, bikin dua ruang satu untuk cek fisik, satu lagi untuk cek mental dan penglihatan. Tesnya bertahap. SD dapet 13 jenis pemeriksaan, SMP 15, SMA 14. Termasuk juga tes kebugaran, semacam push-up ringan, bukan demi nilai rapor, tapi demi tahu jantung anak-anak masih berdetak bukan karena panik soal UNBK.

“Bukan masyarakat yang datang ke Puskesmas, sekarang Puskesmas yang datang ke sekolah,” ujar Hasan Hasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden belum lama ini.

Ini bukan hanya perubahan cara, tapi perubahan sikap negara terhadap generasinya.

Dan hasilnya? Kalau satu anak bermasalah, dirujuk ke fasilitas kesehatan. Tapi kalau satu sekolah bermasalah serempak, barulah negara sadar ini bukan soal individu, ini soal sistem. Bisa jadi kantin terlalu banyak jual makanan tepung, atau jam pelajaran terlalu padat kayak kemacetan Senin pagi.

Negara lain

Beberapa negara juga sebenarnya sudah melakukannya lebih dulu, bro. Contoh  Finlandia, tiap sekolah wajib menyediakan akses konselor psikologi dan dokter gigi sekolah yang berkeliling. Bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari kurikulum: sehat jasmani dan rohani itu prioritas.

Jepang, setiap anak dicek rutin, bahkan jam makan siangnya diatur ada edukasi gizi, bukan sekadar makan asal kenyang. Negara-negara Skandinavia juga menerapkan prinsip “healthy child, resilient future”, kalau mau masa depan kuat, periksa generasi mudamu sekarang, bukan nanti.

Kita memang belum selevel mereka. Tapi langkah ini CKG adalah upaya untuk tidak kalah start.

Yang menarik, gerakan ini bisa jadi semacam rapor masa depan bangsa, kalau banyak siswa alami stres, negara wajib bertanya siapa yang bikin mereka stres? Kurikulum? Lingkungan? Atau orang dewasa yang tak becus jadi contoh?

Sebab jangan-jangan, selama ini kita hanya menuntut anak-anak untuk ranking satu, hafal Pancasila, dan jadi duta digital, tanpa pernah bertanya apakah mereka tidur cukup dan punya teman bicara.

“Bangsa yang kuat bukan dilihat dari jumlah medali emas, tapi dari seberapa besar ia peduli pada anak-anak yang tak terlihat”

Cek kesehatan anak sekolah ini langkah besar. Tapi jangan berhenti di tensi darah dan mata minus. Lanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan eksistensial apakah mereka bahagia? Apakah mereka masih percaya masa depan? Kalau jawabannya samar, barangkali bukan anak-anaknya yang harus diintervensi, tapi orang-orang dewasa di sekitar mereka.

Karena pada akhirnya, anak-anak itu cerminan masa depan. Kalau masa depan tampak pucat, boleh jadi karena masa kini terlalu sibuk memoles diri, lupa merawat isi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Bendung Direhabilitasi lewat NUFReP, Warga Palembang Bakal Rasakan Apa?

    Sungai Bendung Direhabilitasi lewat NUFReP, Warga Palembang Bakal Rasakan Apa?

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID  –  Sungai Bendung menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam program penanganan banjir Kota Palembang tahun ini. Melalui National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), sungai tersebut akan direhabilitasi sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan. Rencana dibahas dalam Rapat Koordinasi NUFReP Tahun Anggaran 2026 yang digelar Pemerintah Kota Palembang. […]

  • Manfaatkan Peluang Digital, Perempuan Bisa Bekerja Di Rumah

    Manfaatkan Peluang Digital, Perempuan Bisa Bekerja Di Rumah

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.259
    • 0Komentar

    MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap perempuan Indonesia melihat transformasi digital, khususnya di bidang ekonomi digital, sebagai kesempatan yang luar biasa. Untuk mewujudkannya, pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur digital melalui APBN. Tujuannya agar konektivitas merata di seluruh wilayah Indonesia dan literasi digital yang inklusif dapat dirasakan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga ultra mikro. […]

  • 2020, EPS Bank Sumsel Babel Meningkat 11,38%

    2020, EPS Bank Sumsel Babel Meningkat 11,38%

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.692
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel [BSB] mencatat EPS (Earning per Share) pendapatan perlembar saham pada 2020 mengalai peningkatan cukup baik. Pada tahun 2020 EPS, Bank plat merah milik pemda di Sumsel dan Babel ini mencatat sebesar Rp414.600,-  YoY tumbuh 11,38%  jika dibandingan EPS  tahun 2019 EPS yaitu sebesar Rp372.212,- . Dalam keterangan rilisnya Dirut Bank Sumsel Babel Achmad […]

  • Tengok Pelaku Budidaya Ikan Cupang

    Tengok Pelaku Budidaya Ikan Cupang

    • calendar_month Sabtu, 6 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.838
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan Herman Deru meninjau langsung usaha ikan Cupang di tengah Pandemi sekarang ini.Didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumsel, Widada, ia menyambangi pelaku budidaya ikan cupang di Riduan Gallery Cupang. Di tempat ini ia sempat melihat langsung cara Riduan membudidayakan ikan cupang.  Ia mengatakan, sangat mendukung usaha-usaha kreatif yang dilakukan warganya ini. […]

  • Dorong Percepatan DOB KiKim Area, Pemprov Segera Surati Presiden

    Dorong Percepatan DOB KiKim Area, Pemprov Segera Surati Presiden

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Mawardi Yahya berjanji segera menyurati Presiden Joko Widodo terkait pembentukan daerah otonomi baru Kikim Area pemekaran dari Kabupaten Lahat. “Bagi Pemprov Sumsel tidak ada alasan untuk tidak mendorong ini,  Insya Allah nanti Pak Gubernur melalu Biro Pemerintahan dan Otda untuk mengirim surat ke Presiden agar hal ini dapat mempercepat pembentukan daerah otonomi […]

  • HUT ke 76 OKI, Momentum Bersatu untuk Bertumbuh, Bupati Ingatkan Flashback yang Bisa Jadi Renungan Kaum Milanium, Begini Pesannya

    HUT ke 76 OKI, Momentum Bersatu untuk Bertumbuh, Bupati Ingatkan Flashback yang Bisa Jadi Renungan Kaum Milanium, Begini Pesannya

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    HARI Jadi ke-76 Kabupaten Ogan Komering Ilir mengambil tema bersatu, bertumbuh. Melalui tema ini Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE menyampaikan bahwa persatuan adalah modal untuk bertumbuh bersama di tengah bangsa Indonesia yang masih menghadapi ancaman pandemi. “Peringatan hari jadi ini kita jadikan sebagai flashback untuk belajar dan mengenang bahwa leluhur kita lebih dari […]

expand_less
WordPress Archive Custom Product in WooCommerce Order Custom Product Tabs Manager Plugin – Product Tabs Manager Custom Scrollbar — Revamp Scrollbars to Match Your Website’s Aesthetic Custom Start Date for WooCommerce Subscriptions Custom User Registration Fields for WooCommerce Custom Woocommerce Discounts Customer Chat for WhatsApp Customizable headings for Elementor – Headinger Customize Post Categories for WPBakery Page Builder CustomMade – Customized Jewellery & Goldsmith Elementor Template Kit