Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 466
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Anak sehat bukan cuma bisa lari kencang, tapi juga kuat menahan tekanan hidup tanpa harus lempar galau ke status WhatsApp”

DI NEGARA yang tiap minggu ganti tren TikTok ini, kita harus jujur anak sekolah makin gampang lelah, gampang stres, tapi susah curhat. Ada yang ngeluh pusing, tapi bukan karena pelajaran, melainkan karena pengisi daya mentalnya udah lowbat sejak bab pertama.

Lalu datanglah satu gerakan nasional, seperti superhero dari Puskesmas, yang namanya Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah), sebuah program dari Kemenkes yang niatnya bukan sekadar ngajak anak baris-berbaris, tapi memeriksa apakah tubuh dan pikirannya masih utuh atau sudah remuk oleh tekanan zaman.

Bayangkan, 53 juta siswa dari SD, SMP, SMA, SMK, madrasah hingga pesantren akan diperiksa. Negara datang bukan buat razia rambut, bukan pula ngecek seragam, tapi ngelihat apakah gigi mereka bolong, matanya minus, hatinya retak, atau pikirannya penuh beban tak terdefinisikan.

Dan ini penting, karena di masa sekarang, anak bisa saja terlihat segar, tapi jiwanya bisa keropos, layaknya tembok dicat putih tapi di baliknya retak semua.

Menurut data Kemenkes, 1 dari 6 anak usia sekolah mengalami kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 lainnya menderita anemia. Di sisi lain, kasus gangguan kesehatan mental makin naik, tapi masih banyak yang nggak tahu harus curhat ke siapa, apalagi kalau gurunya juga stres karena belum cair BOS.

Cek ini bukan sekadar tensi dan timbang berat badan, di dalamnya ada pemeriksaan gigi, mata, telinga, tekanan darah, hemoglobin, dan kesehatan jiwa, bahkan anak-anak SMP ke atas akan dites talasemia dan kesehatan reproduksi, bukan buat buka aib, tapi supaya mereka tahu, ini tubuh, ini tanggung jawab.

Modelnya sederhana, tim kesehatan datang ke sekolah, bikin dua ruang satu untuk cek fisik, satu lagi untuk cek mental dan penglihatan. Tesnya bertahap. SD dapet 13 jenis pemeriksaan, SMP 15, SMA 14. Termasuk juga tes kebugaran, semacam push-up ringan, bukan demi nilai rapor, tapi demi tahu jantung anak-anak masih berdetak bukan karena panik soal UNBK.

“Bukan masyarakat yang datang ke Puskesmas, sekarang Puskesmas yang datang ke sekolah,” ujar Hasan Hasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden belum lama ini.

Ini bukan hanya perubahan cara, tapi perubahan sikap negara terhadap generasinya.

Dan hasilnya? Kalau satu anak bermasalah, dirujuk ke fasilitas kesehatan. Tapi kalau satu sekolah bermasalah serempak, barulah negara sadar ini bukan soal individu, ini soal sistem. Bisa jadi kantin terlalu banyak jual makanan tepung, atau jam pelajaran terlalu padat kayak kemacetan Senin pagi.

Negara lain

Beberapa negara juga sebenarnya sudah melakukannya lebih dulu, bro. Contoh  Finlandia, tiap sekolah wajib menyediakan akses konselor psikologi dan dokter gigi sekolah yang berkeliling. Bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari kurikulum: sehat jasmani dan rohani itu prioritas.

Jepang, setiap anak dicek rutin, bahkan jam makan siangnya diatur ada edukasi gizi, bukan sekadar makan asal kenyang. Negara-negara Skandinavia juga menerapkan prinsip “healthy child, resilient future”, kalau mau masa depan kuat, periksa generasi mudamu sekarang, bukan nanti.

Kita memang belum selevel mereka. Tapi langkah ini CKG adalah upaya untuk tidak kalah start.

Yang menarik, gerakan ini bisa jadi semacam rapor masa depan bangsa, kalau banyak siswa alami stres, negara wajib bertanya siapa yang bikin mereka stres? Kurikulum? Lingkungan? Atau orang dewasa yang tak becus jadi contoh?

Sebab jangan-jangan, selama ini kita hanya menuntut anak-anak untuk ranking satu, hafal Pancasila, dan jadi duta digital, tanpa pernah bertanya apakah mereka tidur cukup dan punya teman bicara.

“Bangsa yang kuat bukan dilihat dari jumlah medali emas, tapi dari seberapa besar ia peduli pada anak-anak yang tak terlihat”

Cek kesehatan anak sekolah ini langkah besar. Tapi jangan berhenti di tensi darah dan mata minus. Lanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan eksistensial apakah mereka bahagia? Apakah mereka masih percaya masa depan? Kalau jawabannya samar, barangkali bukan anak-anaknya yang harus diintervensi, tapi orang-orang dewasa di sekitar mereka.

Karena pada akhirnya, anak-anak itu cerminan masa depan. Kalau masa depan tampak pucat, boleh jadi karena masa kini terlalu sibuk memoles diri, lupa merawat isi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Undang ke Jerman, Alex Noerdin Agendakan  Bahas Moto GP

    Di Undang ke Jerman, Alex Noerdin Agendakan  Bahas Moto GP

    • calendar_month Minggu, 12 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.887
    • 0Komentar

    “Saya diajak melihat langsung konstruksi dan peralatan nurburging circuit di Jerman. Ini membuat saya semakin semangat menjadikan Sumsel tuan rumah Moto GP 2019 nanti”

  • Menhub: GeNose Sudah Diterapkan di 21 Bandara, Mana Saja

    Menhub: GeNose Sudah Diterapkan di 21 Bandara, Mana Saja

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    ALAT deteksi Covid-19 karya anak bangsa “GeNose” hingga saat ini sudah diterapkan di 21 bandara di Indonesia. Selanjutnya Menhub menargetkan “GeNose” dapat diterapkan di lebih banyak bandara hingga ke wilayah timur Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau penerapan GeNose di Bandara Juanda, Surabaya, Sabtu (24/4). “GeNose sudah beroperasi di 21 […]

  • Respon Ini, OKI Berencana Ubah RTRW

    Respon Ini, OKI Berencana Ubah RTRW

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.285
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merespon positif rencana pengembangan kota metropolitan baru di luar Pulau Jawa. Harapannya, rencana tersebut bisa mendorong aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat yang berujung pada pemerataan wilayah Nusantara. Pemkab OKI pun berencana mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sejak lima tahun terakhir belum direvisi. “Jadi memang sudah saatnya ini dilakukan […]

  • OKI Optimistis Program SERASI Sumbang Lumbung Pangan Sumsel

    OKI Optimistis Program SERASI Sumbang Lumbung Pangan Sumsel

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 735
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir [OKI] Iskandar optimistis dengan adanya program SERASI di OKI dapat meningkatkan produksi padi petani di Wilayah, dan OKI mampu memberikan kontribusi untuk Sumse sebagai lumbung pangan di masa datang. Optimistis itu diungkapkannya setelah menemani Mentan RI Amran Sulaiman dan Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau lokasi pertanian di Desa Tanjung Aur, Kecamatan […]

  • Ratusan Jemaah Umrah Indonesia Berangkat ke Arab Saudi

    Ratusan Jemaah Umrah Indonesia Berangkat ke Arab Saudi

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

    SEBANYAK 419 jemaah Indonesia hari ini berangkat ke Saudi untuk menunaikan ibadah umrah. Keberangkatan mereka dilepas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, mewakili Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Kepada jemaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Hilman menyampaikan pesan Menag agar mematuhi aturan di tanah air dan di Arab Saudi. “Jaga kepercayaan […]

  • 5 Ciri-Ciri Berita Hoax Versi Pimred Suara.com Yang Perlu Pembaca Ketahui

    5 Ciri-Ciri Berita Hoax Versi Pimred Suara.com Yang Perlu Pembaca Ketahui

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.305
    • 0Komentar

    “Kritik juga kepada media, pendorong hoax berkembang adalah karena salah satunya penyebabnya ketidakpercayaan publik kepada media yabg berkepentingan di politik dan bisnis,”

expand_less
WordPress Archive Custom Product in WooCommerce Order Custom Product Tabs Manager Plugin – Product Tabs Manager Custom Scrollbar — Revamp Scrollbars to Match Your Website’s Aesthetic Custom Start Date for WooCommerce Subscriptions Custom User Registration Fields for WooCommerce Custom Woocommerce Discounts Customer Chat for WhatsApp Customizable headings for Elementor – Headinger Customize Post Categories for WPBakery Page Builder CustomMade – Customized Jewellery & Goldsmith Elementor Template Kit