Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

Anak Stres, Negara Ikut Mules, Cek Kesehatan Sekolah & Upaya Deteksi Masa Depan Bangsa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 471
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Anak sehat bukan cuma bisa lari kencang, tapi juga kuat menahan tekanan hidup tanpa harus lempar galau ke status WhatsApp”

DI NEGARA yang tiap minggu ganti tren TikTok ini, kita harus jujur anak sekolah makin gampang lelah, gampang stres, tapi susah curhat. Ada yang ngeluh pusing, tapi bukan karena pelajaran, melainkan karena pengisi daya mentalnya udah lowbat sejak bab pertama.

Lalu datanglah satu gerakan nasional, seperti superhero dari Puskesmas, yang namanya Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah), sebuah program dari Kemenkes yang niatnya bukan sekadar ngajak anak baris-berbaris, tapi memeriksa apakah tubuh dan pikirannya masih utuh atau sudah remuk oleh tekanan zaman.

Bayangkan, 53 juta siswa dari SD, SMP, SMA, SMK, madrasah hingga pesantren akan diperiksa. Negara datang bukan buat razia rambut, bukan pula ngecek seragam, tapi ngelihat apakah gigi mereka bolong, matanya minus, hatinya retak, atau pikirannya penuh beban tak terdefinisikan.

Dan ini penting, karena di masa sekarang, anak bisa saja terlihat segar, tapi jiwanya bisa keropos, layaknya tembok dicat putih tapi di baliknya retak semua.

Menurut data Kemenkes, 1 dari 6 anak usia sekolah mengalami kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 lainnya menderita anemia. Di sisi lain, kasus gangguan kesehatan mental makin naik, tapi masih banyak yang nggak tahu harus curhat ke siapa, apalagi kalau gurunya juga stres karena belum cair BOS.

Cek ini bukan sekadar tensi dan timbang berat badan, di dalamnya ada pemeriksaan gigi, mata, telinga, tekanan darah, hemoglobin, dan kesehatan jiwa, bahkan anak-anak SMP ke atas akan dites talasemia dan kesehatan reproduksi, bukan buat buka aib, tapi supaya mereka tahu, ini tubuh, ini tanggung jawab.

Modelnya sederhana, tim kesehatan datang ke sekolah, bikin dua ruang satu untuk cek fisik, satu lagi untuk cek mental dan penglihatan. Tesnya bertahap. SD dapet 13 jenis pemeriksaan, SMP 15, SMA 14. Termasuk juga tes kebugaran, semacam push-up ringan, bukan demi nilai rapor, tapi demi tahu jantung anak-anak masih berdetak bukan karena panik soal UNBK.

“Bukan masyarakat yang datang ke Puskesmas, sekarang Puskesmas yang datang ke sekolah,” ujar Hasan Hasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden belum lama ini.

Ini bukan hanya perubahan cara, tapi perubahan sikap negara terhadap generasinya.

Dan hasilnya? Kalau satu anak bermasalah, dirujuk ke fasilitas kesehatan. Tapi kalau satu sekolah bermasalah serempak, barulah negara sadar ini bukan soal individu, ini soal sistem. Bisa jadi kantin terlalu banyak jual makanan tepung, atau jam pelajaran terlalu padat kayak kemacetan Senin pagi.

Negara lain

Beberapa negara juga sebenarnya sudah melakukannya lebih dulu, bro. Contoh  Finlandia, tiap sekolah wajib menyediakan akses konselor psikologi dan dokter gigi sekolah yang berkeliling. Bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari kurikulum: sehat jasmani dan rohani itu prioritas.

Jepang, setiap anak dicek rutin, bahkan jam makan siangnya diatur ada edukasi gizi, bukan sekadar makan asal kenyang. Negara-negara Skandinavia juga menerapkan prinsip “healthy child, resilient future”, kalau mau masa depan kuat, periksa generasi mudamu sekarang, bukan nanti.

Kita memang belum selevel mereka. Tapi langkah ini CKG adalah upaya untuk tidak kalah start.

Yang menarik, gerakan ini bisa jadi semacam rapor masa depan bangsa, kalau banyak siswa alami stres, negara wajib bertanya siapa yang bikin mereka stres? Kurikulum? Lingkungan? Atau orang dewasa yang tak becus jadi contoh?

Sebab jangan-jangan, selama ini kita hanya menuntut anak-anak untuk ranking satu, hafal Pancasila, dan jadi duta digital, tanpa pernah bertanya apakah mereka tidur cukup dan punya teman bicara.

“Bangsa yang kuat bukan dilihat dari jumlah medali emas, tapi dari seberapa besar ia peduli pada anak-anak yang tak terlihat”

Cek kesehatan anak sekolah ini langkah besar. Tapi jangan berhenti di tensi darah dan mata minus. Lanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan eksistensial apakah mereka bahagia? Apakah mereka masih percaya masa depan? Kalau jawabannya samar, barangkali bukan anak-anaknya yang harus diintervensi, tapi orang-orang dewasa di sekitar mereka.

Karena pada akhirnya, anak-anak itu cerminan masa depan. Kalau masa depan tampak pucat, boleh jadi karena masa kini terlalu sibuk memoles diri, lupa merawat isi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cita-cita Finda Ingin Palembang Seperti Singapura

    Cita-cita Finda Ingin Palembang Seperti Singapura

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    Palembang –  Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda [Finda] bercita-cita Palembang seperti Singapura yang mempunyai konsep baru untuk mempercantik bantaran Sungai Musi kebanggan Wong Palembang. Konsep ruang terbuka hijau (RTH) akan menjadi konsentrasinya di tahun mendatang 2019 untuk dibuatkan taman taman kecil yang viewnya langsung menghadap sungai. Kawasan dibawah jembatan Musi II Kelurahan Karang Anyar Kecamatan […]

  • Jelang Lebaran, Pemprov Sumsel Sediakan Bus Mudik Gratis

    Jelang Lebaran, Pemprov Sumsel Sediakan Bus Mudik Gratis

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    MENJELANG Idul Fitri 1443 Hijriah, Pemprov Sumsel menyediakan bus mudik gratis bagi masyarakat yang ingin pulang Kampung. Hal itu, sebagai bentuk kepedulian dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman, kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat menutup pengajian dan safari Ramadhan 1443 Hijriyah. Penutupan pengajian dan safari Ramadhan tersebut dilakukan […]

  • Mendes PDTT Minta Distribusi BLT Dana Desa Dipercepat Jelang Idulfitri, Ini Karena PKM Sangat Membutuhkan

    Mendes PDTT Minta Distribusi BLT Dana Desa Dipercepat Jelang Idulfitri, Ini Karena PKM Sangat Membutuhkan

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    DISTRIBUSI Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diminta dipercepat menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah (H). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Hal Iskandar mengatakan percepatan distribusi ini dinilai penting supaya KPM bisa memanfaatkan BLT untuk belanja keperluan lebaran. “Lebaran kurang dua hari […]

  • “Tupai & Burung Hantu Bikin Lampu Padam, Cerita Lucu Wak Bek & Mang Zenal”

    “Tupai & Burung Hantu Bikin Lampu Padam, Cerita Lucu Wak Bek & Mang Zenal”

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    SABTU sore selepas asar, matahari sudah mulai condong ke barat, angin dari sawah berhembus adem, Dua sejoli sahabat karib kampung sebelah, Wak Bek dan Mang Zenal, lagi-lagi nongkrong. Bukan di pos ronda, bukan di warung kopi, tapi kali ini mereka duduk di atas cabang pohon besar di pinggir kebon, sambil selonjoran. Katanya sih biar lebih […]

  • Seandainya Aturan Jadi Gubernur Boleh Tiga Periode, Ini Pingin Alex

    Seandainya Aturan Jadi Gubernur Boleh Tiga Periode, Ini Pingin Alex

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.271
    • 0Komentar

    “Seandainya saya masih boleh mendapat kesempatan menjadi Gubernur, target kami berikutnya adalah Olimpiade, F1, bahkan piala dunia,”

  • Gak Cuma Ngaji! Majelis Taklim Desa Jadi Tempat Belajar, Ngobrol, dan Bisnis

    Gak Cuma Ngaji! Majelis Taklim Desa Jadi Tempat Belajar, Ngobrol, dan Bisnis

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Bayangin lagi santai di kampung, tiba-tiba ada program keren yang bikin desa makin adem, makin akur, dan makin cerdas! Yup, Kementerian Agama (Kemenag) bareng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) baru aja ngegas program “Satu Desa, Satu Majelis Taklim” plus gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. Acara ini digelar di Masjid ‘Izzatul Islam […]

expand_less
WordPress Archive Custom Product in WooCommerce Order Custom Product Tabs Manager Plugin – Product Tabs Manager Custom Scrollbar — Revamp Scrollbars to Match Your Website’s Aesthetic Custom Start Date for WooCommerce Subscriptions Custom User Registration Fields for WooCommerce Custom Woocommerce Discounts Customer Chat for WhatsApp Customizable headings for Elementor – Headinger Customize Post Categories for WPBakery Page Builder CustomMade – Customized Jewellery & Goldsmith Elementor Template Kit