Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Ini Manfaat & Keuntungan Jika Karbon Biru di Indonesia Dikelola Serius

Ini Manfaat & Keuntungan Jika Karbon Biru di Indonesia Dikelola Serius

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
  • visibility 2.007
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, Jakarta  – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmen dan keseriusan dalam pengelolaan karbon biru di Indonesia melalui penurunan emisi, peningkatan ekonomi dan pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia tahun 2030.  Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo dalam workshop Strategi Blue Carbon Indonesia untuk Pencapaian Target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, (24/1/2022).

 

“KKP memegang dua mandat penting dalam pengendalian perubahan iklim yakni sebagai penanggung jawab isu laut dan iklim (ocean and climate) di Indonesia untuk konvensi perubahan iklim, serta pelaksana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sektor kelautan,” ungkap Victor saat membuka workshop.

 

Tahun lalu, KKP memperkirakan total potensi penyerapan karbon di ekosistem pesisir Indonesia mencapai 3,4 GT (gigaton). Jumlah yang sangat besar ini kira-kira sebesar 17 persen dari total karbon biru dunia.

 

Lebih lanjut Victor juga menjelaskan, KKP berupaya memasukkan sektor karbon biru (kelautan) dalam dokumen NDC ke-2 pada tahun 2025 dan implementasi NEK untuk karbon biru, khususnya lamun. Tak hanya itu, melalui kerja sama dengan UNDP Indonesia, KKP juga telah merancang aksi mitigasi perubahan iklim sektor kelautan untuk mendukung pencapaian target NDC Indonesia, salah satunya adalah ekosistem karbon biru.

 

“Indonesia punya 3,36 juta hektare mangrove. Hasil hitungan awal, ekosistem mangrove dapat menyerap 11 miliar ton karbon dengan perkiraan nilai moneter USD66 miliar. Lamun saat ini belum terlalu diperhatikan. Kalau melihat luas yang mencapai 1,8 juta hektare, lamun punya kemampuan menyerap 790 juta ton karbon dengan nilai moneter mencapai USD35 miliar,” terangnya.

 

Strategi dan aksi yang diimplementasikan KKP dalam pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil meliputi penguatan regulasi perlindungan kawasan cadangan karbon biru, pengalokasian ruang untuk mempertahankan atau meningkatkan cadangan karbon biru, peningkatan kualitas kawasan cadangan karbon biru serta penguatan sinergi pengelolaan karbon biru di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

 

Sejumlah tantangan untuk meningkatkan kontribusi karbon biru menurut Victor juga dihadapi, diantaranya ketersediaan data yang valid, metodologi yang diakui serta perlunya dukungan berbagai pihak dalam penyusunan kerangka ekonomi, pembiayaan dan tata kelola karbon biru.

 

Sejalan dengan itu, di kesempatan yang sama Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dewanthi menerangkan bahwa sektor kelautan dalam perubahan iklim global berperan penting dan masuk menjadi salah satu keputusan dalam COP27 : Sharm El Sheik Implementation Plan yakni mendorong para pihak untuk mempertimbangkan tindakan berbasis laut dalam pencapaian tujuan iklim nasional serta memutuskan melanjutkan dialog laut dan iklim (ocean and climate change dialogue) di tahun 2023.

 

Tindakan berbasis laut melalui optimalisasi karbon biru dari ekosistem mangrove, lamun dan rawa payau untuk pengendalian perubahan iklim menurutnya penting untuk dilakukan mengingat keberadaaanya yang tak hanya berperan dalam peningkatan ketahanan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, namun ekosistem ini juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca 4-5 kali lebih besar dibanding ekosistem darat.

 

Sementara itu, United Nations Development Programme (UNDP) Resident Representative, Norimasa Shimomura mengapresiasi keseriusan KKP dalam penyiapan karbon biru.

 

“Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang berkomitmen untuk menyiapkan karbon biru dalam NDC dan menggunakan penetapan harga karbon sebagai instrumen keuangan. UNDP merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan penting ini,” pungkasnya.

 

KKP dan UNDP saat ini fokus untuk membangun kerja sama untuk pengelolaan karbon biru yang meliputi penyusunan profil emisi karbon biru, penyusunan sistem pengukuran, pelaporan dan verifikasi (MRV) untuk kegiatan reduksi emisi dan serapan karbon serta penyusunan strategi implementasi NEK untuk karbon biru. Aksi tersebut juga didukung dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor kelautan dan perikanan serta penyiapan dashboard karbon biru yang akan terkoneksi dengan Sistem Registri Nasional – Pengendalian Perubahan Iklim.

 

Selain dengan UNDP dan KLHK, kegiatan ini juga menggandeng  berbagai instansi terkait di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Institut Pertanian Bogor, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) serta Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

 

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, pengelolaan karbon biru dalam konteks perubahan iklim merupakan bagian penting dari kebijakan ekonomi biru khususnya pada perlindungan dan pelestarian ekosistem karbon biru yang juga dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan berkelanjutan kepada masyarakat nelayan dan pesisir.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KONI Bali Kunjungi Sumsel, Ada Apa ?

    KONI Bali Kunjungi Sumsel, Ada Apa ?

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Tuan rumah PON akan diambil dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub)

  • 3 Kendaraan Baru Bantuan Gub.Sumsel, Punya Siapa?

    3 Kendaraan Baru Bantuan Gub.Sumsel, Punya Siapa?

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Palembang –Minggu akhir pekan ini, Gubernur Sumsel Herman Deru merealisasikan bantuan kendaraan operasional untuk organisasi Islam dan institusi. 3 Kendaraan tersebut diberikan kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia [LDII], Muhammadiyah dan TVRI, asyik dong, diperhatikan gubernur… Penyerahan bantuan kendaraan operasional ini dilakukan langsung di halaman Griya Agung oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi, Kepala Biro Umum […]

  • Jangan Keliru!!! 17 Agustus Bukan HUT RI, [Memaknai 17 Agustus 1945-2022 HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia]

    Jangan Keliru!!! 17 Agustus Bukan HUT RI, [Memaknai 17 Agustus 1945-2022 HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia]

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.405
    • 0Komentar

    SEBAGAI suatu keharusan bagi sebuah bangsa untuk bagaimana menjaga jati diri Bangsa tersebut, yang dalam hal ini Indonesia. Jati diri bangsa Indonesia tentu digali berdasarkan kebenaran perjalanan sejarah Bangsa Indonesia itu sendiri, maka untuk mengenang, mengingat dan memaknai sejarah tersebut biasanya terdapat suatu perayaan, salah satunya yang jatuh pada 17 Agustus 1945 – 2022 hari […]

  • Serap Partisipasi Petani di Lahat, Balai Besar Wil. Sungai Sumatera VIII Gelar Ini

    Serap Partisipasi Petani di Lahat, Balai Besar Wil. Sungai Sumatera VIII Gelar Ini

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    BALAI Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII menggelar pertemuan konsultasi dengan masyarakat Desa Tanjung Sakti acara digelar dua Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, Rabu, (28/1/2020). Hadir dalam acara ini, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai VIII yang diwakili oleh Ir. Kamil Mahruf.ME, Konsultan PT. Suwanda Karya Mandiri Ir.Andri Kuin, Kepala Bidang Penyuluhan […]

  • Kabupaten Banyuasin Penunjang Pangan di Indonesia, Masuk Empat Besar Nasional

    Kabupaten Banyuasin Penunjang Pangan di Indonesia, Masuk Empat Besar Nasional

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.870
    • 0Komentar

    SEB AGAI daerah pengahasil pangan peringkat  satu di Sumsel dan masuk dalam  empat besar kabupaten   penghasil pangan nasional. Kabupaten Banyuasin telah membuktikan diri  mampu berkontribusi besar terhadap ketersedian pangan di Indonesia. Keberhasilan yang dicapai Bumi Sedulang Setudung tersebut tidak terlepas dari peran dan piawainya Bupati Banyuasin H. Askolani dan jajaran dalam memanfaatkan potensi daerah setempat. […]

  • Apel Besar, Pusri Jadikan Informasi K3 ke Dalam Sistem Online

    Apel Besar, Pusri Jadikan Informasi K3 ke Dalam Sistem Online

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    MANAGER K3 Lingkungan Hidup PT Pusri, Yusman Arullah menambahkan, semua elemen PT Pusri telah mencoba mengadaptasi perubahan 4.0 pada K3 seperti telah menjadikan informasi K3 kedalam sistem online. “Melalui sistem online ini, jadi semua informasi pelaporan keadaan kecelakaan sudah online. Tidak lagi manual dan pake kertas, survey-survey sudah kita lakukan dengan online sehingga mempercepat akurasinya […]

expand_less
WordPress Archive MediaCenter – Electronics Store WooCommerce Theme MediaDesk – Magazine WordPress Theme MediaFoundry – Creative Production Studio Theme Median – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Mediax – Health & Medical WordPress Theme Medibuds – Medical Marijuana Dispensary WordPress Theme Medical & Dentist | Medical WordPress MedicaLife – Health Care & Medical Elementor Template Kit Medicalkit – Health & Clinical Care Elementor Template Kit MediCare – Hospital & Health Service Elementor Template Kit