Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Kalau Hutan Rusak, Dendanya Bukan Receh

Kalau Hutan Rusak, Dendanya Bukan Receh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 1.433
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menebang Pohon di Sumsel Bukan Lagi Urusan Parang, Salah Kaprah, Rekening Ikut Tumbang

PERNAH “dak ngeraso,” dulu menebang pohon itu kayak urusan dapur belakang asal kuat parang, urusan selesai, sekarang? salah kaprah sedikit, yang tumbang bukan cuma pohon, tapi rekening ikut tumbang.

Di Sumatera Selatan hari ini, urusan hutan tak lagi bisa dipandang santai. Negara sudah menarik garis tebal, merusak lingkungan bukan cuma soal etika, tapi urusan hukum dan uang dalam jumlah besar.

Hal ini mengemuka dalam diskusi peduli lingkungan yang digelar Ditintelkam Polda Sumsel. Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Lingkungan dan Pertanahan DLHP Sumsel, Benni Yusnandarsyah, mengingatkan masih ada aktivitas usaha yang bandel terhadap aturan.

“Masih terdapat aktivitas usaha yang tidak patuh terhadap izin lingkungan dan AMDAL, berpotensi memicu banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Bahasanya singkat, tapi artinya jelas. Kalau hutan dirusak, air kehilangan penahan yang kebanjiran bukan cuma pelaku, tapi warga yang tak pernah ikut-ikutan.

Benni menegaskan, sanksi bagi perusakan hutan bukan ancaman kosong. “Merusak hutan bisa dikenakan sanksi pidana dan denda hingga Rp10 miliar,” tegasnya.

Angka itu bukan main, cukup untuk bikin siapa pun berhenti sok kebal hukum. Dulu mungkin hutan dianggap gratisan, sekarang salah urus sedikit, biayanya bisa bikin usaha megap-megap.

Padahal, Sumatera Selatan masih punya modal alam yang lumayan. Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi SDA Ekosistem Dinas Kehutanan Sumsel, Syafrul Yunardi, menyebutkan kondisi kawasan hutan Sumsel relatif aman.

“Secara persentase, kawasan hutan Sumsel sudah melampaui standar nasional minimal 30 persen,” katanya.

Namun aman bukan berarti kebal, hutan itu bukan saldo abadi, kalau ditarik terus tanpa dijaga, gundul juga ujungnya.

Pasang alarm

Syafrul menambahkan, pengawasan kawasan hutan dilakukan secara rutin melalui patroli, sosialisasi, serta monitoring aktivitas perusahaan pemegang izin, khususnya yang berkaitan dengan AMDAL.

Wilayah Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin menjadi fokus pengawasan karena memiliki kawasan hutan yang cukup luas.

Artinya jelas, di daerah-daerah ini, negara tak lagi sekadar pasang papan larangan. Mata aparat ada, aturan hidup, dan pelanggaran tinggal menunggu waktu untuk dicatat lengkap dengan hitungan dendanya.

Di sisi lain, BMKG Sumsel pun sudah pasang alarm, lantaran puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga awal 2026.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Muara Enim, Lahat, OKU, OKU Timur, PALI, dan Prabumulih, terutama kawasan perbukitan dan bantaran sungai.

Di daerah-daerah itu, hutan bukan sekadar latar hijau buat difoto. Ia penahan air terakhir, sekali rusak, air tak lagi bertanya izin langsung turun, nyapu apa saja yang di bawah.

Jadi hari ini, negara sudah siaga, aturan sudah jelas, aparat mengawasi. Tinggal manusianya mau belajar, atau tetap nekat sambil senyum-senyum.

Sebelum nekat menebang pohon, ingat satu hal hutan memang diam, tapi dendanya cerewet, alam tak pernah kirim invoice lebih dulu, tapi langsung auto-debet lewat banjir dan longsor.

Biasanya, lewat musibah itu, manusia baru sadar pentingnya pohon setelah rumah kebanjiran.

Pepatah bilang, “Kalau sudah tahu jalan berlubang, jangan tetap digeber.”
Merusak hutan itu ngebut ke arah masalah, apalagi dendanya bukan receh, dan penyesalan biasanya datang ketika rekening sudah duluan tumbang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NPC OKI Buka Pendaftaran Pekan Paralimpik di Prabumulih  

    NPC OKI Buka Pendaftaran Pekan Paralimpik di Prabumulih  

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    NATIONAL Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuka pendaftaran bagi penyandang disabilitas untuk ikutan paralimpik tingkat Provinsi Sumsel 2019 di Prabumulih, Desember mendatang. “Kami berharap kepada penyandang disabilitas di OKI yang memiliki bakat, silahkan ikut mendaftar untuk menjadi atlet,”kata Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Kusnadi, Selasa [15/10/2019]. Ia mengungkapkan, pihaknya […]

  • Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 6 Sarip Jadi Juri MasterChef Planet Uranus – Lodeh vs Ramen Plasma]

    Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 6 Sarip Jadi Juri MasterChef Planet Uranus – Lodeh vs Ramen Plasma]

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    Ketika Lidah Kampung Mengguncang Dunia Kuliner Galaksi

  • Ketua TP PKK Minta Ustadzah Selipkan Pencerahan Bahaya Narkoba

    Ketua TP PKK Minta Ustadzah Selipkan Pencerahan Bahaya Narkoba

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Hj. Eliza Alex Noerdin menggelar silaturahmi bersama puluhan ustadzah se Kota Palembang di Griya Agung, Selasa (19/9). Kegiatan ini sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriah pada 21 September mendatang.

  • Jokowi -Ma’ruf Dilantik, PDIP Sumsel Gelar Acara Syukuran

    Jokowi -Ma’ruf Dilantik, PDIP Sumsel Gelar Acara Syukuran

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.187
    • 0Komentar

    PDIP Sumsel menggelar acara syukuran atas dilantiknya Joko Widodo [Jokowi] – Ma’ruf Amin menjadi Presiden -Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Acara syukuran tersebut di selenggarakan di Kantor DPD PDIP Sumsel, minggu malam akhir pekan ini. Menurut Wakil Ketua DPD PDIP Sumsel Santo Adjis selaku partai pengusung, PDIP patut mensyukuri keberhasilan yang dicapai dan kembali memimpin negara Indonesia. […]

  • Resmikan RS. Siloam Silampari Lubuklinggau, Ini Pesan Alex

    Resmikan RS. Siloam Silampari Lubuklinggau, Ini Pesan Alex

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.624
    • 0Komentar

    Dampak yang baik serta mengangkat Kota Lubuklinggau ke kelas yang lebih tinggi lagi.

  • Sumsel Targetkan Pembangunan Jembatan Air Betung Rampung Tahun Ini

    Sumsel Targetkan Pembangunan Jembatan Air Betung Rampung Tahun Ini

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.480
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru meninjau rencana pembangunan Jembatan Air Betung Lingkar Timur, Dusun Alun Dua, Kelurahan Alun Dua dengan dana kurang lebih Rp35 miliar. Pengecekan secara spontan ini Ia lakukan sesaat setelah landin di Lapangan Bola dalam rangka kunjungan kerja di Kota Pagaralam, Kamis (6/2/2020). Peninjauan Jembatan Air Betung yang baru dibangun tiang penyangga […]

expand_less
WordPress Archive Riffel – A Bold & Rich Portfolio WordPress Theme Rigel – Multi-Purpose Business Portfolio Theme Rigel – Ultimate Agency & Portfolio Theme Right Candidate – Election Campaign and Political WordPress Theme Right Flooring – Tiling Services WordPress Theme Riliant – Corporate Business Agency WordPress Theme Riode - Multi-Purpose WooCommerce Theme Riorelax – Luxury Hotel WordPress Theme Ripara – Auto Repair & Car WooCommerce WordPress Theme Rira Video – Elementor Video Playlist Widget