Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

“Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • visibility 650
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SDM kita diibaratkan makanan, maka banyak yang masih mentah, ada pula yang setengah matang, tapi sudah disajikan di atas piring industri yang panas, alhasil, bukan malah enak disantap, tapi malah bikin industri kenyang dengan kekhawatiran.

Inilah yang coba disoroti Menaker Yassierli dalam Forum Executive Breakfast Meeting, bukan forum sarapan bubur ayam biasa, tapi forum penuh gizi wacana.

Ia tak sekadar melemparkan data, namun  juga perumpamaan, seperti juru masak yang tahu bahwa dapurnya perlu dibersihkan dulu sebelum masak nasi goreng prestasi.

Masalah kita bukan tidak punya dapur, tapi kadang bumbunya gak lengkap, apinya kecil, dan chef-nya belum dapat pelatihan. Itulah kira-kira gambaran kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) kita yang sebenarnya punya potensi menjadi ‘kompor gas’ pencetak tenaga kerja unggulan. Ya itu tadi, masih banyak BLK yang lebih mirip warung kopi sore hari ramai, tapi isinya ngobrol doang.

Indonesia masih berkutat di level produktivitas kerja yang jeblok, bahkan dibanding beberapa tetangga kita di ASEAN. Kalau Vietnam sudah naik motor Ninja, kita masih belajar naik sepeda roda tiga pakai pelatihan singkat. Masalahnya bukan sekadar soal kemauan, tapi soal kemampuan. Bukan tidak mau kerja, tapi tak tahu mesti kerja apa, bagaimana, dan di mana.

Coba bandingkan dengan Jerman, misalnya, negara itu punya dual vocational training sistem pelatihan ganda antara teori dan praktik yang dijalankan bareng industri.

Di Indonesia? BLK kita kadang pelatihannya menjahit, tapi yang dibutuhkan industri malah operator mesin CNC. Jadinya? Mismatch, kayak bawa pisang ke lomba makan kerupuk.

Apa kabar BLK kita?, kata Menaker, baru 140 ribu orang yang bisa disentuh setiap tahun, padahal kita butuh jutaan.  ibarat punya gayung kecil tapi mau mandiin gajah, niatnya bagus, tapi basahnya tak seberapa.

Kabar baiknya, Menaker sudah memikirkan transformasi, akan ada pelatihan industri 4.0, creative skills, smart healthcare, sampai green jobs. Wah…  seperti upgrade warteg jadi restoran fusion!. Tapi jangan cuma menunya yang keren, pelayannya juga harus terlatih. Perlu pengawasan serius agar pelatihan ini tepat sasaran dan tidak hanya jadi ‘panggung opera’ pelatihan basa-basi.

Yassierli juga menyindir hubungan industrial yang masih kaku dan transaksional, seperti hubungan mantan yang masih ngambek. Padahal semangat kita seharusnya gotong royong, bukan gotong ‘untung sendiri’. Model hubungan industrial Pancasila yang ditawarkan adalah angin segar tak sekadar menyatukan kepentingan buruh dan pengusaha, tapi membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguatkan.

Negara seperti Denmark sudah membuktikan bahwa hubungan industrial yang solid dan partisipatif mampu menciptakan tenaga kerja sejahtera, industri maju, dan stabilitas sosial, mereka tidak hanya fokus pada upah, tapi juga pelatihan berkelanjutan, perlindungan kerja, dan komunikasi terbuka.

Koperasi juga disentil, banyak yang gagal bukan karena izin, tapi karena pengurusnya bingung bedakan antara cash flow dan cashew nuts.

SDM Koperasi

Kemnaker ingin memperkuat SDM koperasi, dan itu langkah cerdas, sebab koperasi bisa jadi mesin pencipta kerja, bukan hanya tempat simpan-pinjam rasa keluarga.

Perlu kita ingat, menciptakan lapangan kerja itu seperti menanam pohon. Tak cukup dengan menabur benih (investasi), tapi harus disiram (pelatihan), dipupuk (pendampingan), dan dijaga dari hama (regulasi ngawur). Kemnaker memang di posisi hilir, tapi kalau hilirnya mandek, air di hulu juga mubazir.

Jangan biarkan BLK jadi museum pelatihan, koperasi jadi tempat ngopi, dan produktivitas cuma jadi judul seminar. Transformasi harus dikawal bersama. Negara hadir bukan sekadar lewat regulasi, tapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh sampai dapur rakyat.

Tenaga kerja Indonesia bukan malas, mereka hanya belum diberi akses belajar yang tepat, informasi yang merata, dan jembatan ke dunia kerja yang relevan. Kemnaker memang bukan tukang sulap, tapi kalau komitmennya kuat, kolaborasinya nyata, dan humornya tetap hidup, maka masa depan ketenagakerjaan kita bisa lebih cerah dari wajah HRD saat lihat CV bersih.

Mari bangun optimisme, karena seperti kata pepatah “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan, tapi negara besar ditentukan oleh kualitas tenaga kerjanya”.

Jangan takut bersaing di era robot dan AI. Mesin memang bisa kerja tanpa lelah, tapi hanya manusia yang bisa kerja sambil tertawa dan minum kopi.

Saatnya BLK bukan sekadar singkatan dari Balai Latihan Kerja, tapi jadi tempat Belajar, Lulus, Kerja!, kita bukan bangsa pemalas, hanya perlu ‘kompor’ dan resep yang tepat, masa depan tenaga kerja Indonesia pakai harus  api semangat dan bumbu inovasi!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Nominasi Finalis Penghargaan Simpul Jaringan 2020, Bijakan 1 Data Satu Peta Terus Digaungkan Muba

    Masuk Nominasi Finalis Penghargaan Simpul Jaringan 2020, Bijakan 1 Data Satu Peta Terus Digaungkan Muba

    • calendar_month Minggu, 15 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin menjadi finalis pada ajang penghargaan Simpul Jaringan Tahun 2020 dari Badan Informasi Geospasial.Simpul jaringan adalah institusi yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pengumpulan, pemeliharaan, pemutakhiran, penggunaan dan penyebarluasan Data Geospasial (DG) dan Informasi Geospasial (IG) tertentu. Visitasi dan verifikasi nominasi Simpul Jaringan ini dilakukan secara virtual dewan tim juri dari Universitas Gajah Mada, […]

  • Pemda Muba Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Wilayah Sambut Pilkada Serentak 2024

    Pemda Muba Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Wilayah Sambut Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.629
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang akan dilaksanakan pada November 2024 mendatang, Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi tek henti-hentinya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas wilayah agar agenda tersebut berjalan dengan sukses dan lancar. Hal ini juga disampaikan H. Sandi Fahlepi saat melangsungkan kegiatan rutin Safari Jum’at Pemkab Muba bersama […]

  • Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Dapil 5

    Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Dapil 5

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    SALAH satu politisi muda di jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Ogan Komering Ilir inginkan infrastruktur berupa jalan menjadi prioritas untuk direalisasikan. Dengan Insfratruktur yang baik, maka dipastikan roda perekonomian masyarakat akan berjalan lancar dan ekonomi meningkat. Hal tersebut dikatakan, Maryani anggota DPRD OKI dari Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya saat […]

  • Penutupan Asian Games, Korlantas Polri Turunkan 1.800 Personil

    Penutupan Asian Games, Korlantas Polri Turunkan 1.800 Personil

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian RI mengerahkan 1800 personel guna mengamankan dan mengatur kelancaran lalu lintas selama acara penutupan Asian Games pada Minggu (02/09/2018). “Secara keseluruhan 1800 personel dikerahkan di titik penutupan,” kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa di Jakarta mengutip Antara minggu (02/09/2018). Personel tersebut, tambahnya, […]

  • Di Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Bupati OKI Serahkan Bingkisan & TP kepada Veteran 

    Di Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Bupati OKI Serahkan Bingkisan & TP kepada Veteran 

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.435
    • 0Komentar

    PEMKAB OKI menggelar peringatan hari Pahlawan tahun 2019. Peringatan ini untuk menumbuhkan kembali Semangat yang ditunjukkan para pahlawan untuk menjadi pahlawan masa kini. “Kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2019: Aku Pahlawan Masa Kini,” ujar Bupati OKI, Iskandar, SE saat membacakan pesan Kemensos dalam […]

  • Sekda Palembang Kunjungi Kesbangpol dan Disdukcapil

    Sekda Palembang Kunjungi Kesbangpol dan Disdukcapil

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Guna memastikan sistem administrasi berjalan dengan baik, Sekertaris Daerah  (Sekda) kota Palembang Ratu Dewa secara langsung mengunjungi dua Instansi Pemkot di Jalan Lunjuk Jaya. Dua Instansi tersebut berhubungan dengan sistem pemilu (Kesbangpol) dan (Disdukcapil) pembuatan Kartu Keluarga dan Akte kelahiran. Menurut Ratu Dewa, pasca pemilu kemarin, ia ingin memastikan kembali kendala apa yang […]

expand_less
WordPress Archive MyDoctor – Doctor On Demand Elementor Template Kit MyGrace – Churches and Charity WordPress Theme MyHome Real Estate WordPress MYKD – eSports and Gaming NFT WordPress Theme MyListing – Directory & Listing WordPress Theme Mylo – Creative Agency & Portfolio Template Kit MyMedi – Responsive WooCommerce WordPress Theme Mynx Addons for Elementor Mynx – WordPress Templates Library Myour – CV Resume WordPress Theme