Selasa, 4 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

“Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • visibility 630
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SDM kita diibaratkan makanan, maka banyak yang masih mentah, ada pula yang setengah matang, tapi sudah disajikan di atas piring industri yang panas, alhasil, bukan malah enak disantap, tapi malah bikin industri kenyang dengan kekhawatiran.

Inilah yang coba disoroti Menaker Yassierli dalam Forum Executive Breakfast Meeting, bukan forum sarapan bubur ayam biasa, tapi forum penuh gizi wacana.

Ia tak sekadar melemparkan data, namun  juga perumpamaan, seperti juru masak yang tahu bahwa dapurnya perlu dibersihkan dulu sebelum masak nasi goreng prestasi.

Masalah kita bukan tidak punya dapur, tapi kadang bumbunya gak lengkap, apinya kecil, dan chef-nya belum dapat pelatihan. Itulah kira-kira gambaran kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) kita yang sebenarnya punya potensi menjadi ‘kompor gas’ pencetak tenaga kerja unggulan. Ya itu tadi, masih banyak BLK yang lebih mirip warung kopi sore hari ramai, tapi isinya ngobrol doang.

Indonesia masih berkutat di level produktivitas kerja yang jeblok, bahkan dibanding beberapa tetangga kita di ASEAN. Kalau Vietnam sudah naik motor Ninja, kita masih belajar naik sepeda roda tiga pakai pelatihan singkat. Masalahnya bukan sekadar soal kemauan, tapi soal kemampuan. Bukan tidak mau kerja, tapi tak tahu mesti kerja apa, bagaimana, dan di mana.

Coba bandingkan dengan Jerman, misalnya, negara itu punya dual vocational training sistem pelatihan ganda antara teori dan praktik yang dijalankan bareng industri.

Di Indonesia? BLK kita kadang pelatihannya menjahit, tapi yang dibutuhkan industri malah operator mesin CNC. Jadinya? Mismatch, kayak bawa pisang ke lomba makan kerupuk.

Apa kabar BLK kita?, kata Menaker, baru 140 ribu orang yang bisa disentuh setiap tahun, padahal kita butuh jutaan.  ibarat punya gayung kecil tapi mau mandiin gajah, niatnya bagus, tapi basahnya tak seberapa.

Kabar baiknya, Menaker sudah memikirkan transformasi, akan ada pelatihan industri 4.0, creative skills, smart healthcare, sampai green jobs. Wah…  seperti upgrade warteg jadi restoran fusion!. Tapi jangan cuma menunya yang keren, pelayannya juga harus terlatih. Perlu pengawasan serius agar pelatihan ini tepat sasaran dan tidak hanya jadi ‘panggung opera’ pelatihan basa-basi.

Yassierli juga menyindir hubungan industrial yang masih kaku dan transaksional, seperti hubungan mantan yang masih ngambek. Padahal semangat kita seharusnya gotong royong, bukan gotong ‘untung sendiri’. Model hubungan industrial Pancasila yang ditawarkan adalah angin segar tak sekadar menyatukan kepentingan buruh dan pengusaha, tapi membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguatkan.

Negara seperti Denmark sudah membuktikan bahwa hubungan industrial yang solid dan partisipatif mampu menciptakan tenaga kerja sejahtera, industri maju, dan stabilitas sosial, mereka tidak hanya fokus pada upah, tapi juga pelatihan berkelanjutan, perlindungan kerja, dan komunikasi terbuka.

Koperasi juga disentil, banyak yang gagal bukan karena izin, tapi karena pengurusnya bingung bedakan antara cash flow dan cashew nuts.

SDM Koperasi

Kemnaker ingin memperkuat SDM koperasi, dan itu langkah cerdas, sebab koperasi bisa jadi mesin pencipta kerja, bukan hanya tempat simpan-pinjam rasa keluarga.

Perlu kita ingat, menciptakan lapangan kerja itu seperti menanam pohon. Tak cukup dengan menabur benih (investasi), tapi harus disiram (pelatihan), dipupuk (pendampingan), dan dijaga dari hama (regulasi ngawur). Kemnaker memang di posisi hilir, tapi kalau hilirnya mandek, air di hulu juga mubazir.

Jangan biarkan BLK jadi museum pelatihan, koperasi jadi tempat ngopi, dan produktivitas cuma jadi judul seminar. Transformasi harus dikawal bersama. Negara hadir bukan sekadar lewat regulasi, tapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh sampai dapur rakyat.

Tenaga kerja Indonesia bukan malas, mereka hanya belum diberi akses belajar yang tepat, informasi yang merata, dan jembatan ke dunia kerja yang relevan. Kemnaker memang bukan tukang sulap, tapi kalau komitmennya kuat, kolaborasinya nyata, dan humornya tetap hidup, maka masa depan ketenagakerjaan kita bisa lebih cerah dari wajah HRD saat lihat CV bersih.

Mari bangun optimisme, karena seperti kata pepatah “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan, tapi negara besar ditentukan oleh kualitas tenaga kerjanya”.

Jangan takut bersaing di era robot dan AI. Mesin memang bisa kerja tanpa lelah, tapi hanya manusia yang bisa kerja sambil tertawa dan minum kopi.

Saatnya BLK bukan sekadar singkatan dari Balai Latihan Kerja, tapi jadi tempat Belajar, Lulus, Kerja!, kita bukan bangsa pemalas, hanya perlu ‘kompor’ dan resep yang tepat, masa depan tenaga kerja Indonesia pakai harus  api semangat dan bumbu inovasi!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAFARI JURNALISTIK : Pesan Gubernur untuk PWI

    SAFARI JURNALISTIK : Pesan Gubernur untuk PWI

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.843
    • 0Komentar

    Sumselterkini.id, Palembang  – Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghimbau agar semua lapisan masyarakat Sumsel siap menghadapi gencarnya transformasi digital yang terjadi akhir-akhir ini. Pernyataan tersebut diungkapkannya saat membuka acara Safari Jurnalistik Tahun 2022 yang digelar di Hotel Beston, Jumat (11/11) pagi. Diwawancarai usai membuka Safari Jurnalistik, Herman Deru mengatakan sangat mengapresiasi organisasi Persatuan Wartawan Indonesia […]

  • Pererat Silahturahmi, Bupati : Tetap  Damai di Bumi,Damai di Hati & Tetap Patuhi Protokes

    Pererat Silahturahmi, Bupati : Tetap Damai di Bumi,Damai di Hati & Tetap Patuhi Protokes

    • calendar_month Sabtu, 26 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    PERAYAAN Natal membuat Bupati Musi Banyuasin, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA memanfaatkannya sebagai momentum mempererat silaturahmi dengan umat katolik di perayaan Natal tahun 2020 ini. Meski masih dihadapkan pada masa pandemi COVID-19. Bupati Muba bersilaturahmi ke kediaman Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Jumat (25/12/2020). Uskup […]

  • Samsung Electronics – AMD Perpanjang Perjanjian Lisensi IP Strategis Untuk Hadirkan Grafik AMD Radeon™ ke Platform Seluler Masa Depan

    Samsung Electronics – AMD Perpanjang Perjanjian Lisensi IP Strategis Untuk Hadirkan Grafik AMD Radeon™ ke Platform Seluler Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id- Samsung Electronics, pemimpin dunia dalam teknologi semikonduktor canggih, dan AMD (NASDAQ: AMD)  mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perpanjangan perjanjian multi-tahun untuk menghadirkan beberapa generasi solusi grafis AMD Radeon berperforma tinggi dan berdaya sangat rendah ke perluasan portofolio SoC Samsung Exynos. Melalui perpanjangan lisensi, Samsung akan menghadirkan kualitas grafis setingkat konsol dan konsumsi daya yang […]

  • KECELAKAAN LALU LINTAS MERENGUT NYAWA, LANGKAH & STRATEGI EFEKTIF

    KECELAKAAN LALU LINTAS MERENGUT NYAWA, LANGKAH & STRATEGI EFEKTIF

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.381
    • 0Komentar

      KECELAKAAN lalu lintas di Palembang, Sumatera Selatan Kembali memakan korban jiwa di antara nya pemotor yang gagal nyalip truk, nyawa dan ibu melayang kejadian ini terjadi di bawah simpang flyover simpang bandara Palembang, minggu [26/5/2024] siang, ibu dan anak tewas dalam insiden tersebut semantara suami dari korban selamat hanya mengalami luka serius di bagian […]

  • Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran

    Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    INSIDEN kebakaran rumah yang dialami Tugiman (40) warga Desa Rukun Rahayu Kecamatan Jirak Jaya pada Minggu (12/7/2020) lalu mengharuskan Tugiman bersama istri dan anaknya mengungsi. Betapa tidak, akibat kejadian tersebut Tugiman kehilangan tempat tinggal karena rata dilalap si jago merah, bahkan atas musibah itu keluarga Tugiman mengalami kerugian hingga Rp100 juta. Mendapat informasi tersebut, Pemerintah […]

  • Sebelumnya Diizinkan Usia 12 – 17 Tahun, Badan POM Kembali Beri Izin Penggunaan Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun

    Sebelumnya Diizinkan Usia 12 – 17 Tahun, Badan POM Kembali Beri Izin Penggunaan Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 590
    • 0Komentar

    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah memberikan persetujuan penggunaan darurat/Emergency Used Autorization (EUA) vaksin COVID-19 pada anak-anak. Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, Senin (1/10/2021) saat konferensi pers virtual mengatakan izin penggunaan vaksin COVID-19 Coronavac dari Sinovac dan Vaksin COVID-19 dari Bio Farma untuk anak-anak usia 6-11 tahun. “Hal ini menyusul dari izin penggunaan […]

expand_less
WordPress Archive MyDoctor – Doctor On Demand Elementor Template Kit MyGrace – Churches and Charity WordPress Theme MyHome Real Estate WordPress MYKD – eSports and Gaming NFT WordPress Theme MyListing – Directory & Listing WordPress Theme Mylo – Creative Agency & Portfolio Template Kit MyMedi – Responsive WooCommerce WordPress Theme Mynx Addons for Elementor Mynx – WordPress Templates Library Myour – CV Resume WordPress Theme