Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Batas Desa Banyak Bermasalah, Kemendagri Minta Tim Percepat Penetapan Batas Desa

Batas Desa Banyak Bermasalah, Kemendagri Minta Tim Percepat Penetapan Batas Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
  • visibility 682
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIA Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (PPBDes) provinsi maupun kabupaten/kota mempercepat tugasnya dalam menetapkan dan menegaskan batas desa karena baru dua persen yang sudah ditetapkan dari jumlah desa yang ada.

Hal ini karena hingga 2021 dari 74.962 desa yang ada hanya dua persen yang sudah ditetapkan batas desa dalam Peraturan Bupati/Wali Kota, dan dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), melalui Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Bina Pemdes) Kemendagri.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Dirjen Bina Pemerintahan Desa Pemdes Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, dalam Rapat Asistensi Teknis Percepatan Penetapan dan Penegasan Batas Desa yang di Yogyakarta, seperti dilansir laman Kemendagri, Rabu (6/4/2022).

“Dapat saya sampaikan bahwa sesuai Pasal 21 ayat 2 Permendagri 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa, laporan pelaksanaan penetapan dan penegasan batas desa yang dilaporkan oleh Tim PPBDes Provinsi hingga Oktober 2021, yang melaporkan sebanyak 1.060 desa yang lengkap Peraturan Bupati/Wali Kota dan shapefile batas administrasi desa dari 29 kabupaten 14 provinsi,” kata Yusharto.

Diketahui, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000, mengamanatkan target waktu dan lokasi penyelesaian peta batas desa mulai tahun 2021 hingga 2023.

“Dalam rapat ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian kita bersama sebagai bentuk tindak lanjut pelaksanaan lima tahun Peraturan Presiden tentang Kebijakan Satu Peta, di mana terkait kondisi peta batas desa hingga saat ini bupati/wali kota yang melaporkan kepada kami perihal proses penetapan dan penegasan batas desa masih sangat minim,” urainya.

Adapun Perpres tersebut memuat target penyelesaian peta batas desa di seluruh Indonesia yang harus diselesaikan hingga 2023.

Jumlah target penyelesaian itu di antaranya 10 provinsi pada 2021, 12 provinsi pada 2022, dan 11 Provinsi pada 2023.

“Mari kita tingkatkan komitmen kita untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dalam mencapai tujuan amanat Perpres tersebut. Penetapan dan penegasan batas desa bertujuan untuk menciptakan tertib administrasi pemerintahan, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu desa yang memenuhi aspek teknis dan yuridis,” tutur Yusharto.

Yusharto menegaskan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu target lokasi penyelesaian batas desa pada 2021.

Sedangkan Bangka Belitung dan Bengkulu yang hadir dalam kegiatan tersebut, merupakan provinsi dengan target waktu penyelesaian pada 2022.

Hingga saat ini, Provinsi DIY baru melaporkan 80 penyelesaian peta batas desa ke Kemendagri, dari jumlah total 392 desa yang dimiliki.

“Progres penyelesaian peta batas desa dari Provinsi Bengkulu adalah sebanyak 125 desa yang sudah menyerahkan dokumen Peraturan Bupati beserta data softfile-nya dan 71 desa yang telah dilaporkan, namun belum menyerahkan kelengkapan datanya dari jumlah total 1.341 desa di Provinsi Bengkulu. Sedangkan untuk Provinsi Bangka Belitung belum melaporkan dokumen batas Desanya sama sekali,” kata Yusharto.

Yusharto menginginkan, dalam mempercepat penyelesaian batas desa pada 2022, Tim PPBDes provinsi dapat melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan di wilayahnya secara maksimal. Progres penyelesaiannya kemudian dapat dilaporkan kepada Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemdes.

“Hal yang menjadi ujung tombak penyelesaian PPBDes ada pada tim penetapan dan penegasan batas desa kabupaten yang secara teknis mengawal pelaksanaan,” kata Yusharto.

Selain itu, lanjut Yusharto, secara teknis penyelesaiaan itu perlu dikordinasikan dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) agar tidak terjadi kendala dalam pengintegrasian ke kebijakan Satu Peta.

Hal itu mulai dari tahapan pengumpulan dan penelitian dokumen, pembuatan peta kerja, pelacakan dan penentuan posisi batas, pemasangan dan pengukuran pilar batas, serta pembuatan peta batas desa.

Terpenting, dari kelima langkah penegasan batas desa itu kemudian disahkan peta batas administrasi desa melalui Peraturan Bupati/Wali Kota agar penetapannya menjadi definitif.

Sebagai informasi, kegiatan yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 April 2022 ini diikuti oleh 3 provinsi yaitu DIY (4 kabupaten), Bengkulu (9 kabupaten dan 1 kota), serta Bangka Belitung (6 kabupaten dan 1 kota).InfoPublik (***)

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Optimasi lahan rawa, OKI lakukan ini

    Optimasi lahan rawa, OKI lakukan ini

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.716
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Salah satu sasaran utama optimasi lahan rawa yang dilakukan di OKI yakni meningkatkan indeks pertanaman yang masih rendah, yakni dari IP 100 menjadi IP 200. Bahkan sampai IP 300 dalam setahun. Sehingga pada tahun 2024 ini diharapkan ada tambahan produksi gabah sekitar 250 ribu ton GKG. Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) […]

  • Rumah Eko Dilalap  Si Jago Merah, Forkopimcam Langsung Beraksi

    Rumah Eko Dilalap Si Jago Merah, Forkopimcam Langsung Beraksi

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Plakat Tinggi- Satu unit rumah milik Eko Setiawan di Desa Sukamaju Kecamatan Plakat Tinggi, Jumat (15/3/2019) siang sekitar pukul 12.00 WIB rata dengan tanah dilalap si jago merah. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan keterangan, api berasal dari mesin genset yang sedang menyala kemudian mengeluarkan percikan api yang menyambar ke bagian […]

  • Istana Dorong Pembenahan Sistem Anti Suap Sektor Swasta

    Istana Dorong Pembenahan Sistem Anti Suap Sektor Swasta

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,OSAKA – Presiden menginstruksikan adanya suatu mekanisme bagi pelaku usaha untuk mengadopsi sistem anti suap yang berstandar internasional. “Sesuai Inpres 10 Tahun 2016,  pencegahan suap harus muncul dari kedua belah sektor. Sektor publik maupun sektor swasta,” kata Yanuar Nugroho di Osaka, Jepang, Minggu (28/10/2018). Yanuar Nugroho, Deputi II, Kantor Staf Presiden menegaskan pentingnya pembenahan sistem […]

  • Bagikan Bantuan, Mensos Temui Korban Gempa Malang

    Bagikan Bantuan, Mensos Temui Korban Gempa Malang

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    MENTERI Sosial Tri Rismaharini merespon cepat bencana gempa yang melanda kawasan Malang dan sekitarnya. Bencana yang terjadi pada Sabtu siang kemarin, direspon Mensos dengan meluncur ke Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. Bagai tak kenal lelah, langkah Mensos menemui korban gempa Malang dilakukan tak lama setelah ia tiba dari Nusa Tenggara Timur, kawasan terdampak bencana banjir […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 22 Kasus Sembuh, 24 Positif, 1 Meninggal Dunia

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 22 Kasus Sembuh, 24 Positif, 1 Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (7/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 22 kasus sembuh, 24 positif, dan 1 meninggal dunia. “Ada penambahan 22 kasus sembuh, 24 positif, dan 1 meninggal dunia per 7 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2531 […]

  • “Bukan Sekadar Pupuk, Pusri Penopang Ekonomi Sumsel”

    “Bukan Sekadar Pupuk, Pusri Penopang Ekonomi Sumsel”

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    MISALNYA ada lomba siapa yang paling sabar di dunia, mungkin jawabannya bukan orang, tapi pupuk, bayangin aja, jika ditaruh di gudang panas, dicemplungin ke lumpur, diinjak-injak traktor, tapi dia tetap setia nunggu giliran buat bikin tanaman subur. Nah, di balik butiran kecil itu ada nama besar PT Pupuk Sriwijaya Palembang (Pusri). Pusri ini bukan cuma […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Brittany WordPress Theme CSS Igniter Business3ree WordPress Theme CSS Igniter BusinessTwo WordPress Theme CSS Igniter Coastline WordPress Theme CSS Igniter Corner WordPress Theme CSS Igniter Decorist WooCommerce Theme CSS Igniter Doberman WordPress Theme CSS Igniter El Greco WordPress Theme CSS Igniter Factum WordPress Theme CSS Igniter Flevr Woocommerce Theme