Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cerita Uang yang Muter di Muba

Cerita Uang yang Muter di Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 738
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu suara yang ditunggu-tunggu warga Musi Banyuasin tiap akhir bulan, bukan pengumuman resmi, bukan pula suara ramai pasar. Bunyi itu singkat tapi sakti “ting!” Nah  itu, suara notifikasi gaji yang akhirnya cair.

Bahkan begitu bunyi itu terdengar, ekspresi langsung berubah. Yang tadinya irit senyum, mendadak ramah. Yang kemarin bilang “lihat-lihat dulu” hari ini sudah berani tanya harga. Dunia memang belum tentu adil, tapi saldo yang bertambah sering kali bikin hidup terasa lebih masuk akal.

Tentu dampaknya positif sebab ekonomi Muba mulai bekerja lebih aktif lagi.. bukan dari ruang rapat ber-AC, bukan juga dari pidato panjang penuh istilah, tapi dari uang yang akhirnya keluar dari rekening.

Gaji cair jarang berhenti lama, biasanya ia langsung berubah bentuk, dari angka digital menjadi beras, sayur, telur, minyak, bensin, pulsa, dan kopi. Uang berpindah tangan. Pedagang tersenyum. Senyum pedagang itu penting karena ia sering kali lebih jujur daripada grafik pertumbuhan ekonomi.

Dari pasar, uang bergerak lagi, pedagang belanja ke agen. Agen setor ke distributor, distributor membayar sopir, sopir singgah ke warung, warung belanja gas. Gas dibeli dari agen lokal, agen setor pajak bahkan pajak masuk kas daerah, coba pikirkanlah…?

Satu gaji.
Banyak roda berputar, banyak pula perut jadinya kenyang.

Inilah yang oleh para ekonom disebut multiplier effect,  sebab di Musi Banyuasin, istilahnya itu lebih sederhana dan tidak ribet, uang muter, hidup rame.

Tahun 2026, cerita ini bukan sekadar perasaan, tetapi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Musi Banyuasin resmi tembus Rp4.039.054. Angka ini bukan hanya memberi napas lebih panjang bagi pekerja, tapi juga memberi harapan pada pasar, warung, dan UMKM. Karena UMK yang naik artinya potensi belanja ikut naik, asalkan uangnya tidak salah arah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba, Herryandi Sinulingga, melihat UMK bukan sebagai angka adu gengsi, tapi sebagai alur perputaran ekonomi. Gaji, menurutnya, bukan untuk dipamerkan di slip, melainkan untuk digerakkan.

Gaji itu ibarat air, sebab kalau cuma disimpan, lama-lama ya begitu saja, namun begitu dialirkan ke pasar, ke warung, ke UMKM, efeknya terasa ke mana-mana. Pedagang hidup, distributor bergerak, pajak daerah berjalan. Ekonomi lokal pun bernapas.

Menariknya, roda ekonomi Muba tidak digerakkan satu kelompok saja. Buruh dan ASN sama-sama punya peran. Buruh unggul di nominal UMK, bahkan sektor tertentu diperkuat UMSK hingga Rp4,17 juta. ASN, meski gaji pokoknya terlihat lebih rendah secara angka dasar, ditopang TPP dan tunjangan.

Kalau buruh belanja, pasar hidup, benarkan?
Kalau ASN belanja, warung hidup, betulkan?
Kalau dua-duanya belanja di Muba, ekonomi daerah jalan tanpa perlu disuruh….pedagang akhirnya sujud syukur, ini juga benarkan..?

 Namun masalah klasiknya cuma satu kok harga sering latah, apalagi begitu UMK naik, ada saja yang berpikir semua barang wajib ikut naik kelas. Padahal UMK bukan dibuat untuk bikin hidup makin mahal, tapi bikin hidup makin layak.

Oleh sebab itu, seharusnya kenaikan upah harus diiringi kesadaran bersama, pedagang jangan oportunis. Distributor jangan ngebut sendiri. Pemerintah wajib hadir mengawasi, terlebih kalau harga itu naik liar, artinya wah… gaji cuma mampir sebentar di dompet, akhirnya datang dengan harapan, pulang dengan kecewa.

Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, memberi arah kebijakan sejatinya sudah jelas, kesejahteraan buruh, ASN, dan ekonomi lokal harus jalan beriringan, bukan saling sindir di kolom komentar medsos.

Apalagi, UMK naik bukan untuk menciptakan jarak sosial baru. Tapi untuk memperluas lingkar kesejahteraan agara pasar tetap ramai, UMKM tetap hidup, dan ekonomi Muba tidak ngos-ngosan mengejar kebutuhan.

Maka dari itu sebenarnya,  ekonomi daerah tidak dibangun oleh jargon panjang atau baliho besar. Ekonomi dibangun oleh uang yang berpindah tangan dengan niat baik, misalnya dari gaji ke pasar terus dari pasar ke warung selanjutnya dari warung ke daerah hingga akhirnya finis  dari  daerah kembali ke masyarakat.

Jadi ketika notifikasi gaji kembali berbunyi di akhir bulan, ingat satu hal sederhana
jangan biarkan uang berhenti terlalu lama.

Belanjakan dengan bijak.
Belanjakan di Muba.

Karena gaji yang diam cuma bikin rekening terlihat sehat.
Tapi gaji yang muter itulah yang bikin Musi Banyuasin tetap hidup, hangat, dan bergerak, itu yang bikin semua jadi ceria. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferensi Antaragama G20, Menag Paparkan kepada Dunia 4 Prinsip Universal Pendiri Bangsa Indonesia

    Konferensi Antaragama G20, Menag Paparkan kepada Dunia 4 Prinsip Universal Pendiri Bangsa Indonesia

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pidato secara virtual pada Konferensi Antaragama G20 yang dipusatkan di Italia. Menag menyampaikan komitmen Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia dan mengungkap kembali prinsip yang ditawarkan para pendiri bangsa untuk memperkuat tatanan internasional. “Sebagai penduduk asli Hindia Belanda dan telah mengalami diskriminasi sistematis, penghinaan, dan ketidakadilan yang dilakukan kolonialisme Belanda, para […]

  • Milad ke -10, Ponpes Tahfidz & Sekolah Alam Kiai Marogan Luncurkan Edu Wisata

    Milad ke -10, Ponpes Tahfidz & Sekolah Alam Kiai Marogan Luncurkan Edu Wisata

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.506
    • 0Komentar

    MILAD ke-10, tahun, Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan Palembang, akan meluncurkan program Edu Wisata. Dijadwalkan, acara ini akan digelar pada Hari Ahad, 19 Juli 2020, mulai pukul 13.00 WIB di Komplek Ponpes Tahfidz Kiai Marogan, Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan. Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan yang akrab dipangil Ustadz […]

  • Terima Panitia Imlek, Pesan Alex Ini Kota Mahal, Jaga Keamanan

    Terima Panitia Imlek, Pesan Alex Ini Kota Mahal, Jaga Keamanan

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Terbukti tidak pernah terjadi kerusuhan antar etnis apalagi antar umat beragama.

  • Kemenhub Segera Terbitkan Permenhub Pengendalian Transportasi pada Masa Idul Fitri 2021

    Kemenhub Segera Terbitkan Permenhub Pengendalian Transportasi pada Masa Idul Fitri 2021

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan akan segera menerbitkan Peraturan Menhub (Permenhub) Pengendalian Transportasi pada masa Idul Fitri Tahun 2021. Peraturan ini sebagai dukungan sekaligus tindak lanjut terhadap larangan mudik yang sudah diumumkan pemerintah melalui Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam rangka mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19. “Kami tetap konsisten untuk melaksanakan kebijakan larangan mudik. Hari ini kami tengah melakukan […]

  • Festival Harmoni Istiqlal 2024 di Masjid Istiqlal, Pamerkan Apa !

    Festival Harmoni Istiqlal 2024 di Masjid Istiqlal, Pamerkan Apa !

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.817
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- “Budaya tanpa agama tidak sah, tapi agama tanpa kebudayaan tidak indah. Jadi perkawinan antara budaya dan agama tempatnya di Masjid Istiqlal ini,” kata Menag Nasaruddin Umar, Selasa (10/12/2024). Festival Harmoni berlangsung dari 10 Desember 2024 – 28 Februari 2025. Giat ini menampilkan pameran seni Islam, bazar buku, pasar fesyen dan kuliner, hingga pertunjukan seni […]

  • Raih Insentif dari Kemenkeu, Segini Nilainya, Muba Peringkat Satu di Luar Jawa

    Raih Insentif dari Kemenkeu, Segini Nilainya, Muba Peringkat Satu di Luar Jawa

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan insentif tambahan kepada Pemkab Muba sebesar Rp23 Miliar lebih. Hal ini merujuk kepada keberhasilan Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama jajaran OPD yang berhasil mengentaskan kemiskinan, stunting, kinerja penggunaan produk dalam negeri, dan percepatan belanja daerah.   “Ini berkat kerja keras jajaran OPD di lingkungan Pemkab Muba, ini apresiasi bagi […]

expand_less
WordPress Archive Charie – Charity NonProfit Elementor Template Kit Charify – Fundraising & Donation WordPress Theme Charipex – Charity & Nonprofit WordPress Theme Charitable – Charity Nonprofit Organization WordPress Theme Charitix – Nonprofit Charity WordPress Theme Charito – Nonprofit Charity WordPress Theme Chariton – NonProfit Charity WordPress Theme Charity Club – Fundraising WordPress Theme Charity Foundation WordPress Charity Home – Fundraising WordPress Theme