Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cerita Uang yang Muter di Muba

Cerita Uang yang Muter di Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 744
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu suara yang ditunggu-tunggu warga Musi Banyuasin tiap akhir bulan, bukan pengumuman resmi, bukan pula suara ramai pasar. Bunyi itu singkat tapi sakti “ting!” Nah  itu, suara notifikasi gaji yang akhirnya cair.

Bahkan begitu bunyi itu terdengar, ekspresi langsung berubah. Yang tadinya irit senyum, mendadak ramah. Yang kemarin bilang “lihat-lihat dulu” hari ini sudah berani tanya harga. Dunia memang belum tentu adil, tapi saldo yang bertambah sering kali bikin hidup terasa lebih masuk akal.

Tentu dampaknya positif sebab ekonomi Muba mulai bekerja lebih aktif lagi.. bukan dari ruang rapat ber-AC, bukan juga dari pidato panjang penuh istilah, tapi dari uang yang akhirnya keluar dari rekening.

Gaji cair jarang berhenti lama, biasanya ia langsung berubah bentuk, dari angka digital menjadi beras, sayur, telur, minyak, bensin, pulsa, dan kopi. Uang berpindah tangan. Pedagang tersenyum. Senyum pedagang itu penting karena ia sering kali lebih jujur daripada grafik pertumbuhan ekonomi.

Dari pasar, uang bergerak lagi, pedagang belanja ke agen. Agen setor ke distributor, distributor membayar sopir, sopir singgah ke warung, warung belanja gas. Gas dibeli dari agen lokal, agen setor pajak bahkan pajak masuk kas daerah, coba pikirkanlah…?

Satu gaji.
Banyak roda berputar, banyak pula perut jadinya kenyang.

Inilah yang oleh para ekonom disebut multiplier effect,  sebab di Musi Banyuasin, istilahnya itu lebih sederhana dan tidak ribet, uang muter, hidup rame.

Tahun 2026, cerita ini bukan sekadar perasaan, tetapi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Musi Banyuasin resmi tembus Rp4.039.054. Angka ini bukan hanya memberi napas lebih panjang bagi pekerja, tapi juga memberi harapan pada pasar, warung, dan UMKM. Karena UMK yang naik artinya potensi belanja ikut naik, asalkan uangnya tidak salah arah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba, Herryandi Sinulingga, melihat UMK bukan sebagai angka adu gengsi, tapi sebagai alur perputaran ekonomi. Gaji, menurutnya, bukan untuk dipamerkan di slip, melainkan untuk digerakkan.

Gaji itu ibarat air, sebab kalau cuma disimpan, lama-lama ya begitu saja, namun begitu dialirkan ke pasar, ke warung, ke UMKM, efeknya terasa ke mana-mana. Pedagang hidup, distributor bergerak, pajak daerah berjalan. Ekonomi lokal pun bernapas.

Menariknya, roda ekonomi Muba tidak digerakkan satu kelompok saja. Buruh dan ASN sama-sama punya peran. Buruh unggul di nominal UMK, bahkan sektor tertentu diperkuat UMSK hingga Rp4,17 juta. ASN, meski gaji pokoknya terlihat lebih rendah secara angka dasar, ditopang TPP dan tunjangan.

Kalau buruh belanja, pasar hidup, benarkan?
Kalau ASN belanja, warung hidup, betulkan?
Kalau dua-duanya belanja di Muba, ekonomi daerah jalan tanpa perlu disuruh….pedagang akhirnya sujud syukur, ini juga benarkan..?

 Namun masalah klasiknya cuma satu kok harga sering latah, apalagi begitu UMK naik, ada saja yang berpikir semua barang wajib ikut naik kelas. Padahal UMK bukan dibuat untuk bikin hidup makin mahal, tapi bikin hidup makin layak.

Oleh sebab itu, seharusnya kenaikan upah harus diiringi kesadaran bersama, pedagang jangan oportunis. Distributor jangan ngebut sendiri. Pemerintah wajib hadir mengawasi, terlebih kalau harga itu naik liar, artinya wah… gaji cuma mampir sebentar di dompet, akhirnya datang dengan harapan, pulang dengan kecewa.

Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, memberi arah kebijakan sejatinya sudah jelas, kesejahteraan buruh, ASN, dan ekonomi lokal harus jalan beriringan, bukan saling sindir di kolom komentar medsos.

Apalagi, UMK naik bukan untuk menciptakan jarak sosial baru. Tapi untuk memperluas lingkar kesejahteraan agara pasar tetap ramai, UMKM tetap hidup, dan ekonomi Muba tidak ngos-ngosan mengejar kebutuhan.

Maka dari itu sebenarnya,  ekonomi daerah tidak dibangun oleh jargon panjang atau baliho besar. Ekonomi dibangun oleh uang yang berpindah tangan dengan niat baik, misalnya dari gaji ke pasar terus dari pasar ke warung selanjutnya dari warung ke daerah hingga akhirnya finis  dari  daerah kembali ke masyarakat.

Jadi ketika notifikasi gaji kembali berbunyi di akhir bulan, ingat satu hal sederhana
jangan biarkan uang berhenti terlalu lama.

Belanjakan dengan bijak.
Belanjakan di Muba.

Karena gaji yang diam cuma bikin rekening terlihat sehat.
Tapi gaji yang muter itulah yang bikin Musi Banyuasin tetap hidup, hangat, dan bergerak, itu yang bikin semua jadi ceria. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minggu ke Dua Paska Libur Lebaran, Data Covid -19 Menunjukan Kenaikan, Wiku : Ini Adalah Alarm Kita Semua, Daerah Diminta Tetap Waspada

    Minggu ke Dua Paska Libur Lebaran, Data Covid -19 Menunjukan Kenaikan, Wiku : Ini Adalah Alarm Kita Semua, Daerah Diminta Tetap Waspada

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    SATUAN Tugas COVID-19 mengingatkan kepada seluruh daerah agar tetap waspada dengan kenaikan kasus positif COVID-19 paska ke dua libur  lebaran Idul Fitri [ per 23 mei 2021]. Antisipasi sangat penting baik Pemda maupun Rumah Sakit karena kasus menunjukan peningkatan signifikan.”Ini menandakan, belum mencapai minggu kedua saja kasus sudah menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan kasus kematian juga […]

  • Sekda Pemkab Muba Ditunjuk Jadi TPAKD

    Sekda Pemkab Muba Ditunjuk Jadi TPAKD

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    TPAKD Kabupaten / Kota Se-Sumatera Selatan, Selasa (25/1/2022) resmi dilakukan di Hotel Novotel Palembang. Diketahui, Tim ini membantu mengurangi dan mencegah ketimpangan pembangunan sektor perekonomian dengan mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Di Kabupaten Muba, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi resmi ditunjuk dan dikukuhkan menjadi Koordinator Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah […]

  • Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

    Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    BULAN K3 Nasional di PT Pusri Palembang tahun ini tidak diisi dengan teori berat atau ceramah bikin mata berat. Lewat program Safety Goes to Society, Pusri justru mengajak warga sekitar perusahaan belajar menghadapi kebakaran rumah tangga dan cara menjinakkan api secara aman. Iya, api yang biasa nongkrong di dapur, bukan api versi film action. Biasanya […]

  • Lampaui Target Nasional, Komisi II DPR RI Puji Realisasi Perekaman e-KTP di Sumsel

    Lampaui Target Nasional, Komisi II DPR RI Puji Realisasi Perekaman e-KTP di Sumsel

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 617
    • 0Komentar

    KOMISI II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan pujian atas kinerja yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumse) yang telah melampai target nasional dalam perekaman e-KT. “Sumsel telah merealisasikan perekaman e-KTP yang melampaui target nasional sebesar 92,2 persen,” ungkap Ketua Tim Komisi II DPR RI, Syamsulrizal saat diterima Wakil Gubernur H Mawardi Yahya dalam […]

  • Timnas Indonesia Menang [Kalah] Lawan Guyuna?

    Timnas Indonesia Menang [Kalah] Lawan Guyuna?

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

    “Kami akan menjadikan pertandingan ini sebagai kesempatan penting yang merupakan ujian moral sekaligus kepercayaan diri tim sebelum berlaga di Asian Games 2018,”

  • “Hijau-Hijau Daun Keladi, Mahasiswa Bisa Jadi Menteri Industri Hijau Nanti!”

    “Hijau-Hijau Daun Keladi, Mahasiswa Bisa Jadi Menteri Industri Hijau Nanti!”

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 587
    • 0Komentar

    (Humor, Edukasi, Imajinasi: Cerita Dagelan Kampus, Pabrik & Masa Depan yang Ramah Oksigen) DI TENGAH ancaman bumi yang makin panas kayak wajan bekas goreng bakwan, Kementerian Perindustrian malah ngajak mahasiswa buat ngobrolin industri hijau, green jobs, dan masa depan yang rendah karbon tapi tinggi harapan, bukan cuma obrolan ala seminar yang isinya tidur berjamaah, tapi […]

expand_less
WordPress Archive Charie – Charity NonProfit Elementor Template Kit Charify – Fundraising & Donation WordPress Theme Charipex – Charity & Nonprofit WordPress Theme Charitable – Charity Nonprofit Organization WordPress Theme Charitix – Nonprofit Charity WordPress Theme Charito – Nonprofit Charity WordPress Theme Chariton – NonProfit Charity WordPress Theme Charity Club – Fundraising WordPress Theme Charity Foundation WordPress Charity Home – Fundraising WordPress Theme