Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cerita Uang yang Muter di Muba

Cerita Uang yang Muter di Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 730
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu suara yang ditunggu-tunggu warga Musi Banyuasin tiap akhir bulan, bukan pengumuman resmi, bukan pula suara ramai pasar. Bunyi itu singkat tapi sakti “ting!” Nah  itu, suara notifikasi gaji yang akhirnya cair.

Bahkan begitu bunyi itu terdengar, ekspresi langsung berubah. Yang tadinya irit senyum, mendadak ramah. Yang kemarin bilang “lihat-lihat dulu” hari ini sudah berani tanya harga. Dunia memang belum tentu adil, tapi saldo yang bertambah sering kali bikin hidup terasa lebih masuk akal.

Tentu dampaknya positif sebab ekonomi Muba mulai bekerja lebih aktif lagi.. bukan dari ruang rapat ber-AC, bukan juga dari pidato panjang penuh istilah, tapi dari uang yang akhirnya keluar dari rekening.

Gaji cair jarang berhenti lama, biasanya ia langsung berubah bentuk, dari angka digital menjadi beras, sayur, telur, minyak, bensin, pulsa, dan kopi. Uang berpindah tangan. Pedagang tersenyum. Senyum pedagang itu penting karena ia sering kali lebih jujur daripada grafik pertumbuhan ekonomi.

Dari pasar, uang bergerak lagi, pedagang belanja ke agen. Agen setor ke distributor, distributor membayar sopir, sopir singgah ke warung, warung belanja gas. Gas dibeli dari agen lokal, agen setor pajak bahkan pajak masuk kas daerah, coba pikirkanlah…?

Satu gaji.
Banyak roda berputar, banyak pula perut jadinya kenyang.

Inilah yang oleh para ekonom disebut multiplier effect,  sebab di Musi Banyuasin, istilahnya itu lebih sederhana dan tidak ribet, uang muter, hidup rame.

Tahun 2026, cerita ini bukan sekadar perasaan, tetapi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Musi Banyuasin resmi tembus Rp4.039.054. Angka ini bukan hanya memberi napas lebih panjang bagi pekerja, tapi juga memberi harapan pada pasar, warung, dan UMKM. Karena UMK yang naik artinya potensi belanja ikut naik, asalkan uangnya tidak salah arah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba, Herryandi Sinulingga, melihat UMK bukan sebagai angka adu gengsi, tapi sebagai alur perputaran ekonomi. Gaji, menurutnya, bukan untuk dipamerkan di slip, melainkan untuk digerakkan.

Gaji itu ibarat air, sebab kalau cuma disimpan, lama-lama ya begitu saja, namun begitu dialirkan ke pasar, ke warung, ke UMKM, efeknya terasa ke mana-mana. Pedagang hidup, distributor bergerak, pajak daerah berjalan. Ekonomi lokal pun bernapas.

Menariknya, roda ekonomi Muba tidak digerakkan satu kelompok saja. Buruh dan ASN sama-sama punya peran. Buruh unggul di nominal UMK, bahkan sektor tertentu diperkuat UMSK hingga Rp4,17 juta. ASN, meski gaji pokoknya terlihat lebih rendah secara angka dasar, ditopang TPP dan tunjangan.

Kalau buruh belanja, pasar hidup, benarkan?
Kalau ASN belanja, warung hidup, betulkan?
Kalau dua-duanya belanja di Muba, ekonomi daerah jalan tanpa perlu disuruh….pedagang akhirnya sujud syukur, ini juga benarkan..?

 Namun masalah klasiknya cuma satu kok harga sering latah, apalagi begitu UMK naik, ada saja yang berpikir semua barang wajib ikut naik kelas. Padahal UMK bukan dibuat untuk bikin hidup makin mahal, tapi bikin hidup makin layak.

Oleh sebab itu, seharusnya kenaikan upah harus diiringi kesadaran bersama, pedagang jangan oportunis. Distributor jangan ngebut sendiri. Pemerintah wajib hadir mengawasi, terlebih kalau harga itu naik liar, artinya wah… gaji cuma mampir sebentar di dompet, akhirnya datang dengan harapan, pulang dengan kecewa.

Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, memberi arah kebijakan sejatinya sudah jelas, kesejahteraan buruh, ASN, dan ekonomi lokal harus jalan beriringan, bukan saling sindir di kolom komentar medsos.

Apalagi, UMK naik bukan untuk menciptakan jarak sosial baru. Tapi untuk memperluas lingkar kesejahteraan agara pasar tetap ramai, UMKM tetap hidup, dan ekonomi Muba tidak ngos-ngosan mengejar kebutuhan.

Maka dari itu sebenarnya,  ekonomi daerah tidak dibangun oleh jargon panjang atau baliho besar. Ekonomi dibangun oleh uang yang berpindah tangan dengan niat baik, misalnya dari gaji ke pasar terus dari pasar ke warung selanjutnya dari warung ke daerah hingga akhirnya finis  dari  daerah kembali ke masyarakat.

Jadi ketika notifikasi gaji kembali berbunyi di akhir bulan, ingat satu hal sederhana
jangan biarkan uang berhenti terlalu lama.

Belanjakan dengan bijak.
Belanjakan di Muba.

Karena gaji yang diam cuma bikin rekening terlihat sehat.
Tapi gaji yang muter itulah yang bikin Musi Banyuasin tetap hidup, hangat, dan bergerak, itu yang bikin semua jadi ceria. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • On Air di Dua Radio, Bupati Muba Bocorkan Trik Jitu Perangi Covid-19

    On Air di Dua Radio, Bupati Muba Bocorkan Trik Jitu Perangi Covid-19

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA dalam memutus rantai penularan dan menangani Covid-19 mendapatkan sorotan banyak pihak. Saat On Air Bersama 102.6 Radio Sonora dan 101.8 Smart FM di Studio  Sonora FM Palembang, ia pun membocorkan trik jitunya dalam penanganan covid -19 tersebut, Rabu (17/6/2020). “Kabupaten Muba melakukan langkah cepat, dalam mendeteksi […]

  • Melayat Maestro Tari Palembang Hj Anna Kumari, Cawako  Fitrianti Agustinda Bacakan Surat Yasin

    Melayat Maestro Tari Palembang Hj Anna Kumari, Cawako Fitrianti Agustinda Bacakan Surat Yasin

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.729
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Melayat Maestro Tari Palembang Hj Anna Kumari, Cawako Palembang Fitrianti Agustinda Sampaikan Duka yang Mendalam Sumselterkini.co.id,- Disela sela aktivitasnya calon walikota Palembang Fitrianti Agustinda menyempatkan diri melayat ke rumah almarhumah Hj Anna Kumari maestro tari kota Palembang yang meninggal dunia di usia 79 tahun di RSMH Palembang Jumat (13/9/2024). Almarhumah Anna Kumari disemayamkan dikediamannya […]

  • Apa Kabar Industri Musik di Palembang ! Ini Ceritanya

    Apa Kabar Industri Musik di Palembang ! Ini Ceritanya

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.627
    • 0Komentar

    MUSIK bukan sekedar memberikan efek menghibur bagi penikmatnya, bahkan musik mampu memberi makna membangkitkan gairah dan semangat di dalam kehidupan bagi penikmatnya, selayaknya simfoni. Dalam kiprahnya, indutri musik mengalami pasang surut. Begitu pula dengan grup band maupun penyanyi solo, jika tidak kreatif, dan inovatif mereka sudah barang tentu, pasti ditinggal fans –nya. Oleh sebab, pemain […]

  • Ya.. Ekspornya Masih Seperti Dulu

    Ya.. Ekspornya Masih Seperti Dulu

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.622
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Kepala Karantina Pertanian Kelas I Palembang, Bambang Hesti Sosilo menegaskan, berdasarkan data dia tem aplikasi Perkarantinaan pada tahun 2018 lalu. Ekspor komoditas pertanian dari Sumsel berupa karet sebanyak 249.000 ton dengan nilai Rp 3.980.767.105.600,-. Kelapa bulat sebanyak 129.001 ton dengqn nilai Rp 245.101.901.90.- dan Kopi sebannyak 2.195 ton dengan nilai Rp 39.507.458.400,-. Sedangkan untuk […]

  • Bikin Sejuk  Pasca Pemilu, Perwosi Sumsel Gelar Kompetisi Bowling Perempuan

    Bikin Sejuk  Pasca Pemilu, Perwosi Sumsel Gelar Kompetisi Bowling Perempuan

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Dalam rangka merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) Sumsel dan sekaligus peringatan Hari Kartini, Perwosi Sumsel yang dinahkodai oleh Thia Yufada Dodi Reza akan menggelar kompetisi perlombaan Bowling yakni Fun Women Bowling Competition 2019 yang akan dilaksanakan pada Sabtu 21 April 2019 di Jakabaring Sport City (JSC). “Kejuaraan […]

  • “Naik Haji, Bukan Cuma Ganti Sarung Baru”

    “Naik Haji, Bukan Cuma Ganti Sarung Baru”

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di Asrama Haji Pondok Gede pagi itu, suasana lebih ramai dari antrean minyak goreng saat lebaran. Para jemaah dengan wajah sumringah, sebagian mata berkaca-kaca, dan sisanya bingung cara nyalain mode pesawat di HP, bersiap memulai perjalanan suci ke Tanah Suci. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, berdiri gagah di podium. Tapi yang ia bicarakan bukan sekadar […]

expand_less
WordPress Archive Charie – Charity NonProfit Elementor Template Kit Charify – Fundraising & Donation WordPress Theme Charipex – Charity & Nonprofit WordPress Theme Charitable – Charity Nonprofit Organization WordPress Theme Charitix – Nonprofit Charity WordPress Theme Charito – Nonprofit Charity WordPress Theme Chariton – NonProfit Charity WordPress Theme Charity Club – Fundraising WordPress Theme Charity Foundation WordPress Charity Home – Fundraising WordPress Theme