Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cerita Uang yang Muter di Muba

Cerita Uang yang Muter di Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 735
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu suara yang ditunggu-tunggu warga Musi Banyuasin tiap akhir bulan, bukan pengumuman resmi, bukan pula suara ramai pasar. Bunyi itu singkat tapi sakti “ting!” Nah  itu, suara notifikasi gaji yang akhirnya cair.

Bahkan begitu bunyi itu terdengar, ekspresi langsung berubah. Yang tadinya irit senyum, mendadak ramah. Yang kemarin bilang “lihat-lihat dulu” hari ini sudah berani tanya harga. Dunia memang belum tentu adil, tapi saldo yang bertambah sering kali bikin hidup terasa lebih masuk akal.

Tentu dampaknya positif sebab ekonomi Muba mulai bekerja lebih aktif lagi.. bukan dari ruang rapat ber-AC, bukan juga dari pidato panjang penuh istilah, tapi dari uang yang akhirnya keluar dari rekening.

Gaji cair jarang berhenti lama, biasanya ia langsung berubah bentuk, dari angka digital menjadi beras, sayur, telur, minyak, bensin, pulsa, dan kopi. Uang berpindah tangan. Pedagang tersenyum. Senyum pedagang itu penting karena ia sering kali lebih jujur daripada grafik pertumbuhan ekonomi.

Dari pasar, uang bergerak lagi, pedagang belanja ke agen. Agen setor ke distributor, distributor membayar sopir, sopir singgah ke warung, warung belanja gas. Gas dibeli dari agen lokal, agen setor pajak bahkan pajak masuk kas daerah, coba pikirkanlah…?

Satu gaji.
Banyak roda berputar, banyak pula perut jadinya kenyang.

Inilah yang oleh para ekonom disebut multiplier effect,  sebab di Musi Banyuasin, istilahnya itu lebih sederhana dan tidak ribet, uang muter, hidup rame.

Tahun 2026, cerita ini bukan sekadar perasaan, tetapi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Musi Banyuasin resmi tembus Rp4.039.054. Angka ini bukan hanya memberi napas lebih panjang bagi pekerja, tapi juga memberi harapan pada pasar, warung, dan UMKM. Karena UMK yang naik artinya potensi belanja ikut naik, asalkan uangnya tidak salah arah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba, Herryandi Sinulingga, melihat UMK bukan sebagai angka adu gengsi, tapi sebagai alur perputaran ekonomi. Gaji, menurutnya, bukan untuk dipamerkan di slip, melainkan untuk digerakkan.

Gaji itu ibarat air, sebab kalau cuma disimpan, lama-lama ya begitu saja, namun begitu dialirkan ke pasar, ke warung, ke UMKM, efeknya terasa ke mana-mana. Pedagang hidup, distributor bergerak, pajak daerah berjalan. Ekonomi lokal pun bernapas.

Menariknya, roda ekonomi Muba tidak digerakkan satu kelompok saja. Buruh dan ASN sama-sama punya peran. Buruh unggul di nominal UMK, bahkan sektor tertentu diperkuat UMSK hingga Rp4,17 juta. ASN, meski gaji pokoknya terlihat lebih rendah secara angka dasar, ditopang TPP dan tunjangan.

Kalau buruh belanja, pasar hidup, benarkan?
Kalau ASN belanja, warung hidup, betulkan?
Kalau dua-duanya belanja di Muba, ekonomi daerah jalan tanpa perlu disuruh….pedagang akhirnya sujud syukur, ini juga benarkan..?

 Namun masalah klasiknya cuma satu kok harga sering latah, apalagi begitu UMK naik, ada saja yang berpikir semua barang wajib ikut naik kelas. Padahal UMK bukan dibuat untuk bikin hidup makin mahal, tapi bikin hidup makin layak.

Oleh sebab itu, seharusnya kenaikan upah harus diiringi kesadaran bersama, pedagang jangan oportunis. Distributor jangan ngebut sendiri. Pemerintah wajib hadir mengawasi, terlebih kalau harga itu naik liar, artinya wah… gaji cuma mampir sebentar di dompet, akhirnya datang dengan harapan, pulang dengan kecewa.

Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, memberi arah kebijakan sejatinya sudah jelas, kesejahteraan buruh, ASN, dan ekonomi lokal harus jalan beriringan, bukan saling sindir di kolom komentar medsos.

Apalagi, UMK naik bukan untuk menciptakan jarak sosial baru. Tapi untuk memperluas lingkar kesejahteraan agara pasar tetap ramai, UMKM tetap hidup, dan ekonomi Muba tidak ngos-ngosan mengejar kebutuhan.

Maka dari itu sebenarnya,  ekonomi daerah tidak dibangun oleh jargon panjang atau baliho besar. Ekonomi dibangun oleh uang yang berpindah tangan dengan niat baik, misalnya dari gaji ke pasar terus dari pasar ke warung selanjutnya dari warung ke daerah hingga akhirnya finis  dari  daerah kembali ke masyarakat.

Jadi ketika notifikasi gaji kembali berbunyi di akhir bulan, ingat satu hal sederhana
jangan biarkan uang berhenti terlalu lama.

Belanjakan dengan bijak.
Belanjakan di Muba.

Karena gaji yang diam cuma bikin rekening terlihat sehat.
Tapi gaji yang muter itulah yang bikin Musi Banyuasin tetap hidup, hangat, dan bergerak, itu yang bikin semua jadi ceria. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pak Wali Siap ‘Ngabsen’ Langsung, ASN Nggak Dateng Bisa Kena Sanksi !

    Pak Wali Siap ‘Ngabsen’ Langsung, ASN Nggak Dateng Bisa Kena Sanksi !

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

    Sumselter kini.co.id, – Abis ceritanya lebaran, setelah puas makan ketupat, opor ayam, plus lempar-lempar salam tempel ke ponakan, para ASN di Palembang diwajibkan balik ke dunia nyata alias kantor. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, udah ngasih warning keras, tapi halus ke seluruh ASN masuk kerja itu wajib, apalagi pas hari pertama setelah libur panjang Lebaran, […]

  • 2 puisi terkait hujan bisa temani jiwa ente jadi nyaman & tenang

    2 puisi terkait hujan bisa temani jiwa ente jadi nyaman & tenang

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.450
    • 0Komentar

    Sumelterkini.co.id, -Hujan sore yang berderai-derai seperti rintik-rintik memang memiliki keindahan dan ketenangan tersendiri. Suara hujan yang lembut dapat merangsang rasa damai dalam jiwa. Banyak orang merasa bahwa hujan sore memberikan suasana yang menyenangkan dan membantu meredakan stres setelah seharian beraktivitas. Selain itu, hujan sore juga bisa menciptakan pemandangan yang indah. Tetesan hujan yang jatuh ke […]

  • Hasil Karya Seniman Desa Wisata, Sandiaga Uno Pesan Lukisan Mural

    Hasil Karya Seniman Desa Wisata, Sandiaga Uno Pesan Lukisan Mural

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.451
    • 0Komentar

    SENIMAN dari Desa Wisata Sumberbulu, Mojogedang, sangat mengapresiasi upaya pesanan lukisan mural Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Memparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Manager Desa Wisata Sumberbulu, Titin Riyadiningsih mengatakan pesanan lukisan mural itu dibuat oleh seniman terbaik dari desanya. Saat ini pesanan itu sudah selesai dibuat. Bagi para seniman, pesanan itu menyemangati mereka dalam menghasilkan karya-karya […]

  • Gandeng Bersama Bursa Efek Indonesia, SimInvest Resmikan Galeri Investasi di Unsoed Purwokerto

    Gandeng Bersama Bursa Efek Indonesia, SimInvest Resmikan Galeri Investasi di Unsoed Purwokerto

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Vritimes – Purwokerto,- SimInvest (Sinarmas Sekuritas) meresmikan galeri investasi di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Selasa (26/9/2023). Hadirnya galeri investasi di Unsoed ini merupakan bagian dari upaya SimInvest mendukung literasi keuangan dan edukasi investasi, sekaligus mengenalkan instrumen investasi di pasar modal kepada generasi muda Purwokerto sejak dini. Direktur Sinarmas Sekuritas, Julius Sanjaya […]

  • Kunjungi KPAI Palembang, Begini Saran Wawako

    Kunjungi KPAI Palembang, Begini Saran Wawako

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.784
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan kunjungan ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Palembang yang terletak di Jalan Merdeka. Kunjungan Fitri ini dalam rangka silaturrahmi dengan para komisioner KPAI bertepatan dengan peringatannya Hari Anak Nasional. “Momennya hari anak nasional, dan Alhamdulillah kemarin kita juga mendapatkan penghargaan sebagai kota layak anak, oleh karena itu […]

  • Optimalisasi PAD Muba, Camat dan Warga Keluang Ikrar Komitmen Bersama Sadar Pajak

    Optimalisasi PAD Muba, Camat dan Warga Keluang Ikrar Komitmen Bersama Sadar Pajak

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Keluang – Dalam rangka percepatan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Pemkab Muba melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) melaksanakan Sosialisasi Pajak Daerah, bertempat di Balai Desa Sidorejo, Rabu (9/8/2023). Kepala BPPRD Haryadi Karim SE MSi melaporkan, berdasarkan data dan informasi laporan keuangan daerah Kabupaten Muba tahun 2022, kontribusi  […]

expand_less
WordPress Archive Charie – Charity NonProfit Elementor Template Kit Charify – Fundraising & Donation WordPress Theme Charipex – Charity & Nonprofit WordPress Theme Charitable – Charity Nonprofit Organization WordPress Theme Charitix – Nonprofit Charity WordPress Theme Charito – Nonprofit Charity WordPress Theme Chariton – NonProfit Charity WordPress Theme Charity Club – Fundraising WordPress Theme Charity Foundation WordPress Charity Home – Fundraising WordPress Theme