Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » CCTV, Jaksa & Nasib Nelayan

CCTV, Jaksa & Nasib Nelayan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 1.110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROGRAM Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tengah dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan di 65 lokasi dengan anggaran Rp 1,34 triliun tentu terdengar ambisius. Fasilitas yang dijanjikan, mulai dari dermaga, cold storage, pabrik es, hingga sentra kuliner, seolah jadi jawaban atas berbagai persoalan klasik sektor perikanan.

Namun, justru mencuri perhatian adalah metode pengawasan, pemasangan CCTV di tiap titik, keterlibatan konsultan pengawas, tim khusus, sampai dukungan Jaksa Agung Muda Intelijen. Pertanyaan pun muncul, mengapa sebuah program pembangunan harus dikawal dengan perangkat seketat itu?. Apakah ini cermin keseriusan menjaga uang rakyat, atau sinyal bahwa sistem pengelolaan masih rapuh sejak awal?.

Cerita ini bisa dilihat seperti sebuah kapal besar yang hendak dilayarkan, kapal telah dirancang megah, namun nakhodanya belum tentu punya peta yang jelas. Pemasangan CCTV dan sinergi dengan penegak hukum ibarat menaruh mercusuar di dek kapal, sangat berguna untuk melihat bahaya dari jauh, tetapi mercusuar tak dapat menggantikan nakhoda yang trampil, awak yang terlatih, atau bahan bakar yang cukup.

Pepatah mengatakan, “lebih baik mencegah daripada mengobati”, dan pengawasan ketat memang wujud pencegahan. Namun pencegahan yang benar haruslah menyertakan desain kelembagaan yang membuat masyarakat pesisir jadi pemilik dan penjaga fasilitas itu bukan sekadar objek yang diawasi.

Ada sisi positif yang tak boleh diabaikan, KKP tak hanya membangun infrastruktur fisik, dermaga, pabrik es, sentra kuliner, tetapi juga membangun bale nelayan dan menerapkan pendekatan social engineering. Itu berarti ada niat untuk meningkatkan kapasitas manusia, bukan hanya menumpukkan beton.

Kalau bale nelayan benar-benar difungsikan sebagai pusat pelatihan, manajemen koperasi, dan pengaktifan ekonomi lokal, maka proyek ini berpotensi mengubah kehidupan ribuan keluarga, program ini diproyeksikan menyerap 7.000 tenaga kerja. Namun hati-hati air tenang menghanyutkan. Tanpa skema pemeliharaan jangka panjang, tanpa dana operasi, tanpa akses pasar yang nyata, fasilitas canggih bisa menjadi monumen mati.

Level Jamintel?

Mengapa sebuah program pembangunan harus diawasi sampai level Jamintel?, jawabannya mungkin sederhana karena proyek bersumber dari APBN dan potensi kebocoran nyata. Tetapi fokus berlebih pada aparat penegak hukum sebagai solusi bisa menyuburkan kultur pengawasan ketimbang budaya kepemilikan.

CCTV membantu transparansi visual memang kunci, tetapi bila hanya dipakai untuk “menangkap” penyimpangan, bukan mencegahnya lewat desain kelembagaan yang baik, hasilnya kurang optimal. Dalam konteks ini pepatah “bagai padi, semakin berisi semakin merunduk” relevan, keberhasilan proyek harus membawa kebijakan yang merendah, mendengar, dan menempatkan nelayan sebagai pelaku utama, bukan objek panggung.

Analisa mendalam menuntut perhatian pada beberapa titik krusial. Pertama, operational expenditure, siapa yang akan mengurus listrik, perawatan mesin, dan operator cold storage di tahun-tahun berikut?, Kedua, skema kepemilikan dan pengelolaan, apakah fasilitas dikelola oleh koperasi nelayan, BUMDes, atau diserahkan pada swasta?, keputusan ini menentukan distribusi manfaat. Ketiga, akses pasar dan rantai dingin, fasilitas tanpa akses ke pembeli yang adil atau kontrak off-taker adalah gudang yang menyimpan potensi kerugian. Keempat, penguatan kelembagaan lokal, pelatihan bukan sekadar sekali harus ada inkubasi bisnis, literasi keuangan, dan asistensi manajerial.

Solusi praktis tidak rumit, alokasikan bagian dari anggaran pembangunan untuk dana pemeliharaan tahunan, tetapkan model pengelolaan berbasis koperasi dengan perjanjian operasional yang jelas, buka portal transparansi publik yang menayangkan progres dan anggaran (CCTV bisa menjadi bagian dari portal itu, bukan alat pengintai tersembunyi), dan rancang program pelatihan berkelanjutan yang menghubungkan nelayan ke pasar modern, misalnya kontrak dengan jaringan ritel atau ekspor.

Media dan masyarakat sipil harus diberi akses untuk menjadi pengawal publik tak kenal maka tak sayang, keterbukaan membangun kepercayaan, dan kepercayaan adalah modal utama pembangunan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, KNMP berpotensi menjadi kebangkitan bagi masyarakat pesisir jika pengawasan disandingkan dengan pemberdayaan. CCTV dan keterlibatan penegak hukum menandakan adanya niat kuat untuk mencegah kebocoran anggaran, itu baik. Namun tanpa strategi jangka panjang yang menempatkan nelayan sebagai pemilik, risiko proyek berakhir menjadi monumen yang tak pernah berfungsi akan nyata.

Seperti pepatah, “sedia payung sebelum hujan”, siapkan juga skema pemeliharaan dan kelembagaan sebelum fasilitas selesai dibangun. Pemerintah telah menaruh nama Merah Putih pada proyek ini, biarkan bendera itu bukan sekadar hiasan di papan nama, melainkan lambang kedaulatan ekonomi yang dirasakan di meja makan nelayan.

Jika pemerintah, penegak hukum, media, dan komunitas lokal bergerak bersama, bukan hanya mengawasi tapi mendampingi, maka CCTV akan menjadi saksi kebangkitan, bukan tanda kecurigaan. Dalam soal ini, tindakan sehari-hari lebih bermakna daripada sorotan kamera semata.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari ramadhan dengan DPRD Sumsel, bangun keakraban songsong roda pemerintah ke depan

    Safari ramadhan dengan DPRD Sumsel, bangun keakraban songsong roda pemerintah ke depan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Seperti tahun sebelumnya di Bulan Suci Ramadhan, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (HD) melakukan safari ramadhan ke tiap- tiap OPD.  Kali ini di dampingi langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang (CU) beserta jajaran Forkopimda Provinsi Sumsel.  Kegiatan safari Ramadhan 1446H kali ini dilaksanakan di Masjid Al-Raiyah DPRD Sumsel. Senin malam, (3/3/2025). Pada kesempatan […]

  • Laksanakan Safari di 12 Provinsi,  KKP Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

    Laksanakan Safari di 12 Provinsi, KKP Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus tancap gas memopulerkan ikan sebagai pangan utama keluarga karena ikan dapat meningkatkan kesehatan. Sejak awal Ramadhan hingga jelang lebaran, Safari Perluasan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), telah menjangkau 24 titik Kabupaten/Kota di 12 Provinsi di seluruh Indonesia. Bersama Komisi IV DPR, secara total, KKP sudah membagikan 12.000 paket ikan […]

  • Mantan Istri Pedangdut Nassar Resmi  Lepas Status Jandanya

    Mantan Istri Pedangdut Nassar Resmi Lepas Status Jandanya

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.699
    • 0Komentar

    MANTAN istri pedangdut Nassar, Muzdalifah akhirnya  melepas status jandanya. Ia bakal menggelar pernikahan dengan Fadel Islami. Rencananya perkawinannya itu dilaksanakan, Jumat [26/4/2019]. Kabar pernikahan Muzdalifah dan Fadel diketahui lewat undangan nikah yang beredar belum lama ini. Lokasi pernikahan bakal dilangsungkan di kawasan Tangerang, Banten. Sebelumnya, hubungan Muzdalifah dan Fadel menjadi sorotan sebab ada jarak usia yang terbilang jauh […]

  • Begini Jadinya Jika Setoran Pajak Belum Sepenuhnya Disetor, Baca Ini

    Begini Jadinya Jika Setoran Pajak Belum Sepenuhnya Disetor, Baca Ini

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, KAYUAGUNG – Dugaan adanya perbedaan jumlah antara pajak yang disetorkan PT Waskita Karya, dengan yang diterima Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) OKI, mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Pasalnya, kalau memang ada selisih Rp25 miliar tersebut, tentu kemana uang sisa dari pajak tanah galian tersebut. Dimana, pihak PT Waskita mengaku menyetorkan pajak Rp 28 miliar, […]

  • Ajang ICSB Wil Sumsel, Pusri Sabet 2 Penghargaan Ini

    Ajang ICSB Wil Sumsel, Pusri Sabet 2 Penghargaan Ini

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) menerima dua penghargaan sekaligus (2/6/2019). Penghargaan pertama diberikan oleh International Council For Small Business Indonesia (ICSB) Wilayah Sumatera Selatan berupa penghargaan sebagai perusahaan yang peduli dan mempunyai perhatian terhadap pengembangan UMKM di Sumatera Selatan melalui program CSR dan PKBL. Penghargaan ini diberikan pada acara pembukaan Hari UMKM International 2019 dan […]

  • Pentingnya Pendidikan Karakter Ciptakan Generasi yang Jujur & Berkualitas

    Pentingnya Pendidikan Karakter Ciptakan Generasi yang Jujur & Berkualitas

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 596
    • 0Komentar

    PENDIDIKAN merupakan salah satu upaya untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi seorang individu. Pendidikan memiliki pengaruh yang besar bagi masa depan, tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk masa depan bangsa.   Pendidikan karakter perlu ditanamkan dengan tujuan untuk mengembangkan sikap dan perilaku serta akhlak dan budi pekerti yang baik. Bahwasanya, Pendidikan tidak hanya dituntut untuk […]

expand_less
WordPress Archive Towigo – Emergency Towing Services Elementor Template Kit Towngov – City Government WordPress Theme TownPress – Municipality & Town Government WordPress Theme Toyshop Storefront WooCommerce Theme Toyup – Kids Toys Store WooCommerce WordPress Theme Tozen – Personal WordPress Blog Theme tPlayer – Audio Player for WordPress TrackAlyzer – Analytics & Custom Tracking Code for WooCommerce TrackTruck – Freight Brokerage and Logistics Company WordPress theme Tractor – Industrial & Manufacturing WordPress Theme