Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » BMKG Gunakan Skema Teknis Tekan Hujan Ekstrem

BMKG Gunakan Skema Teknis Tekan Hujan Ekstrem

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan skema teknis berbasis data dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan lonjakan hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Pendekatan ini dirancang untuk dilakukan pada periode puncak musim hujan ketika intensitas curah hujan meningkat dan risiko bencana hidrometeorologi berada pada level tinggi.

BMKG menjalankan OMC sebagai bagian dari strategi mitigasi cuaca ekstrem nasional yang dirancang untuk mengendalikan distribusi hujan, bukan untuk menghilangkannya. Lembaga ini menegaskan bahwa seluruh proses operasi mengacu pada pengamatan atmosfer yang ketat dan prosedur operasional baku yang telah ditetapkan.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyatakan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dan tidak bersifat eksperimental. BMKG hanya melakukan intervensi ketika kondisi atmosfer memenuhi syarat meteorologis yang dapat dikendalikan secara ilmiah. Tanpa keberadaan awan yang sesuai, operasi tidak dijalankan.

BMKG menentukan waktu dan lokasi operasi berdasarkan analisis data radar cuaca, citra satelit, radiosonde, serta informasi arah dan kecepatan angin dari lapisan bawah hingga lapisan atas atmosfer. Data tersebut digunakan untuk memetakan pergerakan awan secara presisi agar hujan tidak terkonsentrasi di satu wilayah dengan intensitas tinggi.

Dalam pelaksanaannya, BMKG mengarahkan hujan agar turun di wilayah perairan terbuka, seperti perairan utara Banten dan Selat Sunda. Strategi ini diterapkan untuk mengurangi suplai awan hujan yang bergerak menuju wilayah daratan padat penduduk, khususnya Jakarta, sehingga risiko banjir dapat ditekan.

BMKG memastikan bahwa wilayah di sekitar Jakarta tidak menjadi sasaran limpahan hujan akibat pelaksanaan OMC. Setiap keputusan teknis mempertimbangkan dampak lintas wilayah dan diarahkan agar tidak menimbulkan efek negatif bagi daerah penyangga, termasuk Banten dan Jawa Barat.

Lembaga ini juga menepis anggapan yang mengaitkan OMC dengan fenomena cold pool. BMKG menjelaskan bahwa cold pool merupakan proses alami yang terbentuk setelah hujan dengan intensitas tinggi, ketika massa udara dingin turun ke permukaan akibat perbedaan densitas udara. Fenomena tersebut terjadi baik pada hujan alami maupun hujan yang dipengaruhi penyemaian awan.

Dari sisi lingkungan, BMKG melakukan pengujian kualitas air hujan, sungai, dan danau sebelum, selama, dan setelah operasi berlangsung. Hasil uji laboratorium menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan pada parameter kualitas air di ketiga periode tersebut. BMKG menyimpulkan bahwa pelaksanaan OMC tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Bahan utama yang digunakan dalam OMC adalah natrium klorida atau garam yang berfungsi sebagai aerosol inti kondensasi untuk mempercepat proses pembentukan hujan. Secara kimia, bahan ini memiliki karakteristik serupa dengan aerosol alami dari penguapan air laut dan tidak mengandung unsur penyebab hujan asam maupun zat berbahaya bagi kesehatan.

BMKG melakukan evaluasi efektivitas operasi dengan membandingkan data curah hujan, intensitas hujan ekstrem, serta kejadian genangan sebelum dan selama OMC dilaksanakan. Evaluasi ini digunakan untuk menilai sejauh mana skema teknis yang diterapkan mampu menekan puncak intensitas hujan di wilayah rawan banjir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyatakan bahwa OMC merupakan bagian dari strategi mitigasi terpadu yang berjalan seiring dengan upaya struktural dan nonstruktural pengendalian banjir. BPBD mencatat bahwa secara ilmiah OMC mampu menurunkan intensitas hujan hingga sekitar 33 persen pada kondisi tertentu.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar tanpa dasar ilmiah dan selalu merujuk pada sumber resmi. Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global, BMKG menegaskan bahwa OMC dijalankan sebagai instrumen mitigasi berbasis sains untuk mengurangi risiko bencana, bukan untuk mengendalikan alam secara mutlak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GAMKI Sumsel Minta Bupati Bersedia Jadi  Dewan Pembina DPD GAMKI Sumsel Periode 2021-2024

    GAMKI Sumsel Minta Bupati Bersedia Jadi  Dewan Pembina DPD GAMKI Sumsel Periode 2021-2024

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    DEWAN Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Se-Sumatera Selatan meminta Bupati Muba Dodi Reza Alex untuk Menjadi  Dewan Pembina DPD GAMKI Sumsel Periode 2021-2024. Hal itu langsung diungkapkan Ketua pelaksana Konfercab DPC GAMKI Se-Sumsel Efran Hutapea SE saat audiensi, Rabu (15/7/2020). Menurut mereka selain Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin pemimpin yang […]

  • Usai Pesta Olahraga Empat Tahun Nanti, Presiden Minta Rawat dan Manfaatkan Venue  dengan Baik

    Usai Pesta Olahraga Empat Tahun Nanti, Presiden Minta Rawat dan Manfaatkan Venue dengan Baik

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meminta agar arena-arena pertandingan yang telah dibangun untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 bisa terus dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya setelah PON usai. “Setelah mampu membangun venue-venue yang baik ini, pekerjaan kita belum selesai. Tugas selanjutnya adalah menjaga, merawat, dan memanfaatkan venue ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden dalam […]

  • Pikat Pelancong dari Tradisi Tahunan Lomba Bidar di Sungai Musi

    Pikat Pelancong dari Tradisi Tahunan Lomba Bidar di Sungai Musi

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Lomba perahu bidar di Palembang merupakan sebuah tradisi tahunan yang kerap diselenggarakan pada saat memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, [17 Agustus] selain itu lomba perahu ini juga dilaksanakan pada saat memperingati hari jadi Kota Palembang.     BIDAR adalah singkatan dari biduk lancar. Lomba perahu ini di Palembang sudah ada sejak zaman dahulu, tradisi tetap dilakukan hingga kini. Konon, perahu […]

  • Inflasi Sumsel, 17 Daerah Didorong Tak Hanya Rapat

    Inflasi Sumsel, 17 Daerah Didorong Tak Hanya Rapat

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    HARGA cabai kadang bisa lebih pedas dari sambalnya. Naik sedikit saja, emak-emak di pasar langsung pasang wajah waspada. Itulah sebabnya, kemarin sebanyak 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan dikumpulkan dalam satu forum penting untuk memastikan inflasi tak bikin dompet warga menjerit. Bertempat di Hotel Wyndham Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Capacity Building […]

  • Varian Baru, Perlu Prokes Ketat, Vaksinasi dan Deteksi Dini

    Varian Baru, Perlu Prokes Ketat, Vaksinasi dan Deteksi Dini

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 791
    • 0Komentar

    PEMERINTAH terus memantau virus COVID-19 varian baru Omicron. Berbagaiupayadan kebijakandiambilguna mencegahvirustersebut masukke Indonesia. Munculnya varianini menjadi bukti bahwa COVID-19 tetap harus diwaspadai. Karena itu, meski pandemi dalam situasi landai di Indonesia, pemerintah meminta masyarakatterus menjaga protokol kesehatan dan segera melengkapi vaksinasi. World Health Organization atau WHO menyatakan varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali ditemukan di […]

  • Ikuti Rakornas, Pemprov Sumsel Tingkatkan Kualitas Kebijakan Pengadaan barang/jasa

    Ikuti Rakornas, Pemprov Sumsel Tingkatkan Kualitas Kebijakan Pengadaan barang/jasa

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    PLH Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, H. Akhmad Najib, SH.,M.Hum menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Unit Kerja Pengadaan Barang / Jasa (Rakornas UKPBJ) Pemerintah Provinsi tahun 2021 secara virtual di Commad Center Kantor Gubernur, Rabu (25/8). Kepala LKPP, Dr. Ir. Roni Dwi Susanto.,M.Si dalam sambutannya mengatakan, rakornas sendiri bertujuan untuk menentukan arah kebijakan kelembagaan yang mencakup beberapa […]

expand_less
WordPress Archive Gesto – Digital Marketing Agency WordPress Theme GetCab | Online Taxi Service WordPress Theme Getleads High-Performance Landing Page WordPress Theme GetResponse for NEX-Forms Getstall – Grocery Store Elementor Template Kit Gettree – Garden & Landscaping Elementor Template Kit GGWEPE – Esports & Gaming Elementor Template Kit Gift Wrapper for WooCommerce Gifting for WooCommerce Subscriptions Gifts Shop | Handmade Souvenirs WooCommerce WordPress Theme