Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Aturan Tegas atau Macan Kertas di Jalan Protokol”

“Aturan Tegas atau Macan Kertas di Jalan Protokol”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 1.387
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Kota Palembang, truk dan kontainer itu ibarat tamu tak diundang yang sering datang sebelum waktunya, misalnya saja, jam pulang kerja orang kota baru selesai bermacet ria, tiba-tiba muncul truk besar merayap di jalan protokol. Lengkap sudah penderitaanm klakson bersahutan, jalan menyempit, bahkan kadang bahu jalan jadi garasi dadakan.

Wali Kota Ratu Dewa sudah bersuara lantang “Kami akan revisi Perwali No. 20 Tahun 2019, penindakan harus tegas dan terukur”. Kapolrestabes menambahkan pengawasan bakal ketat, ETLE akan dipasang, Satgas gabungan dibentuk, kedengarannya gagah, mirip deklarasi perang melawan truk bandel, tapi, izinkan kita sedikit bercanda, jangan-jangan ini cuma perang-perangan.

Pepatah bilang, “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan terlihat jelas”, di atas kertas aturan bisa mengkilap, tapi di jalan raya bisa jadi macan ompong, kalau sanksi hanya teguran, atau razia cuma musiman, sopir dan perusahaan truk pasti tertawa kecil sambil bilang “Ah, nanti juga lewat lagi”

Masalahnya bukan cuma soal jam malam truk atau kantong parkir Karyajaya, ini soal mentalitas ketegasan, kalau aturan dilanggar dan sanksi diabaikan, apa gunanya rapat koordinasi dengan segudang pejabat? Sama saja seperti beli helm hanya untuk pajangan di etalase, tidak pernah dipakai di kepala.

Contoh kecil di Surabaya, truk kontainer punya jam operasional ketat di kawasan Tanjung Perak. Pelanggar bisa langsung kena denda jutaan rupiah, perusahaan angkutnya juga ikut kena. Hasilnya? lalu lintas kota lebih teratur.

Semarang pun menerapkan aturan serupa, dengan jalur khusus dan pengawasan konsisten di pelabuhan Tanjung Emas. Bandung lebih kreatif, menata truk pengangkut barang masuk ke pasar grosir dengan jam bongkar muat terbatas. Balikpapan? mereka tegas memaksa truk bermuatan besar berhenti di luar kota pada jam sibuk, empat kota ini bisa jadi guru kecil untuk Palembang.

Coba tengok lebih jauh, lihat Singapura, negara mungil itu bisa mengatur ribuan kontainer setiap hari tanpa bikin jalanan jadi sirkus truk. Caranya? sistem logistik modern, terminal darat terpadu, dan tentu saja, sanksi yang lebih menakutkan dari wajah polisi. Sopir truk di Singapura tidak berani coba-coba, karena sekali melanggar, bisa tamat riwayat izin kerjanya.

Palembang mestinya bisa belajar, Sungai Musi terbentang luas, jalur rel ada, pelabuhan tersedia, tinggal kemauan politik yang serius. Kalau tidak, truk akan terus jadi raja jalanan, dan warga hanya bisa jadi rakyat jelata yang rela menepi, bahkan bisa jadi korban truk.

Bayangkan, kota yang katanya “Bumi Sriwijaya” tapi kalah mengatur truk dibanding Surabaya, jangan-jangan kita sibuk bikin jargon, lupa eksekusi. Pepatah lama bilang, “rajin pangkal pandai, tegas pangkal tertib”, kalau aturan hanya digoreng saat rapat lalu dingin begitu keluar pintu, ya akhirnya jadi lauk basi tak enak dimakan, apalagi ditelan.

Mari kita bumbui dengan humor sopir truk masuk kota sore hari itu ibarat tamu kondangan datang sebelum tuan rumah masak. Semua panik, semua repot. Tapi kalau tuan rumah tegas bilang “Tunggu di luar, nanti jam 9 baru boleh masuk”, pasti acaranya berjalan tertib. Nah, di sinilah pentingnya ketegasan tuan rumah bernama Pemkot.

Konsisten

Pertama, perkuat sanksi, jangan cuma teguran, tapi denda progresif, pencabutan izin, hingga blacklist perusahaan angkut.

Kedua, pengawasan konsisten, posko penjagaan di Kebun Sayur atau Kramat Jaya harus berfungsi 24 jam, bukan sekadar hiasan seragam.

Ketiga, solusi logistik jangka panjang, bangun terminal barang terpadu di Karyajaya atau pinggiran kota. Manfaatkan jalur sungai dan kereta untuk distribusi.

Ke empat, belajar dari daerah lain, kirim tim studi banding ke Surabaya, Semarang, Bandung, Balikpapan, bukan sekadar jalan-jalan, tapi bawa pulang resep tegas yang bisa langsung diterapkan.

Kelima, berpikir global, Singapura bukan hanya tetangga, tapi contoh nyata bahwa ketertiban lalu lintas bukan mimpi.

Palembang tidak kekurangan aturan, yang kurang hanya ketegasan dan konsistensi, aturan bisa setinggi langit, tapi kalau tidak ditegakkan, hanya jadi macan kertas, garang di teks, ompong di jalan raya.

Mari kita doakan agar revisi Perwali benar-benar jadi pedang tajam, bukan lagi kertas tipis yang mudah ditiup angin. Sebab, rakyat sudah lelah jadi korban truk bandel.

Seperti pepatah, “sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”, kalau aturan kali ini gagal lagi, jangan salahkan warga kalau akhirnya menyebut Pemkot hanya jago rapat, tapi kalah di lapangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sandy Walsh tidak ikut dalam skuad lawan Vietnam di Hanoi

    Sandy Walsh tidak ikut dalam skuad lawan Vietnam di Hanoi

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.723
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Skuad Garuda akan menghadapi Vietnam dalam pertandingan keempat Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Duel ini dilangsungkan di Stadion My Dinh, Hanoi pada Selasa (26/3). Timnas Indonesia sudah memulai latihan perdana setiba di Hanoi, Vietnam pada Sabtu (23/3) malam. Para pemain diberikan menu latihan untuk pemulihan kondisi seusai menempuh perjalanan udara […]

  • Siap Amankan Pemilu 2024

    Siap Amankan Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menghadiri kegiatan Tactical Floor Game (TFG) yang dilaksanakan di Aula Alex Noerdin Mapolres Muba, Senin (5/2/2024). Guna mempersiapkan strategi pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Polres Muba Polda Sumatera Selatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Muba AKBP Imam Safii SIK MSi dan dihadiri Dandim 0401 Muba Letkol Inf […]

  • Bukan Wisata, Palembang Berangkat Buru Emas!

    Bukan Wisata, Palembang Berangkat Buru Emas!

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.088
    • 0Komentar

    PAGI itu kamu lewat di depan Rumah Dinas Wali Kota Palembang, jangan heran kalau suasananya mirip kayak terminal menjelang mudik lebaran, bedanya, yang ini bukan mau pulang kampung, tapi 728 atlet Palembang siap angkat koper menuju Porprov Sumatera Selatan XV di Muba, 18–31 Oktober 2025 nanti. Di antara mereka, ada yang masih ngantuk karena latihan […]

  • Begal Nyaris Diamuk Massa

    Begal Nyaris Diamuk Massa

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.530
    • 0Komentar

    ABASTIAN (35) Warga Kelurahan Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk Ogan Komering Ilir [OKI] nyaris bonyok diamuk massa setelah aksi begalnya tak berhasil membawa lagi kendaraan tukang ojeg yang korbannya diketahui Ibrahim (60) Warga Desa Lubuk Rukam. Pelaku diamankan Polisi dan warga lainnya ke Polsek Kayuagung, namun sempat menerima pukulan dan tendangan dari para warga yang merasa […]

  • Tertarik Gak ?Probowo –Sandi Menang, Gaji Guru Rp20 Juta, Tapi….,

    Tertarik Gak ?Probowo –Sandi Menang, Gaji Guru Rp20 Juta, Tapi….,

    • calendar_month Rabu, 21 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Berebut hati pemilih dalam kampanye itu hal yang lumrah, meski terkadang masih tanda tanya program –program yang ditawarkan kepada masyarakat pemilih. Seperti pasangan Prabowo-Sandi, Capres/cawapres RI 2019 urut 02 menawarkan gaji guru akan naikan sebesar Rp20 juta per bulan, cukup fantastis dan menggiurkan?. Tapi tawaran gaji se ‘gede’ itu tentu harus ada […]

  • Kakanwil Sumsel Ajak Masyarakat Waspadai Konten Provokatif

    Kakanwil Sumsel Ajak Masyarakat Waspadai Konten Provokatif

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    KAKANWIL Kemenag Sumsel Syafitri Irwan merasa geram atas beredarnya foto Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan seseorang diduga pengidap LGBT Ragil Mahardika. Syafitri menegaskan bahwa foto tersebut hoaks dan berharap masyarakat cerdas dalam memilah informasi. Menurut Syafitri, banyak sebaran konten di media sosial yang mengandung unsur provokatif maupun ujaran kebencian yang kerap mengadu domba. Karenanya, […]

expand_less
WordPress Archive Cofery Restaurant & Cafe Elementor Template Kit CoffeeBean – Portfolio and Blogging WordPress Theme Coffeeine – Coffee Shop & Cafe Elementor Template Kit CoffeeKup – Cafe & Coffee Shop Elementor Template Kit Coffo – Cafe & Coffee Shop WordPress Theme Cohubz – Creative Hub & Coworking Space Elementor Template Kit Coiffeur – Hair Salon WordPress Theme Coin Market Cap & Prices - WordPress Cryptocurrency Plugin Coinary – Blockchain Cryptocurrency & Bitcoin Elementor Template Kit CoinOne – Cryptocurrency Elementor Template Kit