Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Agar Tidak Bocor, Awasi Pengguna Dana Desa dengan Ketat

Agar Tidak Bocor, Awasi Pengguna Dana Desa dengan Ketat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Feb 2019
  • visibility 1.196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Palembang –  Beberapa tahun ini, pemerintah pusat mengalokasikan kucuran dana desa. Pemberian dana desa ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan pengakuan dan kejelasan kepada desa-desa di seluruh Tanah Air akan status dan kedudukannya dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Negara memberikan kewenangan kepada setiap desa dalam melestarikan adat dan tradisi serta budaya masyarakat desa. Selain itu, desa juga diberikan kewenangan dalam pembangunan serta berpartisipasi dalam menggali potensi desa dengan mendorong pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif.

Pemerintahan desa juga diharapkan dapat lebih terbuka serta bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan di desa dengan tujuan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang akhirnya memberikan kesejahteraan bersama dan menempatkan desa sebagai subjek pembangunan. Guna memastikan pemanfaatan dana desa agar tepat sasaran.

Dalam sebuah Konferensi Pers Forum Merdeka Barat 9 yang bertema : Kinerja Pemerintah 4 Tahun Jokowi – JK : Memberantas Kemiskinan Berbasis Pembangunan Desa, Senin di Griya Agung, (4/2/2019).

Wakil Gubernur Sumsel Ir.H Mawardi Yahya menjelaskan bantuan dana desa yang digulirkan pemerintah sejak 2014 silam sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Sumsel.

Namun demikian dibalik manfaatnya itu, ia menilai perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat agar dana yang mestinya diperuntukan bagi kesejahteraan masyarakat di desa-desa tidak disalahgunakan.

“Manfaatnya yang baik tentu harus kita teruskan tapi yang kurang juga harus dievaluasi. Menurut saya ini harus diawasi karena bisa saja arahnya “berbelok”. Karena saya dapat informasi dana ini bukan lagi untuk membantu pembangunan rakyat tapi untuk membangun akses sampai ke kebun-kebun pribadi. Makanya saya minta ada pengawasan tentang dana desa ini,” jelas mantan Bupati Ogan Ilir (OI) dua periode tersebut.

Meski dibarengi tenaga pendampingan namun lanjut Mawardi pengawasan cenderung belum begitu maksimal. Untuk itu kepada Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Mawardi meminta agar dalam pelaksanaan penyaluran melibatkan pengawasan dari inspektorat.

“Inspektorat provinsi harus ada peranan mengawasi dana desa. Dananya tetap di kabupaten tapi diawasi Inpektorat biar bisa terkontrol,” tegasnya.

Lebih jauh Mawardi mengatakan pengawasan ini juga penting untuk memaksimalkan pembangunan di Sumsel. Termasuk mengentaskan angka kemiskinan yang masih tinggi di Sumsel 12, 80%. Caranya dengan mengelola dana desa menggunakan sistem padat karya yang dibayar.

“Kita kabupaten dan kota sudah sepakat untuk menuntaskan angka kemiskinan 1 digit. Memang ini tidak mudah makanya kami mulai ngebut memperbaiki infrastruktur di seluruh Sumsel hingga ke pelosok desa” jelasnya.

Menurut Mawardi 4 sejak dilantik mereka terus mencari penyebab tingginya angka kemiskinan. Apalagi angka kemiskinan ini justru banyak terjadi di daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam berlimpah seperti Muba dengan minyaknya, Lahat dengan batubara dan juga Muratara.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi 6,14 % yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. “Ternyata masyarakat di daerah pertanian lebih sejahtera, karena itu sekarang 2019 fokus kami frastruktur di arahkan ke desa-desa dengan anggaran hampir Rp1,5 triliun,” jelasnya.

Sementara itu Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi dalam paparannya mengatakan, sejak Jokowi-JK dilantik 4 tahun silam ada 9 nawacita yang ingin dicapai pemerintah.

“Ada beberapa mandat yang menjadi tugas yang akan dijalankan pemerintah. Salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut diukur dengan meningkatnya desa yang keluar dari ketertinggalan dan menjadi mandiri. “Komitmen pemerintah sangat tinggi dengan penyaluran dana desa Rp20 triliun lebih tahun pertama,” jelasnya.

Diakuinya karena masih tahap awal regulasi kelembagaan maupun kesiapan belum begitu optimal sehingga dana desa yang disalurkan baru terserap 80% saja.

“Tapi komitmen pemerintah tidak berkurang meski banyak kritik terkait serapan. Bahkan dana desa dinaikkan kembali menjadi Rp46 triliun lebih.  Dana desa tidak ada pengurangan menandakan komitmen pemerintah ini instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Bahkan tahun 2019 jumlahnya naik.lagi menjadi Rp70 triliun,” jelas Anwar.

Selain Wagub, acara ini juga menghadirkan dua narasumber penting lainnya yakni Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi serta Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Anis Saggaf.[**]

 

Penulis : One

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponpes Aulia Cendekia Latih Ustaz dan Ustazah Menulis untuk Media

    Ponpes Aulia Cendekia Latih Ustaz dan Ustazah Menulis untuk Media

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Pondok pesantren (Ponpes) Aulia Cendekia menyelenggarakan pelatihan menulis bagi para ustaz dan ustazah yang menjadi pendidik di Ponpes yang terletak di kawasan Talang Jambe, Palembang. Pelatihan menulis yang diselenggarakan pada akhir pekan tersebut, Ahad (17/9/2017) diikuti 30 orang ustaz dan ustazah.

  • Awas, 15 Titik Simpang Lampu Merah di Palembang Terkoneksi ATCS, Siapa yang Melanggar Langsung KenaTegur !

    Awas, 15 Titik Simpang Lampu Merah di Palembang Terkoneksi ATCS, Siapa yang Melanggar Langsung KenaTegur !

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    SEBANYAK 15 titik utama di Simpang Lampung Merah Kota Palembang telah terkoneksi Area Trafic Control Sistem /ATCS yang dipusatkan di Kantor Dinas Perhubungan [Dishub] Kota Palembang. Melalui ATCS ini nantinya, petugas Dishub bisa memantau langsung keadaan lalu lintas disetiap titiknya, dan bisa memberikan teguran langsung kepada para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. “Jadi disetiap titik […]

  • Hanya Ekspor Dilarang, Lobster Dimanfaatkan Dalam  Negeri Diperbolehkan, Asal Ikuti Syarat Yang Ditetapkan

    Hanya Ekspor Dilarang, Lobster Dimanfaatkan Dalam Negeri Diperbolehkan, Asal Ikuti Syarat Yang Ditetapkan

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi melarang ekspor benih bening lobster (BBL) sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021 yang baru saja terbit. Meski ekspor dilarang, kegiatan penangkapan BBL di alam tetap diperbolehkan dengan sejumlah ketentuan. “Penangkapan Benih Bening Lobster (puerulus) atau lobster yang belum berpigmen hanya dapat dilakukan untuk […]

  • Fitri Nilai Ada 2 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjual Hasil Industri Rumahan

    Fitri Nilai Ada 2 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjual Hasil Industri Rumahan

    • calendar_month Senin, 8 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebenarnya hasil industri rumahan /usaha kecil menengah [UKM] belum terpengaruh dengan krisis, seperti pada 1998  UKM tetap bertahan bahkan mampu menopang perekonomian. Oleh sebab itu, melalui bantuan dengan pinjaman tanpa bunga dan agunan kepada pengusaha baik perorangan maupun kelompok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda […]

  • Atthahirah Natasya Rahma: Selama Pandemi Tetap Rutin Latihan Olah Suara

    Atthahirah Natasya Rahma: Selama Pandemi Tetap Rutin Latihan Olah Suara

    • calendar_month Sabtu, 26 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.886
    • 0Komentar

    SEKARANG, di masa pandemi, Atahira mengakui benar-benar tak bisa beraktivitas seperti biasa. Sekolah pun, belajar daring. “Kalau kita nyanyi, gimana ya mau bisa manggung kalau semuanya aktif di daring. Kita semua pada suka #dirumah saja karena protokol kesehatan,” ujar Atthahirah Natasya Rahma. Meski demikian, Atahira yang bisa main piano ini, masih rajin berlatih di rumah. […]

  • Pencuri Ikan Kepergok Sang Pemilik, Pelaku Seorang Wanita

    Pencuri Ikan Kepergok Sang Pemilik, Pelaku Seorang Wanita

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    PENCURI ikan ditangkap Polisi saat beraksi di Kolam Ikan Patin milik warga Kelurahan 5 Ilir, Kec IT II, Palembang, Kamis (11/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Yuliana(41) warga Desa Pasir Putih, Kel Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin  berhasil ditangkap saat sedang menangkap ikan milik korban Rashid, dia beraksi bersama satu temannya yang melarikan diri. Dalam […]

expand_less
WordPress Archive Central | Versatile, Multi-Purpose WordPress Theme Centrix – Agency & Portfolio WordPress Theme Centum – Responsive WordPress Theme Cerato – Multipurpose Elementor WooCommerce Theme Ceria – Kindergarten & Pre-School Elementor Template Kit Ceris – Blog & Magazine Elementor Template Kit Cesar | Photography WordPress Cetara – Beautiful WordPress Theme for Authors CETUS – Creative Portfolio Elementor Template Kit CF 7 Connector (MailChimp, MailerLite and Zapier)