Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » 3T Kalah Populer Dibanding 3M

3T Kalah Populer Dibanding 3M

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • visibility 1.267
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ISTILAH 3T (Tracing, Testing, Treatment) kalah populer dibanding 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Padahal, keduanya sama pentingnya dalam upaya memutus rantai penularan COVID-19.

Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Managing Director IPSOS Indonesia, Soeprapto Tan mengemukakan masih ada 29 persen masyarakat yang tidak paham mengenai 3T. Sebaliknya, 99 persen masyarakat mengaku paham terhadap 3M. Artinya, masih ada masyarakat yang menganggap perilaku 3M dan 3T adalah dua hal yang terpisah padahal kenyataannya justru kedua hal tersebut diakuinya merupakan satu paket dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Kampanye 3M di awal-awal sangat kencang sekali dan terus berjalan sampai sekarang. Jika 3M tidak berjalan, maka 3T pasti akan lebih parah. Sekarang 3M sudah berjalan, saatnya kita mulai membicarakan 3T”, jelas Soeprapto.

Selanjutnya Soeprapto mengemukakan salah satu faktor yang menghambat kampanye 3T adalah ketakutan atas stigma masyarakat. Pemerintah perlu menghimbau masyarakat agar tidak mengucilkan pasien positif COVID-19, namun memberikan dukungan dan keprihatinan agar stigma negatif di mata publik bisa menghilang.

“Saat ini 3M masih satu-satunya cara “vaksin” paling ampuh. Jadi kita harus konsisten dan jangan lengah untuk melakukan 3M. Bersamaan dengan itu kita semua serta masyarakat harus mendukung pelaksanaan 3T, terutama dalam hal testing. Karena apabila masyarakat tidak mau melakukan testing, maka tracing tidak akan terjadi,” tambah Soeprapto.

Meskipun vaksin COVID-19 nantinya sudah ditemukan dan bisa didistribusikan, perilaku 3M dan 3T harus tetap dijalankan. “Kalau misalkan mendapatkan vaksin Mei atau Juni (2021), kebiasan terhadap 3M dan 3T harus tetap kita jalankan sampai pemerintah benar-benar memberikan informasi bahwa COVID-19 sudah tidak ada,” kata Soeprapto.

3T terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Monica mengungkapkan pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

Lalu, pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif COVID-19. Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Seandainya ketika dilacak si kontak erat menunjukkan gejala, maka perlu dilakukan tes, kembali ke praktik pertama (testing)”, kata Monica.

Kemudian, perawatan akan dilakukan apabila seseorang positif COVID-19. Jika ditemukan tidak ada gejala, maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang sudah ditunjuk pemerintah. Sebaliknya, jika orang tersebut menunjukkan gejala, maka para petugas kesehatan akan memberikan perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah.

Monica pun menambahkan. “ Jadi dengan 3M dan 3T sama pentingnya dan satu kesatuan, kita berupaya memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan kita melindungi diri dan melindungi sesama”, tambah Monica.

“3M banyak membicarakan tentang peran kita sebagai individu. Sementara 3T berbicara tentang bagaimana kita memberikan notifikasi atau pemberitahuan pada orang di sekitar kita untuk waspada. Jadi memang ada satu proses yang tidak hanya melibatkan individu tapi juga orang yang lebih banyak”, katanya dalam Dialog Produktif bertema Optimisme Masyarakat terhadap 3T (Tracing, Testing, Treatment) yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (12/11).

Hingga saat ini, Monica mencatat ada tiga indikator yang menjadi standarisasi pemeriksaan COVID-19 yakni, jumlah spesimen, kecepatan hasil pemeriksaan, dan rasio positif. “Di Indonesia angka testing rata-rata mencapai 24.000-34.000 orang per hari,” jelas Monica.

Dari segi kapasitas laboratorium yang dimiliki Indonesia sangat memadai untuk melakukan pemeriksaan sesuai standar WHO. Kapasitas tes di laboratorium hampir 80.000. Kendalanya justru pada individu, ketika seseorang menunjukkan gejala COVID-19, kontak eratnya takut untuk memeriksakan diri (testing). “Setiap orang harus mengambil peranan untuk memutus rantai dengan berpartisipasi kooperatif menerapkan 3M dan 3T”, ujar Monica.

Menurut Monica ada beberapa strategi yang dilaksanakan pemerintah untuk memperkuat upaya perubahan perilaku di masyarakat yakni, kampanye 3M, sedangkan 3T dengan melakukan deteksi awal penyebaran COVID-19 dengan testing dan tracing yang tepat sasaran, sementara untuk treatment pemerintah memperkuat manajemen perawatan pada pasien COVID-19.(***)sir

ISTILAH 3T (Tracing, Testing, Treatment) kalah populer dibanding 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Padahal, keduanya sama pentingnya dalam upaya memutus rantai penularan COVID-19.

Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Managing Director IPSOS Indonesia, Soeprapto Tan mengemukakan masih ada 29 persen masyarakat yang tidak paham mengenai 3T. Sebaliknya, 99 persen masyarakat mengaku paham terhadap 3M. Artinya, masih ada masyarakat yang menganggap perilaku 3M dan 3T adalah dua hal yang terpisah padahal kenyataannya justru kedua hal tersebut diakuinya merupakan satu paket dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Kampanye 3M di awal-awal sangat kencang sekali dan terus berjalan sampai sekarang. Jika 3M tidak berjalan, maka 3T pasti akan lebih parah. Sekarang 3M sudah berjalan, saatnya kita mulai membicarakan 3T”, jelas Soeprapto.

Selanjutnya Soeprapto mengemukakan salah satu faktor yang menghambat kampanye 3T adalah ketakutan atas stigma masyarakat. Pemerintah perlu menghimbau masyarakat agar tidak mengucilkan pasien positif COVID-19, namun memberikan dukungan dan keprihatinan agar stigma negatif di mata publik bisa menghilang.

“Saat ini 3M masih satu-satunya cara “vaksin” paling ampuh. Jadi kita harus konsisten dan jangan lengah untuk melakukan 3M. Bersamaan dengan itu kita semua serta masyarakat harus mendukung pelaksanaan 3T, terutama dalam hal testing. Karena apabila masyarakat tidak mau melakukan testing, maka tracing tidak akan terjadi,” tambah Soeprapto.

Meskipun vaksin COVID-19 nantinya sudah ditemukan dan bisa didistribusikan, perilaku 3M dan 3T harus tetap dijalankan. “Kalau misalkan mendapatkan vaksin Mei atau Juni (2021), kebiasan terhadap 3M dan 3T harus tetap kita jalankan sampai pemerintah benar-benar memberikan informasi bahwa COVID-19 sudah tidak ada,” kata Soeprapto.

3T terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Monica mengungkapkan pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

Lalu, pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif COVID-19. Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Seandainya ketika dilacak si kontak erat menunjukkan gejala, maka perlu dilakukan tes, kembali ke praktik pertama (testing)”, kata Monica.

Kemudian, perawatan akan dilakukan apabila seseorang positif COVID-19. Jika ditemukan tidak ada gejala, maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang sudah ditunjuk pemerintah. Sebaliknya, jika orang tersebut menunjukkan gejala, maka para petugas kesehatan akan memberikan perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah.

Monica pun menambahkan. “ Jadi dengan 3M dan 3T sama pentingnya dan satu kesatuan, kita berupaya memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan kita melindungi diri dan melindungi sesama”, tambah Monica.

“3M banyak membicarakan tentang peran kita sebagai individu. Sementara 3T berbicara tentang bagaimana kita memberikan notifikasi atau pemberitahuan pada orang di sekitar kita untuk waspada. Jadi memang ada satu proses yang tidak hanya melibatkan individu tapi juga orang yang lebih banyak”, katanya dalam Dialog Produktif bertema Optimisme Masyarakat terhadap 3T (Tracing, Testing, Treatment) yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (12/11).

Hingga saat ini, Monica mencatat ada tiga indikator yang menjadi standarisasi pemeriksaan COVID-19 yakni, jumlah spesimen, kecepatan hasil pemeriksaan, dan rasio positif. “Di Indonesia angka testing rata-rata mencapai 24.000-34.000 orang per hari,” jelas Monica.

Dari segi kapasitas laboratorium yang dimiliki Indonesia sangat memadai untuk melakukan pemeriksaan sesuai standar WHO. Kapasitas tes di laboratorium hampir 80.000. Kendalanya justru pada individu, ketika seseorang menunjukkan gejala COVID-19, kontak eratnya takut untuk memeriksakan diri (testing). “Setiap orang harus mengambil peranan untuk memutus rantai dengan berpartisipasi kooperatif menerapkan 3M dan 3T”, ujar Monica.

Menurut Monica ada beberapa strategi yang dilaksanakan pemerintah untuk memperkuat upaya perubahan perilaku di masyarakat yakni, kampanye 3M, sedangkan 3T dengan melakukan deteksi awal penyebaran COVID-19 dengan testing dan tracing yang tepat sasaran, sementara untuk treatment pemerintah memperkuat manajemen perawatan pada pasien COVID-19.(***)sir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turunkan Angka Kemiskinan, Pemerintah Terus Kembangkan Perekonomian Masyarakat, dampak Pandemi Covid

    Turunkan Angka Kemiskinan, Pemerintah Terus Kembangkan Perekonomian Masyarakat, dampak Pandemi Covid

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 465
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mendorong semua elemen masyarakat, termasuk pilar-pilar sosial, untuk berkontribusi terhadap percepatan penanganan kemiskinan dengan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sehingga semuanya lebih mandiri. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Kemensos, Edi Suharto, mewakili Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (19/6/2022). Edi menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Karang Taruna di […]

  • Grab Bangun Shelter Literasi

    Grab Bangun Shelter Literasi

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.001
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Duta Literasi Provinsi Sumsel Percha Leanpuri, B.Bus, MBA dengan resmi melaunching Shelter Grab Literasi, di Palembang Indah Mall Palembang, Sabtu (19/10). Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru dalam sambutannyq  mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan oleh Komunitas Grab Palembang yang berupaya ikut serta dalam […]

  • Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Kegiatan Reses Tahap II dalam Paripurna

    Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Kegiatan Reses Tahap II dalam Paripurna

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Anggota DPRD Prov. Sumsel menyampaikan laporan hasil Reses pada Rapat Paripurna LXXIII (73) dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Reses Tahap II Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov. Sumsel hari ini. Laporan ini disampakan Setelah sebelumnya Anggota DPRD Prov. Sumsel melakukan kunjungan ke Desa dan […]

  • Kesepakatan Bersama Pilkada Damai 2018, Polda Sumsel Gelar Dzikir dan Istighosah

    Kesepakatan Bersama Pilkada Damai 2018, Polda Sumsel Gelar Dzikir dan Istighosah

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.538
    • 0Komentar

    Semua pasangan calon harus siap menang dan siap kalah menerima apapun hasil dari pilkada Juni mendatang. 

  • Meski Beragam, Muba Sukses Jaga Zero Konflik

    Meski Beragam, Muba Sukses Jaga Zero Konflik

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    PERCEPATAN pembangunan infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Tidak hanya itu, komitmen dan konsisten menjaga zero konflik dibawah nahkoda Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi selama dua tahun belakangan ini pun juga menjadi percontohan di Sumsel maupun Indonesia. Kali ini apresiasi percepatan pembangunan infrastruktur dan komitmen zero […]

  • Bupati Iskandar Dorong Upaya Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

    Bupati Iskandar Dorong Upaya Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id, Kayuagung–Bupati Ogan Komering Ilir,Iskandar, SE menerima kepala desa peserta Diklat Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa di Pendopo Kabupatenan, Rabu (6/3/19). Iskandar menyambut baik para kepala desa yang terpilih dari ratusan kepala desa se Sumsel ini pada diklat yang diselenggarakan Badan Peningkatan Pengembangan SDM Provinsi Sumsel yang baru saja menyelesaikan pelatihan Peningkatan Bumdes bagi ekonomi Desa di […]

expand_less
WordPress Archive Tractor – Industrial & Manufacturing WordPress Theme Tracyle - Waste Management & Recycling Service Elementor Template Kit Trail – Bike Shop & Bicycle Repair Elementor Template Kit Transcargo - Transportation WordPress Theme for Logistics Transfers – Transport and Car Hire HTML Template Transition Slider – Responsive WordPress Slider Plugin Transland – Transport & Logistics WordPress Theme Translantic – Translation Service Agency Elementor Template Kit TranslatePress Pro - WP Translation Plugin Transpi - Logistics and Transportation WordPress Theme