Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Sakit Hati”: Kisah Ungkapan yang Sering Dipakai Manusia

“Sakit Hati”: Kisah Ungkapan yang Sering Dipakai Manusia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada satu ungkapan yang hampir semua orang pernah mengucapkannya, mungkin saya salah satunya.

Nama saya “sakit hati”.

Saya sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ketika seseorang kecewa karena perkataan orang lain, ketika harapan tidak berjalan sesuai kenyataan, atau ketika perlakuan seseorang membuat perasaan terasa tidak nyaman, biasanya nama saya ikut disebut.

“Saya sakit hati dengan ucapan dia.”

“Jujur, kejadian itu masih membuat saya sakit hati.”

Kalimat seperti itu mungkin sudah tidak asing lagi. Tapi pernahkah kalian berpikir, sebenarnya apa arti “sakit hati”?

Apakah benar hati manusia sedang terluka seperti tangan yang terkena goresan?

Tentu saja bukan.

Saya bukan luka yang bisa dilihat dengan mata. Saya adalah sebuah ungkapan yang digunakan manusia untuk menggambarkan perasaan yang terluka.

Bukan Hati yang Sakit, Tetapi Perasaan yang Terluka

Dalam bahasa Indonesia, manusia sering menggunakan kata tertentu untuk menggambarkan sesuatu yang sulit dijelaskan.

Begitu juga dengan saya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sakit hati berarti merasa tidak senang karena dihina, dilukai hatinya, atau merasa kecewa karena suatu perlakuan.

Jadi, ketika seseorang berkata “saya sakit hati”, maksudnya bukan organ hati yang mengalami gangguan.

Yang terluka adalah perasaan.

Perasaan kecewa, sedih, tersinggung, atau rasa tidak dihargai.

Mengapa Disebut “Sakit Hati”?

Menariknya, dalam budaya bahasa Indonesia, kata hati sering digunakan untuk menggambarkan dunia perasaan manusia.

Kita sering mengatakan:

  • hati senang,
  • hati tenang,
  • hati gelisah,
  • dan tentu saja, sakit hati.

Bukan berarti hati benar-benar mengalami keadaan tersebut secara fisik. Kata “hati” menjadi simbol tempat manusia menyimpan rasa dan emosi.

Karena itulah “sakit hati” menjadi ungkapan yang mudah dipahami banyak orang.

Saya Sering Datang dari Hal-Hal Sederhana

Saya tidak selalu muncul karena masalah besar.

Kadang saya datang dari hal kecil.

Sebuah perkataan yang dianggap bercanda oleh seseorang, bisa saja terasa menyakitkan bagi orang lain.

Sebuah janji yang tidak ditepati bisa membuat kepercayaan hilang.

Sebuah sikap yang terlihat biasa, bisa meninggalkan kesan mendalam.

Karena setiap manusia memiliki hati dan pengalaman yang berbeda.

Saya Seperti Bekas Retakan pada Kaca

Banyak orang menggambarkan saya seperti kaca yang retak.

Kaca yang pecah mungkin bisa diperbaiki, tetapi bekasnya tetap ada.

Begitu pula dengan perasaan manusia.

Seseorang mungkin bisa memaafkan, tetapi pengalaman yang pernah menyakitkan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Itulah mengapa ungkapan seperti saya hadir. Saya membantu manusia menjelaskan sesuatu yang tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan.

Contoh Penggunaan “Sakit Hati”

Berikut beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari “Dia sakit hati setelah mengetahui sahabatnya berbohong.”

Artinya, dia merasa kecewa karena kepercayaan yang diberikan tidak dijaga.

“Jangan berkata sembarangan, karena ucapan bisa membuat orang lain sakit hati.”

Artinya, perkataan dapat memengaruhi perasaan seseorang.

“Dia pernah sakit hati, tetapi memilih untuk memaafkan.”

Artinya, dia pernah terluka secara batin, tetapi berusaha menerima dan melanjutkan hidup.

Sebuah Ungkapan, Sebuah Cerita

Saya hanyalah dua kata sederhana.

Namun di balik kata “sakit hati”, ada banyak cerita manusia.

Ada harapan yang tidak sesuai kenyataan. Ada kepercayaan yang pernah kecewa. Ada perasaan yang belajar menjadi lebih kuat.

Mungkin itulah menariknya bahasa.

Sebuah ungkapan sederhana bisa membawa makna yang begitu dalam.

Dan melalui saya, manusia diingatkan  menjaga ucapan dan sikap bukan hanya tentang sopan santun, tetapi juga tentang menghargai perasaan orang lain. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Tewasnya Driver Go Car, Kapolda Sumsel : Hidup Atau Mati 2 TSK Terus Diburu

    Terkait Tewasnya Driver Go Car, Kapolda Sumsel : Hidup Atau Mati 2 TSK Terus Diburu

    • calendar_month Sabtu, 31 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    “Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 365, jo pasal 338, 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama dua puluh tahun,”

  • Borong Cendramata

    Borong Cendramata

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Asian Games 2018 Jakarta – Palembang sudah berakhir, sebagian atlet dan official dari berbagai negara ada masih belum pulang ke negaranya karena menunggu jadwal keberangkatan. Senggang waktu itulah banyak dimanfaatkan para atlet untuk kongko-kongko sembari mencari oleh-oleh untuk dibawa sebagai kenang-kenangan di negarannya. Ada beberapa tempat yang dikunjungi atlet-atlet tersebut di Jakarta dan […]

  • AS Siap Bantu Cari Solusi Pencegahan Karhutla di OKI Saat Musim Kemarau

    AS Siap Bantu Cari Solusi Pencegahan Karhutla di OKI Saat Musim Kemarau

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    AMERIKA Serikat melalui biro Iptek dan Lingkungan Hidup Kedutaan Besar Amerika siap membantu Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] mencari solusi pencegahan kebakaran hutan dan lahan [Karhutla] disaat musim kemarau tahun ini. “Kami datang untuk bersama mencari solusi penanganan kebakaran lahan di Indonesia dan di OKI khususnya, baik dalam upaya pengembangan peringatan dini (Early Warning System) […]

  • Pengemudi Taxi Online : Biar Adil, Bus Metromini Juga Harus di Uji KIR, Masih Banyak Asapnya Hitam

    Pengemudi Taxi Online : Biar Adil, Bus Metromini Juga Harus di Uji KIR, Masih Banyak Asapnya Hitam

    • calendar_month Senin, 29 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Bahkan, apabila tuntutan ini tidak digubris demo akan dilakukan seminggu penuh sampai tuntutan didengarkan.

  • Harga Karet Bergairah Lagi, Semoga Terus Naik !

    Harga Karet Bergairah Lagi, Semoga Terus Naik !

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.839
    • 0Komentar

    HARGA komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus naik sejak satu minggu belakangan. Harga lelang karet di UPPB Bumi Serasan Sekate mencapai Rp11.000-Rp12.000. “Tren-nya (harga karet) di Muba terus naik. Alhamdulillah bisa dirasakan petani karet di Muba,” ungkap Plt Kadisbun Muba, Akhmad Toyibir SSTP MM, Sabtu (27/2/2021). Menurutnya, kenaikan harga karet yang terjadi akhir-akhir ini […]

  • Kenalkan Kurikulum MBKM, Prodi Ilkom Gelar Sosialisasi Profil Lulusan

    Kenalkan Kurikulum MBKM, Prodi Ilkom Gelar Sosialisasi Profil Lulusan

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.078
    • 0Komentar

    Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) mengadakan Sosialisasi Profil Lulusan Prodi Ilkom di Auditorium Rafa Tower UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (16/05/2023) Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta tiga profil jurusan yang nantinya akan dipilih oleh mahasiswa saat menginjak semester 5 nanti. Program tersebut antara lain, Marketing Communications Specialist, […]

expand_less
WordPress Archive MainWP Advanced Uptime Monitor Extension MainWP Article Uploader Extension MainWP Backup WordPress MainWP BackWPUp MainWP BlogVault MainWP Branding MainWP Broken Links Checker MainWP Buddy MainWP Clean and Lock MainWP Client Reports